Kesesatan

Kumpulan Video Bukti NYATA Kesesatan Syi’ah Rafidhah

Posted on

syiah-sesat
syiah-sesat

Berikut ini kami hadirkan lebih dari lima puluh video yang dapat Anda download dan saksikan sendiri betapa kesesatan, kezindiqan dan kekufuran Syi’ah Rafidhah begitu nyata. Semoga Allah menyelamatkan kita dan anak keturunan kita serta kaum muslimin seluruhnya dari bahayanya agama Syi’ah Rafidhah ini : Baca entri selengkapnya »

Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah? [8]

Posted on Updated on

SYUBHAT KEENAM:

Perkataan Al ‘Iz-bin Abdus Salam رحمه الله tentang “bid-‘ah,” bahwa:

“Bid’ah itu terbagi kepada bid’ah yang wajib, bid’ah yang haram, bid’ah yang sunnah bid’ah yang makruh dan bid’ah yang mubah. Dan cara untuk mengetahui hal tersebut, maka bid’ah tersebut harus dikembalikan kepada kaidah-kaidah syari’at. Maka jika bid’ah tersebut masuk dalam kaidah yang wajib, maka itulah yang dinamakan dengan bid’ah wajibah, apabila ia masuk pada kaidah yang haram, maka itulah bid’ah muharramah. Jika ia masuk dalam kaidah sunnah, maka itulah bid’ah mandubah (sunnah) dan jika ia masuk dalam kaidah mubah, maka itulah bidah yang mubah”. [Qawaa’idul Ahkaam, 2/173]

BANTAHAN:

Pertama: Sesungguhnya kita tidak diperbolehkan untuk memperhadapkan sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم dengan perkataan seorangpun dari manusia, siapapun orangnya. Dan hal ini telah saya peringatkan berulang kali sebelumnya. Baca entri selengkapnya »

Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah? [7]

Posted on

manaqib syafii

Perkataan Imam Syafi’i رحمه الله:

البدعة بدعتان بدعة محمودة و بدعة مذمومة فما واقف السنّة فهو محمود و ما خالف السنّة فهو مذموم

“Bid’ah itu ada dua, bid’ah mahmudah (terpuji/hasanah) dan bid’ah madzmumah (tercela/dhalalah). Yang sesuai dengan As Sunnah adalah terpuji dan yang menyalahi As Sunnah itu adalah tercela”. [Hilyatul Auliyaa’ (9/113)]

Beliau رحمه الله juga mengatakan bahwa:

المحدثات ضربان ما أحدث يخالف كتابا أو سنّة أو أثرا أو إجماعا فهذه بدعة الضلال و ما أحدث من الخير لا يخالف شيْا من ذلك ڤهذه محدثة غير مذموم

Al Muhdatsaat (perkara-perkara yang baru) itu ada dua macam. Pertama adalah apa-apa yang baru diadakan yang menyelisihi Al Qur’an atau As Sunnah atau Atsar atau Ijma’, maka ini adalah bid’ah dhalalah. Dan yang kedua adalah apa-apa yang diada-adakan yang merupakan sesuatu yang baik yang tidak bertentangan sedikitpun dengan (keempat perkara yang telah disebuktan diatas) itu, maka ini adalah perkara baru yang tidak tercela. [Manaaqibus Syaafi’i, oleh Al Baihaqi 1/468 dan Al Baa’its oleh Abu Syaamah, hal. 94] Baca entri selengkapnya »

Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah [6]

Posted on Updated on

SYUBHAT KEEMPAT:

Dari Ghudhaif bin Al Harits berkata: “Abdul Malik bin Marwan menulis surat kepadaku. Dalam suratnya beliau berkata (kepadaku): “Wahai Abu Asma’, sesungguhnya kami telah mengumpulkan manusia untuk memesyarakatkan dua perkara”. Ghudhaif bertanya: “Apa itu?” Beliau menjawab: “Yakni mengangkat tangan di atas mimbar pada hari Jum’at dan menceritakan kisah-kisah pada setiap selesai shalat shubuh dan ashar.” Maka Ghudhaif berkata: “Ketahuilah bahwa kedua hal tersebut merupakan bid’ah yang terbaik menurutku namun aku tidak dapat menyambut perintah Anda untuk memasyarakatkan kedua budaya tersebut”. Ibnu Marwan bertanya: “Mengapa demikian ?” Jawab Ghudhaif : “Sebab Nabi صلّى الله عليه و سلّم bersabda:

ما أحدث قوم بدعة إلا رفع مثلها من السنة

“Tidaklah suatu kaum melakukan suatu bid’ah melainkan akan dihilangkan satu sunnah yang setara dengannya pula”[Dikeluarkan oleh Ahmad (4/105)]

Maka berpegang teguh dengan sunnah itu lebih baik daripada membuat suatu bid’ah”. Baca entri selengkapnya »

Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah? [5]

Posted on Updated on

SYUBHAT KETIGA:

Pemahaman mereka terhadap atsar:

ما رءاه المسلمون حسنا فهو عند الله حسن

“Apa saja yang dipandang baik menurut kaum muslimin, maka baik pula menurut pandangan Alloh”

BANTAHAN:

Pertama: Bahwasanya tidak benar kalau atsar tersebut marfu’ sampai kepada Nabi صلى الله عليه و سلم, itu hanyalah perkataan Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه yang mauquf dari Ibnu Mas’ud saja. Baca entri selengkapnya »

Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah? [4]

Posted on Updated on

SYUBHAT KEDUA:

Pemahaman mereka terhadap perkataan Umar bin Khaththab رضي الله عنه:

نعم البدعة هٰذه

“Inilah sebaik-baik bid’ah” [I’laamul Muwaqqi’iin, (2/282)]

BANTAHAN:

Pertama: Jika kita menerima, bahwa yang dimaksud oleh perkataan Umar رضي الله عنه adalah sebagaimana yang mereka inginkan dalam menganggap baik perbuatan bid’ah –sekalipun hal ini tidak bias diterima- maka sesungguhnya tidak dibenarkan mengkonfrontasikan sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم dengan perkataan seorangpun dari manusia, siapapun dia, baik itu perkataan Abu Bakar رضي الله عنه sebagai orang terbaik diantara ummat sesudah nabiNya, dan tidak pula perkataan Umar رضي الله عنه, sebagai orang terbaik kedua pada ummat ini setelah Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم, juga tidak bisa dikonfrontasikan dengan ucapan siapapun. Baca entri selengkapnya »

Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah? [3]

Posted on Updated on

PASAL

SYUBHAT-SYUBHAT ORANG YANG MENGAKUI ADANYA BID’AH HASANAH
BESERTA BANTAHANNYA

SYUBHAT PERTAMA:

Pemahaman mereka terhadap hadits:

من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها و أجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيئ و من سن في الإسلام سنة سيئة كان عليه وزرها و وزر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شيئ

“Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang hasanah (baik) dalam Islam maka baginya pahala dari perbuatannya itu dan pahala dari orang yang melakukannya sesudahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang sayyi-ah (buruk), maka baginya dosanya dan dosa dari orang yang melakukannya sesudahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” [Ditakhrij oleh Muslim, no. 1017]

BANTAHAN:

Pertama: Bahwasanya makna من سن, adalah “barangsiapa yang melakukan suatu amalan sebagai penerapan dari ajaran syari’at yang ada, bukan orang yang melakukan suatu amalan sebagai penetapan suatu syari’at yang baru”. Karena itu maka yang dimaksud oleh hadits tersebut adalah beramal sesuai ajaran sunnah nabawiyyah yang ada. Baca entri selengkapnya »

Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah? [2]

Posted on Updated on

PASAL

DALIL-DALIL BAHWA SETIAP BID’AH SESAT DAN TIDAK ADA BID’AH HASANAH

1.    Firman Alloh سبحانه و تعالى :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Al Maa-idah: 3)

Malik bin Anas رحمه الله berkata: “Barang siapa yang melakukan suatu bid’ah dalam Islam yang dia menganggap baik bid’ah tersebut, maka sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad صلى الله عليه و سلم telah mengkhianati risalah ini. Sebab Alloh berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Al Maa-idah: 3)”

Oleh sebab itu apa saja yang bukan merupakan agama pada hari itu, maka ia bukan termasuk agama pula pada hari ini” [Al I’tisham oleh Asy Syathibiy, 1/64] Baca entri selengkapnya »

Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah? [1]

Posted on Updated on

MUQADDIMAH

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداًيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً

Amma ba’du:

Sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah kitabullah dan petunjuk yang paling baik adalah petunjuk Muhammad –shallallohu ‘alaihi wa sallam- dan sejelek-jelek perkara adalah yang baru dalam agama dan setiap perkara yang baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan (tempatnya) di neraka.

Selanjutnya:

“Bahwa sesungguhnya di antara bencana yang paling besar yang melanda ummat Islam hari ini adalah bid’ah yang tersebar disepanjang dunia Islam. Sedikit sekali tempat yang sunyi dari bencana itu dan sedikit sekali orang yang selamat dari padanya. Perkara bid’ah merupakan suatu perkara besar, begitu pula bahayanya. Ia merupakan sarana yang mengantar kepada kekufuran. Pelakunya merupakan penentang Alloh dalam hokum dan patut untuk tidak mendapatkan taufiq dari Alloh untuk bertaubat (sulit sekali untuk bertaubat disbanding pelaku dosa selainnya). Baca entri selengkapnya »

E-Book : Mengapa Menolak Bid’ah Hasanah ? [Update Link Download]

Posted on Updated on

Tolak Bid'ah
Tolak Bid’ah

Jika kita memperhatikan kenyataan kaum muslimin saat ini, terutama dalam masalah ibadah mereka, maka kita akan merasa terharu, dimana banyak sekali diantara mereka yang melakukan sesuatu dari ibadah apa yang tidak ada dasarnya, baik dalam Al Qur’an dan As Sunnah, maupun dalam amalan-amalan salaful ummah. Apa yang mereka kerjakan kebanyakan hanyalah dilandasi oleh perasaan, akal dan keinginan pribadi (hawa nafsu) mereka atau karena hanya bertaklid buta mengikuti adat kebiasaan (apa yang telah dirintis oleh orang-orang tua mereka). Karena itulah sehingga jika mereka ditanya tentang apa yang mereka lakukan itu, niscaya mereka akan menjawab: “Rasanya enak kalau kita melakukan yang seperti ini”. Atau “Menurut saya ini adalah sesuatu yang baik”, atau “Beginilah yang dilakukan orang-orang tua kita, apakah anda mau merubah apa yang telah dirintis dengan susah payah oleh orang-orang tua kita dahulu?”. Padahal mereka tidak menyadari bahwa jawaban-jawaban yang mereka sebutkan itu semua tidak ada bedanya dengan jawaban-jawaban orang-orang jahiliyyah dahulu ketika mereka ditanya, yang mana hal semacam itu telah dibantah oleh Alloh –subhanahu wa ta’ala- melalui lisan Rosululloh Muhammad –shallallohu ‘alaihi wa sallam- dengan ayat-ayatNya:

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَوَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Qur’an) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (QS. Al Mu’minun: 71)

Baca entri selengkapnya »

10 Kalimat, Bukti Bahwa Seluruh Bid’ah Adalah Sesat

Posted on Updated on

Sesungguhnya telah banyak kitab-kitab yang ditulis berdasarkan dalil dan hujjah yang kokoh yang menjelaskan tentang kebatilan bid’ah dan pendukungnya. Akan tetapi terkadang ada sebagian orang yang tetap pada pendiriannya meyakini bahkan membela bid’ah. Berikut ini akan saya turunkan sebuah tulisan dari buku “Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah?” pada bagian penutup yang berisi 10 kalimat yang seandainya orang yang adil mau memikirkan dan memeperhatikannya, niscaya akan tampak baginya bahwa semua bid’ah itu adalah sesat. Berikut ini nukilannya : Baca entri selengkapnya »