Madzhab Syi’ah

Sejarah Berdarah Sekte Syi’ah| Mereka Membunuh Semuanya Dari Para Khalifah, Menteri, Hingga Para Ulama Islam

Posted on Updated on

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan dengan berita penyerangan segerombolan massa (preman -ed) ke Perkampungan Majlis Az Zikra pimpinan Ustadz Muhammad Arifin Ilham. Belakangan -sebagaimana dugaan awal- mulai terungkap bahwa pelaku penyerangan itu adalah dari kalangan Syi’ah, sebuah sekte sesat yang menisbatkan dirinya kepada Islam dan mengaku -secara dusta- sebagai pewaris ajaran ahlul bait Rasulullah. Hal ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi di negeri kita yang mayoritas ahlussunnah wal jama’ah ini. Tidak asing bagi orang yang mengamati sepak terjang sekte tersebut, bahwa mereka telah beberapa kali melakukan tindakan serupa.

Hal ini tidak mengherankan mengingat memang para Ulama Islam telah mencatat dalam sejarah berbagai aksi brutal sekte sesat ini. Sekte Syi’ah ini telah menorehkan sejarah berdarah yang begitu kelam, mereka membunuhi semuanya, tidak hanya rakyat jelata ataupun orang-orang lemah. Bahkan tercatat mereka telah membunuhi para Khalifah, Menteri bahkan para Ulama Islam. Berikut ini kami nukilkan secara penuh tulisan dari KisahMuslim.Com yang memberikan sedikit gambaran kepada kita akan betapa kejinya sekte Syi’ah ini. Selamat menyimak. Baca entri selengkapnya »

Iklan

3 Ayat Yang Meruntuhkan Madzhab Syi’ah dari Dasarnya

Posted on

Madzhab Syi’ah adalah sebuah madzhab yang besar, menurut sebagian orang. Akan tetapi demi Allah, dia adalah sebuah madzhab yang kecil, kerdil lagi rendah. Karena apa? Karena salah satu asas berdirinya agama Syi’ah adalah kesyirikan kepada Allah yang Maha Agung. Syi’ah bertaqarrub (mendekatkan diri)  kepada Allah (menurut persangkaan mereka) dengan perbuatan-perbuatan syirik.

Syirik adalah salah satu tipu daya setan, dan tipu daya setan itu adalah sangat lemah. Tipu daya setan adalah kebatilan, maka kita akan menghadapinya dengan sesuatu yang haq dari Allah, Al-Qur’an. Karena tatkala kebenaran (Al-Haq) itu datang maka pastilah kebatilan itu akan sirna. Tatkala yang haq itu dilemparkan kepada yang batil maka menjadi lenyaplah kebatilan itu. Cukup dengan 3 Ayat dari Al-Qur’an, kita tidak akan menggunakan perkataan Ibnu Taimiyah apalagi Ibnu Abdil Wahhab -rahimahumallah-. Baca entri selengkapnya »