Jihad

Mush’ab Ibn ‘Umair, Teladan Bagi Pemuda Islam Sepanjang Zaman

Posted on

Masa muda atau usia remaja adalah saat orang-orang mulai mengenal dan merasakan manisnya dunia. Pada fase ini, banyak pemuda lalai dan lupa, jauh sekali lintasan pikiran akan kematian ada di benak mereka. Apalagi bagi mereka orang-orang yang kaya, memiliki fasilitas hidup yang dijamin orang tua. Mobil yang bagus, uang saku yang cukup, tempat tinggal yang baik, dan kenikmatan lainnya, maka pemuda ini merasa bahwa ia adalah raja.

Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang pemuda yang kaya, berpenampilan rupawan, dan biasa dengan kenikmatan dunia. Ia adalah Mush’ab bin Umair. Ada yang menukilkan kesan pertama al-Barra bin Azib ketika pertama kali melihat Mush’ab bin Umair tiba di Madinah. Ia berkata,

رَجُلٌ لَمْ أَرَ مِثْلَهُ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ الجَنَّةِ

“Seorang laki-laki, yang aku belum pernah melihat orang semisal dirinya. Seolah-olah dia adalah laki-laki dari kalangan penduduk surga.”

Ia adalah di antara pemuda yang paling tampan dan kaya di Kota Mekah. Kemudian ketika Islam datang, ia jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Agar Palestina Benar-Benar Kembali Ke Pangkuan Kaum Muslimin

Posted on Updated on

PALESTINA tidak mungkin direbut kembali kecuali dengan nama ISLAM  yang sesuai dengan yang dijalani Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan para sahabatnya, sebagaimana difirmankan Allah ta’ala:

إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bumi itu milik Allah, Dia wariskan kepada siapapun yang Dia kehendaki dari hambaNya, dan akhir yang baik adalah bagi mereka yang bertaqwa”. [Al-A’rof: 128].

Bagaimanapun usaha bangsa arab, dan bagaimanapun mereka penuhi dunia ini dengan banyak statemen dan pertempuran; sungguh selamanya mereka tidak akan berhasil, hingga mereka mengajak untuk mengeluarkan Bangsa Yahudi dari Palestina atas nama Agama Islam setelah mereka menerapkan agama itu pada diri sendiri. Maka jika mereka melakukan itu, tentu akan terbukti apa yang dikabarkan Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ، وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ، أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ، يَا عَبْدَ اللَّهِ، هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ

“Kiamat tidak akan datang, hingga Kaum Muslimin memerangi Kaum Yahudi, maka Kaum Muslimin membunuhi mereka, sehingga ada seorang yahudi yang bersembunyi di belakang batu dan pohon, lalu batu itu atau pohon itu mengatakan: ‘Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang yahudi di belakangku, kemarilah, dan bunuh dia’.” [HR. Muslim: 2922]
Baca entri selengkapnya »

Peperangan Dalam Sejarah Tersebarnya Islam

Posted on

Salah satu isu yang diangkat oleh orang-orang yang phobia terhadap Islam adalah Islam berhasil menjadi agama besar di dunia ini karena ekspansi pedang-pedang mereka ke wilayah-wilayah non-muslim. Mereka mencantumkan peristiwa-peristiwa penaklukkan  dan peperangan Islam untuk menguatkan opini tersebut. Akibatnya banyak orang-orang non-muslim menjadi antipati dengan agama yang menebarkan kedamaian ini dan umat Islam yang lemah iman dan minus perbekalan ilmiahnya merasa malu dan menyesali rekam jejak sejarah agamanya sendiri.

Benarkah Islam tersebar dengan pedang? Alangkah baiknya kita kaji permasalahan ini, agar kita bisa memutuskan benar atau tidak tuduhan tersebut.

Tidak Ada Paksaan Untuk Memeluk Islam

Sebelum kita beranjak ke data-data historis tentang peperangan di dalam Islam, ada sebuah kaidah yang perlu dipahami bahwa umat Islam dilarang memaksa, mengancam, dan memberikan tekanan suatu kelompok atau individu tertentu agar mereka memeluk Islam. Allah Ta’ala berfirman,

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ

“Tidak ada paksaan dalam agama.” (QS. Al-Baqarah: 256) Baca entri selengkapnya »

Fakta Di Balik Fatwa “Jihad Nikah” / “Jihad Mut’ah” [PENTING!]

Posted on Updated on

PENTING! FAKTA ‘JIHAD NIKAH’ VS ‘JIHAD MUT’AH’

Tuduhan Syi’ah dan Musuh-musuh Islam terhadap ulama Ahlus Sunnah serta mujahidin tak kunjung henti-hentinya. Bahkan, Syi’ah tidak malu untuk mengungkit tuduhan lama yang telah basi, dan mengemasnya dengan cover baru. Sayangnya, banyak media Indonesia yang hanya membeo buta.

Mujahidin Suria dituduh melakukan praktek ‘jihad nikah’, dan korbannya adalah wanita Tunisia.

Sebagai bentuk pembelaan kami kepada Ulama Ahlus Sunnah dan kepada Mujahidin Suria yang telah lebih dua tahun memerangi rezim syi’ah Basyar Asad beserta sekutunya, maka kami akan buktikan bahwa Syi’ah adalah ‘maling ngaku pencuri’. Baca entri selengkapnya »

Sekilas Khabar Syria [HARUS BACA!]

Posted on

Suriah Memanggil, Adakah yang Menjawab ?
Suriah Memanggil, Adakah yang Menjawab ?

Tim Ketujuh Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) baru saja kembali ke Indonesia pada hari Kamis (27/06/2013). Tim HASI sebelumnya menjalankan misi kemanusiaan sebagai tim medis untuk Rumah Sakit Lapangan di kota Salma, Suriah. Berikut kutipan wawancara dengan Abu Hilya relawan HASI. Baca entri selengkapnya »

[Info] Rencana Pasar Murah di Dusun Toboyo-Gunungkidul Untuk Membendung Kristenisasi

Posted on

Membendung Kristenisasi dengan Pasar Sembako di Dusun Toboyo, Playen, Gunungkidul

Untuk dusun Toboyo alhamdulillah, mayoritas Islam. Namun dusun di samping Toboyo (namanya: Plembutan) ternyata mayoritas Nashrani. Sudah berdiri sekolah Kanisius dan gereja di belakangnya sejak tahun 80-an.

Kata warga Toboyo, mereka bisa murtad karena mendapat “Bomb Duit” dari para Romo dan Misionaris. Bahkan Dusun Plembutan ini mendapatkan bantuan sekitar 200-an juta, dan juga dihadiahi Bendungan besar untuk mereka. Siapa yang tidak tergiur dengan bantuan seperti ini? Baca entri selengkapnya »

Fatwa Lajnah Da’imah Tentang Serangan Yahudi Kepada Muslim Palestina di Jalur Gaza

Posted on Updated on

Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (Lajnah Da’imah lilbuhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta’) mengeluarkan penjelasan tentang peristiwa pembunuhan, pengepungan dan pengeboman yang terjadi di Jalur Ghaza sebagai berikut:

الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه ، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد :

Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (Lajnah Da’imah lilbuhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta’) di Saudi Arabia merasa berduka cita dan merasakan sakit atas semua kezholiman, pembunuhan anak-anak, wanita dan orang-orang jompo, penghancuran kehormatan dan perusakan rumah-rumah dan tempat-tempat strategis serta pemunculan rasa takut para orang-orang umum yang menimpa saudara kita kaum muslimin di Palestina dan di Jalur Ghaza secara khusus. Ini semua pasti merupakan kejahatan dan kezholiman terhadap masyarakat palestina. Baca entri selengkapnya »

Keutamaan 10 Hari Awal Dzulhijjah

Posted on

عن ابن عباس رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم: «مَا مِنْ أيَّامٍ، العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هذِهِ الأَيَّام يعني أيام العشر».وفي رواية : «أفضل»  قالوا: يَا رسولَ اللهِ، وَلا الجِهَادُ في سَبيلِ اللهِ؟ قَالَ: «وَلا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيءٍ». رواه البخاري.

Dari Ibnu ‘Abbaas radhiallahu ‘anhumaa ia berkata ; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah (dalam riwayat At-Thirmidzi: “Lebih Afdol“) melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah.” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun (yaitu ia kehilangan nyawa dan hartanya-pen)”. Dalam riwayat Ad-Daarimi :

مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلاَ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلَهُ فِي عَشْرِ الأَضْحَى

Tidak ada amalan yang lebih suci di sisi Allah Azza wa Jalla dan lebih agung  pahalanya dari pada kebaikan yang dikerjakan pada 10 hari bulan qorban” (HR Al-Bukhari no 969, Abu Dawud no 2440, At-Thirmidzi no 757, Ibnu Maajah no 1727, Ad-Daarimi no 1773, 1774) Baca entri selengkapnya »

[Download Audio] Nasihat Kepada Gerakan Takfiri | Ust. Sufyan Basweidan

Posted on Updated on

Alhamdulillah, silakan download Rekaman kajian khusus bersama Ustadz Sufyan Fuad Baswedan, M.A. di kota Bandung yang diselenggarakan pada Sabtu, 7 Juli 2012, Jam 08.00 – 12.00 WIB di Masjid ASH-SHIDDIQ, Jl. Kebon Gedang, Gg. Siti Aisyah, Kiara Condong – Bandung. Tema kajian yang disampaikan adalah NASIHAT KEPADA GERAKAN TAKFIRI.

Semoga nasihat yang beliau sampaikan bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin, khususnya kepada para pengikut gerakan takfiri. Download pada link berikut ini: Baca entri selengkapnya »

Agama Islam Tegak Dengan Ilmu

Posted on

Musuh-musuh Islam selalu berusaha mengaitkan tersebarnya Islam dengan pedang. Syubhat (kerancuan) ini diwariskan oleh orang-orang Nashara sampai zaman ini. Hal ini tidak aneh bagi mereka, bahkan mereka telah mewariskan perkara-perkara yang lebih besar (kedustaannya) dari pada hal ini. Mereka mewariskan perkara-perkara yang bertentangan dengan fitrah, akal, dan kesepakatan seluruh syari’at/agama, seperti anggapan mereka bahwa Allah Azza wa Jalla adalah satu dari trinitas, bahwa al-Masih ‘Îsâ Alaihissalam disalib, dan bahwa beliau adalah anak Allah Azza wa Jalla. Maha Suci dan Maha Agung Allah Azza wa Jalla dari apa yang mereka ucapkan.

Agama Islam adalah syari’at Allah Azza wa Jalla yang Dia telah turunkan dengan ilmu-Nya Baca entri selengkapnya »

Mahmud bin Sabaktekin (Mahmud of Ghazni), Pejuang Tauhid Sejati

Posted on Updated on

Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawi
Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawi

Ikhwati fillah, sebenarnya ada banyak tokoh yang terlewatkan saat kita berbicara tentang Islam di anak benua India. Salah satu dari sekian tokoh tersebut adalah Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawi. Beliau termasuk penakluk hebat yang pasukan berkudanya berhasil mencapai India, dan menegakkan panji-panji Islam di sana. Konon luas wilayah yang berhasil ditundukkannya setara dengan jumlah seluruh penaklukkan yang terjadi di masa Amirul Mukminin Umar bin Khatthab ra.

Sederetan gelar disematkan kepadanya oleh Khalifah Abbasiyah kala itu: “Yaminud Daulah… Aminul Millah… Naashirul Haq… Nidhamuddien… dan Kahfud Daulah”. Sungguh, belum pernah sepanjang sejarah ada panglima yang menyandang gelar kehormatan demikian banyak, akan tetapi itulah tokoh kita kali ini, Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawy, yang kemudian mendapat tiga gelar tambahan setelahnya, “Muhatthimus Shanam al Akbar” (Penghancur berhala terbesar), “Qaahirul Hind” (Penakluk India) dan “As Sulthan Al Mujahid Al Adhiem” (Sultan Mujahid Agung). Semua itu adalah gelar yang dianugerahkan oleh Khalifah Al Qaadir billaah kepada beliau… lantas siapakah sesungguhnya beliau dan bagaimanakah sepak terjangnya? Marilah kita simak sekarang… Baca entri selengkapnya »

[Download Audio] Dialog Terbuka Mendudukkan Permasalahan Jihad dan Terorisme

Posted on Updated on

mendudukkan jihad dan terorisme
Jihad Bukan Terorisme

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah yang telah memberi kenikmatan yang sangat banyak, salah satunya dengan terlaksananya “Dialog Terbuka Mendudukkan Permasalahan Jihad dan Terorisme” yang diselenggarakan oleh RUMUS (Forum Mahasiswa Muslim Surakarta) yang didukung oleh Yayasan Darul Halim dan Klinik Husada 77 pada:

Hari, tanggal : Sabtu, 2 Dzulhijjah 1432 / 29 Oktober 2011

Tempat : Gedung IPHI, Baron, Surakarta

Pemateri :
1. Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqornain bin Muhammad Sunusi
2. Al Ustadz Abdul Barr Kaisenda

Berikut ini kami sediakan link download rekaman acara yang telah terselenggara. Baca entri selengkapnya »

Boleh Keluar Dari Ketaatan Dan Mengangkat Senjata Kepada Penguasa, Asal Terpenuhi Syarat-Syaratnya!

Posted on

Kafirnya Seorang Haakim atau Penguasa Tidaklah Melazimkan Kebolehan Keluar Ketaatan dan Mengangkat Senjata Kepadanya

Seandainya benar kata orang-orang bodoh itu bahwa penguasa kita telah kafir (murtad), maka kekafirannya itu tidaklah selalu melazimkan kebolehan untuk keluar ketaatan darinya, atau – bahkan – mengangkat pedang.

Bolehnya keluar ketaatan dari penguasa, sedikitnya jika memenuhi 4 (empat) syarat, yaitu :

1. Penguasa itu jatuh dalam perkara kekafiran yang nyata, yang kita memiliki bukti di sisi Allah akan hal itu.

Dalilnya :

عَنْ جُنَادَةَ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ، قَالَ: ” دَخَلْنَا عَلَى عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ وَهُوَ مَرِيضٌ، قُلْنَا: أَصْلَحَكَ اللَّهُ، حَدِّثْ بِحَدِيثٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهِ سَمِعْتَهُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَِيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: دَعَانَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَِيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعْنَاهُ، فَقَالَ فِيمَا أَخَذَ عَلَيْنَا: أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا، وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا، وَأَثَرَةً عَلَيْنَا، وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ “

Dari Junaadah bin Umayyah, ia berkata : Kami pernah masuk menemui ‘Ubaadah bin Ash-Shaamit yang ketika itu ia sedang sakit. Kami berkata : “Semoga Allah memperbaiki keadaanmu. Ceritakanlah kepada kami hadits yang Allah telah memberikan manfaat kepadamu dengannya, yang telah engkau dengar dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata : “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah memanggil kami, lalu membaiat kami. Dan diantara baiatnya adalah agar kami berbaiat untuk mendengar dan taat ketika kami semangat ataupun tidak suka, ketika dalam kemudahan ataupun dalam kesusahan, ataupun ketika kami diperlakukan secara sewenang-wenang. Dan hendaklah kami tidak merebut urusan kepemimpinan dari ahlinya (orang yang berhak). Beliau shallallaahu ’alaihi wasallam berkata : ”Kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata, yang kalian memiliki bukti di sisi Allah” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 7056 dan Muslim no. 1709]. Baca entri selengkapnya »