Madzhab

Pendapat Para Imam (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i, dan Ahmad) Tentang Maulid Nabi

Posted on Updated on

Pertanyaan 

Bagaimana pendapat ulama imam 4 madzhab tentang peringatan maulid? seperti Imam as-Syafii…

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kita semua mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita semua memuliakan beliau. Kami, anda, mereka, semua muslim sangat mencintai dan memuliakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Yang menjadi pertanyaan, apakah perayaan maulid merupakan cara benar untuk mengungkapkan cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Beberapa Kekeliruan Sikap Kita Terhadap Imam Madzhab yang Empat

Posted on

Pengantar

Imam empat madzhab, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam asy-Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal merupakan sosok di antara imam mujtahid terdepan bagi kaum muslimin. Melalui mereka umat Islam mendapatkan keberkahan ilmu yang melimpah, sehingga ajaran Islam tersebar di penjuru dunia, meskipun di antara mereka terdapat perbedaan pendapat dalam berijtihad.

Namun sayang, kaum muslimin yang tidak atau kurang memahami Islam dengan baik terkadang beranggapan, bahwa perbedaan pendapat para imam itu dianggap sebagai perbedaan hakiki. Sehingga ada kalanya menyebabkan gesekan dan perpecahan antar kaum muslimin pendukung madzhab satu dengan yang lain, yang andaikan para imam itu tahu tentu akan melarang dan mencela hal tersebut.

Untuk itu perlu kiranya dijelaskan kepada kaum muslimin tentang beberapa kekeliruan sikap mereka terhadap para imam madzhab empat. Dengan demikian kita telah bersikap proporsional dan adil terhadap mereka dan meletakkan persoalan pada tempat nya. Di antara kekeliruan yang perlu untuk diluruskan terkait dengan sikap kita terhadap imam yang empat adalah: Baca entri selengkapnya »

Setiap Muslim Wajib Mengikuti Dalil!

Posted on Updated on

Bismillah. Segala puji hanya bagi Allah, shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu” (Qs. Muhammad: 33).

Ia juga berfirman:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (Qs. At Taghabun: 12). Baca entri selengkapnya »

Madzhab Di Makkah dan Madinah

Posted on

Pertanyaan : Assalammualaikum, Saya mendengar dari seorang ustadz bahwa jaman dahulu di masjid nabawi dan mekkah, orang yang naik haji bisa belajar banyak mahzab, tapi sekarang orang-orang luar mekah jika naek haji hanya bisa belajar satu mahzab karena menganggap satu mahzab ini adalah yang paling benar. Benarkah seperti keadaannya? Mahzab apakah yang dipakai oleh ulama di mekkah dan madina? Jazakallahu khoir

Dari sdr. Agung H.

Jawaban: Wa alaikumus salam.  Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Ada beberapa informasi yang pelu kita luruskan dari apa yang disampaikan Sang Ustadz. Ada sebagian yang tidak sesuai realita, dan ada yang bisa menimbulkan kesalah-pahaman. Baca entri selengkapnya »

Buku-Buku Materi Kajian Islam Tingkat Dasar [BAGUS]

Posted on Updated on

Daftar buku-buku materi kajian dari Situs Al-Sofwah. Seluruh atau sebagian besar dari buku yang ada disini telah pernah dicetak dan diterbitkan baik secara komersial maupun wakaf. Semoga kita turut mendapatkan faidah ganjaran pahala dari Allah dengan turut menyebarkannya kepada kaum muslimin, apalagi jika ditambah dengan mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya.

Sungguh ummat ini sangat membutuhkan penjelasan yang akurat tentang agama mereka yang dapat segera mereka amalkan sebelum fitnah-fitnah yang datang menjadikan dunia semakin terasa gelap meskipun mentari masih senantiasa bersinar. Baca entri selengkapnya »

Ajaran Madzhab Syafi’iyyah yang Ditinggalkan Bahkan Dibenci Oleh Sebagian “Pengikutnya” #1

Posted on

Berikut ini beberapa ajaran madzhab syafi’iyah yang ditinggalkan (tidak dikerjakan) oleh sebagian penganutnya, padahal begitu getolnya mereka mengaku-ngaku sebagai pengkut madzhab syafi’iyah yang setia !!!

PERTAMA : MEMANJANGKAT JENGGOT

Merupakan perkara yang aneh adalah semangatnya sebagian ustadz dan kiyai (yang mengaku bermadzhab  syafi’iyah) untuk memangkas habis jenggot mereka…, bahkan sebagian mereka mencela orang yang memanjangkan jenggotnya, atau mengecapnya sebagai teroris. Padahal Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengharamkan mencukur habis jenggot. Baca entri selengkapnya »

Cuma Makruh Kok Dilarang ?! Dasar Wahabi!

Posted on Updated on

(Perihal Makruhnya Sholat di kuburan dan Ritual Tahlilan)

“Makruh kok dilarang!!??”, inilah dalih yang dianggap dalil oleh sebagian orang yang mengaku bermadzhab syafi’i untuk melegalisasi perkara-perkara yang dimakruhkan/dibenci oleh para ulama madzhab syafi’iyah.

Tatkala disampaikan kepada sebagian mereka bahwa ulama madzhab syafi’iyah membenci sholat di kuburan dan membangun masjid di atas kuburan dalam rangka mencari keberkahan, demikian juga para ulama syafi’iyah membenci acara kumpul-kumpul di rumah mayat setelah lebih dari tiga hari, maka  dengan mudah mereka akan menjawab, “Kan hukumnya hanya dibenci alias makruh, tidak sampai haram. Maka janganlah kalian melarang!, sungguh aneh kalian  kaum wahabi!” Baca entri selengkapnya »

Fatwa Aneh/Ganjil/Nyeleneh dari Wahhabi Tentang Ziarah Kubur

Posted on Updated on

Taqlid buta kepada madzhab menjadikan sebagian orang membabi-buta dalam kebencian mereka terhadap dakwah Ahlus-Sunnah, Salafiyyah. Akibatnya, pendapat-pendapat yang bertentangan dengan madzhab mereka dan kebetulan dipegang oleh Ibnu Taimiyyah, Muhammad bin ‘Abdil-Wahhaab, Ibnu Baaz, Al-Albaaniy, atau yang semisalnya; diklaim sebagai pendapat Wahabiy – meskipun pendapat itu masyhur di kalangan fuqahaa dan ahli hadits sebelum mereka. Lebih dari itu mereka terkadang melabelinya sebagai “Fatwa Nyeleneh Kaum Wahabi”. Padahal tidak semua Ulama Wahabi berpendapat dengan pendapat tersebut, sebagian mereka justru berpendapat sesuai dengan madzhab yang yang ditaqlidi oleh orang yang membenci Wahabi. Karena ulama wahabi -alhamdulillah- bukanlah ulama yang jumud, mereka tidak terbelenggu dengan taqlid buta dan fanatik madzhab. Mereka beragama dan berfatwa sesuai dalil yang sampai kepada mereka.

Sebagian tuduhan yang dikatakan sebagai Fatwa Nyeleneh/Sesat Kaum Wahabi -alhamdulillah- telah dijawab oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah dalam buku beliau “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan”, silakan merujuk buku tersebut. Kemudian, diantara petanyaan/pernyataan yang dikatakan sebagai ‘fatwa aneh wahhabi’ adalah tentang Pengharaman Ziarah Kubur Bagi Wanita. “Benarkah Wahabi telah mengeluarkan fatwa aneh yang mengharamkan ziarah kubur bagi wanita ?”. Atas pertanyaan ini Al-Ustadz Abul Jauzaa’ hafizhahullah memberikan jawaban sebagai berikut : Baca entri selengkapnya »

Tidak Semua Pendapat Dalam Khilafiyah Ditoleransi

Posted on

khilafiyah
khilafiyah

Seringkali kita dapatkan ketika para da’i mengoreksi sebuah kesalahan dalam beragama atau memberikan nasehat untuk meninggalkan sesuatu yang salah mereka menghadapi pernyataan-pernyataan seperti “Sudahlah biarkan saja, ini khan khilafiyah” atau “Orang sudah pergi ke bulan koq masih membahas khilafiyah” atau “Jangan merasa benar sendiri lah, ini khan khilafiyah”. Pada hakikatnya pernyataan-pernyataan tersebut datang dari orang-orang yang enggan menerima nasehat tapi tidak bisa membantah karena tidak memiliki ilmu, akhirnya dalih ‘khilafiyah’ pun dipakai.

Pada prakteknya, terkadang yang mereka anggap ‘khilafiyah’ itu ternyata bukan khilafiyah, namun terkadang memang khilafiyah. Yang ingin kami bahas di sini adalah jika memang ternyata yang dibahas adalah perkara khilafiyah. Kami akan tunjukkan bahwa tidak semua perkara khilafiyah itu bisa ditoleransi, sehingga semuanya dianggap benar dan boleh dipegang. Baca entri selengkapnya »

[Download Audio] Syi’ah Madzhab Ke-5 ??? (Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed)

Posted on

syi'ah madzhab ke-5?

Download rekaman kajian di Masjid Al-Ukhuwah Balai Kota Bandung pada hari Sabtu, 7 januari 2012 / 13 shafar 1433H  dengan tema Apakah Syi’ah Mazhab ke-5? bersama Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed –hafizhahullaah-.

Apakah Syi’ah Mazhab ke-5 [18,81 MB | durasi  2:40:25]

NB: Rekaman ini admin dapatkan dari Ikhwan Karawang.

Bekerjasama dengan:
iLmoe Kajian Ceramah

Apa Kata Imam Syafi’i Mengenai Masalah Mengucapkan NIAT dalam Kitabnya AL UMM

Posted on

قال الشافعي: والنية لا تقوم مقام التكبير ولا تجزيه النية إلا أن تكون مع التكبير لا تتقدم التكبير ولا تكون بعده

Niat itu tidak dapat menggantikan takbir. Niat itu tiada memadai, selain bahwa ada bersama takbir. Ia tidak mendahului takbir dan tidak sesudah takbir.

Siapa Penggagas Niat ?

Lafadz niat sangat masyhur dinisbatkan kepada mazhab Syafi’i, hal ini karena Abu Abdillah Al Zubairi yang masih termasuk dalam ulama mazhab Syafi’i telah menyangka bahwa Imam Asy Syafi’i rahimahullah telah mewajibkan untuk melafazkan niat ketika shalat.

Sebabnya adalah pemahamannya yang keliru dalam mengiterpretasikan perkataan Imam Syafi’i yakni redaksi sebagai berikut:” Jika seseorang berniat menunaikan ibadah haji atau umrah dianggap cukup sekalipun tidak dilafazkan.Tidak seperti shalat, tidak dianggap sah kecuali dengan AL NUTHQ (diartikan oleh Al Zubairi dengan melafazkan, sedangkan yang dimaksud dengan AL NUTHQ disini adalah takbir) [al Majmuu’ II/43] Baca entri selengkapnya »

Prinsip-Prinsip Imam Asy-Syafi’i Dalam Beragama : Prinsip Kesembilan [-Habis-]

Posted on Updated on

PRINSIP KESEMBILAN

Akhlaq Yang Mulia Dan Penyucian Jiwa

  • Imam Syafi’i Menyeru akhlak yang mulia

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

“Hendaklah diketahui bahwa Ahlus Sunnah sejati adalah mereka yang mengamalkan ajaran Islam secara sempurna, baik yang berkenaan dengan aqidah maupun akhlak. Termasuk pemahaman yang keliru: prasangka bahwa sunni atau salafi adalah orang yang merealisasikan aqidah Ahlus Sunnah saja tanpa memperhatikan sisi akhlak dan adab Islam, serta penunaian hak-hak kaum muslimin”[1].

Imam Syafi’i berkata menekankan pentingnya akhlak:

زِيْنَةُ الْعُلَمَاءِ التَّقْوَى وَحِلْيَتُهُمْ حُسْنُ الْخُلُقِ وَجَمَالُهُمْ كَرَمُ النَّفْسِ

“Perhiasan ulama adalah taqwa, mahkota mereka adalah akhlak yang indah, dan keindahan mereka adalah kedermawanan”.[2] Baca entri selengkapnya »

Antara Ijtihad Dan Taklid

Posted on Updated on

Sudah kita maklumi, dalam beragama, kita wajib mengikuti apa yang telah diturunkan Allah kepada RasulNya. Yang semuanya, secara sempurna telah disampaikan dan dijelaskan Rasulullah kepada kita. Tidak ada sedikitpun yang tertinggal. Sehingga wajib bagi kita untuk mentaati Allah dan RasulNya, serta mengembalikan sesuatu yang diperselisihkan kepada keduanya. Dan kita harus berpaling dari apa yang menyelisihi Kitab Allah dan Sunnah RasulNya, meskipun hal itu datang dari seorang imam mujtahid.

Dalam perkara agama, terdapat masalah masalah agama yang ditetapkan hukumnya dengan nash yang qath’i, baik tsubut dan dalalahnya, ada yang ditetapkan dengan ijma’ ulama; dan ada yang ditetapkan dengan nash yang tidak qath’i dalam tsubut atau dalalahnya, atau tidak ada nash dalam masalah tersebut, serta para ulama berbeda-beda pendapatnya.

Pada kelompok masalah pertama dan kelompok masalah kedua, persoalannya mudah. Semua orang wajib menerima dan mengikutinya, serta tidak boleh menyelisihinya, baik dia seorang ulama atau seorang awam. Baca entri selengkapnya »