Takut Hamil Karena Tidak Bisa Mendidik Anak

 

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, apakah salah jika saya takut untuk hamil karena belum bisa mendidik anak. Karena anak itu kan titipan dari Allah. Bagaimana menghilangkan perasaan takut ini?

Mohon pencerahannya ustadz. Syukran, jazakallahu khairan.

(Dari fulanah, Admin T05 )

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Jika rasa takut ini berimbang dengan rasa harap maka tidak berdosa. Akan tetapi ketika rasa takut mendominasi tanpa ada rasa harap maka ini yang keliru. Baca lebih lanjut

Iklan

Pendapat Para Imam (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i, dan Ahmad) Tentang Maulid Nabi

Pertanyaan 

Bagaimana pendapat ulama imam 4 madzhab tentang peringatan maulid? seperti Imam as-Syafii…

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kita semua mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita semua memuliakan beliau. Kami, anda, mereka, semua muslim sangat mencintai dan memuliakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Yang menjadi pertanyaan, apakah perayaan maulid merupakan cara benar untuk mengungkapkan cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Baca lebih lanjut

Al-Qur’an Istanbul, Apa Dan Bagaimana ?

Al-Quran Istanbul

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dengan melihat fisiknya yang sangat kecil, al-Quran Istanbul tidak mungkin bisa dibaca. Saya pernah memegang langsung, dan ukurannya sangat kecil. Seukuran jempol orang dewasa. Kalaupun mau dibaca, harus menggunakan lup. Dan tidak wajar orang membaca al-Quran pakai lup. Jangankan pakai lup, al-Quran besar saja jarang dibaca.

Memahami hal ini, pemilik al-Quran istanbul tidak akan menggunakan al-Quran itu sebagai bacaan. Lalu mengapa dia rela membelinya? Di internet, ada yang menawarkan dari harta 500rb hingga 5 jutaan. Bahkan ada yang sampai puluhan juta… laa haula wa laa quwwata illa billaah… apa daya tarik al-Quran kecil ini, hingga dijual dengan harga sangat mahal. Padahal di yufidstore.com, al-Quran ukuran normal dijual dengan harga di bawah 100rb. Baca lebih lanjut

Nama Muhammad, Kebenaran yang Mereka Sembunyikan [Kisah Anselm Turmeda]

Kisah ini bercerita tentang Abdullah al-Majorci. Seorang mantan ulama besar Nasrani yang menjadi seorang muslim. Abdullah hidup saat Perang Salib masih berkecamuk. Lahir di Majorca (baca: Mayorka), Spanyol, kemudian pindah ke Tunisia di bawah kekuasaan Daulah Hafshiyah. Ia adalah seorang Nasrani yang taat dan tekun mempelajari agamanya. Dalam waktu singkat, ia berhasil menghafal setengah Injil.

Namun akhirnya, ia memeluk Islam, setelah mengetahui bahwa Muhammad, seorang nabi dari Arab, adalah nama yang disembunyikan kebenrannya oleh pasturnya. Setelah memeluk Islam, ia mengganti namanya menjadi Abdullah dan menulis kisah perjalanan hidupnya dalam buku Tuhfatu al-Arib fi Rad ‘ala ahli ash-Shalib. Baca lebih lanjut

Hubungan Nabi Isa dan Nabi Muhammad -‘alaihima ash-shalatu wassalam-

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam shahihnya :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا هِلَالُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَالْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

Muhammad bin Sinan menuturkan kepada kami. Dia berkata; Fulaih bin Sulaiman menuturkan kepada kami. Dia berkata; Hilal bin Ali menuturkan kepada kami dari Abdurrahman bin Abi ‘Amrah dari Abu Hurairah –radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah orang yang paling dekat dan paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari dalam Kitab Ahadits al-Anbiya’, lihat Fath al-Bari [6/550]. Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam Kitab al-Fadha’il dengan redaksi yang agak berbeda) Baca lebih lanjut

Seandainya Hadits Tentang Islamnya Kedua Orangtua Nabi Shahih, Maka Kami Adalah Orang Yang Paling Berbahagia Dengannya

Pro kontra masalah status kedua orang tua Nabi akhir-akhir ini menjadi buah bibir media sosial. Sebagai seorang muslim, mari kita semua menimbangnya dengan dalil bukan dengan perasaan semata. Mari cermati dua hadits yang merupakan landasan dasar masalah ini:

Dalil pertama:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِيْ؟ قَالَ: فِي النَّارِ. فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ: إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Dari Anas, bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, di manakah tempat ayahku (yang telah meninggal) sekarang berada?” Beliau menjawab, “Di neraka.” Ketika orang tersebut menyingkir, maka beliau memanggilnya lalu berkata, “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka” (HR. Imam Muslim dalam Shahîh-nya (203). Baca lebih lanjut

[VIDEO CERAMAH] INDAHNYA TANAH SUCI – Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc

“Indahnya Tanah Suci” adalah sebuah ceramah yang menerangkan tentang keutamaan dua kota yang disucikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu Kota Mekah dan Madinah.

Simak berbagai keutamaan tanah suci kaum Muslimin tersebut melalui ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Ahad, 20 Dzulhijjah 1436 / 4 Oktober 2015, pukul 09:00-11:00 WIB di Masjid Raya Al-Ittihad, Jl. Tebet Mas Indah no. 1, Jakarta.

VIDEO

Baca lebih lanjut

[DOWNLOAD] Rekaman Tabligh Akbar Ustadz Yazid Jawas -hafizhahullah- “Penjelasan Seputar Manasik Umrah”

penjelasan seputar manasik haji dan umrah
penjelasan seputar manasik haji dan umrah

Berikut ini merupakan rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas di Radio Rodja. Pada kajian kali ini, Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas menyampaikan materi dengan tema “Penjelasan seputar Manasik Umrah“. Baca lebih lanjut

Hukum Thawaf Dengan Skuter Elektrik. Sah kah?!

Pertanyaan:
Bagaimana hukum thawaf menggunakan segway board, semacam sekuter elektrik? Ada rekaman video orang thawaf dengan menggunakan alat semacam ini, dan sempat ramai di kalangan netizen.. bahkan diangkat di beberapa media massa, dg kritik kpd ulama saudi yang mendiamkan keadaan ini. Mohon pencerahannya..

Jawaban:

Untuk kesekian kalinya kita mengingatkan sebuah pepatah yang mengatakan,

الناس أعداء ما جَهلوا

“Manusia akan memusuhi sesuatu yang tidak dia kenal.” Baca lebih lanjut

[!HEBOH!] Manusia Bernama “TUHAN”

Pertanyaan:

Ustad, MedSos lagi heboh dan ramai dgn pemberitaan seorang tukang kayu dari Jawa Timur yang bernama “TUHAN“ sehingga menimbulkan polemik di tengah2 masyarakat…MUI Jawa Timur telah melarangnya..,dan meminta menganti namanya dgn nama yang lain…..namun ternyata larangan MUI mndapat kecaman dari berbagai Fihak. Karena TUHAN tdak mau mengganti namanya. “

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dari Hani’ bin Yazid al-Kindi. Karena bijaksananya, beliau digelari Abul Hakam. Beliau pernah bertamu ke Madinah bersama masyarakat kampungnya. Tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar, teman-temannya memanggil Hani’ dengan Abul Hakam. Seketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil beliau dan menasehati,

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَكَمُ وَإِلَيْهِ الْحُكْمُ فَلِمَ تُكْنَى أَبَا الْحَكَمِ

“Sesungguhnya hanya Allah al-Hakam, segala hukum kembali kepada-Nya. Mengapa kamu dipanggil al-Hakam?” Baca lebih lanjut

Aqidah Harus Dipahami Sesuai Dengan Zahir Nash

Dalam sebuah buku berbahasa Indonesia, pernah disebut suatu syubhat yang menyesatkan orang awam yang tidak kritis. Penulisnya membawakan sebuah cerita tentang seorang syaikh berjenggot di Arab Saudi yang dalam memahami nash, serba kaku dan suka ngotot karena hanya berpegang pada zahirnya nash. Bahkan digambarkan, bahwa syaikh ini suka marah jika pendapatnya ditentang. Kebetulan, ia seorang buta.

Suatu ketika, datanglah seseorang kepadanya seraya membawakan sebuah ayat :

وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

Secara sepintas, arti ayat di atas adalah: Barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat kelak iapun akan buta. [al-Isra’/17:72].

Jika ia tetap memahami ayat ini menurut zahirnya, maka ia harus menerima kenyataan bahwa iapun akan buta nanti di akhirat, karena sekarang di dunia ia dalam keadaan buta. Maka terbungkamlah syaikh tersebut ketika di hadapkan pada ayat ini. Maksud penulis kisah di atas adalah untuk menjelaskan benarnya tindakan ta’wil (baca: tahrîf/merubah makna) terhadap makna ayat-ayat sifat Allâh Azza wa Jalla , dan menjelaskan batilnya pemahaman ayat-ayat sifat berdasarkan zahirnya. Baca lebih lanjut

“Aku adalah ‘arab tanpa huruf ‘ain. Dan aku adalah ahnmad tanpa huruf mim.”

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.

Ada pertanyaan seperti ini yang ditujukan kepada Lajna Da’imah Lil Ifta, berikut petikannya.

Tanya :”Sesungguhnya banyak orang yang meyakini bahwa segala sesuatu diciptakan dari Nur (cahaya) Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dan cahayanya diciptakan dari cahaya Allah. Mereka meriwayatkan (satu hadits): “Aku adalah cahaya Allah dan segala sesuatu berasal dari cahayaku.” Mereka pun meriwayatkan hadits: “Aku adalah ‘arab tanpa huruf ‘ain, maksudnya Rab. Dan aku adalah ahnmad tanpa huruf mim maksudnya ahad.” Apakah riwayat ini ada asalnya ? Baca lebih lanjut

Masjidil Haram Direnovasi, Rumah Kelahiran Nabi Dijadikan WC Umum. Benarkah?!

Ustadz, beberakali saya melihat orang menyebar berita fitnah ttg kerajaan saudi. Lalu apa benar, tempat kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mekah dijadikan WC umum? terima kasih

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Bersikap waspada dan hati-hati, menjadi prinsip penting yang harus selalu kita kedepankan dalam menerima setiap berita. Terlebih berita yang memicu emosi masyarakat. Mudah menyebarkan berita, bisa jadi termasuk menyebarkan kebencian di tengah masyarakat. Penyesalan baru terjadi ketika muncul konflik di tengah mereka. Inilah yang Allah ajarkan dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. al-Hujurat: 6). Baca lebih lanjut