fanatisme

Antara Islam KTP dan Kristen KTP

Posted on

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Islam KTP, istilah yang sering digunakan untuk menyebut seorang muslim yang tidak mengenal masjid. Dia berstatus muslim karena orang tuanya muslim, tinggal di lingkungan muslim, meskipun tidak pernah mencium masjid, selain jumatan. Jauh dari karakter militan yang kuat agamanya. Tahunya mereka kerja dan kerja. Soal syariat, itu urusan kiyai.

Layaknya muslim KTP, penganut agama model KTP juga banyak dijumpai di umat beragama lainnya. Bahkan tidak salah jika kita nyatakan ‘lebih banyak’. Karena sebagian besar penganut agama, hanya menjadikan agamanya sebagai status saja, dan bukan sebagai prinsip menyeluruh dalam hidupnya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Perbedaan yang Nyata dan Mendasar Antara Taqlid dan Ittiba’

Posted on

taqlid bukan ittiba

Ittiba’ (mengikuti) kebenaran adalah kewajiban setiap manusia sebagaimana Alloh wajibkan setiap manusia agar selalu ittiba’ kepada wahyu yang diturunkan oleh Alloh kepada Rasul-Nya. Alloh jadikan wahyu tersebut sebagai petunjuk bagi manusia di dalam kehidupannya.

Tidak ada yang membangkang kepada perintah Alloh tersebut kecuali orang-orang yang taqlid kepada nenek moyangnya atau kebiasaan yang berlaku di sekelilingnya atau hawa nafsunya yang mengajak untuk membangkang dari perintah AlIoh. Mereka tolak datangnya kebenaran karena taqlid.

Tidak ada satu pun kesesatan kecuali disebabkan taqlid kepada kebatilan yang diperindah oleh iblis sehingga tampak sebagai kebenaran. Inilah sebab kesesatan setiap kaum para rasul yang menolak dakwah para rasul. Inilah sebab kesesatan orang-orang Nashara yang taqlid kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka. Inilah sebab kesesatan setiap kelompok ahli bid’ah yang taqlid kepada pemikiran-pemikiran sesat dan gembong-gembong mereka. Baca entri selengkapnya »

Jangan Hanya Taqlid Buta!

Posted on Updated on

Agama Islam memerintahkan para pemeluknya untuk mengikuti dalil dan tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid (baca: mengekor/membeo) kecuali dalam keadaan darurat (mendesak), yaitu tatkala seorang tidak mampu mengetahui dan mengenal dalil dengan pasti. Hal ini berlaku dalam seluruh permasalahan agama, baik yang terkait dengan akidah maupun hukum (fikih).

Oleh karena itu, seorang yang mampu berijtihad dalam permasalahan fikih, misalnya, tidak diperkenankan untuk bertaklid. Demikian pula seorang yang mampu untuk meneliti berbagai nash-nash syari’at yang terkait dengan permasalahan akidah, tidak diperbolehkan untuk bertaklid.

Mengapa Taklid tidak Diperkenankan?

Agama ini tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid pada suatu pendapat tanpa memperhatikan dalilnya. Hal ini dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »