makruh

Cuma Makruh Kok Dilarang ?! Dasar Wahabi!

Posted on Updated on

(Perihal Makruhnya Sholat di kuburan dan Ritual Tahlilan)

“Makruh kok dilarang!!??”, inilah dalih yang dianggap dalil oleh sebagian orang yang mengaku bermadzhab syafi’i untuk melegalisasi perkara-perkara yang dimakruhkan/dibenci oleh para ulama madzhab syafi’iyah.

Tatkala disampaikan kepada sebagian mereka bahwa ulama madzhab syafi’iyah membenci sholat di kuburan dan membangun masjid di atas kuburan dalam rangka mencari keberkahan, demikian juga para ulama syafi’iyah membenci acara kumpul-kumpul di rumah mayat setelah lebih dari tiga hari, maka  dengan mudah mereka akan menjawab, “Kan hukumnya hanya dibenci alias makruh, tidak sampai haram. Maka janganlah kalian melarang!, sungguh aneh kalian  kaum wahabi!” Baca entri selengkapnya »

Iklan

Memeluk Lutut Saat Mendengarkan Khutbah Jum’at?

Posted on Updated on

Tanya : Bagaimana hukum memeluk lutut ketika mendengarkan khotib berkhutbah, apakah dibolehkan atau tidak? mohon penjelasannya.

Barokallohu fiik.

[Abu Umamah].

Jawab : Wa fiika baarakallaah.

Duduk seperti itu disebut sebagai hubiyah. Di sini, jawaban akan kami petikkan dari Silsilah Al-Fataawaa Asy-Syar’iyyah karya Asy-Syaikh Abul-Hasan Al-Ma’ribiy hafidhahullah :

رُوي نهي عن الحبية من حديث معاذ بن أنس الجهني ، وعبدالله بن عمرو عند أبي داود ، والترمذي ، وابن ماجه ، وغيرهم ، إلا أن هذا الحديث فيه نظر من الجهة الحديثية والفقهية .

Telah diriwayatkan adanya pelarangan al-hubiyyah dari hadits Mu’aadz bin Anas Al-Juhhaniy dan ‘Abdullah bin ‘Amru oleh Abu Daawud, At-Tirmidziy, Ibnu Maajah, dan yang lainnya. Akan tetapi hadits ini perlu ditinjau kembali dari aspek haditsiyyah maupun fiqhiyyah. Baca entri selengkapnya »