Mi’raj

Pohon Besar di Atas Langit

Posted on Updated on

Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon besar yang berada di langit ketujuh. Ia adalah pemisah. Disebut muntaha (akhir) karena ia merupakan batas akhir dari sebuah perjalanan. Tidak ada satu makhluk pun yang pernah melewatinya kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan Pohon Sidr adalah Pohon Bidara.

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan,

سُمِّيَتْ سِدْرَةَ الْمُنْتَهَى لأَنَّ عِلْمَ الْمَلاَئِكَةِ يَنْتَهِي إِلَيْهَا، وَلَمْ يُجَاوِزْهَا أَحَدٌ إِلاَّ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم

“Dinamakan Sidratul Muntaha karena pengetahuan malaikat (tentang jarak perjalanan) berakhir padanya. Tidak ada satu makhluk pun yang pernah melewatinya kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (an-Nawawi, al-Minhaj 2/214). Baca entri selengkapnya »

Iklan

Nabi Terbaik dari Bani Israil di Langit Keenam

Posted on Updated on

Di langit keenam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan Nabi Musa ‘alaihissalam. Beliau jelaskan, bagaimana ciri fisik rasul terbaik Bani Israil itu. Selain itu, ada beberapa hal menarik yang perlu dibahas pada peristiwa ini. Berikut ini rinciannya.

Ada sedikit perbedaan riwayat tentang siapa yang dijumpai oleh Nabi Muhammad di langit keenam. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa beliau berjumpa dengan Nabi Musa. Sedangkan di riwayat lain, beliau berjumpa dengan Nabi Ibrahim.

Dalam riwayat al-Bukhari, dari Malik bin Sha’sha’ah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa yang beliau jumpai di langit keenam adalah Musa ‘alaihissalam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Baca entri selengkapnya »

Langit Kelima, Hadiah Untuk Musa

Posted on Updated on

Di Langit Kelima

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“ثُمَّ صَعِدَ بِي، حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الخَامِسَةَ فَاسْتَفْتَحَ، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ. قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. قِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قِيلَ: مَرْحَبًا بِهِ، فَنِعْمَ المَجِيءُ جَاءَ. فَلَمَّا خَلَصْتُ فَإِذَا هَارُونُ، قَالَ: هَذَا هَارُونُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ. فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَرَدَّ ثُمَّ قَالَ: مَرْحَبًا بِالأَخِ الصَّالِحِ، وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ”.

Kemudian aku dinaikkan ke langit kelima. Jibril meminta pintu langit kelima dibukakan. Penjaga pintu langit berkata, “Siapa itu?” “Jibril”, jawabnya. “Siapa yang bersamamu?”, tanya penjaga. “Muhammad”, jawab Jibril. Penjaga kembali bertanya, “Apakah ia diutus kepada-Nya?” “Iya”, jawab Jibril. Penjaga itu berkata, “Selamat datang. Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.” Baca entri selengkapnya »

Penghuni Langit Keempat, Ayah ataukah Paman?

Posted on Updated on

Di Langit Keempat

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dinaikkan menuju langit keempat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ثُمَّ صَعِدَ بِي حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الرَّابِعَةَ فَاسْتَفْتَحَ، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ. قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. قِيلَ: أَوَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قِيلَ: مَرْحَبًا بِهِ، فَنِعْمَ المَجِيءُ جَاءَ. فَفُتِحَ، فَلَمَّا خَلَصْتُ إِلَى إِدْرِيسَ، قَالَ: هَذَا إِدْرِيسُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ. فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَرَدَّ ثُمَّ قَالَ: مَرْحَبًا بِالأَخِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ”. وفي رواية مسلم زاد: قَالَ اللهُ تعالى: {وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا} [مريم: 57] .

Kemudian aku dinaikkan ke langit keempat. Jibril meminta pintu dibukakan. Penjaga langit keempat bertanya, “Siapa?” “Jibril”, jawabnya. “Siapa yang bersamamu?”, tanyanya lagi. “Muhammad”, jawab Jibril. Ia kembali bertanya, “Apakah ia diutus kepada-Nya?” “Iya”, jawab Jibril. Malaikat itu menjawab, “Selamat datang. Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.” Baca entri selengkapnya »

Penghuni Langit Ketiga yang Begitu Rupawan

Posted on Updated on

Di Langit Ketiga

803الرسول في السماء الدنيا - langit duniaSekarang, pembicaraan kita tentang perjalanan mi’raj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai pada langit ketiga. Kita menuju ke tempat yang lebih tinggi lagi hingga beliau sampai ke tempat yang paling tinggi, menerima wahyu shalat.

Di langit ketiga, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan Nabi Yusuf ‘alaihissalam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ثُمَّ صَعِدَ بِي إِلَى السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ، فَاسْتَفْتَحَ، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ. قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. قِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قِيلَ: مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ المَجِيءُ جَاءَ. فَفُتِحَ، فَلَمَّا خَلَصْتُ إِذَا يُوسُفُ، قَالَ: هَذَا يُوسُفُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ. فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ، فَرَدَّ ثُمَّ قَالَ: مَرْحَبًا بِالأَخِ الصَّالِحِ وَالنَّبِيِّ الصَّالِحِ”. وفي رواية مسلم زاد: “إِذَا هُوَ قَدْ أُعْطِيَ شَطْرَ الْحُسْنِ

“Kemudian aku dinaikkan menuju langit ketiga. Jibril meminta dibukakan. Ada yang bertanya, “Siapa itu?” Ia berkata, “Jibril.” Ditanyakan lagi, “Siapa yang bersamamu?” Jibril menjawab, “Muammad.” Penjaga bertanya lagi, “Apa ia diutus kepada-Nya?” Jibril menjawab, “Iya.” Penjaga berkata, “Selamat datang. Sebaik-baik orang yang datang telah tiba.”Pintu langit dibukakan. Baca entri selengkapnya »

Inilah yang Terjadi di Langit Pertama

Posted on

803الرسول في السماء الدنيا - langit duniaLangit pertama yang juga dikenal dengan langit dunia adalah persinggahan berikutnya Nabi Muhammad. Sebelumnya, beliau mengendari Burak dari Mekah menuju Jerusalem. Setelah itu beranjak menaiki tangga menuju langit pertama.

Tiba di Langit Dunia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَانْطَلَقَ بِي جِبْرِيلُ حَتَّى أَتَى السَّمَاءَ الدُّنْيَا فَاسْتَفْتَحَ، فَقِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ. قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ. قِيلَ: وَقَدْ أُرْسِلَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قِيلَ: مَرْحَبًا بِهِ فَنِعْمَ المَجِيءُ جَاءَ فَفَتَحَ

Kemudian Jibril beranjak bersamaku hingga kami tiba di langit dunia. Ia meminta dibukakan. Penjaga langit pertama bertanya, “Siapa?” “Jibril”, jawabnya. Ia kembali bertanya, “Siapa yang bersamamu?” Jibril menjawab, “Muhammad.” Baca entri selengkapnya »

Ensiklopedi Amalan di Bulan Rajab

Posted on Updated on

Ensiklopedi Amalan di Bulan Rajab
Ust. Abu Ubaidah As-Sidawi

Memang benar, keutamaan bulan dalam kalender hijriyah itu bertingkat-tingkat, begitu juga hari-harinya. Misalnya, bulan Ramadhan lebih utama dari semua bulan, hari Jum’at lebih utama dari semua hari, malam Lailatul Qadar lebih utama dari semua malam, dan sebagainya. Namun, harus kita pahami bersama bahwa timbangan keutamaan tersebut hanyalah syari’at, yakni al-Qur’an dan hadits yang shahih, bukan hadits-hadits dha’if (lemah) dan maudhu’ (palsu).

Di antara bulan Islam yang ditetapkan kemuliaannya dalam al-Qur’an dan as-Sunnah adalah bulan Rajab. Namun sungguh sangat disesalkan beredarnya riwayat-riwayat yang dha’if dan palsu seputar bulan Rajab serta amalan-amalan khusus di bulan Rajab di tengah masyarakat kita. Hal ini dijadikan senjata oleh para pecandu bid’ah mempromosikan kebid’ahan-kebid’ahan ala jahiliyah di muka bumi ini. Baca entri selengkapnya »