Hisab

Hisab Hanya Prediksi, Tidak Lebih. Tidak Bisa Memastikan Terlihatnya Hilal

Posted on

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Bagian dari kaidah pokok dalam agama, bahwa ibadah yang dilakukan umat islam, dibangun di atas prinsip yakin. Karena itu, Allah melarang Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengikuti pendapat mayoritas manusia, yang sebagian besar mereka hanya mengikuti prasangka dan tebak-menebak saja.

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah menebak-nebak dusta. (QS. Al-An’am: 116)

Karena itu pula, Allah perintahkan kita agar melandasi setiap kegiatan kita dengan ilmu yang membuahkan yakin, bukan hanya dugaan dan prediksi.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al-Isra’: 36) Baca entri selengkapnya »

Khutbah Iblis yang Sangat Menyentuh Hati

Posted on

Iblis berkhutbah…??, benar…ia berkhutbah…bahkan khutbah yang paling menyentuh hati…tidak ada khutbah yang menyentuh hati sebagaimana khutbah Iblis ini.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ

“Tatkala hari kiamat Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api lalu berkhutbah seraya berkata, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya…” (Tafsiir At-Thobari 16/563) Baca entri selengkapnya »

Saudaraku, Wajib Bagi Kita Mengikuti Pemerintah dalam Penentuan Awal-Akhir Ramadhan

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Saya melihat Pemerintah Indonesia adalah pemerintah yang dipimpin oleh seorang muslim, yaitu bapak SBY beserta jajarannya, semoga Allah Ta’ala selalu memberikan keshalihan dalam langkah-langkah beliau untuk mengurus Negara ini..

Saya melihat kementrian Agama Republik Indonesia sudah sesuai sunnah dalam menentukan masuknya bulan Ramadhan, yaitu dengan ru’yah hilal atau menyempurnakan bulan Sya’ban jika tidak terlihat hilal.

Saya juga telah membaca hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

« الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ ». رواه الترمذى

Artinya: “Puasa itu pada hari kalian semua berpuasa, berbuka pada hari kalian semua berpuasa dan dan hari ‘iedul Adhha ketika kalian semua berkurban”. HR Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah no. 224. Baca entri selengkapnya »

Download E-Book Kumpulan Artikel Seputar Puasa Ramadhan Dan Amalan Amalan Yang Berkaitan Dengannya

Posted on

بسم الله الرحمن الرحيم

Kaum Muslimin dan Muslimah -yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala-, beberapa hari lagi insya’Allah kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan yang mulia.

Sebagaimana disebutkan oleh Al Imam Al Bukhari dalam Kitab Shahih Bukhari Bab Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal, maka seharusnya setiap muslim bersemangat untuk mengetahui tata cara ibadah yang akan dia kerjakan. Salah satunya adalah ibadah puasa dan shalat tarawih di dalam bulan puasa.

Berikut http://www.salafykendari.com hadirkan “E-Book Kumpulan Artikel Seputar Puasa Ramadhan Dan Amalan Amalan Yang Berkaitan Dengannya”.  Semoga bermanfaat. Baca entri selengkapnya »

Download Audio | Kematian, Sebuah Kepastian

Posted on Updated on

kematian
kematian

Kematian adalah sebuah kepastian. Ketetapan yang jika telah datang waktunya, tak satu pun makhluk yang mampu menangguhkannya. Namun kematian bukanlah akhir kehidupan yang hakiki bagi seorang hamba. Setiap hamba hanyalah musafir yang akan kembali ke negerinya yang hakiki dan abadi di akhirat nanti. Dia akan kembali untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan dan ucapan yang telah dilakukannya di dunia. Kemudian dia akan mendapatkan balasan atas amalannya tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran: 185)

Hamba yang sukses adalah mereka yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan rahmat dan keutamaan dari-Nya. Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata: “Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dialah orang yang berhasil/sukses. Maknanya, dia mendapatkan kesuksesan yang agung, selamat dari azab yang pedih, dan berhasil meraih surga yang penuh dengan kenikmatan, yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.” Baca entri selengkapnya »

Kapan iedul Adha? Ikut pemerintah Atau Saudi?

Posted on

Kenyataan akan adanya perbedaan pelaksanaan Puasa Arafah untuk tahun ini kembali menjadi kenyataan setelah pemerintah Republik Indonesia yang di amini oleh MUI  menetapkan berdasarkan sidang itsbat yang mengacu pada terbitnya hilal di Indonesia menyatakan bahwa hilal sama sekali tidak terlihat. Ini berarti Bulan Dzul qa’dah adalah 30 hari. Berbeda dengan wilayah Saudi yang menetapkan bahwa Dzulqa’dah adalah 29 hari yang berkonsekwensi berbedanya hari pelaksanaan ied dan Puasa Arafah.

Bagaimana Ibnu Taimiyah memandang perbedaan Mathla’ terkait iedul Qurban?

Pembahasanan kali ini akan menyoroti pendapat beliau dengan perbandingan pendapat-pendapat Ulama lain dijaman ini.

Berikut rekaman pertanyaan penduduk Madinah kepada ibnu Taimiyah terkait Pembahasan Kita Baca entri selengkapnya »

Nasihat Untuk Organisasi Muhammadiyah Tentang Hilal

Posted on

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepada umat Islam assunnah dan isnad. Dan yang telah meninggikan derajat ulama hadits di setiap zaman dan tempat. Dan yang telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita dengan sambungan riwayat. Dan yang telah membaguskan dan membuat indah wajah-wajah para muhaddits dan para periwayat. Yaitu orang-orang yang berjalan dan mengajak manusia untuk menempuh jalan yang penuh petunjuk lagi selamat.Kami memohon perlindungan dan ampunan kepada Allah dari kejelekan perbuatan jiwa dan dosa-dosa yang berkarat. Barangsiapa yang diberi petunjuk-Nya, niscaya tidak ada yang bisa membuatnya sesat.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan keharibaan Muhammad bin Abdillah shalallahu ‘alaihi wasallam yang diutus untuk menghapus seluruh syariat. Kemudian mengemban syariat Islam yang mulia dan terhormat. Dan yang dijadikan sebagai penutup para Nabi sampai hari kiamat. Dan semoga shalawat dan salam dilimpahkan pula kepada keluarga, para Sahabat dan pengikutnya sampai datangnya yaumut-tanad. Baca entri selengkapnya »

Menentukan Awal Ramadhan Dengan Ru’yah Ataukah Hisab?

Posted on Updated on

Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga  puluh hari.” (HR. Bukhari)

Cara Menentukan Awal Ramadhan
Berdasarkan petunjuk dari suri tauladan kita -Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam-, awal Ramadhan ditentukan dengan melihat hilal secara langsung atau dengan kesaksian satu orang yang baligh, berakal, muslim, dapat dipercaya dan mampu menjaga amanah yang melihat secara langsung. Apabila hilal ini tidak terlihat atau tidak ada kesaksian dari satu orang karena mendung atau tertutupi awan, maka bulan Sya’ban disempurnakan (digenapkan) menjadi 30 hari.
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah [2] : 185) Baca entri selengkapnya »