Hijab

Saya Berkali-Kali Bermimpi Melepas Jilbab, Apakah Maksud Dari Mimpi Itu?

Posted on

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.
Saya mau tanya, saya mulai memakai hijab dari pertengahan bulan Ramadhan kemarin dan sebelumnya saya tak pernah memakai hijab.

Yang ingin saya tanyakan, kenapa saya sering mimpi dan di mimpi saya, saya tak pakai hijab bahkan berpakaian biasa, sampai-sampai calon suami saya marahin saya.

Dan anehnya lagi, calon suami saya juga pernah mimpi’in saya tak pake hijab! Kalau boleh tahu, apa penyebabnya dan apa arti dari semua ini?

Sungguh saya butuh jawaban yang pasti, hati saya selalu cemas, bukan sekali atau dua kali saya mimpi seperti itu, bahkan beberapa kali sudah. Tolong minta penjelasannya, Syukron. Wassalamu’alaikum.. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Jilbab… Menutup Aurat Atau Membalut Aurat ???

Posted on Updated on

hijab jilbab gaul
Bukan Hijab

Jilbab bukan lagi menjadi kata yang asing didengar, terlebih belakangan ini, di mana wanita muslimah berbondong-bondong untuk mengenakan jilbab – dengan prasangka baik – bahwa mereka melakukannya sebagai wujud ketaatan akan perintah Allah dan Rasul-Nya. Ada perasaan nyaman bagi sebagian orang yang mengenakannya, karena pakaian yang dikenakannya akan meninggalkan kesan yang ‘lebih Islami’, terlepas dari cara dan mode pakaian yang dia kenakan.

Yang tidak banyak disadari, atau mungkin lebih sering diabaikan, bahwa jilbab bukan sekedar mengenakan pakaian lengan panjang, betis tertutup hingga tumit, dada dan leher terhalang dari padangan orang. Bahwa jilbab bukan sekedar membalut anggota-anggota tubuh yang tidak semertinya terlihat selain mahram. Tidak, Jilbab lebih dari itu!

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (QS Al-Ahzab [33] : 59) Baca entri selengkapnya »

Saudariku, Inilah Kemuliaanmu!

Posted on Updated on

muslimah

Allah Ta’ala telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah Ta’ala berfirman,

{وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ}

“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-An’aam:115)

Artinya: Al-Quran adalah firman Allah yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya, maka tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini, dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya. [Lihat kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 174)].

Di antara bentuk keadilan syariat islam ini adalah dengan tidak membedakan antara satu bangsa/ suku dengan bangsa/suku lainnya, demikian pula satu jenis (laki-laki atau perempuan) dengan jenis lainnya, kecuali dengan iman dan takwa kepada Allah Ta’ala. Baca entri selengkapnya »

Tahrir Square dan Kesombongan Sebagian Wanita Kepada Allah

Posted on

tahrir square

Hari-hari belakangan ini, penggalangan massa untuk menggerakkan demonstrasi kembali menjadi tren sebagai sarana menyuarakan suara ‘keadilan’ versi mereka. Keberhasilan suatu gerakan untuk menggulingkan pemerintahan di negara tertentu bisa menginspirasi gerakan melawan pemerintah di negeri-negeri lain.

Tulisan ini tidak sedang mendudukkan sejauh mana pelanggaran syariat dalam penggerakan massa tersebut yang sering kali menyeret timbulnya kemaksiatan yang tidak bisa dibilang sedikit, akan tetapi ingin mengingatkan kembali akan sebuah musibah besar yang terjadi di salah satu nama tempat  demonstrasi yang mencuat dalam media massa. Tahrir Square (Lapangan Tahrir) yang terletak di kota Kairo, Mesir

Nama  Tahrir Square (Lapangan Tahrir), berasal dari bahasa Arab yaitu harrara, yuharirru, tahriran, yang bermakna kebebasan. Sehingga Tahrir Square berarti lapangan kebebasan. Itulah makna harfiah dari nama lapangan tersebut. Baca entri selengkapnya »

Isu Penyetaraan Gender, Benarkah Mengangkat Derajat Wanita?

Posted on Updated on

isu-gender

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah Ta’ala berfirman,

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’aam:115).

Artinya: Al-Qur’an adalah firman Allah yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya, maka tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini, dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya[1]. Baca entri selengkapnya »

Berkaos Kaki Tanda Muslimah Sejati?

Posted on

kaos kaki

قال الشيخ الألباني -رحمه الله-أيضا:
أنا أرى أنه لابد أن تلبس قميصا سابغا لظهور قدميها لثبوت ذلك عن بعض أمهات المؤمنين ممكن إذا ظهر باطن قدمها وهي ساجدة مثلا فلا بأس من ذلك ,أما ظاهر القدم لابد من الستر .

Syaikh al Albani mengatakan, “Aku berpandangan bahwa seorang muslimah haruslah memakai long dress yang longgar dan panjang sehingga bisa menutupi punggung telapak kaki karena terdapat riwayat yang sahih dari salah seorang isteri Nabi yang mengatakan demikian. Jika yang nampak ketika shalat adalah bagian dalam telapak kaki seorang muslimah ketika dia dalam posisi sujud maka hukumnya tidak mengapa. Sedangkan punggung telapak kaki harus ditutupi.

(السائل: فإن تعمدت كشف قدميها هل تبطل الصلاة)

Penanya, “Jika ada muslimah yang dengan sengaja menyingkap kedua telapak kakinya apakah shalatnya batal?” Baca entri selengkapnya »

Syubhat Wanita Fasiq : “Pakaian hanyalah zhohir dan masalah kulit saja, yang penting kan hatinya” (??)

Posted on Updated on

Oleh: Syaikhoh Sukainah bintu Muhammad Nashiruddin al-Albaniyyah hafidzohalloh

Syubhat:

Iman dan Takwa itu di dalam hati, sedangkan pakaian hanyalah zhohir dan masalah kulit saja, yang penting kan hatinya.

Jawaban:

Rosululloh alaihis sholatu was salam bersabda di akhir hadits an-Nu’man bin Basyir rodhiyallohu anhu:

وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ؛ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ؛ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, bila ia baik niscaya seluruh jasad akan baik, dan bila ia rusak, niscaya seluruh jasad akan rusak pula, ketahuilah segumpal daging itu ialah hati[*].” [Shohih al-Bukhori (52)] Baca entri selengkapnya »

Mengapa Wanita Harus Berhijab (Jilbab)?

Posted on Updated on

Pertanyaan ini sangat penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab atau hijab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat. Sebagai syariat yang memiliki konsekwensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemashlahatan hidup di dunia dan akhirat. Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi.

Berikut kami ulas sebagian jawaban dari pertanyaan di atas:

Pertama : Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.

Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman manakala ia enggan merealisasikan,mengaplikasikan serta melaksanakan segenap perintah Allah dan RasulNya. Baca entri selengkapnya »

Inilah Mengapa Para Wanita Beralih ke Islam | Maka Ke Mana Kalian Hendak Berpaling?

Posted on Updated on

Kedudukan kaum wanita dalam masyarakat bukanlah isu baru dan bukan juga hal yang terselesaikan. Ketika Islam disebutkan, maka akan digambarkan ‘Wanita Islam’ sebagai seorang ibu yang kelelahan dirantai ke kompor, ‘korban’ yang ditekan dalam indoktrinasi, ketakutan akan hidup ala kebarat-baratan dan seterusnya. Yang lain berusaha keras menjelaskan bagaimana jilbab (kerudung Islam) adalah rintangan, mengaburkan pikiran dan berkomentar bahwa wanita muallaf telah dicuci otaknya, bodoh atau penghianat bagi kaumnya. Saya menolak tuduhan itu dan mengajukan kepada mereka beberapa pertanyaan ini: mengapa begitu banyak wanita yang terlahir dalam keadaan ‘jadi beradab’ pada masyarakat Eropah dan Amerika bersedia untuk menolak kebebasan mereka dan ‘kemerdekaan’ mereka untuk memeluk agama yang dianggap menindas mereka dan secara luas dianggap merugikan mereka?

Sebagai seorang muallaf dari Kristiani, aku hanya bisa menggambarkan pengalaman pribadi dan berbagai alasan untuk menolak ‘kebebasan’ yang dituntut harus dimiliki oleh para wanita dalam masyarakat ini untuk mendukung Agama yang sebenarnya telah membebaskan kaum perempuan yang telah memberikan kita status dan posisi yang sangat unik bila dibandingkan dengan rekan-rekan non muslim. Baca entri selengkapnya »

Mulia Dengan Hijab | Sengsara Dengan Tabarruj

Posted on Updated on

Bismillahirrahmanirrahim

Saudari Muslimah! Musuh-musuh Islam tidak hentin-hentinya berusaha untuk menjauhkan wanita muslimah dari agama Islam yang haq dan lurus ini. Di setiap tempat dan kesempatan mereka selalu melontarkan tuduhan-tuduhan keji yang ditujukan kepada wanita-wanita mu’minah yang suci. Mereka mengatakan bahwa “Islam adalah penjara bagi wanita”, karena wanita dalam Islam wajib di rumah, tidak diizinkan keluar kecuali ada keperluan. Atau ungkapan lain seperti “Menetapnya wanita di rumah, melemahkan ekonomi negara”, “Poligami adalah perbuatan hewan”, “Wanita-wanita muslimah itu penyakitan, kulitnya penuh dengan kadas dan panu, oleh karena itu mereka memakai hijab untuk menutup aibnya.” Itulah ungakapan yang dilontarkan musuh-musuh Islam yang sering kita dengar atau masih banyak ungakapan yang senada dengannya yang bertujuan untuk mencela dan melemahkan semangat wanita muslimah dalam mentaati syari’at Allah. Baca entri selengkapnya »

Menutup Aurat Hanya Musiman [Salah Satu Dari Sekian Keanehan Muslimah Masa Kini]

Posted on Updated on

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Jika melihat berbagai berita infotainment dari kalangan selebriti, kita akan jumpai para artis mulai sadar untuk tidak buka-bukaan aurat di bulan suci Ramadhan. “Saya mau berpakaian tidak ketat lagi di bulan suci”, kira-kira seperti itu penuturan sebagian artis. Ada juga yang mulai sadar bukan karena niatan ingin jadi baik, namun berhubung karena ada orderan sehingga ia pun harus berbusana religi. Namun sayangnya, selepas ramadhan, aurat pun kembali diumbar. Sungguh sayang seribu sayang, ibadah seakan-akan menjadi musiman saja. Baca entri selengkapnya »

Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah)

Posted on Updated on

Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullahu dalam Sunan-nya (no. 1173) berkata, “Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ashim, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari Muwarriq, dari Abul Ahwash, dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).” (Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3109, dan Al-Irwa’ no. 273. Dishahihkan pula oleh Al-Imam Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu dalam Ash-Shahihul Musnad, 2/36)

Yang namanya aurat berarti membuat malu bila terlihat orang lain hingga perlu ditutupi dan dijaga dengan baik. Karena wanita itu aurat, berarti mengundang malu bila sampai terlihat lelaki yang bukan mahramnya. (Tuhfatul Ahwadzi, Kitab Ar-Radha’, bab ke-18) Baca entri selengkapnya »

Kebebasan Ala Si Gadis Barat

Posted on Updated on

Pendapat pribadi seorang gadis remaja barat, mengapa ia menolak ‘keajaiban’ mode dan berkeinginan menutup tubuhnya dengan hijab (cadar).

Saya mungkin tidaklah cocok dengan tipe ‘pemberontak’. Saya tidak mempunyai tato, tidak ada bekas tindikan di tubuh saya. Saya tidak memiliki jaket kulit. Bahkan, kebanyakan ketika orang melihat saya, pikiran mereka biasa menganggap saya termasuk perempuan yang tertindas. Orang-orang yang berani mengajukan pertanyaan, biasanya memiliki pertanyaan: “Apakah orang tuamu yang menyuruhmu berpakaian seperti ini?” atau “Tidakkah kamu menilai ini benar-benar tidak adil?” Baca entri selengkapnya »