Dokter

Nasihat Bagi yang Tak Kunjung Hamil [PENTING!]

Posted on Updated on

Ada yang sudah lama menikah namun tak juga dianugerahi anak. Boleh jadi salah satu dari suami istri tersebut mandul. Adakah nasehat dalam hal ini?

Pernah ditanyakan pada Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, “Ada seorang wanita terus gelisah karena ia tak kunjung hamil. Kadang ia terus-terusan menangis dan banyak berpikir dan ingin berpaling dari kehidupan dunia ini. Apa hukumnya? Dan apa nasehat padanya?” Baca entri selengkapnya »

Iklan

Wajarkah Dokter Dipenjara Jika Melakukan Malpraktek?

Posted on

Sedang hangat topik di dunia nyata dan dunia maya mengenai kriminalisasi dokter. Apakah pantas hukuman penjara bagi dokter? Apakah wajar jika dokter melakukan malpraktek kemudian hukumannya dipenjara?

Alhamdulillah agama Islam adalah agama yang sempurna, mengenai malpraktek dan hukumannya sudah diatur dalam agama Islam.

Jika melakukan malpraktek harus bertanggung jawab

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَطَبَّبَ وَلَمْ يُعْلَمْ مِنْهُ طِبٌّ قَبْلَ ذَلِكَ فَهُوَ ضَامِنٌ

“Barang siapa yang melakukan pengobatan dan dia tidak mengetahui ilmunya sebelum itu maka dia yang bertanggung jawab.”[1] Baca entri selengkapnya »

Ada apa dengan Kiai dan Dokter?

Posted on Updated on

Alhamdulillâhi wahdah, wash shalalâtu was salâm ‘alâ rasûlillâh.

Ada apa dengan kiai dan dokter? Ada masalah apa antara keduanya? Ndak ada apa-apa koq! Hanya saja dalam kesempatan kali ini kita ingin menyoroti persamaan antara dua profesi tersebut dan perbedaannya.

Persamaannya: baik kiai maupun dokter, sama-sama bertugas untuk menjaga kesehatan manusia dan mengobati penyakit mereka. Kiai menjaga kesehatan rohani dan mengobati penyakit-penyakit hati, sedangkan dokter, tugasnya menjaga kesehatan jasmani serta mengobati penyakit-penyakit fisik.

Kedua profesi tersebut sama-sama penting dan dibutuhkan manusia. Mengabaikan salah satunya akan merugikan insan. Sekedar contoh: orang yang sehat rohaninya namun sakit gigi, dia akan terganggu manakala membaca al-Qur’an. Sebaliknya orang yang sehat jasmaninya namun sakit hatinya, dia akan tidak merasa berdosa untuk berkorupsi ria.

Itu salah satu persamaannya, lantas apa perbedaan antara kiai dan dokter? Jika dicermati, tentu akan banyak ditemukan sisi perbedaannya, namun yang akan kita singgung di sini adalah perbedaan masyarakat dalam menilai dan menyikapi keduanya. Baca entri selengkapnya »