Musik

[AUDIO] Bagiku Musik Itu Halal @BlokM Square Ust. Dr. Syafiq Basalamah

Posted on

Prolog:

“Bicara masalah musik, apa tidak termasuk berlebih-lebihan, orang yang mengharamkan musik? Kok bisa sesuatu yang nyaman, yang menghantarkan tidur kita, membuat hati ini mengkhayal, kok bisa haram, Ustadz? Kita saja mendengar suara-suara burung itu halal. Kok ada orang yang ngomong musik itu haram, dari mana? Kemudian apakah masalah ini bukan masalah khilafiyah, Ustadz? Kalau pun ada ulama yang mengatakan haram, mungkin ada yang mengatakan halal juga?”

Seorang Muslim dituntut untuk belajar, untuk mengkaji, apa benar seremeh itu kita bisa memilih? “Setiap ada perselisihan, kita boleh memilih. Ada khilaf nih, di antara para ulama, ente milih yang mana?” “Ya, ana milih yang enak lah…”

Apa boleh seperti itu? Baca entri selengkapnya »

TERBUKTI! Musik Klasik Bukan Obat & Tidak Membuat Pintar

Posted on Updated on

musik-klasik-mozart-tidak-membuat-pintar
musik-klasik-mozart-tidak-membuat-pintar

Sudah banyak berita dan referensi yang menyatakan bahwa musik klasik (mozart) tidak membuat orang/bayi dalam kadungan jadi pintar. Ini adalah kesalahan besar, salah satu beritanya:

“Lebih dari 15 tahun para ilmuwan terkecoh karena anggapan mendengarkan musik klasik dapat membuat seseorang lebih pintar. Sekarang, sejumlah peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek and Anton K. Formann menemukan bahwa tidak ada efek apapun terhadap kemampuan kognitif apabila anda atau bayi anda sering mendengar lagu klasik.” [Tempo]

Musik juga bisa membuat orang depresi dan kesenangan hanya sesaat saja. Bisa dibayangkan jika da orang yang depresi, misalnya putus cinta,kemudian masuk ke kamar dan mengurung diri, mendengar lagu-lagu yang mellow. Ini tidak menyelesaikan masalah. Sebagaimana beberapa berita berikut: Baca entri selengkapnya »

Ajaran Madzhab Syafi’iyyah yang Ditinggalkan Bahkan Dibenci Oleh Sebagian “Pengikutnya” #2

Posted on

KEDUA : HARAMNYA MUSIK

Merupakan perkara yang menyedihkan tatkala kita menyaksikan sebagian dai yang mengaku mengikuti madzhab syafi’iyah ternyata menggunakan musik dalam beribadah…, jadilah shalawatan disertai senandung musik…irama gambus islami…kasihadahan islami…

Lebih memilukan lagi bahwa ada di antara mereka yang berdakwah dengan menggunakan alat musik….

Padahal ini merupakan bentuk bertasyabbuh (meniru-niru) kaum nasrani dalam tata cara peribadatan mereka di gereja-gereja mereka. Jika bertasyabbuh dalam perkara adat dan tradisi mereka merupakan perkara yang dibenci lantas bagaimana lagi halnya jika bertasyabbuh dalam perkara ibadah mereka?? Baca entri selengkapnya »

Menghormati Pendapat Haram Hormat Bendera, Upacara Bendera dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan

Posted on Updated on

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hormat Bendera
Merah Putih

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar kritikan-kritikan pedas bahkan celaan-celaan yang keras terhadap pihak-pihak yang tidak mau hormat bendera, upacara bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Sangat disayangkan hal itu terjadi, karena yang mereka lakukan belum tentu bertentangan dengan ajaran agama, bahkan bisa jadi hal itulah yang sesuai dengan ajaran agama.

Justru perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari agama hampir tidak pernah terdengar adanya kritikan dan celaan, seperti banyaknya para peziarah kubur wali songo dan kuburan-kuburan “keramat” yang melakukan dosa terbesar dan tidak terampuni (jika tidak bertaubat sebelum mati), yaitu dosa syirik kepada Allah Ta’ala dengan mempersekutukan-Nya dalam ibadah doa. Mereka berdoa, memohon terkabulnya hajat-hajat mereka kepada wali songo.

Demikian pula banyaknya orang yang meninggalkan sholat, berbagai macam kebid’ahan dan kemungkaran tersebar di lembaga-lembaga formal maupun di masyarakat, namun semua itu seakan bukan sebuah masalah, sehingga tidak perlu dipermasalahkan. Baca entri selengkapnya »

Ketika Justin Bieber Jadi Idola

Posted on

justin bieber

Siapa tak kenal penyanyi idola asal Kanada, Justin Bieber. Penyanyi ini masih berusia remaja, namun sudah bisa sejajar dengan para penyanyi senior lainnya. Bagi kalangan anak remaja anak baru gede (ABG) khususnya puteri, nama Justin Bieber sudah pasti tidak asing di telinga mereka. Pada tanggal 23 April ini, Justin dikabarkan menghentak Jakarta dengan tembang-tembangnya. Gara-gara kedatangannya di sebagian tempat seperti di salah satu mal di Jakarta terjadi antrean yang mengular demi mendapatkan tiket konser Justin. Padahal harga tiket yang dijual termasuk mahal. Untuk kelas festival, harga tiket dipatok Rp 1 juta. Bahkan dikabarkan untuk ngantri saja, ada yang sudah ngantri sejak shuhuh, padahal loket pembelian tiket baru dibuka pukul 09.00 WIB.

Menyayangkan Kondisi ABG

Yang kami ingin angkat dalam bahasan ini adalah mengenai keadaan remaja saat ini, yang sudah semakin jauh dari agama mereka. Pergaulan kebanyakan mereka sudah semakin rusak. Yang jadi idola pun bukanlah seorang muslim. Mereka lebih mengenal Justin Bieber, mungkin dikenal pula tanggal lahir sampai pada hobinya. Baca entri selengkapnya »

Musik Haram! Jawaban Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi’i

Posted on Updated on

SYAIKH IMADUDDIN BIN KATSIR ASY-SYAFI’I (WAFAT TAHUN 774)

noktahhitamsenandungsetan
Senandung Setan

Beliau berkata: “Cukuplah Allah sebagai pelidungku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung. Penggunaan alat-alat musik dan mendengarkannya hukumnya haram. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam beberapa hadits nabi. diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Ghanim Al-Asy’ari.[63]

Ia berkata: “Telah menceritakan kepadaku Abu Amir atau Abu Malik[64], demi Allah ia tidak berdusta kepadaku bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda:

“Akan muncul di kalangan umatku nanti beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat musik. “

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya secara mu’allaq dengan shighah jazm (dengan kalimat yang mengesankan keshahihannya-pent).[65] Diriwayatkanjuga oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya[66] , Abu Daud[67] dan Ibnu Majah[68] dalam Kitab Sunan dengan sanad yang shahih tanpa cacat. Dan telah dinyatakan shahih oleh beberapa orang ulama. Al-Ma’azif adalah alat musik, demikian dikatakan oleh Imam Abu Nashr Ismail bin Hammad Al-Jauhari[69] dalam Kamus Shihah-nya. Itulah makna yang dikenal dalam bahasa Arab. Kemudian telah dinukil ijma’ dari beberapa imam atas haramnya pertunjukan rebana dan seruling. Ada beberapa orang yang menyebutkan perbedaan pendapat yang tidak mu’tabar dalam masalah ini.

Baca entri selengkapnya »

Musik Dan Nyanyian Halal, Karena Termasuk Kenikmatan Surga?

Posted on Updated on

noktahhitamsenandungsetan
Noktah Hitam Senandung Setan

ARGUMENTASI PAPA PECANDU MUSIK DAN NYANYIAN BAHWA KEDUANYA TERMASUK KENIKMATAN SURGA! DAN BANTAHAN TERHADAP ARGUMENTASI TERSEBUT

Pecandu musik dan nyanyian itu berargumentasi dengan firman Allah :

“Dan pada hari terjadinya Kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, maka mereka di dalam taman (Surga) bergembira.” (Ar-Ruum: 14-15)

Di dalam kitab Tafsir disebutkan bahwa maksud kalimat ‘tuhbaruun’ adalah mendengar nyanyian.[191] Sekiranya nyanyian itu haram niscaya tidak akan menjadi kenikmatan Surga yang utama.[192]

Ahli Al-Qur’an menjawab: “Seandainya kalian berpegang kepada ayat tersebut untuk membenarkan pendapat kalian itu niscaya akan tersamar dan dapat diterima oleh orang yang tidak memiliki bashirah dan ilmu. Namun Allah berkehendak menyingkap kedok kalian dan membungkam mulut kalian. Baca entri selengkapnya »

Perdebatan Antara Pecandu Musik dan Nyanyian Dengan Ahli Al-Qur’an

Posted on Updated on

noktahhitamsenandungsetan
Noktah Hitam Senandung Setan

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Al-Imam Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abu Bakar Al-Hambali, pimpinan Ma’had Al-Jauziyah, dalam lanjutan jawabannya terhadap pertanyaan yang berkenaan dengan hukum mendengar nyanyian, pada tahun 740 H yang telah dijawab oleh para alim ulama dari keempat madzhab, semoga Allah meridhai mereka semua.

PERDEBATAN ANTARA PECANDU MUSIK DAN NYANYIAN DENGAN AHLI AL-QUR’AN

Dialog yang berisi perdebatan antara para pecandu musik dan nyanyian dengan ahli Al-Qur’an, masing-masing pihak membawakan dalil bagi pendapatnya.

Kedua pihak sepakat untuk berhukum kepada orang yang mendahulukan akal dan agamanya daripada hawa nafsu. Kebenaran yang diturunkan Allah kepada RasulNya lebih disukai daripada selainnya. Orang tersebut duduk ibarat hakim dihadapan kedua terdakwa. Ia melihat keduanya dengan pandangan penuh nasehat bagi dirinya sendiri dan bagi kedua belah pihak yang saling mengajukan argumentasi. la buang jauh-jauh semangat jahiliyah dan fanatik golongan yang batil. Dan menunjukkan loyalitas kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan RasulNya serta hamba-hamba yang beriman. Allah berfirman:

وَمَا كَانُواْ أَوْلِيَاءهُ إِنْ أَوْلِيَآؤُهُ إِلاَّ الْمُتَّقُونَ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ

“Dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. “ (Al-Anfal: 34) Baca entri selengkapnya »

Kiat Agar Terhindar Dari Musik Dan Nyanyian

Posted on

Ustadz Abu Abdillah al-Atsari

Tentunya seorang muslim yang masih mempunyai hati yang bersih akan berusaha meninggalkan musik dan nyanyian setelah jelas keharamannya.

Berikut ini kami berikat sedikit kiat-kiat syar’i agar kita selamat dari pada keharaman musik.

1. Menjauhi dari mendegarkannya lewat radio, TV, dan lain-lain yang bisa membawa dan mengingatkan kita dari musik dan nyanyian. Cobalah dari sekarang, kuatkan imanmu tatkala suara musik terdenganr. Jangan hiraukan suara-suara setan yang mengajak kedalam lumpur dosa dan kemaksiatan.

2. يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus {10}: 57)

Karena sesungguhnya al-Qur’an melarang dari mngikuti hawa nafsu, menganjurkan berlaku mulia, dan menjauhkan syahwat di dalam jiwa, melarang dari mengikuti langkah-langkah setan. (Ighatsatul Lahfan I/369) Baca entri selengkapnya »

Kepada Para Pecinta Nasyid, Tinjauan Syari’i Terhadap “Nasyid Islami”

Posted on Updated on

MUQODDIMAH

Nasyid bulan lagi menjadi hal yang asing di kalangan kaum muslimin. Pada hari ini ia dianggap sebagai alternatif pengganti lagu dan musik yang didendangkan oleh para penyanyi umumnya. Bahkan bagi kalangan aktivis pergerakan Islam, nasyid dianggap termasuk sarana dakwah yang efektif.

Saat ini begitu menjamur berbagai grup nasyid yang dianggap memiliki prestise (nama baik) sebagaimana grup-grup musik yang lainnya. Masing-masing dari kelompok nasyid tersebut menggunakan bermacam variasi dalam menampilkan nasyidnya. Ada yang memakai iringan musik “mulut” (akapela, Red), ada yang disertai rebana saja, yang kadang disertai dengan tepukan tangan atau alat-alat tertentu, lalu dinyanyikan oleh orang yang bersuara merdu atau secara berkelompok. Ada pula yang menggunakan semua alat musik yang digunakan oleh para pelantun lagu-lagu yang jorok.

Diantara hal yang sangat memprihatinkan bahwa banyak dari anak-anak muda yang mulai sadar dari kelalaiannya dan memiliki ghiroh terhadap Islam justru menyibukkan diri dengan nasyid-nasyid tersebut serta menjauh dari ilmu dan al-Qur’an. Diantara sebabnya karena banyak dari “murobbi” mereka yang sangat menganjurkan mereka untuk mendengarkan nasyid bahkan ada yang menganggapnya sebagai ibadah. Baca entri selengkapnya »

Kata Sepakat Ulama dalam Haramnya Musik

Posted on Updated on

Berikut ini adalah bukti adanya ijma ulama tentang haramnya nyanyian plus alat musik sehingga tidaklah teranggap adanya orang-orang yang menyelisihi para ulama semenjak masa para shahabat.

فممن نقل الإجماع على تحريم الغناء:
1- أبو بكر الآجري (ت360هـ) : نقل إجماع العلماء على تحريم سماع آلات الملاهي

Di antara ulama yang menegaskan adanya ijma ulama tentang haramnya nyanyian adalah sebagai berikut:

Pertama, Abu Bakar al Ajurri yang wafat tahun 360 H. beliau mengatakan adanya ijma ulama akan haramnya mendengarkan alat masuk. Baca entri selengkapnya »

[E-book] Polemik Seputar Hukum Lagu dan Musik ..::Bagus::..

Posted on Updated on

polemik seputar hukum lagu dan musik

Hukum Lagu dan musik, pada asalnya adalah haram. Banyak dalil-dalil dari Al Qur’an dan terutama juga dari hadits-hadits shahih serta penjelasan para ulama terkemuka yang membuktikan hal itu, sehingga tidaklah mungkin musik dan lagu itu dibumbui dengan label islami seperti yang kebanyakan orang lakukan, bagaimanapun wujudnya.

Ada beberapa statement berbentuk pertanyaan yang menggelitik dari kalangan orang-orang awam yang jauh dari ilmu dan para ulama. Diantaranya adalah: “Apakah islam tidak mengenal seni dan hiburan?“, “Apakah islam bertentangan dengan fitrah manusia yang suka kesenangan?“, “Bukankah kita bisa berdakwah melalui seni?

Bisa dikatakan, semua statement itu bersal dari rasa panik, karena tidak mampu keluar dari lingkungan kemaksiatan, dan sama sekali tidak bernilai ilmiah. Untuk lebih jelasnya silahkan download ebook berikut, baca dan pahami isinya secara menyeluruh, Baca entri selengkapnya »