Kitab Suci

10 Pengakuan Orang Kafir yang Objektif Tentang Al-Qur’an

Posted on Updated on

Berikut ini adalah 10 perkataan ilmuwan barat tentang Al-Qur’an, walaupun mereka berkata demikian, tetapi mereka kafir dan tidak mau beriman kepada Allah Azza wa Jalla.

1. James Matchener berkata : “Barangkali Al-Qur’an adalah kitab yang paling banyak dibaca didunia ini, dan tidak diragukan lagi Al-Qur’an adalah kitab yang paling mudah dihafal, dan paling berkesan didalam kehidupan keseharian bagi orang – orang yang beriman kepadanya. Al-Quran tidaklah panjang seperti kitab perjanjian lama (Taurat). Al-Qur’an ditulis dengan cara penyajian tinggi yang hampir mendekati ke syair dan pantun, diantara keistimewaan nya ialah hati ini dapat menjadi khusyu’ tatkala mendengarnya dan dapat menambah keimanan serta memperteguhnya.” Baca entri selengkapnya »

Iklan

Hukum Membaca Al-Qur’an Dan Kiat Agar Dijauhkan Dari Gangguan Setan Ketika Membacanya

Posted on

Pertanyaan.

Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apakah hukum membaca Al-Qur’an, wajib atau sunnah, karena kami sering ditanya tentang hukumnya. Di antara kami ada yang mengatakan bahwa hukumnya tidak wajib, bila membacanya tidak mengapa dan jika tidak membacanya tidak apa-apa. Bila pernyataan itu benar tentu banyak orang yang meninggalkan Al-Qur’an, maka apa hukum meninggalkannya dan apa pula hukum membacanya ?

Jawaban.

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga terlipah kepada RasulNya, keluarga dan shabatnya, wa ba’du.

Yang disyariatkan sebagai hak bagi orang Islam adalah selalu menjaga untuk membaca Al-Qur’an dan melakukannya sesuai kemampuan sebagai pelaksanaan atas firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an)” [Al-Ankabut : 45] Baca entri selengkapnya »

Bencana Alam Bukan Karena Maksiat?

Posted on Updated on

Bencana alam merupakan fenomena alam yang terjadi karena adanya aktifitas fisik dari berbagai benda-benda di alam. Lalu bagaimana mungkin terjadinya bencana alam dikaitkan dengan moralitas, kemaksiatan, kesyirikan, hal-hal yang bukan aktifitas fisik, bahkan abstrak? Bagi sebagian orang ini adalah hal yang mudah, namun bagi sebagian lagi ini menjadi hal yang sulit dicerna akal.

Islam bukan agama yang mengajarkan mistisme, supranatural, tahayul dan sejenisnya. Dimana dalam dunia semacam itu, keterputusan hubungan antara sebab dan akibat adalah hal biasa. Kena musibah karena mata berkedut, sulit mendapat jodoh karena berdiri di pintu, sakit bisul gara-gara duduk di meja, dan semacamnya. Ini bukan ajaran Islam bahkan Islam melarang mempercayai hal-hal tersebut. Bahkan Islam sangat memperhitungkan nalar dan ilmu pasti. Itu sangat jelas sehingga rasanya tidak perlu membawakan contoh untuk hal ini.

Namun bukan berarti percaya kepada hal yang tidak kasat mata, abstrak, gaib, itu tidak ada dalam Islam. Bahkan esensi dari iman adalah percara kepada yang gaib. Allah Ta’ala berfirman:

الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

Alif Laam Miim. Al Qur’an adalah kitab yang tidak terdapat keraguan. Ia adalah petunjuk bagi orang yang bertaqwa, yaitu orang yang percaya kepada yang gaib..” (QS. Al Baqarah: 183) Baca entri selengkapnya »