Khumeini

Meneropong Masyarakat Iran Tiga Dasawarsa Pasca Revolusi

Posted on

Meneropong Masyarakat Iran
(Tiga Dasawarsa Pasca Revolusi)

Politik Shah Iran sebelum revolusi berkiblat ke Barat. Iran saat itu merupakan sebuah negara dengan praktek korupsi yang terjadi di mana-mana. Pada tahap selanjutnya, Revolusi Islam Syi’ah pimpinan Khomeini mengklaim datang untuk mewujudkan cita-cita Islam yang luhur: moralitas, stabilitas, kesetaraan, kesejahteraan, keadilan, perang terhadap narkoba dan prostitusi, dll.

Pertanyaannya, setelah lewat 30 tahun lebih revolusi, apakah cita-cita luhur tersebut telah terwujud?

Fakta menunjukkan bahwa problem yang membelit masyarakat Iran semakin berat. Baca entri selengkapnya »

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Agamanya | Bagian 4

Posted on

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya
Al-Ustadz Abdullah MA.*

FAKTA KELIMA: Syi’ah Bercerita tentang Keyakinan Mereka Mengenai Hari ‘Asyura.

Pada hari ‘Asyura orang-orang Islam menunaikan ibadah puasa, dalam rangka mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam. Kitab-kitab orang Rafidhah juga memerintahkan untuk berpuasa pada hari ‘Asyura, akan tetapi anehnya orang-orang Rafidhah sendiri mengingkari puasa tersebut, bahkan menuduh bahwa orang-orang kerajaan Umawi-lah yang membuat-buat riwayat-riwayat palsu yang menghasung puasa ‘Asyura.

Setiap tahun, pada hari-hari bulan Muharam, terutama tanggal sepuluh, orang-orang Rafidhah melakukan perbuatan-perbuatan ‘aib yang memalukan; mulai dari memakai pakaian hitam, mengadakan majelis-majelis Al Husainiyah, mengadakan ceramah-ceramah dan perkumpulan-perkumpulan yang diselingi dengan pelaknatan terhadap Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu dan anaknya Yazid serta kepada bani Umayyah secara keseluruhan. Juga mereka menganiaya diri mereka sendiri dan memukuli diri mereka dengan rantai dan pedang. Serta masih banyak penyelewengan-penyelewengan syari’at lainnya, yang mana itu semua dengan dalih mengungkapkan rasa bela sungkawa dan berkabung atas kematian Husain radhiallahu ‘anhu. Baca entri selengkapnya »

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Agamanya | Bagian 3

Posted on Updated on

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya
Al-Ustadz Abdullah MA.*

FAKTA KEEMPAT: Syi’ah bercerita tentang keyakinan mereka mengenai Ahlusunnah.

Tuhan Orang Syi’ah Beda Dengan Tuhan Ahlusunnah

Berkata Ni’matullah al-Jazairy dalam kitabnya al-Anwar an-Nu’maniyah (jilid I, hal 278), ((Sesungguhnya kami (kaum Syi’ah) tidak pernah bersepakat dengan mereka (Ahlusunnah) dalam menentukan Allah, nabi maupun imam. Sebab mereka (Ahlusunnah) mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan yang menunjuk Muhammad sebagai nabi-Nya dan Abu Bakar sebagai pengganti Muhammad sesudah beliau wafat. Kami (kaum syi’ah) tidak setuju dengan Tuhan model seperti ini, juga kami tidak setuju dengan model nabi yang seperti itu. Sesungguhnya Tuhan yang memilih Abu Bakar sebagai pengganti nabi-Nya, bukanlah Tuhan kami. Dan nabi model seperti itu pun bukan nabi kami!)). Na’udzubillah dari kekufuran dan kesesatan ini!!! Baca entri selengkapnya »

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Agamanya | Bagian 2

Posted on Updated on

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya
Al-Ustadz Abdullah MA.*

FAKTA KEDUA: Syi’ah bercerita tentang keyakinan mereka mengenai Al Quran.

Semua umat Islam telah berijma’ bahwasanya kitab Allah selalu terjaga dari pengubahan, penambahan ataupun pengurangan. Ia terjaga dengan penjagaan Allah, sebagaimana dalam firman-Nya,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9) Baca entri selengkapnya »

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Agamanya | Bagian 1

Posted on Updated on

Biarkan Syi’ah Bercerita Tentang Kesesatan Agamanya
Al-Ustadz Abdullah MA.*

Prolog
Segala puji bagi Allah Robb semesta alam, sholawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, istri-istrinya dan orang-orang yang senantiasa setia mengikuti jalannya hingga hari akhir nanti.

Enam tahun yang silam di salah satu pesantren terbesar di Indonesia, penulis menjadi salah satu peserta dauroh yang diadakan oleh Jami’ah Islamiyah Madinah. Kebetulan ada suatu kisah yang tidak terlupakan hingga detik ini. Seperti biasanya, sebelum pelajaran dimulai, para dosen (baca: masyayikh) mengabsen peserta dauroh satu persatu. Hingga sampai ke suatu nama, dosen tersebut mengernyitkan dahinya dan terheran-heran, nama itu adalah Ayatullah Khomeini, (kebetulan dia salah seorang teman akrab penulis di pesantren). Dosen itu bertanya, “Kamu sunni (termasuk golongan ahlus sunnah)?”, dengan tenangnya peserta itu menjawab, “Iya”, “Mengapa kamu pakai nama dedengkot Syiah?”, “Karena bapak ana ngasih nama seperti itu”, sahutnya. Setelah dialog singkat itu sang dosen minta agar teman kami tersebut mengganti namanya. Baca entri selengkapnya »

Pokok-Pokok Kesesatan Aqidah Syi’ah Rafidhah

Posted on

Pokok-Pokok Kesesatan Aqidah
Syi’ah Rafidhah

Syi’ah dikenal dengan sebutan Rafidhah karena mereka menolak mengakui khilafah Abu Bakar Radhiyallahu anhu dan ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu dan penolakan mereka atas sanjungan Zaid bin ‘Ali bin Husain terhadap dua orang terbaik umat itu. Mereka menyikapi jawaban Zaid bin Ali bin Husain dengan , “Rafadhnaka” yang artinya “kami menolak jawabanmu”. Akhirnya mereka dikenal dengan nama Rafidhah.

Rafidhah adalah salah satu sekte Syiah, dan memiliki banyak nama diantaranya al-Itsna ‘Asyariyah, Ja’fariyyah, Imamiyyah dan nama yang lainnya, akan tetapi hakikatnya sama. Apabila pada zaman ini disebutkan kata Syiah secara mutlak, maka tidak lain yang dimaksudkan adalah Rafidhah Baca entri selengkapnya »

Download Rekaman Kajian Jakarta 31 Desember 2011 Tema Darah Hitam Syi’ah Imamiyah Bersama Al-Ustadz Ja’far Salih dan Al-Ustadz Abdullah Sya’rani

Posted on Updated on

darah hitam syi'ah

Download rekaman kajian di Masjid Al-I’tishom, Sudirman (Belakang Hotel Shangri-La) Jakarta pada hari Sabtu tanggal 31 Desember 2011 dengan tema Darah Hitam Syi’ah Imamiyah bersama Al-Ustadz Abul Mundzir Ja’far Salih dan Al-Ustadz Abdullah Sya’rani –hafizhahumallaah-. Baca entri selengkapnya »