fiqih jual beli

Mengenal Jual Beli Murabahah

Posted on

Dewasa ini lembaga keuangan berlabel syari’at berkembang dalam skala besar dengan menawarkan produk-produknya yang beraneka ragam dengan istilah-istilah berbahasa Arab. Banyak masyarakat yang masih bingung dengan istilah-istilah tersebut dan masih ragu apakah benar semua produk tersebut adalah benar-benar jauh dari pelanggaran syari’at ataukah hanya rekayasa semata. Melihat banyaknya pertanyaan seputar ini maka dalam rubrik fikih kali ini kami angkat salah satu produk tersebut untuk melihat kehalalannya dalam tinjauan fikih islami.

Jual beli Murabahah (Bai’ al-Murabahah) demikianlah istilah yang banyak diusung lembaga keuangan tersebut sebagai bentuk dari Financing (pembiayaan) yang memiliki prospek keuntungan yang cukup menjanjikan. Sehingga semua atau hampir semua lembaga keuangan syari’at menjadikannya sebagai produk financing dalam pengembangan modal mereka [1]

Nama lain Jual Beli Murabahah ini

Jual beli Murabahah yang dilakukan lembaga keuangan syari’at ini dikenal dengan nama-nama sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »

Iklan

Ketentuan Iklan “Per-Klik” di Situs Anda

Posted on Updated on

pay per click

Pertanyaan:

Ada sebagian situs yang menyewakan sebagian halaman situsnya itu mengiklankan situs lain. Apakah ada persyaratan kejelasan tentang status sewa, misalnya: satu tahun, ataukah diperbolehkan jika tanpa kejelasan batas akhir masa sewa? Bolehkah jika uang sewanya berubah-ubah mengikuti jumlah pengunjung yang meng-klik iklan tersebut, semisal satu real untuk setiap setiap klik-nya?

Jawaban:

Di antara syarat sah transaksi ijarah (sewa) adalah adanya kejelasan masa sewa dan kejelasan besaran uang sewa.

Ibnu Qudamah Al-Hambali mengatakan, “Tidak ada perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai bolehnya menyewakan tanah atau bangunan. Ibnul Mundzir mengatakan, “Semua ulama, yang kami ketahui, bersepakat bahwa menyewakan rumah atau hewan tunggangan itu hukumnya boleh, namun sewa itu tidaklah diperbolehkan melainkan dalam jangka waktu penyewaan yang jelas.” (Al-Mughni, 5:260) Baca entri selengkapnya »