Habib

Pendalilan Habib Munzir dengan Perkataan Al-Baidhawi rahimahullah

Posted on Updated on

meniti kesempurnaan iman - habib munzir al-musawwa
Meniti ??? Kesempurnaan Iman

Prolog:

Telah lalu dalil-dalil yang begitu banyak yang menunjukan akan larangan menjadikan kuburan sebagai masjid. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan akan hal ini di akhir hayat beliau… bahkan tatkala beliau sedang sakit sekarat. Semua itu tidak lain karena bahayanya perbuatan menjadikan kuburan sebagai masjid. Karenanya Imam Ibnu Hajr Al-Haitami As-Syafii telah menyebutkan 6 dosa besar yang berkaitan dengan kuburan, yaitu : (1) menjadikan kuburan sebagai masjid, (2) menyalakan api (penerangan) di atas kuburan, (3) menjadikan kuburan sebagai berhala, (4) thowaf di kuburan, (5) mengusap kuburan (*dengan maksud mencari berkah), dan (6) sholat ke arah kuburan

(sebagaimana telah lalu nukilannya, silahkan lihat kembali : http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/185-habib-munzir-salah-menerjemahkan-perkataan-al-baidhoowi-rahimahullah)

Dan kalau kita perhatikan ternyata sebagian kaum muslimin telah terjerumus dalam sebagian besar dosa-dosa besar tersebut. Wallahul musta’aan

Para ulama telah membahas tentang sebab-sebab kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu keras memperingatkan umatnya dari beribadah di kuburan dan dari pengagungan terhadap kuburan dan penghuni kuburan.

Diantara sebab-sebab tersebut ada dua sebab yang utama :

Pertama : Agar tidak bertasyabbuh (meniru-niru) kaum musyrikin dalam rangka tata cara beribadah, dan

Kedua : Karena peribadatan kepada Allah di kuburan orang sholeh merupakan sarana/wasilah yang bisa mengantarkan pelaku ibadah tersebut akhirnya menyerahkan sebagian bentuk peribadatan kepada sang penghuni kubur tersebut, yang menjerumuskan kepada kesyirikan.

Baca entri selengkapnya »

Habib Munzir Salah Menerjemahkan Perkataan Al-Baidhoowi rahimahullah

Posted on Updated on

meniti kesempurnaan iman - habib munzir al-musawwa
Meniti ??? Kesempurnaan Iman

Prolog :
Sesungguhnya perkara yang diperintahkan dalam syariat kita adalah memakmurkan masjid bukan membangun meninggikan dan membangun bangunan di atas kuburan. Justru memakmurkan kuburan dengan beribadah di kuburan merupakan adat kebiasaan Ahlul Kitab (yahudi dan nasoro) yang kita diperintahkan untuk menyelisihi tata cara ibadah mereka.

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ (١٧)إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (١٨)

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS At-Taubah : 17-18) Baca entri selengkapnya »

Habib Munzir Al-Musawwa Berdusta Atas Nama Imam As-Syafii ???

Posted on Updated on

meniti kesempurnaan iman - habib munzir al-musawwa
Meniti ??? Kesempurnaan Iman

Terlalu banyak hadits-hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid. Akan tetapi hal ini ditentang oleh Habib Munzir. Dan dalam penentangannya itu Habib Munzir berdalil dengan beberapa hadits dan perkataan para ulama.

Akan tetapi sungguh sangat mengejutkan tatkala saya cek langsung perkataan para ulama tersebut ternyata bertentangan dengan apa yang dipahami oleh sang Habib. Ternyata…sang Habib telah melakukan tipu muslihat.

Habib Munzir berkata :

“Berkata Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu Imam Syafii rahimahullah : Makruh memuliakan seseorang hingga menjadikan makamnya sebagai masjid (*Imam Syafii tidak mengharamkan memuliakan seseorang hingga membangun kuburnya menjadi masjid, namun beliau mengatakan makruh), karena ditakutkan fitnah atas orang itu atau atas orang lain, dan hal yang tidak diperbolehkan adalah membangun masjid di atas makam setelah jenazah dikuburkan, Namun bila membangun masjid lalu membuat di dekatnya makam untuk pewakafnya maka tak ada larangannya”. Demikian ucapan Imam Syafii (Faidhul Qodiir juz 5 hal. 274)”
Demikianlah perkataan Habib Munzir dalam kitabnya Meniti Kesempurnaan Iman hal 30)

Saya akan menunjukkan kepada para pembaca sekalian tentang tipu muslihat yang telah dilakukan oleh sang Habib, dengan menukil langsung teks yang sesungguhnya dari kitab Faidhul Qodiir Syarh al-Jaami’ As-Shogiir yang dikarang oleh Al-Munaawi rahimahullah. Baca entri selengkapnya »

Ahlul Bait Nabi di Mata Ahlussunnah Wal Jama’ah [Faidah dari Khutbah Jum’at Ust. Badrusalam]

Posted on Updated on

Beberapa Faidah Dari Khutbah Jum’at 25 Maret 2011 yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abu Yahya Badrusalam –hafizhahullah-:

1.       Termasuk nikmat yang paling besar diantara nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada hamba adalah ia dapat berjalan mengikuti sunnah dan menjadikan Rasulullah sebagai panutannya dalam segala hal. Karena tidak ada jalan bagi seorang hamba untuk sampai kepada keridho’an Allah selain dari jalan yang telah digariskan oleh Rasulullah.

2.       Diantara sunnah Rasulullah yang beliau perintahkan adalah agar kita menghormati Ahli Bait beliau sebagaimana terdapat dalam hadits yang shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim

3.       Ahlul Bait adalah isteri-isteri beliau, anak-anak, paman-paman dan semua yang harama menerima shodaqoh dari bani Abdul Muththalib yang merupakan keturunan bani Hasyim Baca entri selengkapnya »

Perintah Untuk Mengikuti Sunnah Rasulullah Dan Larangan Dari Fanatisme Dan Taqlid

Posted on

ahlussunnah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan semua sahabatnya.

Saudara-saudara yang saya cintai karena Allah. Saya bersaksi di hadapan Allah, bahwa saya mencintai antum semua dan orang-orang shalih di negeri ini semata karena Allah. Saya datang ke Indonesia untuk yang ketiga kalinya. Dan saya –alhamdulillah- mendapatkan kebaikan yang sangat banyak di negeri ini. Saya berdoa semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits qudsi :

وَجَبَتْ مَحَبَّتِي فِي الْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَ وَجَبَتْ مَحَبَّتِي فِي الْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ

Orang-orang yang duduk di satu majelis karena Aku, maka mereka pasti mendapatkan kecintaan dariKu. Orang-orang yang berkumpul karena Aku, maka telah mendapatkan kecintaan dariKu.

Sudah kita ketahui bersama, orang yang masuk ke dalam agama Islam harus mengatakan :

أَشْهَدُ أَنْ لا إلَهَ إلا الله, وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Dua kalimat tersebut merupakan kalimat yang sangat agung. Seseorang tidak bisa dikatakan muslim, kecuali jika dia telah mengucapkan dua kalimat tersebut, memahami dan melakukan konsekuensi dari kedua kalimat itu. Baca entri selengkapnya »

Kewajiban Ittiba’ Kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Posted on Updated on

cinta rasul
cinta rasul

Agama Islam yang mulia ini dibangun di atas dua prinsip.

Pertama : Kita tidak boleh beribadah, melainkan hanya kepada Allah saja dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun.

Allah berirman :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [Ali Imran : 64]. Baca entri selengkapnya »

Download Video Ceramah : Cinta Sejati Kepada Sang Nabi صلى الله عليه وسلم

Posted on Updated on

cinta rosul
cinta rosul

Alhamdulillah. Beberapa waktu yang lalu kami telah mempublikasi tulisan dari Al-Ustadz Abdullah Zain -hafizhahullah- yang berjudul “Cinta Sejati Kepada Sang Nabi صلى الله عليه وسلم” yang berisi penjelasan  yang gamblang tentang hakikat cinta kepada Nabi disertai contoh-contoh teladan dari generasi salaf dalam mencintai Nabi.

Kesempatan kali ini -insya Alloh- kami hadirkan bagi Anda kajian dengan tema yang sama yang disampaikan oleh beliau di Islamic Cultural Centre Jubail, KSA. Kajian dalam format video (mp4) dan Audio (mp3) yang dapat lansung Anda download atau dapat juga Anda simak secara langsung di sini. Baca entri selengkapnya »

Hak dan Kewajiban Umat Terhadap Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Posted on

maulid

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و من سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادي له و أشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن نبينا و سيدنا محمدا عبده و رسوله صلى الله عليه و على آله و أصحابه و من سار على نهجه و منواله إلى يوم الدين ثم أما بعد :

Segala puji semata-mata hanya untuk Allah azza wa jalla, kami memuji, meminta ampun, dan meminta perlindungan dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami semata-mata hanya kepada Allah azza wa jalla. Siapa yang di beri hidayah oleh Allah maka tidak akan ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak akan ada yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi kami dan pemimpin kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan dan hamba-Nya. Semoga shalawat beriring salam semoga selalu terlimpahkan kepada beliau, kepada keluarga beliau, kepada sahabat beliau, dan kepada mereka yang berjalan di atas jalan beliau sampai hari kiamat nanti. Amma ba’du: Baca entri selengkapnya »

Nasehat bagi yang Mencintai Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan Merayakan Maulid

Posted on

Oleh: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc

muhammad

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Kadang-kadang sebagian kaum muslim yang berpendapat diperbolehkannya memperingati maulid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersandarkan pada beberapa syubuhat (alasan-alasan rancu), diantaranya:

1. Anggapan mereka bahwa peringatan tersebut merupakan bentuk pengagungan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jawaban: “Sesungguhnya pengagungan terhadap beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dengan cara menta’ati beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, mengerjakan perintah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, menjauhi larangan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan pengagungan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dengan perbuatan bid’ah atau khurafat atau maksiat. Baca entri selengkapnya »

Cinta Kepada Rasul, Dahulu dan Sekarang [Kenapa Bisa Beda?]

Posted on Updated on

cinta-rasul

Sebagai seorang muslim, mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar. Hal ini merupakan konsekuensi dari kesaksian kita akan kerasulan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana tidak? melalui beliau lah kita terbebas dari segudang warisan jahiliyah yang telah mengakar begitu lama. Kalau lah tidak karena hidayah Allah, kemudian karena pengorbanan beliau dalam mendakwahkan Islam, niscaya sampai hari ini kita masih terjerat dalam belenggu syirik dan jahiliyah.

Segala puji bagi-Mu ya Allah, atas hidayah dan taufiq yang Kau curahkan kepada kami, dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah padamu ya Rasulullah, atas setiap pengorbananmu demi menegakkan dien ini…

Sungguh, berbicara mengenai kepribadian beliau adalah suatu kenikmatan tersendiri, berkisah tentang pernak pernik kehidupan beliau benar-benar menimbulkan decak kagum dan membesarkan hati… Baca entri selengkapnya »

Antara Cinta Rosul & Maulid Nabi [Apa Hubungannya?]

Posted on Updated on

tanda tanya

Sebenarnya adakah kaitan antara cinta Rosul dan perayaan maulid, alias hari kelahiran beliau? Pertanyaan ini mungkin terdengar aneh bagi mereka yang kerap merayakannya. Bagaimana tidak, sedang disana dibacakan sejarah hidup beliau, diiringi dengan syair-syair pujian dalam bahasa Arab untuk beliau (yang dikenal dengan nama burdah), yang kesemuanya tak lain demi mengenang jasa beliau dan memupuk cinta kita kepadanya…?

Dalam sebuah muktamar negara-negara Islam sedunia, salah seorang dai kondang dari Saudi yang bernama Dr. Said bin Misfir Al Qahthani, berjumpa dengan seorang tokoh Islam (syaikh) dari negara tetangga. Melihat pakaiannya yang khas ala Saudi, Syaikh tadi memulai pembicaraan[1]:

Syaikh : “Assalaamu ‘alaikum…”

Dr. Said : “Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabaraatuh”

Syaikh : “Nampaknya Anda dari Saudi ya?”

Dr. Said : “Ya, benar”

Syaikh : “Oo, kalau begitu Anda termasuk mereka yang tidak cinta kepada Rosul…!” Baca entri selengkapnya »

Mana Bukti Cintamu pada Nabi? [Sekedar Berkata Dan Mengklaim, Siapapun Mampu!]

Posted on Updated on

cinta-rasul

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi akhir zaman, kepada keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Dengan berbagai macam cara seseorang akan mencurahkan usahanya untuk membuktikan cintanya pada kekasihnya. Begitu pula kecintaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap orang pun punya berbagai cara untuk membuktikannya. Namun tidak semua cara tersebut benar, ada di sana cara-cara yang keliru. Itulah yang nanti diangkat pada tulisan kali ini. Semoga Allah memudahkan dan memberikan kepahaman.

Kewajiban Mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah: 24). Baca entri selengkapnya »

Dialog 12 Rabi’ul Awwal [Kenapa Saya Tidak Merayakan Maulid Nabi?]

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Abdullah: “Abdurrahman, kamu hadirkan ntar malam?”

Abdurrahman: “Kemana? Ngapain?”

Abdullah: “Lho kamu nggak dapat undangan peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?, penting lho …!ada ceramah ustadznya lagi…banyak faedahnya! Cuma sekali setahun koq, kesempatan emas, susah  dicari”.

Abdurrahman: “Saya dapat undangan, tapi saya fikir acara itu tidak boleh dikerjakan”.

Abdullah: “Lho apa sebabnya?! kamu ini gimana sih…?! Baca entri selengkapnya »

Cinta Sejati Kepada Sang Nabi صلى الله عليه وسلم

Posted on Updated on

Hukum Mencintai Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

cinta-rasul

Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Tidak, demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka berkatalah Umar, “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [XI/523] no: 6632)

Di lain kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, “Demi Allah, salah seorang dari kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [I/58] no: 15, dan Muslim dalam Shahih-nya [I/67 no: 69]) Baca entri selengkapnya »