Jahiliyyah

Diantara Perilaku Jahiliyyah : Menganggap Para Ulama Itu Dangkal Pemahamannya.

Posted on

Diantara perilaku orang Jahiliyah, adalah menganggap bahwa para ulama itu tidak paham permasalahan atau dangkal pemahamannya, atau sempit wawasannya atau ungkapan semisalnya. Senada dengan itu juga, ungkapan-ungkapan yang banyak didengungkan di zaman ini, semisal bahwa para ulama itu tidak paham waqi‘ (realita), atau para ulama itu hanya paham urusan haid dan nifas, atau mengatakan para ulama itu kuno dan kolot, dan lainnya. Wallahul musta’an.

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata: “(diantara perilaku orang Jahiliyah) adalah menganggap batilnya ajaran agama (yang benar) beralasan dengan klaim bahwa para pengikutnya itu sekedar orang-orang yang tidak paham dan tidak mahir, sebagaimana perkataan mereka (kepada pengikut Nabi Nuh): ‘baadiyar ra’yi‘” (Al Masail Jahiliyyah, 10).

Diantara contoh sikap Jahiliyah tersebut yang direkam dalam Al Qur’an adalah pada kisah kaum Nabi Nuh ‘alahissalam. Ketika mereka diajak untuk bertauhid yang benar, menyerahkan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah semata:

قَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ أَن لَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ ۖ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan” (QS. Hud: 25-26). Baca entri selengkapnya »

Iklan