Jawaban Telak Menlu Saudi Adel Al-Jubair Atas Tudingan Iran Dalam Rapat PBB

Dalam rapat PBB, Iran melaporkan bahwa Saudi Arabia adalah pembuat krisis, selalu bikin ulah, negara asal teroris, dsb. PBB mengkonfirmasi tudingan-tudingan tersebut kepada Menteri Luar Negeri Saudi Arabia. Apakah benar Saudi Arabia mendukung ISIS dan terorisme -termasuk di Suriah- ? Apa jawaban Menteri luar negeri Saudi??

Tambahan Informasi Penting:

Dari sini kita mengetahui bahwa “permusuhan” IRAN vs USA hanyalah sebuah telolet ….

Iklan

[Apa Kabar Suriah?] Ahlan Wa Sahlan Rusia! [Laporan Langsung Fathi Yazid At-Tamimi]

AHLAN WASAHLAN RUSIA !

Tentara Rusia akhirnya sampai ke Latakia, Diterjunkan langsung oleh Putin untuk menambah moral tentara Suriah yang kehabisan semangat setelah berturut-turut dihabisi mujahidin dalam 6 bulan terakhir ini. Selain itu rupanya pasukan gabungan suku Hazara Afghanistan, Garda Revolusi Iran, Milisi HizbUllah Lebanon, Garda Kemerdekaan Irak, Bahkan strategi memunculkan ISIS, AlhamdulIllah ga lagi mempan menghalangi mujahidin bergerak maju. Pasukan gabungan yang terus mengalami kekalahan dimana-mana tempat Suriah makin menipiskan kemungkinan Nushairiah menghabisi kekuatan pedang-pedang Allah di Suriah

Selain moral, Jumlah bala kurawa Nushairiah juga mesti diperbanyak. Ribuan pasukan yang tewas selama 6 bulan terakhir ini menciutkan bukan hanya mental mereka, Tapi juga jumlahnya. Berkurangnya hitungan pasukan selain karena kematian, Juga karena munculnya keengganan sekutu-sekutu Suriah diatas terus bergabung. Demonstrasi dan penolakan untuk terlibat dalam revolusi Suriah berkembang di negara-negara sekutu Suriah. Di Lebanon, Pada hari ulang tahun Hasan Nashrullah, Pemimpin HizbUllah, Para ibu dan istri dari serdadu HizbUllah yang mati di Suriah, Turun ke jalan membawa poster anak-anak mereka sekaligus poster Nashrullah yang dipermak cemang-cemong pakai gincu dan bedak. Di Afghanistan, Para kepala suku Hazara mulai melarang warganya terjun ke Suriah. Bahkan mayoritas Syi’ah Irak yang kemarin bertempur di Suriah, Kini dikabarkan banyak yang balik kandang ke Irak sana. Artinya harapan besar Assad sekarang tinggal pada Iran dan Rusia Baca lebih lanjut

[Kajian Tematik] Renungan Hati dan Nasihat bagi Kaum Muslimin & Penjelasan Ghadir Khum dan Perayaan Hari Asyura

Kajian tematik, menggantikan jadwal kajian kitab ‘Umdatul Ahkam yang rutin dibahas Ustadz Abu Qatadah tiap Sabtu pagi di Radio Rodja dan RodjaTV. Kali ini, pada Sabtu pagi, 5 Muharram 1435 / 9 November 2013, pukul 09:00-11:30 WIB, Ustadz Abu Qatadah membahas tentang Renungan Hati dan Nasihat bagi Kaum Muslimin, kemudian pada pertengahan sesi, dapat kita jumpai pembahasan tematik Penjelasan Ghadir Khum dan Perayaan Hari Asyura. Simak kajian berdurasi 2 jam termasuk tanya-jawabnya ini, atau silakan langsung didownload dan dibagikan ke saudara-saudara kita.

Ringkasan Ceramah Agama Islam

Hari Asyura, 10 Muharram

Asyura, 10 Muharram, di tengah-tengah kaum Muslimin, ada di antara sunnah dan bid’ah. Dan akan diungkapkan hadits-hadits tentang Asyura dan Muharram. Baca lebih lanjut

Syi’ah Merusak Ikrar Tauhid Dalam Kalimat Talbiyah

Kaum syi’ah Rafidhah Merusak Kekhusyu’an Ibadah Haji
“Labbaika Ya Husein” Menjadi Pengganti “Labbaika Allahumma Labbaik”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan setiap muslim yang mendapat karunia melaksanakan haji untuk melantunkan talbiah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertalbiyah dengan tauhid, yaitu:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ. رواه مسلم

“Labbaika Allahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal Hamda wan Ni’mata Laka wal Mulk, Laa Sayriika Lak.”

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanyalah kepunyaan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”.

Kalimat tauhid ini dilantunkan sejak calon haji berihram sampai sebelum melontar Jumrah Aqabah hari ke -10 Dzulhijjah. Baca lebih lanjut

[VIDEO] Mubahalah Husein Al-Attas Vs Haidar Bawazir

Mubahalah Husein Al-Attas (Rasil) dengan Ustadz Haidar Bawazir. Husein akhirnya mengaku dia menghujat Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu. Semoga Allah segerakan laknat, kutukan dan adzab bagi para pencela shahabat nabi.

Bandingkan sikap Husein Al-Attas kepada Mu’awiyah dengan sikap para Imam Ahlul Bait

Sayyidina Hasan bin ‘ Ali radhiyallahu ‘anhuma. Sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Al-Ihtijaj juz 2 hal. 290 karya Ath-Thabrasi. Imam kedua, Hasan bin ‘Ali Radhiyallaahu ‘Anhumaa berkata :

أرى والله أن معاوية خير لي من هؤلاء يزعمون أنهم لي شيعة ابتغوا قتلي وانتهبوا ثقلي وأخذوا مالي، والله لئن آخذ من معاوية عهداً أحقن به دمي واومن به في أهلي، خير من أن يقتلوني فتضيع أهل بيتي وأهلي 

“menurutku Demi ALLAH, sesungguhnya Mu’awiyyah itu lebih baik bagiku daripada mereka yang mengaku-ngaku bahwa mereka adalah Syi’ahku, mereka ingin membunuhku, merampok barang-barangku dan merampas hartaku. Demi ALLAH kalau aku mengambil perjanjian dari Muawiyah agar aku bisa melindungi darahku dan mengamankan keluargaku itu lebih baik dari para mereka (para Syi’ah) itu membunuhku dan menelantarkan Ahli Baitku dan Istriku.”.  [via Jaser LeonHeart] Baca lebih lanjut

“Jihad Sex” di Suriah ???

Belum lama ini, marak diberitakan di media-media massa nasional tentang adanya “Jihad Sex” di Suriah, yang dilakukan wanitia Tunisia kepada para pemuda pejuang Suriah yang melawan Bashar Al-Assad.

Kemudian, disebarkan pula bahwa jihad sex tersebut muncul setelah ada fatwa dari Dr. Muhammad Al-Arifi, dari Saudi Arabia.

Perlu pembaca ketahui bahwa adanya fatwa ini kenyataannya hanyalah kebohongan semata. Dr. Al Arifi sendiri membantah keras adanya fatwa ini. Bahkan, setiap muslim yang awam pun tentu akan mengingkari adanya “Jihad Sex” seperti ini. Baca lebih lanjut

Pengakuan Syaikh Al-Qardhawi Bahwa Ulama Saudi Lebih Faham Daripada Dirinya

PENGAKUAN SYAIKH AL-QORDOWI : ULAMA SAUDI LEBIH PAHAM DARI PADA DIRINYA
(oleh : Syaikh Abdurrahman Dimasyqiyah hafizohulloh)

Syaikh Al-Qordhowi berkata :

مشايخ السعودية كانوا أنضج مني لأنهم عرفوا حقيقة ما يسمى “حزب الله” في حين كنت أدافع عنه إنه حزب الشيطان

“Para ulama Saudi mereka lebih matang dari pada saya, karena mereka mengetahui hakekat kelompok yang disebut Hizbullah, di saat aku membela kelompok tersebut, sesungguhnya kelompok tersebut adalah Hizbus Syaithon” (Al-Qordhowi juga berkata : “Aku beberapa lama menentang para ulama Saudi dan demi Allah aku dulu membela dan mengajak untuk menolong Hasan Nasrullah (penolong Allah), padahal ia adalah penolong syaitan, ia menamakan kelompoknya dengan hizbullah akan tetapi hakekatnya adalah hizbut Thooguut, hizbus Syaitan), mereka adalah pendusta…”  Baca lebih lanjut

Kisah Hizbullah (Part 3- Tamat)

The Story of Hezbollah (3/3)

Oleh : Dr. Ragheb As Sirjani
Penterjemah : Ustadz Sufyan Basweidan

Dalam dua artikel sebelumnya, kita telah membahas sejarah berdirinya Hizbullah sekaligus pendirinya. Kita juga membahas tentang hubungan Hizbullah-Iran dan Hizbullah-Suriah, serta megaproyek mereka untuk mendirikan Negara Syi’ah Raya di Lebanon. Pembahasan kita berakhir pada meletusnya perang Lebanon tahun 2006 di mana Zionis Israel gagal menghancurkan kekuatan Hizbullah, dan gagal membidik pemimpinnya. Hal ini mengakibatkan kegembiraan luar biasa di dunia Islam, dan kebanggaan besar bagi pemuda-pemuda Islam. Lebih-lebih mengingat mereka belum pernah menyaksikan kemenangan hakiki melawan Yahudi dalam suatu peperangan sejak tahun 1973, alias sejak lebih dari 30 tahun! Orang-orang pun saling memberikan selamat kepada Hizbullah dan pemimpinnya, Hasan Nasrallah. Bahkan sebagian mengira bahwa Hasan Nasrallah adalah pemimpin gerakan seluruh umat Islam. Mereka seakan lupa akan background-nya yang Syi’ah Itsna Asyariah itu; yang konsekuensinya ialah permusuhan abadi terhadap Ahlussunnah, baik ia nampakkan hal tersebut ataupun ia sembunyikan. Baca lebih lanjut

Kisah Hizbullah (Part 2)

The Story of Hezbollah (2/3)

Oleh : Dr. Ragheb As Sirjani
Penterjemah : Ustadz Sufyan Basweidan

Banyak dari kaum muslimin yang memberi peluang kepada perasaan (baca: simpati) mereka untuk menghukumi berbagai perkara, tokoh, organisasi, dan negara. Mereka tidak meneliti apa yang ada di balik itu semua, tidak membaca apa yang tertulis dalam buku-buku, dan tidak menelusuri asal-usulnya. Hal ini menjerumuskan mereka dalam berbagai kekeliruan dan salah persepsi yang berakibat fatal, yang baru disadari setelah musibah dan bencana yang diakibatkannya terjadi… dan ketika itu, penyesalan mungkin tiada berguna lagi.

Benang merah panjang yang mengawali lahirnya Hizbullah Syi’ah telah dibahas dalam ‘Kisah Hizbullah bag. 1′. Di sana telah kami paparkan tentang Lebanon, dan kali ini akan kami lanjutkan. Saya (penulis) percaya bahwa saya sedang menelusuri jalan penuh duri. Usaha saya untuk memberikan gambaran yang benar bagi kaum muslimin ini, pasti menghadapkan saya kepada gelombang penolakan dan kritikan dari kaum muslimin yang bersimpati kepada tokoh mana saja yang dianggap sukses di masa-masa yang sensitif dalam tarikh umat ini; meskipun tokoh tersebut adalah pengikut Syi’ah yang bobrok, yang meyakini kebebasan berpendapat dalam mengritik, mencela, menentang dan bahkan menjatuhkan para sahabat yang mulia. Baca lebih lanjut

Kisah Hizbullah (Part 1)

The Story of Hezbollah (1/3)

Oleh : Dr. Ragheb As Sirjani
Penterjemah : Ustadz Sufyan Basweidan

Di antara sepak terjang yang paling mengagumkan bagi mayoritas kaum muslimin, khususnya beberapa tahun belakangan ini adalah sepak terjang Hizbullah dan pemimpinnya: Hasan Nasrallah. Hasan Nasrallah bahkan dijuluki oleh majalah Newsweek Amerika Serikat sebagai tokoh yang paling kharismatik di dunia Islam, plus yang paling berpengaruh bagi mayoritas kaum muslimin.

Pun demikian, ulama dan cendekiawan muslim memiliki pendapat yang bermacam-macam dan bertolak belakang dalam menilai Hizbullah dan Hasan Nasrallah sebagai pemimpinnya. Di antara mereka ada yang membelanya mati-matian hingga menjuluki Nasrallah sebagai Khalifah kaum muslimin. Tapi ada pula yang menyerangnya habis-habisan hingga mengeluarkan Hizbullah dari Islam secara keseluruhan, dan masih puluhan pendapat lagi yang berkisar di antara dua penilaian tadi.

Lantas di manakah kebenaran yang sesungguhnya dalam masalah ini? Bolehkah kita berbangga dengan sepak terjang Hizbullah selama ini? Pantaskah kita menganggapnya sebagai lambang kebanggaan, ataukah kita harus peringatkan orang-orang akan bahayanya? Dan bolehkah kita mengikuti gerakan ‘bungkam mulut’ yang dianjurkan oleh banyak kaum muslimin, dengan mengatakan: “Apa perlunya mengungkit-ungkit masalah ini sekarang?”, ataukah ‘bungkam mulut’ tadi ada artinya, mengingat peristiwa yang terus berlanjut dan masalah-masalah yang makin ruwet… dan Anda tahu bahwa orang yang mengacuhkan kebenaran seperti syaithan yang tuli?! Baca lebih lanjut