Lagu

Ajaran Madzhab Syafi’iyyah yang Ditinggalkan Bahkan Dibenci Oleh Sebagian “Pengikutnya” #2

Posted on

KEDUA : HARAMNYA MUSIK

Merupakan perkara yang menyedihkan tatkala kita menyaksikan sebagian dai yang mengaku mengikuti madzhab syafi’iyah ternyata menggunakan musik dalam beribadah…, jadilah shalawatan disertai senandung musik…irama gambus islami…kasihadahan islami…

Lebih memilukan lagi bahwa ada di antara mereka yang berdakwah dengan menggunakan alat musik….

Padahal ini merupakan bentuk bertasyabbuh (meniru-niru) kaum nasrani dalam tata cara peribadatan mereka di gereja-gereja mereka. Jika bertasyabbuh dalam perkara adat dan tradisi mereka merupakan perkara yang dibenci lantas bagaimana lagi halnya jika bertasyabbuh dalam perkara ibadah mereka?? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Menghormati Pendapat Haram Hormat Bendera, Upacara Bendera dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan

Posted on Updated on

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hormat Bendera
Merah Putih

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar kritikan-kritikan pedas bahkan celaan-celaan yang keras terhadap pihak-pihak yang tidak mau hormat bendera, upacara bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Sangat disayangkan hal itu terjadi, karena yang mereka lakukan belum tentu bertentangan dengan ajaran agama, bahkan bisa jadi hal itulah yang sesuai dengan ajaran agama.

Justru perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari agama hampir tidak pernah terdengar adanya kritikan dan celaan, seperti banyaknya para peziarah kubur wali songo dan kuburan-kuburan “keramat” yang melakukan dosa terbesar dan tidak terampuni (jika tidak bertaubat sebelum mati), yaitu dosa syirik kepada Allah Ta’ala dengan mempersekutukan-Nya dalam ibadah doa. Mereka berdoa, memohon terkabulnya hajat-hajat mereka kepada wali songo.

Demikian pula banyaknya orang yang meninggalkan sholat, berbagai macam kebid’ahan dan kemungkaran tersebar di lembaga-lembaga formal maupun di masyarakat, namun semua itu seakan bukan sebuah masalah, sehingga tidak perlu dipermasalahkan. Baca entri selengkapnya »

Kiat Agar Terhindar Dari Musik Dan Nyanyian

Posted on

Ustadz Abu Abdillah al-Atsari

Tentunya seorang muslim yang masih mempunyai hati yang bersih akan berusaha meninggalkan musik dan nyanyian setelah jelas keharamannya.

Berikut ini kami berikat sedikit kiat-kiat syar’i agar kita selamat dari pada keharaman musik.

1. Menjauhi dari mendegarkannya lewat radio, TV, dan lain-lain yang bisa membawa dan mengingatkan kita dari musik dan nyanyian. Cobalah dari sekarang, kuatkan imanmu tatkala suara musik terdenganr. Jangan hiraukan suara-suara setan yang mengajak kedalam lumpur dosa dan kemaksiatan.

2. يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus {10}: 57)

Karena sesungguhnya al-Qur’an melarang dari mngikuti hawa nafsu, menganjurkan berlaku mulia, dan menjauhkan syahwat di dalam jiwa, melarang dari mengikuti langkah-langkah setan. (Ighatsatul Lahfan I/369) Baca entri selengkapnya »

Kepada Para Pecinta Nasyid, Tinjauan Syari’i Terhadap “Nasyid Islami”

Posted on Updated on

MUQODDIMAH

Nasyid bulan lagi menjadi hal yang asing di kalangan kaum muslimin. Pada hari ini ia dianggap sebagai alternatif pengganti lagu dan musik yang didendangkan oleh para penyanyi umumnya. Bahkan bagi kalangan aktivis pergerakan Islam, nasyid dianggap termasuk sarana dakwah yang efektif.

Saat ini begitu menjamur berbagai grup nasyid yang dianggap memiliki prestise (nama baik) sebagaimana grup-grup musik yang lainnya. Masing-masing dari kelompok nasyid tersebut menggunakan bermacam variasi dalam menampilkan nasyidnya. Ada yang memakai iringan musik “mulut” (akapela, Red), ada yang disertai rebana saja, yang kadang disertai dengan tepukan tangan atau alat-alat tertentu, lalu dinyanyikan oleh orang yang bersuara merdu atau secara berkelompok. Ada pula yang menggunakan semua alat musik yang digunakan oleh para pelantun lagu-lagu yang jorok.

Diantara hal yang sangat memprihatinkan bahwa banyak dari anak-anak muda yang mulai sadar dari kelalaiannya dan memiliki ghiroh terhadap Islam justru menyibukkan diri dengan nasyid-nasyid tersebut serta menjauh dari ilmu dan al-Qur’an. Diantara sebabnya karena banyak dari “murobbi” mereka yang sangat menganjurkan mereka untuk mendengarkan nasyid bahkan ada yang menganggapnya sebagai ibadah. Baca entri selengkapnya »

[E-book] Polemik Seputar Hukum Lagu dan Musik ..::Bagus::..

Posted on Updated on

polemik seputar hukum lagu dan musik

Hukum Lagu dan musik, pada asalnya adalah haram. Banyak dalil-dalil dari Al Qur’an dan terutama juga dari hadits-hadits shahih serta penjelasan para ulama terkemuka yang membuktikan hal itu, sehingga tidaklah mungkin musik dan lagu itu dibumbui dengan label islami seperti yang kebanyakan orang lakukan, bagaimanapun wujudnya.

Ada beberapa statement berbentuk pertanyaan yang menggelitik dari kalangan orang-orang awam yang jauh dari ilmu dan para ulama. Diantaranya adalah: “Apakah islam tidak mengenal seni dan hiburan?“, “Apakah islam bertentangan dengan fitrah manusia yang suka kesenangan?“, “Bukankah kita bisa berdakwah melalui seni?

Bisa dikatakan, semua statement itu bersal dari rasa panik, karena tidak mampu keluar dari lingkungan kemaksiatan, dan sama sekali tidak bernilai ilmiah. Untuk lebih jelasnya silahkan download ebook berikut, baca dan pahami isinya secara menyeluruh, Baca entri selengkapnya »