Hadits Palsu

8 Hadits Palsu Tentang Anak & Keluarga

Posted on Updated on

Dari segi bahasa, al-Maudhu’ adalah bentuk isim maf’ul dari kata kerja Wadho’a yang berarti menurunkan atau meletakkan dibawah.  Adapun dari segi istilah ilmu musthalah hadits, para ulama mendefinisikan hadits Maudhu’ dengan :

“Kebohongan yang diada-adakan, dibuat-buat, kemudian dinisbatkan kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam dengan sengaja”

Hadits maudhu’ ini adalah tingkatan hadits dhaif yang terburuk dan terendah. Bahkan sebagian ulama menganggap bahwa hadits Maudhu’ bukanlah termasuk bagian dari hadits dhaif, namun dia adalah bagian tersendiri.

Para ulama telah berijma’ tentang tidak bolehnya bagi siapapun yang tahu kepalsuan hadits tersebut untuk meriwayatkannya secara mutlak, kecuali disertai dengan penjelasan tentang palsunya hadits tersebut.  Ini berdasarkan hadits riwayat Muslim : Baca entri selengkapnya »

Iklan

Riwayat Palsu Tentang Keutamaan Akal

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم

عن جابر بن عبد الله قال: قال رسول الله : « قِوَامُ المْرَءْ ِعَقْلُهُ، وَلاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ عَقْلَ لَهُ »

Dari Jabir bin ‘Abdillah bahwa Rasulullah bersabda: “Asas (kebaikan) seorang manusia adalah akalnya, dan barangsiapa yang tidak mempunyai akal berarti dia tidak mempunyai agama”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam al-Harits bin Abi Usamah[1], Imam Ibnu ‘Adi[2] dan imam-imam lainnya, dari jalur Dawud bin al-Muhabbar, dari Nashr bin Tharif, dari Ibnu Juraij, dari Abu az-Zubair, dari Jabir bin ‘Abdillah , dari Rasulullah . Baca entri selengkapnya »

“Aku adalah ‘arab tanpa huruf ‘ain. Dan aku adalah ahnmad tanpa huruf mim.”

Posted on

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.

Ada pertanyaan seperti ini yang ditujukan kepada Lajna Da’imah Lil Ifta, berikut petikannya.

Tanya :”Sesungguhnya banyak orang yang meyakini bahwa segala sesuatu diciptakan dari Nur (cahaya) Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dan cahayanya diciptakan dari cahaya Allah. Mereka meriwayatkan (satu hadits): “Aku adalah cahaya Allah dan segala sesuatu berasal dari cahayaku.” Mereka pun meriwayatkan hadits: “Aku adalah ‘arab tanpa huruf ‘ain, maksudnya Rab. Dan aku adalah ahnmad tanpa huruf mim maksudnya ahad.” Apakah riwayat ini ada asalnya ? Baca entri selengkapnya »

Hadits-Hadits Seputar Keutamaan Cincin Batu Akik.

Posted on

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Terdapat banyak hadis yang menyebutkan keutamaan cincin akik, namun semuanya tidak shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias palsu. Berikut diantara hadis-hadis tersebut,

Hadis pertama,

تختموا بالعقيق فإنه مبارك

Pakailah cincin akik, karena akik itu diberkahi Baca entri selengkapnya »

Hukum & Asal Muasal Peringatan Malam Nisfu Sya’ban

Posted on

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan penjelasan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baaz -rahimahullah- terkait peringatan malam Nisfu Sya’ban. Harapan kami, para pembaca yang kami muliakan dapat membacanya dengan teliti dan seksama seraya mengharap taufiq dari Allah agar diarahkan kepada kebenaran dan berlindung kepadaNya dari bisikan-bisikan setan dan hawa nafsu yang menampakkan keburukan sebagai kebaikan dan menampakkan kebaikan sebagai keburukan. Sesunggunya hanya Allah saja yang berkuasa memberikan taufiq, adapun manusia hanya berusaha menjelaskan dan menyampaikan.

Hukum & Asal Muasal Peringatan Malam Nisfu Sya’ban
Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Segala puji hanyalah bagi Allah yang telah menyempurnakan agama-Nya bagi kita, dan mencukupkan nikmat-Nya kepada kita, semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam pengajak ke pintu tobat dan pembawa rahmat.

Amma ba’du: Baca entri selengkapnya »

Kisah Malaikat Yang Mabuk, Berzina dan Membunuh (Kisah Harut dan Marut)

Posted on Updated on

Kisah Harut dan Marut
Kisah Harut dan Marut

Banyak tersebar di tengah masyarakat tentang kisah Malaikat yang diturunkan ke bumi namun akhirnya mereka tergoda untuk mabuk, lalu berzina dan membunuh. Ini adalah kisah yang dhaif dan batil. Simak penjelasan berikut:

Ibnu Hibban rahimahullah berkata: telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Sufyan, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abi Bukair, dari Zuhair bin Muhammad, dari Musa bin Jubair, dari Nafi’, dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhu, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa Sallam bersabda: Baca entri selengkapnya »

Hadits Palsu Tentang Dialog Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan Iblis yang terlaknat

Posted on Updated on

Sangat disayangkan telah lama beredar dan  sangat banyak yang terus menyebarkan melalui berbagai media, sebuah hadits tentang dialog antara Rasul mulia dan Iblis terlaknat. Sebagian masyarakat menganggap bahwa isinya baik dan bermanfaat sehingga layak disebarkan padahal hadits ini adalah hadits palsu dan dusta atas nama Nabi dan berisi hal yang bahaya dan mencederai Rasulullah dan shahabat.

Teks asli dan terjemahan dari hadits tersebut akan kami nukilkan diakhir tulisan ini, insya Allah. Tapi Ingat ! Jangan disebarkan kecuali untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa hadits ini palsu dan dusta!

Sebelumnya kami nukilkan keterangan beberapa ulama Islam yang diakui keilmuannya tentang peringatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi siapapun yang meriwayatkan hadits agar berhati-hati, jangan sampai menyandarkan kepada beliau apa-apa yang tidak berasal dari beliau.

Dalam kitab haditsnya, Imam Muslim menyebutkan di awal kitab sesuatu yang memperingatkan tentang hadits dha’if, memilih judul: “Bab larangan menyampaikan hadits dari setiap apa yang didengar.”  Berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Salam, Baca entri selengkapnya »

Hadits 30 Keutamaan Shalat Tarawih Adalah Hadits Palsu

Posted on Updated on

Diantara sunnah-sunnah yang dituntunkan oleh syariat kita pada bulan Ramadhan adalah shalat Tarawih. Hadits-hadits Nabi yang mulia telah banyak yang menerangkan tentang keutamaan shalat tesebut.

Berkaitan dengan hal itu, terdapat sebuah hadits yang masyhur, khususnya di Indonesia, yaitu “30 keutamaan shalat tarawih” atau “keutamaan shalat tarawih per malam”. Apakah hadits itu shahih ? Bolehkah kita menyampaikannya di tengah-tengah kaum muslimin? Berikut ini sedikit bahasan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Baca entri selengkapnya »

Amalan Sunah di Bulan Rajab

Posted on

Tidak terdapat amalan khusus terkait bulan Rajab. Baik bentuknya shalat, puasa, zakat, maupun umrah. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hadis yang menyebutkan amalan bulan Rajab adalah hadis bathil dan tertolak.

Ibnu Hajar mengatakan,

لم يرد في فضل شهر رجب ، ولا في صيامه ، ولا في صيام شيء منه معين ، ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة ، وقد سبقني إلى الجزم بذلك الإمام أبو إسماعيل الهروي الحافظ

“Tidak terdapat riwayat yang shahih yang bisa untuk dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh atau puasa di tanggal tertentu bulan Rajab atau shalat tahajjud di malam tertentu. Keterangan saya ini telah didahului oleh ketengan Imam Al-Hafidz Abu Ismail Al Harawi.” (Tabyinul Ujub bimaa Warada fii Fadli Rajab, Hal. 6) Baca entri selengkapnya »

Hadis Dha’if (Lemah) seputar Rajab

Posted on

Bismillah was shalatu was salamu ‘alaa rasulillah

Berikut beberapa hadis dhaif seputar bulan Rajab, yang disarikan dari karya para ulama ahli hadis. Jika Anda menjumpai satu amal tertentu di bulan Rajab, barangkali pangkal masalahnya adalah karena hadis dhaif berikut:

1. Hadis: “Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai, namanya sungai Rajab. Airnya lebih putih dari pada susu, lebih manis dari pada madu, siapa yang puasa sehari di bulan Rajab maka Allah akan memberi minum orang ini dengan air sungai tersebut.” (Riwayat Abul Qosim At Taimi dalam At Targhib wat Tarhib, Al Hafidz Al Ashbahani dalam kitab Fadhlus Shiyam, dan Al Baihaqi dalam Fadhail Auqat. Ibnul Jauzi mengatakan dalam Al Ilal Al Mutanahiyah: Dalam sanadnya terdapat banyak perawi yang tidak dikenal, sanadnya dhaif secara umum, namun tidak sampai untuk dihukumi palsu.) Baca entri selengkapnya »

Hadits-Hadits Lemah Seputar Bulan Dzulhijjah

Posted on

Pembaca yang budiman, kita patut bersyukur kepada Allah atas taufik yang telah Ia limpahkan hingga kita dapat mengisi waktu yang utama di sepuluh hari awal Dzulhijjah dengan amal shalih. Akan tetapi perlu bagi kita untuk mengetahui beberapa hadits lemah dan palsu, yang sering dijadikan sandaran bagi sebagian kaum muslimin untuk beribadah di waktu yang mulia ini. Diantaranya adalah hadits-hadits sebagai berikut.

Hadits 1

ما من أيام أحب إلى الله أن يتعبد له فيها من عشر ذي الحجة يعدل صيام كل يوم منها بصيام سنة، وقيام كل ليلة منها بقيام ليلة القدر

Tidak ada hari yang paling dicintai Allah untuk diibadahi pada hari itu selain 10 hari di (awal) bulan Dzulhijjah, pahala puasa pada setiap harinya senilai dengan pahala puasa sepanjang tahun, dan sholat pada setiap malamnya senilai dengan sholat pada malam Lailatul Qadar

Dha’if (lemah), Abu ‘Isa (At Tirmidzi) berkata, “Hadits ini gharib tidak diketahui selain dari hadits Mas’ud bin Washil, dari An Nahas, … (dst)”, dan didha’ifkan Syaikh Al Albani dalam Dha’if Sunan Ibnu Majah (1728) no. 377 akan tetapi terdapat perbedaan lafazh dalam hadits ini, lihat Al Misykat (1471), Dha’if Jami’ush Shaghir (5161), dan Dha’if At Targhib no. 123, Silsilah Adh Dha’ifah 5142 Baca entri selengkapnya »

Hadits Palsu Tentang Hewan Kurban Dan Haji Bagi Orang Miskin

Posted on

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن ابن عمر قال: قال رسول الله: ((الدَجّاجُ غَنَمُ فثقَرَاءِ أُمَّتِي، وَالْجُمْعَةُ حَجُّ فُقَرائِها))

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ayam adalah (kedudukannya seperti) kambing (bagi) orang-orang miskin dari umatku dan shalat jumat (kedudukannya seperti) haji bagi orang-orang miskin dari umatku”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam Ibnu Hibban[1], Ibnul Jauzi[2] dan ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus”[3] dengan sanad mereka dari jalur Mahmisy bin Yazid, dari Hisyam bin ‘Ubaidillah ar-Razi, dari Ibnu Abi Dzi’b, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca entri selengkapnya »

Hadits-hadits Palsu Tentang Keutamaan Menziarahi Kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Posted on Updated on

Hadits-hadits Palsu Tentang Keutamaan Menziarahi Kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن عبد الله بن عمر، عن النبي قال: ((مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِي بَعْدَ وَفَاتِي كَانَ كَمَنْ زَارَنِي فِي حَيَاتِي))

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Barangsiapa yang berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ath-Thabarani[1], Ibnu ‘Adi[2], ad-Daraquthni[3], al-Baihaqi[4] dan al-Fakihani[5] dengan sanad mereka dari Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud, dari al-Laits bin Abi sulaim, dari Mujahid, dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini adalah hadits palsu, karena dalam sanadnya ada perawi yang bernama Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud al-Asadi, imam Ahmad, Abu Hatim, al-Bukhari, Muslim dan an-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia ditinggalkan riwayat haditsnya (karena sangat lemah)”[6]. Imam Yahya bin Ma’in berkata: “Dia adalah seorang pendusta”. Bahkan Ibnu Khirasy berkata: “Dia adalah pendusta, ditinggalkan (riwayat haditsnya) dan pemalsu hadits”[7]. Baca entri selengkapnya »

Hadist Palsu Tentang Keharusan Haji Sebelum Menikah

Posted on

hajj
haji

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن أبي هريرة قال: قال رسول الله: ((الحَجُّ قَبْلَ التَّزَوُّجِ))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berhaji (dulu) sebelum menikah”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus”[1] dengan sanad beliau dari jalur Giyats bin Ibrahim, dari Ja’far bin Muhammad, dari Maisarah, dari bapaknya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca entri selengkapnya »