Isro’ mi’raj

Asal-muasal Perayaan Maulid Nabi

Posted on Updated on

Tidak diragukan bahwa para sahabat adalah orang yang paling mencintai Rasulullah r, paling peduli dalam meneladaninya dan paling mengetahui sunah Nabi r. Mereka diridoi Allah atas kepedulian dan kecintaan yang sangat kepada Rasulullah r. Tidak ada berita sama sekali bahwa salah seorang dari mereka merayakan hari kelahiran Nabi r, demikian pula tiga kurun pertama. Tidak terekam satupun berita yang tertulis di dalam kitab sejarah akan adanya perayaan itu pada kurun tersebut.

Ini membuktikan bahwa perayaan Maulid Nabi ada setelah masa generasi utama.

Pencetus bid’ah perayaan Maulid Nabi adalah sekte Batiniah. Lebih spesifik kaum yang merupakan peletak dasar dakwah batiniah yang disebut dengan Bani al-Qodâh. Mereka menyebut diri mereka dengan Fâtimiyîn, menisbatkan diri secara culas kepada putri Ali ibn Abi Thalib t. Kakek mereka bernama Maimûn ibn Disôn al-Qodâh yang merupakan budak laki-laki dari Ja’far ibn Muhammad Shâdiq. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Bukti-Bukti Cinta Kepada Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam

Posted on Updated on

1. Membenarkan kabar yang disampaikan dalam hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam

shalawat-bukti-cinta-nabi

Diantara keimanan yang sangat urgen adalah meyakini bahwa Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam ma’sum (terjaga) dari kedustaan dan kebohongan, yang konsekuensi dari hari hal ini adalah pembenaran kepada semua yang dikabarkan oleh Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam, baik khabar berita tentang masa silam, masa sekarang, ataupun berita di masa mendatang. Allah berfirman;

(وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىمَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى﴾ (لنجم:1-4)

Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS. 53:1-4) Baca entri selengkapnya »