[Kajian Tafsir] Mahligai Teladan dari Kisah Maryam

Maryam adalah seorang hamba wanita yang memiliki kedudukan yang agung di sini Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman :

 وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ …

“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, .. “ (Maryam : 16)

Allhamdulillah,berikut adalah rekaman kajian yang di bawakan oleh Ustadz Dzulqarnain M.Sanusi Hafidzahullah (Pengasuh Ponpes As Sunnah – Makassar) dengan tema : “Mahligai Teladan dari Kisah Maryam”. Baca lebih lanjut

Iklan

Sifat-Sifat Nabi Isa (Yesus) Dalam Injil Membuktikan Bahwa Beliau Adalah Manusia

Dalam Al-Qur’an diterangkan dengan jelas tentang hakikat Nabi Isa Putera Maryam bahwasanya beliau adalah manusia biasa, akan tetapi Allah memuliakan beliau dengan diangkatnya beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul yang diutus kepada Bani Isra’il. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (٧٥)

“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS Al-Maaidah : 75) Baca lebih lanjut

Fatwa-Fatwa Ulama Syafi’iyyah Terkait Hari Raya Orang Kafir [PENTING!]

Alhamdulillah, kita tinggal di negara yang mayoritasnya beragama Islam dan sebagian besar mereka mengaku berada atau mengikuti di atas jalan Imam Asy-Syafi’i (bermadzhab Syafi’i). Akan tetapi sangat disayangkan, jauhnya kita dari ilmu-ilmu agama menjadikan kita sering diombang-ambing oleh pendapat-pendapat yang dilontarkan oleh orang-orang yang dianggap berilmu di negeri ini. Berikut ini kami hadirkan tulisan Ustadz Musyaffa’ yang menjelaskan perkataan para ulama madzhab Syafi’i terkait hari raya Natal. Selamat menyimak.

Asy-Syarbini (wafat 977 H) –rahimahullah-, salah seorang ulama besar Madzhab Syafi’i mengatakan:

“Dan diberi hukuman ta’zir*, seorang yang mengikuti orang-orang kafir dalam merayakan hari raya mereka. Begitu pula orang yang memberikan ucapan selamat kepada seorang kafir dzimmi di hari rayanya” (Mughnil Muhtaj, Asy-Syarbini, 5/526). Baca lebih lanjut

Kisah Nabi Isa Putera Maryam Dalam Al-Qur’an Surah Maryam

murattal-terjemah-surat-maryam
kisah Isa putera Maryam dalam Al-Qur’an, Surat Maryam

Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam– hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habasyah. Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa –‘alaihissalam- yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya lsa –‘alaihissalam-, sedang ia sebelumnya belum pernah dikawini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun. Kelahiran Isa –‘alaihissalam- tanpa bapak, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah –subhanahu wa ta’ala-. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya doa Zakaria alaihissalam oleh Allah subhanahu wa ta’ala, agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi. Baca lebih lanjut

Nabi Isa ‘alaihissalam Dalam Keyakinan Ummat Islam

Nabi Isa ‘Alaihissalam
Dalam Aqidah Umat Islam

Bismillah, walhamdulillah, washshalaatu wassalaamu ‘ala rasulillah,

Sungguh, Allah adalah Zat Yang Mahabijaksana. Dia memiliki kebijaksanaan yang sempurna yang jauh melampaui kebijaksanaan seluruh makhluk. Di antara bentuk kebijaksaan Allah adalah Ia ciptakan surga dengan segala macam kenikmatannya sebagai tempat kembali para hamba-Nya yang beriman kepadanya.

Dan merupakan bentuk keimanan kepadanya adalah beriman dengan para nabi dan rasul yang telah Ia utus ke dunia ini. Kita diperintahkan untuk meyakini mereka sesuai dengan apa yang diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Sepanjang sejarah manusia, telah banyak para nabi dan rasul yang Allah utus ke dunia ini yang bertugas menyampaikan dan mengajarkan agama-Nya serta mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya. Salah satu di antara mereka adalah Nabi Isa ‘alaihissalaam. Baca lebih lanjut

Memahami Hakikat ‘Isa ‘Alaihissalam [Tuhan Menurut Nashrani yang Dianggap Anak Zina Oleh Yahudi]

Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang kemudian disampaikan oleh beliau dan para Shahabat -radhiyallahu ‘anhum- kepada manusia hingga sampai kepada kita di zaman ini memberikan banyak pengetahuan kepada kita tentang hakikat agama ahlul kitab sebelum kita, Yahudi dan Nashrani.

Diantara perkara besar yang dijelaskan dengan sangat gamblang dalam Al-Qur’an adalah kisah seorang Nabi yang agung, salah seorang ulul ‘azmi diantara para Rasul, dialah Nabiyullah ‘Isa putera Maryam alaihissalam. Kaum Yahudi dan Nashrani telah berselisih tentang hakikat ‘Isa ‘alaihissalam. Yahudi mengatakan bahwa beliau adalah anak hasil zina dan mereka memeranginya dan berusaha untuk membunuhnya. Adapun Nashrani mereka menganggap bahwa ‘Isa adalah Tuhan atau anak Tuhan atau salah satu dari yang tiga (Trinitas). Baca lebih lanjut

Bathilnya Konsep Trinitas Dalam Ajaran Nashrani

Ada beberapa landasan penting dalam ajaran agama Nashrani, salah satunya yang paling pokok adalah doktrin trinitas atau disebut juga tritunggal, ini merupakan doktrin yang wajib diimani oleh para penganut Nashrani (baik itu Katolik, Protestan maupun Ortodok) karena ini adalah tonggak ajaran ketuhanan bagi mereka.

Namun jika kita bandingkan dengan ajaran Islam di mana landasan utamanya (masalah aqidah), khususnya yang berkenaan dengan Uluhiyyah sangatlah jelas dan mudah dipahami, dalil-dalinya tak terhitung banyaknya baik dalam al-Qur’an maupun hadits. Namun tidak demikian adanya dalam agama Nashrani, justru pada doktrin ketuhananlah yang paling sulit untuk dipahami dan dicerna. Padahal seharusnya ini tidak boleh terjadi karena ketuhanan adalah pondasi yang paling dasar yang dibangun diatasnya ajaran-ajaran lain. Baca lebih lanjut