Liwath

[VIDEO] Kisah Kaum Nabi Luuth ‘Alaihissalam

Posted on

Sumber : Yufid.TV

Terapi Medis & Terapi Syar’i Untuk Sembuh Dari Penyakit Gay

Posted on Updated on

Pertanyaan: Assalamu’alaikum. Pak Ustadz, apakah Anda prnah ditanyai tentang gay? Dan apakah Anda pernah mendengar cerita seorang gay yang sembuh? Kalau ada tolong kasih tau bagaimana caranya? Karna kami juga makhluk Allah. Kami berhak untuk hidup normal.

Jawaban: Gay (homoseksual) termasuk gangguan mental dan termasuk penyakit hati. Gay (homoseksual) bisa sembuh karena semua penyakit pasti ada obatnya jika sudah ditemukan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim) Baca entri selengkapnya »

Sikap Tengah Dalam Menyikapi Fenomena “Habib Cabul”

Posted on

imamah
fenomena habib cabul

Judul Asli : Fenomena Habib Cabul
Penulis : Nufitri Hadi

Fenomena habaib atau habib di negeri ini bukanlah sesuatu yang baru, dengan “merk” sebagai keturunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka pun berhasil menarik banyak simpati masyarakat, terutama dari kalangan awam. Apalagi setelah diliputnya pengjian Habib Munzir oleh salah satu stasiun swasta, nama para habib pun semakin terkenal dan akrab di masyarakat Indonesia.

Akhir-akhir ini berita mengenai para habib ini pun semakin riuh dan semakin membuat mereka dikenal. Namun sayang, pemicunya adalah hal yang dianggap tabu dan merusak citra para habib. Habib Hasan bin Ja’far As Segaf dituduh melakukan perbuatan cabul (Homosexual) terhadap beberapa jamaahnya. Kontan hal ini direspon cepat oleh awak media, berbagai majalah dan situs-situs berita menjadikannya sebagai topik utama. Artikel-artikel yang membahas berita perbuatan cabul sang habib pun terus dibahas media dalam beberapa hari ini. Baca entri selengkapnya »

Bagaimana Cara Taubat Dari Liwath (Homoseksual/Gay/Sodomi) ?

Posted on Updated on

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum, Ustadz.

Saya sekarang sedang bingung dengan masalah yang saya hadapi dan saya mohon bimbingannya, Ustadz. Begini, saya telah terjerumus ke dalam dunia liwath dan itu sudah terjadi sejak lama. Sampai sekarang, sudah pantas rasanya saya untuk membina rumah tangga karena umur saya sudah kepala tiga. Tapi karena liwath itu, saya sampai saat ini tidak ada semangat untuk menjalani karena keraguan dalam diri saya akan kemampuan saya menjalani peran sebagai suami kelak. Saya sangat ingin bisa bebas dari pengaruh liwath ini, Ustadz. Mohon petunjuk, apa yang harus saya lakukan? Terima kasih atas bantuan Ustadz sebelumnya. Saya tunggu jawabannya, Ustadz.

NN (**@yahoo.com) Baca entri selengkapnya »

Kupas Tuntas Masalah Gay (Liwath/Homo/Maho) (4) : Peringatan Keras Bagi Kaum Gay

Posted on Updated on

KUPAS TUNTAS MASALAH GAY (LIWATH)

Penerjemah : Syuhada Abu Syakir Iskandar As Salafy

Peringatan bagi para Pelaku Liwath (Gay)

Peringatan ini untuk siapa saja yang tertimpa penyakit yang beracun dan mematikan ini, khususnya bagi mereka yang menisbahkan (diri) kepada Islam, kami katakan:

Pertama, ketahuilah (semoga Allah Subhaanahu wa ta’ala menunjukimu) bahwasanya Rasulullah ` bersabda,

“لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ”.

Allah Subhaanahu wa ta’ala melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah Subhaanahu wa ta’ala melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah Subhaanahu wa ta’ala melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth.”[1] Tidak ada (riwayat) dari beliau ` yang menyebutkan bahwa beliau ` melaknat pelaku zina sebanyak tiga kali dalam satu hadits. Sungguh beliau ` telah melaknat sekelompok dari pelaku dosa besar dengan tidak lebih dari satu kali laknat, tetapi beliau ` mengulang laknatnya terhadap pelaku gay dan beliau ` mempertegas dengan tiga kali penyebutan sebagaimana hal tersebut telah disinggung oleh Ibnul Qayyim dalam Al-Jawaab Al-Kaafi. Baca entri selengkapnya »

Kupas Tuntas Masalah Gay (Liwath/Homo/Maho) (3) : Cara Menghukum Mati Kaum Gay

Posted on Updated on

KUPAS TUNTAS MASALAH GAY (LIWATH)

Penerjemah : Syuhada Abu Syakir Iskandar As Salafy

HUBUNGAN JAHILIYAH DAN GAY

Kaum jahiliah yang semua kejelekan diumpamakan kepada mereka baik perkara hukum, adat kebiasaan, tradisi-tradisi, aspek-aspek sosial dan dalam segala keadaan, menamai gay dengan kata-kata yang keji, mereka berkata ketika mencela: “si fulan yang kosong pantatnya”[1], ini adalah kiasan bahwa perbuatan gay dilakukan terhadap orang itu.

Hukuman dan Siksaan  Setiap Pelaku Liwath Setelah Kaum Luth

Dinukil oleh Ibnul Qayyim bahwa para shahabat Rasulullah bersepakat agar pelaku gay dibunuh, tidak ada dua orang pun dari mereka yang berselisih tentangnya. Hanya saja mereka berselisih tentang cara membunuhnya. Baca entri selengkapnya »

Kupas Tuntas Masalah Gay (Liwath/Homo/Maho) (2) : Lebih Rendah Dari Binatang

Posted on Updated on

KUPAS TUNTAS MASALAH GAY (LIWATH)

Penerjemah : Syuhada Abu Syakir Iskandar As Salafy

Karakter para Pelaku Liwath (Gay)

1. Fitrah mereka terbalik dan terjungkir dari fitrah yang diberikan oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala kepada kaum lelaki. Sesungguhnya tabiat mereka bertentangan dengan tabiat manusia yang diciptakan oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala bagi kaum pria, yaitu memiliki syahwat terhadap kaum wanita, bukan pada lelaki.

2. Kelezatan dan kebahagian yang mereka rasakan ketika melampiaskan syahwatnya berada dalam kubangan najis-najis, sampah-sampah, dan bau (kotoran manusia). Maka hilanglah air kehidupan di sana.

3. Rasa malu, tabiat, dan keberanian mereka lebih rendah daripada binatang, baik secara watak maupun dibuat-buat. Baca entri selengkapnya »

Kupas Tuntas Masalah Gay (Liwath/Homo/Maho) (1) : Lebih Kotor Dari Pezina

Posted on Updated on

KUPAS TUNTAS MASALAH GAY (LIWATH)

Penerjemah : Syuhada Abu Syakir Iskandar As Salafy

gay-najisLiwath atau gay termasuk dari dosa yang paling keji dan paling jelek karena perbuatan ini menunjukkan akan penyimpangan pada fitrah, kerusakan pada akal, dan keganjilan dalam jiwa. Adapun definisi Liwath adalah seorang lelaki menikahi lelaki lain atau seorang pria menyetubuhi pria lain, sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta’ala tentang kaum Nabi Luth ‘alaihissalam :

”Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara [26]:165-166)

Dinamakan Liwath karena penisbahan kepada kaum Nabi Luth ‘alaihissalam. Perbuatan keji ini dilakukan oleh mereka. Perbuatan ini tidaklah diperbuat, kecuali oleh orang yang ”buta matanya”, “hitam hatinya”, dan ”terbalik fitrahnya”, yaitu fitrah yang diberikan Allah Subhaanahu wa ta’ala kepada manusia. Adapun perumpamaannya seperti seseorang yang diberikan rezeki oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala berupa daging yang baik, masak, dan lezat. Lalu, ia berpaling dari daging tersebut dan mencari daging yang mentah, bau, dan busuk kemudian ia makan dari daging itu. Ia meridhai dirinya menyelam dalam keadaan-keadaan yang kotor, menjijikan, bau tahi, dan sejelek-jelek najis. Baca entri selengkapnya »

Celakalah Pelaku Sodomi

Posted on Updated on

Kaum Luth disiksa dengan amat pedih karena tingkah laku mereka yang amat jelek yaitu melakukan perbuatan liwath. Yang dimaksud dengan liwath di sini adalah melakukan homoseks antar sesama lelaki dengan cara sodomi yaitu memasukkan kemaluan di dubur. Perbuatan ini disebut liwath karena disamakan dengan perbuatan kaum Luth, berasal dari akar kata yang sama. Jadi secara istilah yang dimaksud liwath adalah memasukkan ujung kemaluan laki-laki ke dubur laki-laki.

Celaan Terhadap Perbuatan Kaum Luth

Dalam Al Qur’an Al Karim, Allah Ta’ala telah mencela perbuatan liwath yang dilakukan oleh kaum Luth. Allah Ta’ala berfirman,

لُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (80) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (81)

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’rof: 80-81) Baca entri selengkapnya »

Bantahan Untuk Setan Berwujud Manusia Yang Membolehkan Homoseksual/Liwath

Posted on

Sungguh sangat mengkhawatirkan ketika perbuatan maksiat tersebar di negeri ini, apalagi sebuah dosa besar yang bernama liwath (homoseks). Maka bisa hancur negeri ini. Hal ini diperparah dengan adanya orang-orang (baca: syaithan dari jenis manusia) yang notabene berlatar belakang mempunyai pendidikan Islam…!!! (iya… tapi belajar dari orang-orang sesat seperti di kampus IAIN atau belajar di Amerika) yang membolehkannya. Maka penjelasan di bawah ini diantara beberapa bahaya perbuatan liwath (homoseks) yang sudah seharusnya seorang muslim berhati-hati terhadap dosa besar ini.

Pertama : Liwath (homoseks) adalah sebuah dosa yang belum pernah dilakukan oleh sebuah kaum sebelum kaum Nabi Luth. Dan Allah subhanahu wa ta’ala menimpakan adzab kepada mereka dengan adzab yang belum pernah diturunkan kepada siapapun karena sangat jeleknya perbuatan mereka dan sangat berbahayanya perbuatan tersebut. Baca entri selengkapnya »

Bagaimana Cara Mengobati Gejala Gay pada Diri Seseorang?

Posted on Updated on

(Judul diadaptasi dari rubrik Konsultasi pra nikah: Apakah Saya Seorang Gay? -Naudzubillaahi mindzalika-, oleh ustadz Abu Umar Basyir -hafidzahullah- )

gay
gay

Assalamu’alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Ustadz, saya seorang pemuda berusia 26 tahun. Saya tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan yang cukup agamis. Secara fisik, saya juga terlihat normal, tak kurang suatu apapun. Sudah beberapa tahun ini saya rajin mengikuti kajian-kajian Islam, sehingga, alhamdulillah, kesadaran Islam saya meningkat. Namun, justru di sini saya menemukan masalah besar dalam diri saya. Mau tidak mau, saya harus mengakui bahwa saya ini seorang “gay”. Maksud saya, saya bukan pelaku homo. Tapi semenjak remaja saya menyadari kalau saya nyaris atau mungkin malah tidak memiliki hasrat sama sekali terhadap kaum wanita atau lawan jenis. Sebaliknya, saya justru tertarik bila melihat seorang pria yang bertubuh atletis, atau  –maaf—terli hat sebagian auratnya. Saya sudah lama berusaha memerangi perasaan saya itu, bahkan jauh sebelum saya mengenal dunia mengaji (kajian Islam –ed). Tapi sayang, sayab selalu gagal. Saya tetap tumbuh sebagai pria yang abnormal. Baca entri selengkapnya »