Ikhlas

Menggapai Haji Mabrur | Sebelum Anda Menjadi Badal Haji Atau Umrah

Posted on

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Syarat Menghajikan orang lain:

Sudah pernah melakukan haji atau umrah untuk dirinya.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ رَجُلاً يَقُولُ لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ. قَالَ « مَنْ شُبْرُمَةَ ». قَالَ أَخٌ لِى أَوْ قَرِيبٌ لِى. قَالَ « حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ ». قَالَ لاَ. قَالَ « حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ ».

Artinya: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berkata: “Labbaika ‘an Syubrumah (Aku memenuhi panggilan-Mu atas nama Syubrumah”, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Siapa Syubrumah?”, laki-laki itu menjawab: “Saudaraku atau kerabatku”, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sudah berhajikah kamu?“, laki-laki menjawab: “Belum”, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berhajilah atas dirimu kemudian hajikan atas Syubrumah“. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani kitab Irwa Al Ghalil, 4/171)

Syarat orang yang dihajikan atau diumrahkan atasnya: Baca entri selengkapnya »

Iklan

Menggapai Haji Mabrur | Mengenal Lebih Dekat Syarat-Syarat Wajib Haji dan Umrah

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

1) Islam

Islam adalah syarat sah dan wajibnya haji, orang kafir tidak akan sah dan tidak wajib ibadah hajinya bahkan seluruh ibadahnya sampai dia memeluk Islam. Allah berfirman:

{ وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ}

Artinya: “Dan tiada yang menahan dari diterimanya sedekah-sedekah mereka melainkan karena mereka kafir dengan Allah dan Rasul-Nya”. (QS. At Taubah: 54)

{وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِنْدَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ} [النور: 39]

Artinya: “Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”. (QS. An Nur: 39) Baca entri selengkapnya »

Menggapai Haji Mabrur | Segera Tunaikan Ibadah Haji Sebelum Kerugian Melanda!

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Para Pembaca Budiman…

Sangat Penting diketahui tentang Hukum Haji dan Umrah…

Hukum haji wajib bagi yang mampu sekali seumur hidup, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

{وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ } [آل عمران: 97]

Artinya: Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam“. QS. Ali Imran: 97.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

هذه آية وُجُوب الحج عند الجمهور. وقيل: بل هي قوله: { وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ } [البقرة:196] والأول أظهر.

Artinya: “Ini adalah ayat yang menunjukkan wajibnya haji menurut pendapat Jumhur (mayoritas) ulama, ada juga yang berpendapat bahwa dalil yang menunjukkan kewajiban haji adalah firman Allah Ta’ala:

{ وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ }

Artinya: “Dan Sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah”. QS. Al Baqarah: 196. Dan pendapat pertama lebih jelas (pendalilannya)”. Lihat Tafsir Ibnu Katsir. Baca entri selengkapnya »

Menggapai Haji Mabrur | Kedudukan dan Keutamaan Ibadah HAJI

Posted on Updated on

Kalimat Talbiyah
Kalimat Talbiyah

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Tulisan ini menyebutkan tentang beberapa kedudukan dan keutamaan Ibadah haji yang sangat luar biasa, sebelumnya mari kita pahami dulu pengertian haji dan umrah, sehingga benar-benar jelas. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Pengertian haji

Arti haji secara bahasa adalah menuju kepada sesuatu yang diagungkan. (Lihat kitab An Nihayah fi Gharib Al Atsar, karya Ibnu Al Atsir, 1/340)

Sedang secara istilah syari’at pengertian haji adalah beribadah kepada Allah dengan melaksanakan rangkaian ibadah haji berdasarkan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (Lihat kitab Asy Syarah Al Mumti’, karya Ibnu Utsaimin, 7/7)

Ada pengertian lain yaitu: haji adalah menuju ke Baitullah dalam keadaan yang khusus, pada waktu yang khusus dengan syarat-syarat yang khusus. (Lihat kitab At Ta’rifat, karya Al Jurjani, hal. 115) Baca entri selengkapnya »

Menggapai Haji Mabrur | Hajipun Harus IKHLAS dan Sesuai SUNNAH Nabi

Posted on

Haji yang Mabrur Tidak Ada Balasan Untuknya Kecuali Surga
Haji yang Mabrur Tidak Ada Balasan Untuknya Kecuali Surga

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Syarat-syarat diterimanya amal ibadah ada dua yaitu; Ikhlas dan Sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah Firman Allah Ta’ala:

{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا }

Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya sembahan kalian adalah sembahan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. QS. Al Kahfi: 110. Baca entri selengkapnya »

Selama Ikhlasmu, Pasti Ada Dampaknya

Posted on

[Selama Ikhlasmu, Pasti Ada Dampaknya -Bagian Kedua- ]

Pernah dengar nama Syaikh Abdul Ghaniy Al-Juma’ily Al-Maqdisy? Beliau adalah seorang ulama ahli hadits bermadzhab Hanbaly. Salah satu karya termasyhur beliau adalah Umdatul Ahkam, sebuah kitab kumpulan hadits ahkam yang dijamak dari dua kitab Shahih -Shahih Al-Bukhary dan Shahih Muslim-. Tak terhitung sudah berapa juta dari manusia mengambil manfaat dari kitab tersebut; dan masih…dan masih dicetak, disebarkan dan dipelajari oleh umat Islam.

Diriwayatkan dalam kitab Thabaqat Al-Hanabilah, bahwa beliau -rahimahullah- kala itu dipenjara di Bait Al-Maqdis, Palestina. Suatu malam, beliau menunaikan Qiyamul Lail dengan setulus-tulus tunaian pada Allah Ta’ala. Beliau pun bangkit untuk shalat. Bersamanya di penjara, para penjarawan dari Yahudi dan Nashrani. Beliau tak mampu membendung air mata dalam Qiyam-nya. Sepanjang malam, pipi beliau menjadi lukisan anak-anak sungai air mata. Subuh pun tiba. Mereka, para penjarawan selainnya semalaman menyaksikan hamba yang tulus ini. Mereka pun mendatangi penjaga penjara. Baca entri selengkapnya »

Haji Untuk Mencari Gelar “Pak Haji” ???

Posted on

Ibadah haji adalah ibadah yang teramat mulia. Sungguh amat sulit untuk saat ini berangkat langsung dari tanah air karena antrian yang saking panjangnya. Namun demikian antusias orang di negeri kita di mana mereka amat merindukan ka’bah di tanah suci. Sampai-sampai berbagai cara ditempuh dan dijalani untuk bisa ke sana meskipun dengan cara yang tidak Allah ridhoi. Selain itu tidak sedikit yang niatnya untuk selain Allah, hanya ingin mencari gelar. Label pak Haji-lah yang ingin disandang bukanlah ridho dan pahala dari Allah yang dicari. Sampai-sampai ada yang mengharuskan di depan namanya harus dilabeli gelar “H”.

Keutamaan Haji Mabrur

Haji adalah amalan yang teramat mulia. Sampai-sampai yang berhaji disebut dengan tamu Allah dan apa saja yang mereka panjatkan pada-Nya mudah diperkenankan. Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Baca entri selengkapnya »

Waspadailah Penghapus Pahala Sedekah

Posted on

Di antara amal kebaikan yang banyak dilakukan kaum muslimin di bulan Ramadhan adalah memberi sedekah. Tidak diragukan lagi bahwa bersedekah di bulan mulia ini memiliki nilai lebih tersendiri. Namun perlu diwaspadai, jangan sampai pahala sedekah yang melimpah menjadi terhapus sia-sia.

Pembaca yang budiman, Allah ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْداً لاَّ يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُواْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir . “ (Al Baqarah:264) Baca entri selengkapnya »

Dahsyatnya Ibadah Di Kala “Kelalaian” Mendominasi Masyarakat

Posted on Updated on

Ada sebuah inti sari hikmah yang dipetik oleh para ulama tentang keutamaan shalat tarawih di akhir malam dibandingkan dengan shalat sunnah yang dikerjakan pada selain waktu tersebut. Kata mereka, akhir malam adalah waktu di mana manusia tengah terlelap, sehingga bisa dipastikan rasio perbandingan antara mereka yang bangun beribadah di waktu tersebut dengan yang tidak adalah sangat minim. Pada momentum seperti itulah, para musafir pencari cinta dan ridha Allah melakukan “pencurian start”. Mereka jauh mendahului kita dalam hal raihan “bonus” akhirat—bahkan dunia—di saat kita tengah asyik tidur dalam buaian selimut hangat. Baca entri selengkapnya »

Menanam Pohon Di Surga [Siapa Mau?]

Posted on Updated on

menanam

Alhamdulillah, kesempatan siang ini kami hadirkan untuk pengunjung sekalian rekaman Ceramah Agama yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdullah Zain -hafizhahullah- pada hari Kamis, 17 Februari 2011 di Masjid Al-Barkah Cileungsi, Bogor. Kajian ini juga disiarkan secara langsung oleh Radio Rodja 756 AM.

Semoga kita dapat mengambil faidah yang banyak dari Ceramah yang sangat indah ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan menghasilkan amal sholih.

Silakan Download pada link berikut ini : Baca entri selengkapnya »

Hakikat Persaksian أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Posted on Updated on

muhammad

Islam dibangun di atas lima rukun. Yang pertama adalah kesatuan dari dua syahadah (persaksian) أَنْ لّآ إِلهَ إلاَّ اللهُ dan syahadah أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ . Dua syahadah ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sebab yang satu melazimkan yang lainnya. Kesatuan kedua syahadah tersebut tampak jelas tatkala keduanya dijadikan satu perkara yang harus diserukan kepada manusia untuk kali yang pertama sebelum sholat, zakat, dan kewajiban yang lain.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Abdulloh ibnu Abbas bahwa Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam mengutus Muadz ke Yaman, lalu beliau bersabda:

ادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

“Serulah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Alloh dan bahwa aku adalah utusan Alloh, bila mereka telah taat maka beritahukan kepada mereka bahwa Alloh telah mem-fardhu-kan atas mereka sholat lima waktu dalam setiap sehari semalam, bila mereka telah taat maka beritahukan kepada mereka bahwa Alloh telah mem-fardhu-kan kepada mereka zakat pada harta-harta mereka yang dipungut dari orang-orang kaya di antara mereka dan diterimakan kepada orang-orang fakir di antara mereka pula.” (HR. Bukhori: 1331 dan Muslim: 19, 29)

Baca entri selengkapnya »

Hakikat Persaksian شَهَادَةُ أَنْ لّآ إِلهَ إلاَّ الله

Posted on Updated on

Sungguh, kalimat “asyhadu allaa ilaaha illalloh” tidaklah asing bagi kita. Tinggal di negeri kaum muslimin seperti ini, setidaknya kita biasa mendengarkan lantunan muadzin yang menyerukan kalimat tersebut minimal lima kali sehari semalam. Inilah persaksian seorang hamba yang lemah atas ke-Esa-an Alloh yang Maha Perkasa dalam hak-hak seluruh macam maupun bentuk peribadahan yang tiada sekutu bagi-Nya.

Persaksian yang Paling Agung

Keagungan persaksian allaa ilaaha illalloh nampak terlihat dari dua sisi, dari sisi yang bersaksi dan dari sisi yang dipersaksikan. Dalam sebuah ayat begitu jelas lagi tegas Alloh menunjukkan dua sisi keagungan tersebut dengan firmanNya:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Ali Imron[3]: 18) Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Kaidah Dalam Memahami Tauhid Dan Syirik [9-Tamat]

Posted on Updated on

القاعدة الرابعة

أن مشركي زماننا أغلظ شركا من الأولين لأن الأولين يشركون في الرخاء ويخلصون في الشدة، ومشركو زماننا شركهم دائما في الرخاء والشدة، والدليل قوله تعالى}: فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ ) { العنكبوت آية 65. (

Kaidah yang keempat:

Bahwa kaum musyrikin pada zaman kita ini lebih besar kesyirikannya dari pada (kaum musyrikin) terdahulu, karena (kaum musyrikin) dahulu berbuat syirik (ketika) keadaan senang dan mereka ikhlas dalam keadaan susah. Sementara kaum musyrikin zaman kita, kesyirikan mereka terus-menerus dalam keadaan senang maupun susah, dan dalilnya adalah firman Alloh -subhanahu wa ta’ala-:

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendo’a kepada Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Alloh menyelamatkan mereka sampai kedarat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Alloh).” (Al Ankabut: 65)[1] Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Kaidah Dalam Memahami Tauhid Dan Syirik [8]

Posted on Updated on

ودليل الشمس والقمر قوله تعالى} وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ  {فصلت آية 37.

ودليل الملائكة قوله تعالى: {  وَلاَ يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُواْ الْمَلاَئِكَةَ وَالنِّبِيِّيْنَ أَرْبَاباً } (آل عمران آية 80. )

ودليل الأنبياء قوله تعالى } :  وَإِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَـهَيْنِ مِن دُونِ اللّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلاَ أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ{   ) المائدة آية 116(.

ودليل الصالحين قوله تعالى } : أُولَـئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ) { الإسراء آية 57. (

ودليل الأشجار والأحجار قوله تعالى: {  أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى } (النجم الآيتان: 19، 20 ،)

وحديث أبي واقد الليثي  قال: { خرجنا مع النبي  إلى حنين ونحن حدثاء عهد بكفر وللمشركين سدرة يعكفون عندها وينوطون بها أسلحتهم يقال لها ذات أنواط فمررنا بسدرة فقلنا يا رسول الله اجعل لنا ذات أنواط كما لهم ذات أنواط } (الحديث)

Adapun dalilnya (bahwa ada diantara kaum musyrikin yang beribadah kepada) matahari dan bulan adalah firman Alloh -subhanahu wa ta’ala-:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ

“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan.” (Fushilat: 37)[1] Baca entri selengkapnya »