Hasan

[EBOOK] Mengapa Saya Keluar Dari Syi’ah Karya Sayyid Husain Al-Musawi (Terjemah Bahasa Melayu)

Posted on

Sayyid Husain al-Musawi bukanlah nama yang asing di kalangan Syi’ah. Beliau adalah ulama besar Syi’ah yang lahir di Karbala dan belajar di sebuah “Hauzah” di kota Najaf yang dikenal sebagai kota ilmu di Iran, hingga mendapatkan gelar mujtahid dari Sayyid Muhammad Husain Ali Kasyif al-Ghitha. Selain itu beliau juga mempunyai kedudukan yang istimewa di sisi Khomeini.

Setelah melalui pengembaraan spiritual yang panjang akhirnya beliau mendapatkan hidayah dari Allah dan menemukan banyak kesesatan dan penyimpangan dalam ajaran Syi’ah yang selama ini dianutnya. Beliau pun memutuskan keluar dari Syi’ah dan masuk ke dalam ahlus sunnah dan menulis buku ini.

Setelah keluarnya buku yang beliau tulis ini, para ulama di kota Najaf pun mengeluarkan fatwa tentang kafirnya Sayyid Husain Al-Musawi dan menyatakan hukum-hukum atas orang kafir berlaku atasnya, dan semua gelar kelimuannya dicabut. Baca entri selengkapnya »

[DOWNLOAD] Sejarah & Ritual Syiah di Indonesia

Posted on Updated on

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Segala puji bagi Allah, yang telah memberi petunjuk kepada kita ke jalan yang lurus. Jalan beragama yang ditempuh para sahabat dan ahlul bait. Semoga Allah memberi kekuatan untuk senantiasa istiqamah di atas kebenaran.

Alhamdulillah, sekitar 2 bulan yufid menjalankan program penyebaran DVD syiah dengan bantuan dana dari para donatur. Selama kurun itu, DVD yang telah disebarkan kurang lebih 3000 keping. Kami haturkan jazaakumullah khoiran kepada para donatur, semoga menjadi amal sholeh di hari kiamat.

Selanjutnya, kami sangat yakin, tidak semua pembaca memilikinya atau minimal telah menyimak isi DVD itu. Oleh karena itu, bagi anda yang belum sempat memilikinya atau belum sempat menyimaknya, kami telah menyediakan link download untuk konten DVD gratis tersebut, sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »

Kecaman Ahlul Bait Kepada Para Pembunuh al-Husain

Posted on Updated on

Setiap tanggal 10 Muharram, masyarakat dunia akan disajikan sebuah ritual berdarah yang mengerikan. Ritual tersebut dilakukan oleh kelompok yang menyebut diri mereka Syiah, penolong keluarga Nabi. Mereka lakukan ritual tersebut sebagai bentuk ratapan dan “duka” yang mendalam atas kematian Husein ‘alaihissalam, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ليس منا من ضرب الخدود أو شق الجيوب أو دعا بدعوى الجاهلية

“Bukan termasuk golongan kami mereka yang (meratapi kematian dengan) menampar-nampar pipi, merobek-robek saku baju, dan mengucapkan kalimat-kalimat ala jahiliyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam adalah agama yang penuh rahmat yang tidak mengajarkan kecuali kebaikan, Islam melarang meratapi kematian -yang merupakan bagian dari takdir Allah- dengan menampar-nampar pipi, merobek saku baju, dan mengucapkan kalimat-kalimat yang buruk sebagai pelampiasan emosi, apalagi memukul kepala dengan pisau dan pedang, mencambuki badan dengan rantai, dan mengucapkan kalimat kekufuran.

Lalu bagaimana ahlul bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menanggapi ritual ini. Berikut kami kutipkan perkataan keluarga Nabi terkait peristiwa ini dari buku-buku Syiah. Baca entri selengkapnya »

Kisah Shahih Tentang Syahidnya al-Husain radhiyallahu ‘anhu di Padang Karbala’

Posted on Updated on

-Tulisan berikut ini diterjemahkan dari tulisan dan sebagian ceramah Syaikh Utsman al-Khomis, seorang ulama yang terkenal sebagai pakar dalam pembahasan Syiah-. [kisahmuslim.com]

Pembahasan tentang terbunuhnya cucu Rasulullalllah, asy-syahid Husein bin Ali ‘alaihissalam telah banyak ditulis, namun beberapa orang ikhwan meminta saya agar menulis sebuah kisah shahih yang benar-benar bersumber dari para ahli sejarah. Maka saya pun menulis ringkasan kisah tersebut sebagai berikut –sebelumnya Syaikh telah menulis secara rinci tentang kisah terbunuhnya Husein di buku beliau Huqbah min at-Tarikh-.

Pada tahun 60 H, ketika Muawiyah bin Abu Sufyan wafat, penduduk Irak mendengar kabar bahwa Husein bin Ali belum berbaiat kepada Yazid bin Muawiyah, maka orang-orang Irak mengirimkan utusan kepada Husein yang membawakan baiat mereka secara tertulis kepadanya. Penduduk Irak tidak ingin kalau Yazid bin Muawiyah yang menjadi khalifah, bahkan mereka tidak menginginkan Muawiyah, Utsman, Umar, dan Abu Bakar menjadi khalifah, yang mereka inginkan adalah Ali dan anak keturunannya menjadi pemimpin umat Islam. Melalui utusan tersebut sampailah 500 pucuk surat lebih yang menyatakan akan membaiat Husein sebagai khalifah. Baca entri selengkapnya »

Kumpulan Video Bukti NYATA Kesesatan Syi’ah Rafidhah

Posted on

syiah-sesat
syiah-sesat

Berikut ini kami hadirkan lebih dari lima puluh video yang dapat Anda download dan saksikan sendiri betapa kesesatan, kezindiqan dan kekufuran Syi’ah Rafidhah begitu nyata. Semoga Allah menyelamatkan kita dan anak keturunan kita serta kaum muslimin seluruhnya dari bahayanya agama Syi’ah Rafidhah ini : Baca entri selengkapnya »

Taqiyah Salah Satu Rukun Agama Syi’ah

Posted on Updated on

TAQIYAH, RUKUN AGAMA SYI’AH

Taqiyah menurut kaum Muslimin adalah sebuah istilah yang pemahamannya hanya terarah kepada satu arti Yaitu “Dusta”. Adapun menurut Syi’ah taqiyah berarti perbuatan seseorang yang menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, artinya nifaq dan menipu dalam usaha mengelabui atau mengecoh manusia. Taqiyah adalah satu prinsip dari prinsip-prinsip kesesatan mereka. Taqiyah memiliki kedudukan yang luar biasa, mereka telah menempatkannya dalam tempat pengagungan dan pengkultusan, hingga mereka menjadikannya sebagai asas dalam agama mereka, dengan taqiyah seorang hamba akan mendapatkan pahala dan ihsan dari Allah.

Taqiyah adalah satu rukun dari rukun-rukun agama mereka, seperti halnya shalat. Ibnu Babawaih mengatakan:“Keyakinan kami tentang taqiyah itu adalah dia itu wajib. Barangsiapa meninggalkannya maka sama dengan meninggalkan shalat.”[Al-I’tiqadat, hal.114]. Baca entri selengkapnya »

[Download] Ringkasan Kitab “Mausu’ah ‘Aisyah Ummul Mu’minin”

Posted on Updated on

Buku ini merupakan ensiklopedi ilmiah tentang berbagai sisi kehidupan dan keutamaan Ibunda Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, menukil sisi kehidupan beliau dari sisi yang berbeda, mengenal beliau lebih dekat, sifatnya, dan hubungannya yang terjalin antara beliau dengan Rasulullah -shallallahu ’alaihi wa sallam- dan ahlul bait. Termasuk berkenaan dengan fitnah dan syubhat paling keji yang pernah dilontarkan kepada beliau. Buku ini juga membahas hukum bagi siapa saja yang mencela beliau dan berisi kumpulan bait-bait syair yang berisikan pujian untuknya.

Ringkasan buku ini mencantumkan beberapa topik penting yang diambil dari buku aslinya, mengacu kepada urgensi maksud dari penulisan buku ini. Topik utama dalam buku aslinya dijelaskan secara garis besar dengan disertakan dalil-dalilnya, derajat periwayatnya dan takhrij hadistnya. Sangat menarik bagi siapa saja yang ingin memperluas pengetahuannya tentang ummul mukminin ‘Aisyah -radhiyallahu ‘anha

Mungkin akan timbul pertanyaan, “Begitukah pentingkah kedudukan Ummul mukminin ‘Aisyah -radhiyallahu ‘anha- sehingga harus ditulis kitab khusus tentang kehidupan, keutamaan-keutamaan, serta pembelaan terhadap beliau?”

Jawabannya adalah: Iya, karena jika beliau tercemar nama baiknya maka tercemarlah agama Islam ini, dan celaan yang menjatuhkan beliau berarti juga celaan terhadap banyak hukum dan riwayat hadist yang diriwayatkan melalui jalur beliau. Yang berarti juga mencela kehormatan Rasulullah – shallallahu’alaihi wa sallam- dan mendustakan Allah Azza wa Jalla. Maka tatkala keadaannya seperti ini –banyak tuduhan dialamatkan kepada Ummul Mukminin- dan bermunculannya orang-orang yang meniti di atas jalannya kaum munafikin, mereka semua menuduh istri Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam- dengan tuduhan palsu dan dusta. Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita membantah semua tuduhan tersebut dengan menampilkan keutamaan-keutamaan beliau, serta membelanya dari segala syubhat yang dilontarkan kepada beliau. Untuk itulah buku ini ditulis. Baca entri selengkapnya »

[VIDEO] Mubahalah Husein Al-Attas Vs Haidar Bawazir

Posted on Updated on

Mubahalah Husein Al-Attas (Rasil) dengan Ustadz Haidar Bawazir. Husein akhirnya mengaku dia menghujat Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu. Semoga Allah segerakan laknat, kutukan dan adzab bagi para pencela shahabat nabi.

Bandingkan sikap Husein Al-Attas kepada Mu’awiyah dengan sikap para Imam Ahlul Bait

Sayyidina Hasan bin ‘ Ali radhiyallahu ‘anhuma. Sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Al-Ihtijaj juz 2 hal. 290 karya Ath-Thabrasi. Imam kedua, Hasan bin ‘Ali Radhiyallaahu ‘Anhumaa berkata :

أرى والله أن معاوية خير لي من هؤلاء يزعمون أنهم لي شيعة ابتغوا قتلي وانتهبوا ثقلي وأخذوا مالي، والله لئن آخذ من معاوية عهداً أحقن به دمي واومن به في أهلي، خير من أن يقتلوني فتضيع أهل بيتي وأهلي 

“menurutku Demi ALLAH, sesungguhnya Mu’awiyyah itu lebih baik bagiku daripada mereka yang mengaku-ngaku bahwa mereka adalah Syi’ahku, mereka ingin membunuhku, merampok barang-barangku dan merampas hartaku. Demi ALLAH kalau aku mengambil perjanjian dari Muawiyah agar aku bisa melindungi darahku dan mengamankan keluargaku itu lebih baik dari para mereka (para Syi’ah) itu membunuhku dan menelantarkan Ahli Baitku dan Istriku.”.  [via Jaser LeonHeart] Baca entri selengkapnya »

Kisah Taubatnya Tiga Orang Wanita Syi’ah

Posted on

Bismillahirrahmaanirrahiem, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi dan Rasul termulia, junjungan kami Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Ya Allah, kepada-Mu kami berlindung, kepada-Mu kami memohon pertolongan dan kepada-Mu kami bertawakkal. Engkaulah Yang Memulai dan Mengulangi, Ya Allah kami berlindung dari kejahatan perbuatan kami dan minta tolong kepada-Mu untuk selalu menaati-Mu, dan kepada-Mu lah kami bertawakkal atas setiap urusan kami.

Semenjak lahir, yang kutahu dari akidahku hanyalah ghuluw (berlebihan) dalam mencintai Ahlul bait. Kami dahulu memohon pertolongan kepada mereka, bersumpah atas nama mereka dan kembali kepada mereka tiap menghadapi bencana. Aku dan kedua saudariku telah benar-benar meresapi akidah ini sejak kanak-kanak.

Kami memang berasal dari keluarga Syi’ah asli. Kami tidak mengenal tentang mazhab ahlussunnah wal jama’ah kecuali bahwa mereka adalah musuh-musuh ahlulbait Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.Mereka lah yang merampas kekhalifahan dari tangan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu, dan merekalah yang membunuh Husain. Baca entri selengkapnya »

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Agamanya | Bagian 4

Posted on

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya
Al-Ustadz Abdullah MA.*

FAKTA KELIMA: Syi’ah Bercerita tentang Keyakinan Mereka Mengenai Hari ‘Asyura.

Pada hari ‘Asyura orang-orang Islam menunaikan ibadah puasa, dalam rangka mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam. Kitab-kitab orang Rafidhah juga memerintahkan untuk berpuasa pada hari ‘Asyura, akan tetapi anehnya orang-orang Rafidhah sendiri mengingkari puasa tersebut, bahkan menuduh bahwa orang-orang kerajaan Umawi-lah yang membuat-buat riwayat-riwayat palsu yang menghasung puasa ‘Asyura.

Setiap tahun, pada hari-hari bulan Muharam, terutama tanggal sepuluh, orang-orang Rafidhah melakukan perbuatan-perbuatan ‘aib yang memalukan; mulai dari memakai pakaian hitam, mengadakan majelis-majelis Al Husainiyah, mengadakan ceramah-ceramah dan perkumpulan-perkumpulan yang diselingi dengan pelaknatan terhadap Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu dan anaknya Yazid serta kepada bani Umayyah secara keseluruhan. Juga mereka menganiaya diri mereka sendiri dan memukuli diri mereka dengan rantai dan pedang. Serta masih banyak penyelewengan-penyelewengan syari’at lainnya, yang mana itu semua dengan dalih mengungkapkan rasa bela sungkawa dan berkabung atas kematian Husain radhiallahu ‘anhu. Baca entri selengkapnya »

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Agamanya | Bagian 3

Posted on Updated on

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya
Al-Ustadz Abdullah MA.*

FAKTA KEEMPAT: Syi’ah bercerita tentang keyakinan mereka mengenai Ahlusunnah.

Tuhan Orang Syi’ah Beda Dengan Tuhan Ahlusunnah

Berkata Ni’matullah al-Jazairy dalam kitabnya al-Anwar an-Nu’maniyah (jilid I, hal 278), ((Sesungguhnya kami (kaum Syi’ah) tidak pernah bersepakat dengan mereka (Ahlusunnah) dalam menentukan Allah, nabi maupun imam. Sebab mereka (Ahlusunnah) mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan yang menunjuk Muhammad sebagai nabi-Nya dan Abu Bakar sebagai pengganti Muhammad sesudah beliau wafat. Kami (kaum syi’ah) tidak setuju dengan Tuhan model seperti ini, juga kami tidak setuju dengan model nabi yang seperti itu. Sesungguhnya Tuhan yang memilih Abu Bakar sebagai pengganti nabi-Nya, bukanlah Tuhan kami. Dan nabi model seperti itu pun bukan nabi kami!)). Na’udzubillah dari kekufuran dan kesesatan ini!!! Baca entri selengkapnya »

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Agamanya | Bagian 2

Posted on Updated on

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya
Al-Ustadz Abdullah MA.*

FAKTA KEDUA: Syi’ah bercerita tentang keyakinan mereka mengenai Al Quran.

Semua umat Islam telah berijma’ bahwasanya kitab Allah selalu terjaga dari pengubahan, penambahan ataupun pengurangan. Ia terjaga dengan penjagaan Allah, sebagaimana dalam firman-Nya,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9) Baca entri selengkapnya »

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Agamanya | Bagian 1

Posted on Updated on

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya
Al-Ustadz Abdullah MA.*

Prolog
Segala puji bagi Allah Robb semesta alam, sholawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, istri-istrinya dan orang-orang yang senantiasa setia mengikuti jalannya hingga hari akhir nanti.

Enam tahun yang silam di salah satu pesantren terbesar di Indonesia, penulis menjadi salah satu peserta dauroh yang diadakan oleh Jami’ah Islamiyah Madinah. Kebetulan ada suatu kisah yang tidak terlupakan hingga detik ini. Seperti biasanya, sebelum pelajaran dimulai, para dosen (baca: masyayikh) mengabsen peserta dauroh satu persatu. Hingga sampai ke suatu nama, dosen tersebut mengernyitkan dahinya dan terheran-heran, nama itu adalah Ayatullah Khomeini, (kebetulan dia salah seorang teman akrab penulis di pesantren). Dosen itu bertanya, “Kamu sunni (termasuk golongan ahlus sunnah)?”, dengan tenangnya peserta itu menjawab, “Iya”, “Mengapa kamu pakai nama dedengkot Syiah?”, “Karena bapak ana ngasih nama seperti itu”, sahutnya. Setelah dialog singkat itu sang dosen minta agar teman kami tersebut mengganti namanya. Baca entri selengkapnya »

Apa Dosa Gadis Kecil Ini? [Dia Memang Bukan Anak Anda, Tapi Bisa Saja Terjadi Pada Anak Anda]

Posted on

5 tahun lalu tidak seorangpun dari kaum muslimin Suriah yang menyangka bahwa hari ini negara dan jasad mereka akan dibumi hanguskan oleh Syi’ah yang merupakan tetangga sebelah rumahnya ? Yang tiap hari mereka berjumpa di pasar, di sekolah, di kantor dan di jalan-jalan ?

Tidak Ada Dosa yang Dilakukan Oleh Putri Kecil Ini, Kecuali Karena Dia Seorang Muslim. Baca entri selengkapnya »