Madzhab

Prinsip-Prinsip Imam Asy-Syafi’i Dalam Beragama : Prinsip Pertama [1/2]

Posted on

PRINSIP PERTAMA

Pedoman Agama Adalah Al-Qur’an Dan Hadits Sesuai Pemahaman Salaf,
Bukan Akal Dan Filsafat

  • Pedoman Imam Syafi’i Dalam Beragama

Sesungguhnya pedoman hukum dalam beragama adalah Al-Qur’an, hadits shohih dan ijma’. Tentang hujjahnya Al-Qur’an dan hadits Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya“.(QS. An-Nisa’: 59)

Imam Abdul Aziz al-Kinani berkata: “Tidak ada perselisihan di kalangan orang yang beriman dan berilmu bahwa maksud mengembalikan kepada Allah adalah kepada kitabNya dan maksud mengembalikan kepada rasulullah setelah beliau wafat adalah kepada sunnah beliau. Tidak ada yang meragukan hal ini kecuali orang-orang yang menyimpang dan tersesat. Penafsiran seperti yang kami sebutkan tadi telah dinukil dari Ibnu Abbas dan sejumlah para imam yang berilmu. Semoga Allah merahmati mereka semua”.[1] Baca entri selengkapnya »

Prinsip-Prinsip Imam Asy-Syafi’i Dalam Beragama : Muqoddimah

Posted on

kitab

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم وعلى آله وأصحابه أجمعين، أما بعد:

Tidak diragukan bahwa Imam Syafi’i –rahimahullah– adalah salah seorang ulama besar yang karismatik yang namanya tidak asing lagi bagi kaum muslimin, beliau termasuk sosok ulama pembaharu agama yang mempunyai jasa besar dan memiliki usaha yang mulia lagi berkah dalam mengajak umat untuk kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah dan mendidik mereka diatas landasan Tarbiyah dan Tashfiyah.

Manhaj Imam Syafi’i dalam aqidah dan prinsip-prinsip beliau dalam beragama adalah manhaj dan prinsip Ahlusunnah wal jama’ah, tidak ada perbedaan, mereka mengambil dari sumber yang sama, yaitu Al Qur’an dan Sunnah, oleh karenanya perkataan Imam Syafi’i dan perkataan imam-imam Ahlusunnah yang lain seperti Imam Ahmad Bin Hambal, Malik, Abu Hanifah, Al Auzaa’i, Ats Tsauri, Sufyan Bin ‘Uyainah, Abdullah Bin Mubaarok dan yang lain tentang aqidah dan prinsip-prinsip beragama adalah sama tidak ada kontradiksi dan perbedaan kecuali dalam redaksinya saja[1]. Baca entri selengkapnya »

Pelajaran Tentang Manhaj Salaf [PENTING]

Posted on

PEMBAHASAN PERTAMA
Yang Dimaksud Dengan Salafush Shalih

[a] Etimologi (Secara bahasa) :

Ibnul Faris berkata : Huruf sin dan lam dan fa’ adalah pokok yang menunjukkan “makna terdahulu” termasuk Salaf dalam hal ini adalah “orang-orang yang telah lampau” dan arti dari

“al-qoumu as-salaafu” artinya : mereka yang mereka yang telah terdahulu.

[b] Terminologi (Secara istilah) :

Para peneliti berbeda pendapat dalam mengartikan istilah “Salaf” ini dan terhadap siapa kata itu sesuai untuk diberikan, pendapat-pendapat ini banyak sekali, tetapi yang paling penting ada 4 pendapat : Baca entri selengkapnya »

Meluruskan Pemahaman tentang Kemudahan Dalam Islam

Posted on Updated on

Benang Tipis:
Antara Kemudahan Islam dan Bermudah-Mudahan dalam Mengamalkan Syariat Islam

A. Pengantar

Sesungguhnya Islam itu mudah, ikhwah...

Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang mudah dan menganjurkan kemudahan. Hal ini sangat dimaklumi bersama. Hanya saja masalahnya, banyak orang salah paham dan meletakkan kemudahan ini bukan pada tempatnya,  sehingga dengan dimotori oleh hawa nafsu dia mencari pendapat-pendapat yang paling ringan dan ganjil dengan alasan penyesuaian zaman dan kemudahan Islam sekalipun pendapat tersebut sangat lemah dan bertentangan dengan dalil-dalil yang shohih. Lalu, bila mereka diingkari, dengan entengnya mereka akan mengeluarkan senjata ampuhnya:

“Kita harus toleransi dan berlapang dada dalam masalah khilafiyyah (perselisihan ulama)”!!!

Ironisnya, orang-orang seperti itu malah banyak digemari masyarakat dengan menyebut mereka sebagai “ustadz gaul”, “dai bijak”, “kyai modern” dan gelar-gelar semu lainnya. Oleh karena itu, kami memandang perlu untuk mendudukkan masalah ini agar kita memahaminya dengan baik dan tidak salah paham dengan kemudahan Islam. Baca entri selengkapnya »

Perintah Untuk Mengikuti Sunnah Rasulullah Dan Larangan Dari Fanatisme Dan Taqlid

Posted on

ahlussunnah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan semua sahabatnya.

Saudara-saudara yang saya cintai karena Allah. Saya bersaksi di hadapan Allah, bahwa saya mencintai antum semua dan orang-orang shalih di negeri ini semata karena Allah. Saya datang ke Indonesia untuk yang ketiga kalinya. Dan saya –alhamdulillah- mendapatkan kebaikan yang sangat banyak di negeri ini. Saya berdoa semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits qudsi :

وَجَبَتْ مَحَبَّتِي فِي الْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَ وَجَبَتْ مَحَبَّتِي فِي الْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ

Orang-orang yang duduk di satu majelis karena Aku, maka mereka pasti mendapatkan kecintaan dariKu. Orang-orang yang berkumpul karena Aku, maka telah mendapatkan kecintaan dariKu.

Sudah kita ketahui bersama, orang yang masuk ke dalam agama Islam harus mengatakan :

أَشْهَدُ أَنْ لا إلَهَ إلا الله, وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Dua kalimat tersebut merupakan kalimat yang sangat agung. Seseorang tidak bisa dikatakan muslim, kecuali jika dia telah mengucapkan dua kalimat tersebut, memahami dan melakukan konsekuensi dari kedua kalimat itu. Baca entri selengkapnya »

Kewajiban Ittiba’ Kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Posted on Updated on

cinta rasul
cinta rasul

Agama Islam yang mulia ini dibangun di atas dua prinsip.

Pertama : Kita tidak boleh beribadah, melainkan hanya kepada Allah saja dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun.

Allah berirman :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [Ali Imran : 64]. Baca entri selengkapnya »

Perbedaan yang Nyata dan Mendasar Antara Taqlid dan Ittiba’

Posted on

taqlid bukan ittiba

Ittiba’ (mengikuti) kebenaran adalah kewajiban setiap manusia sebagaimana Alloh wajibkan setiap manusia agar selalu ittiba’ kepada wahyu yang diturunkan oleh Alloh kepada Rasul-Nya. Alloh jadikan wahyu tersebut sebagai petunjuk bagi manusia di dalam kehidupannya.

Tidak ada yang membangkang kepada perintah Alloh tersebut kecuali orang-orang yang taqlid kepada nenek moyangnya atau kebiasaan yang berlaku di sekelilingnya atau hawa nafsunya yang mengajak untuk membangkang dari perintah AlIoh. Mereka tolak datangnya kebenaran karena taqlid.

Tidak ada satu pun kesesatan kecuali disebabkan taqlid kepada kebatilan yang diperindah oleh iblis sehingga tampak sebagai kebenaran. Inilah sebab kesesatan setiap kaum para rasul yang menolak dakwah para rasul. Inilah sebab kesesatan orang-orang Nashara yang taqlid kepada pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka. Inilah sebab kesesatan setiap kelompok ahli bid’ah yang taqlid kepada pemikiran-pemikiran sesat dan gembong-gembong mereka. Baca entri selengkapnya »

Mengungkap Bahaya Fanatik Mazhab

Posted on

Definisi Fanatik

  • Fanatik atau dalam bahasa arabnya disebut dengan “Ta’ashub” adalah anggapan yang diiringi sikap yang paling benar dan membelanya dengan membabi buta. Benar dan salahnya, wala’ dan bara’nya diukur dan didasarkan keperpihakan pada golongan. Fanatik ini bisa terjadi antar madzhab, kelompok, organisasi, suku atau negara. (Lihat kembali Majalah Al-Furqon hal. 13 edisi 5 Th. 11) -majalah yang dikelola Ustadz Abu Ubaidah (editor)-
  • Adapun madzhab ialah pendapat seseorang mujtahid tentang hukum sesuatu, yaitu pendapat yang digali dari Al-Qur’an dan hadits dengan kekuatan ijtihadnya.
  • Madzhab yang masyhur ada empat:  Madzhab Hanafi (Abu Hanifah rahimahullah), madzhab Maliki (imam Malik rahimahullah), madzhab Syafi’i (imam Syafi’i rahimahullah), madzhab Hanbali (imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah)
  • Sekalipun sebenarnya ada beberapa madzhab lainnya seperti madzhab Dhahiriyyah, Zaidiyyah, Sufyaniyyah dan sebagainya. Semua madzhab dapat diambil pendapatnya jika benar dan dapat pula ditinggalkan jika salah, karena memang tidak ada yang ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali Al-Qur’an dan sunnah Nabi. (Lihat Syarh Lum’ah Al-I’tiqad hal. 166-167 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah). Baca entri selengkapnya »

MP3 Kajian : Mungkinkah Syi’ah Dan Sunnah Bersatu ?

Posted on Updated on

Mungkinkah
Mungkinkah

Silakan download rekaman kajian bedah buku MUNGKINKAH SYI’AH DAN SUNNAH BERSATU? karya Syaikh Muhibuddin al Khatib. Kajian ini disampaikan oleh Al Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. yang diselenggarakan di Kota Kembang (Bandung) yang merupakan basis dari penganut Syi’ah.

Silakan download dan diperbolehkan menyebarkan rekaman kajian ini kepada seluruh umat Islam sehingga umat Islam benar-benar mengetahui apakah mungkin Syi’ah dan Sunnah dapat disatukan? Semoga Allah memberikan taufiq kepada seluruh umat Islam untuk kembali kepada agama yang benar.

Klik link di bawah ini untuk mendownload ebook dan rekaman kajian MUNGKINKAH SYI’AH DAN SUNNAH BERSATU? Baca entri selengkapnya »

Jangan Hanya Taqlid Buta!

Posted on Updated on

Agama Islam memerintahkan para pemeluknya untuk mengikuti dalil dan tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid (baca: mengekor/membeo) kecuali dalam keadaan darurat (mendesak), yaitu tatkala seorang tidak mampu mengetahui dan mengenal dalil dengan pasti. Hal ini berlaku dalam seluruh permasalahan agama, baik yang terkait dengan akidah maupun hukum (fikih).

Oleh karena itu, seorang yang mampu berijtihad dalam permasalahan fikih, misalnya, tidak diperkenankan untuk bertaklid. Demikian pula seorang yang mampu untuk meneliti berbagai nash-nash syari’at yang terkait dengan permasalahan akidah, tidak diperbolehkan untuk bertaklid.

Mengapa Taklid tidak Diperkenankan?

Agama ini tidak memperkenankan seorang untuk bertaklid pada suatu pendapat tanpa memperhatikan dalilnya. Hal ini dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: Baca entri selengkapnya »

Download Audio | Biografi 4 Imam | Abu Hanifah -rahimahullah-

Posted on Updated on

Alhamdulillah, kesempatan kali ini pada hari ke-9 dari bulan Ramadhan 1431 kami hadirkan ke hadapan para pengunjung sekalian sebuah rangkaian kajian yang membahas biografi para Imam dari Madzhab yang Empat. Yakni, Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahumullah-.

Telah kita ketahui bersama kedudukan mereka yang begitu tinggi di hati kaum muslimin, akan tetapi sedikit sekali dari kaum muslimin yang mengenal mereka dengan baik  khususnya dalam hal aqidah dan manhaj mereka dalam beragama. Maka sudah selayaknya bagi setiap muslim untuk mendengar, menyimak dan memperhatikan kajian yang sangat menarik ini.

Biografi Imam Abu Hanifah – Ust. Abu Zubair Al-Hawary

Silakan Download Pada Link berikut ini: Baca entri selengkapnya »

Pernyataan Para Imam Madzhab Untuk Mengikuti Sunnah dan Meninggalkan yang Menyalahi Sunnah

Posted on Updated on

Kiranya ada gunanya di sini saya paparkan sebagian atau seluruhnya ucapan-ucapan yang saya ketahui dari mereka. Semoga kutipan ini dapat menjadi pelajaran dan peringatan bagi mereka yang taklid kepada para imam atau kepada yang lainnya dengan cara membabi buta,[1] dan berpegang pada madzhab dan pendapat mereka seolah-olah hal itu seperti sebuah firman yang turun dari langit. Allah berfirman.

“Artinya : Ikutilah oleh kalian apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian dan janganlah kalian mengikuti pemimpin-pemimpin selain Dia. Sungguh sedikit sekali kamu ingat kepadanya“. (Al-A’raf : 3)

Berikut ini saya paparkan pernyataan para Imam Madzhab. Baca entri selengkapnya »

Wajibkah Kita Bermadzhab?

Posted on Updated on

Seringkali kita mendengar sebagian orang mengatakan bahwa kita wajib memilih madzhab tertentu dalam beragama dan jangan sampai meninggalkannya. “Kalau memilih madzhab Syafi’i, madzhab itu saja. Jangan berpaling ke lainnya,” begitu ujar sebagian orang. Apakah benar prinsip semacam ini? Semoga tulisan kali ini bisa sebagai jawaban berharga.

Apakah Orang Awam Wajib Memilih Madzhab Tertentu Untuk Beragama?

Dalam hal ini ada dua pendapat: Salah satu pendapat yang ada mengatakan, “Tidak wajib“. Inilah pendapat yang lebih tepat. Yang namanya kewajiban adalah jika diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah dan Rasul-Nya sama sekali tidak mewajibkan kepada seseorang untuk mengikuti salah satu madzhab tertentu untuk diikuti agamanya, namun yang diwajibkan adalah mengikuti petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah. Dan telah berlalu beberapa generasi, namun mereka sama sekali tidak berpegang dengan satu madzhab tertentu.[1] Baca entri selengkapnya »