Ibnu Taimiyah Mendukung Maulid Nabi

Dialog Bid’ah Hasanah Antara Aswaja, Syi’ah dan Wahhabi

Posted on Updated on

حوار
dialog bid'ah hasanah

Aswaja : Hari ini 12 rabiul awwal sungguh aku sangat bahagia loh….

Syiah : Emang lu kenape?, kemarin-kemarin kurang bahagia?

Aswaja : Kagak gitu bro, hari ini gua ngerayain hari maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Gua sangat gembira dengan hari lahirnya nabi

Syi’ah : Kalau gua …..gua sangat sedih pas hari 10 Muharram lalu….hik hik hik…jadi nangis gua ngingatnya…hik

Aswaja : Emang kenapa lu nangis??!

Syi’ah : Soalnya hari itu hari terbunuhnya Husain bin Ali bin Abi Tholib, kami kerukunan warga syi’ah memperingati hari tersebut dengan hari ratapan. Bahkan sebagian kami sampai memukulkan pedang di tubuh kami sehingga mengeluarkan darah. Baca entri selengkapnya »

Iklan

40 Fawaid Seputar Maulid Nabi

Posted on

Diterjemahkan oleh Al-Akh Yhouga Ariesta M. dari Twitter Asy-Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

cinta-rasul-dengan-ittiba
cinta-rasul-dengan-ittiba
  1. Merupakan tradisi yang tersebar di kalangan umat Islam yaitu perayaan Maulid Nabi setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Dan telah mutawatir di kalangan para ulama bahwasanya hal ini merupakan perbuatan yang mengada-ada dalam hal agama.
  2. Berkata Syaikh Tajuddin bin Ali Al Maliki, yang terkenal dengan nama Al Fakihani, “Aku tidak mengetahui satu pun dasar bagi perayaan Maulid di dalam Al Qur’an dan As Sunnah, dan tidak dinukil riwayat bahwa seorang pun ulama pernah mengerjakannya”.
  3. Umar memulai kalender Islam, dengan kesepakatan dari para shahabat lainnya, dengan momentum hijrah. Sebab hijrah merupakan simbol kemenangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam atas agama ini. Mengapa Umar tidak memulainya dengan momentum lahir atau wafatnya Nabi? Lalu kemana hari Maulid dalam pandangan para shahabat? Baca entri selengkapnya »

Menjawab Syubhat-Syubhat Perayaan Maulid Nabi

Posted on

cinta-rasul-dengan-ittiba
cinta-rasul-dengan-ittiba

Judul Asli: Menjawab Syubhat-Syubhat Perayaan Maulid Nabi
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi hafizhahullah

Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa ahlul bid’ah senantiasa ‘berjuang’ dengan penuh kegigihan membela dan mengibarkan bendera bid’ah, sehingga bid’ah menyebar di mana-mana. Jangan heran bila mereka begitu berani memaksakan dalil demi hawa nafsunya atau menasabkan hadits yang tidak ada asalnya.

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi syubhat mereka?!

Pertama: Bertanya Tentang Dalilnya
Syaikh Abdurrohman bin Yahya al-Mu’allimi berkata: “Tidak ada perselisihan pendapat bahwa agama yang benar (Islam) adalah yang datang dari Allah dan disampaikan oleh Rasulullah. Maka kita tanyakan kepada ahli bid’ah: Apakah amalan ini termasuk agama yang disampaikan oleh Muhammad dari Robbnya ataukah tidak? Kalau dia menjawab: Ini bukan termasuk agama, maka selesai sudah masalahnya. Namun kalau menjawab: Ini termasuk masalah agama, maka kita katakan padanya: Datangkanlah dalilnya!! [1] Baca entri selengkapnya »

Ibnu Taimiyah, Ibnu Hajar, Shalahuddin Al Ayubi Pro Maulid Nabi? [Syubhat Orang Yang Kehabisan Dalih]

Posted on

اقتضاء الصراط المستقيم
اقتضاء الصراط المستقيم

Sebagian orang selalu mencari-cari dalil untuk membenarkan amalan tanpa tuntunan yang ia lakukan. Di antara cara yang dilakukan adalah menjadikan perkataan ulama Ahlus Sunnah sebagai argumen untuk mendukung bid’ah mereka. Inilah yang terjadi dalam perayaan Maulid Nabi. Di antara perkataan ulama Ahlus Sunnah yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, disalahpahami oleh sebagian kalangan sehingga beliau pun disangka mendukung perayaan Maulid. Begitu pula ada perkataan lain dari Ibnu Hajar Al ‘Asqolani mengenai hal ini. Ibnu Hajar adalah di antara ulama yang memiliki ketergelinciran dalam masalah Maulid. Nantinya kami juga akan membahas syubhat (kerancuan) lainnya yang sengaja disuarakan oleh para simpatisan Maulid seperti pemutarbalikkan sejarah Maulid yang disangka dipelopori oleh Shalahuddin Al Ayubi. Semoga Allah memudahkan untuk mengungkap yang benar dan yang batil. Allahumma yassir wa a’in (Ya Allah, mudahkan dan tolonglah).

Kerancuan Pertama: Salah Paham dengan Perkataan Ibnu Taimiyah

Di salah satu website yang kami telusuri, ada perkataan Syaikhul Islam sebagai berikut, “Merayakan maulid dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin dalam setahun sebagaimana yang telah dilakukan oleh sebagian orang, akan mendapatkan pahala yang besar sebab tujuannya baik dan mengagungkan Rasulullah SAW.Baca entri selengkapnya »