Fiqih Wanita

Saudariku, Inilah Kemuliaanmu!

Posted on Updated on

muslimah

Allah Ta’ala telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah Ta’ala berfirman,

{وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ}

“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-An’aam:115)

Artinya: Al-Quran adalah firman Allah yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya, maka tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini, dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya. [Lihat kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 174)].

Di antara bentuk keadilan syariat islam ini adalah dengan tidak membedakan antara satu bangsa/ suku dengan bangsa/suku lainnya, demikian pula satu jenis (laki-laki atau perempuan) dengan jenis lainnya, kecuali dengan iman dan takwa kepada Allah Ta’ala. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Download Ebook: Panduan Kesehatan Muslimah (Haid – Hamil – Melahirkan – Nifas – Menyusui) [dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah]

Posted on Updated on

pandukan kesehatan muslimah

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan ebook Panduan Kesehatan Muslimah (Haid – Hamil – Melahirkan – Nifas – Menyusui). Ebook ini merupakan makalah kajian khusus muslimah yang diselenggarakan di Masjid SDITQ Pesantren Islam Al-Irsyad (15 Rabi’ul Akhir 1432 H bertepatan 20 Maret 2011 pukul 09:00-11:30 WIB)

Kajian ini menghadirkan dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah asal Surakarta. Beliau yang sehari-hari beraktivitas sebagai dokter di Pesantren Bin Baz Yogyakarta dan pengasuh rubrik kesehatan Majalah As-Sunnah, menjelaskan secara rinci permasalahan yang kerap terjadi saat Haid, Hamil, Nifas dan Menyusui. Tak lupa dipaparkan pula pencegahan dan penanganan permasalahan tersebut.

Kajian yang disampaikan secara lugas dan jelas mendapat respon positif dari peserta yang berdatangan dari Semarang, Boyolali, Salatiga dan sekitarnya. Sesi tanya jawab merupakan saat yang selalu dinantikan. Banyak pertanyaan yang diajukan seputar tema yang disampaikan.

Silakan download ebooknya pada link berikut: Baca entri selengkapnya »

Seputar Fiqh Kewanitaan Di Bulan Ramadhan [2]

Posted on Updated on

I. HUKUM-HUKUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN HAL-HAL YANG MERUSAK PUASA.

1. Dibolehkan bagi wanita yang berpuasa mencicipi makanan untuk mengetahui rasanya dan mengetahui panasnya untuk disuapkan pada bayinya, selama makanan tersebut tidak masuk ke dalam kerongkongannya (ditelan).

Berkata Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu : “Tidak mengapa baginya untuk mencicipi cuka atau sesuatu (makanan) selama tidak masuk kedalam kerongkongannya, dan dia dalam keadaan berpuasa”. Diriwayatkan oleh Al-Imam Bukhary secara mu’allaq. (Fathul Bary 4/154 ) dan sanadnya disambungkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah di dalam Musnadnya (3/47).

2. Wanita yang sedang berpuasa diperbolehkan mencium suaminya atau untuk dicium oleh suaminya, jika keduanya yakin dapat menguasai diri untuk tidak sampai melakukan jima’ (hubungan intim). Baca entri selengkapnya »

Seputar Fiqih Kewanitaan Di Bulan Ramadhan [1]

Posted on Updated on

1. Pendahuluan

Puasa pada bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan dan merupakan salah satu rukun Islam dan bangunannya yang agung.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”. (Q.S.Al Baqarah : 183).

Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

بُنِيَ الْإِسْلاَمُ عَلىَ خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ.

“Islam itu dibangun atas lima perkara, syahadat Laa ilaaha illallah waa anna Muhammadan abduhu warasuluhu, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, haji ke Al-Bait (Ka’bah) dan puasa Ramadhan.” Muttafaqun ‘alaih. Baca entri selengkapnya »