Musim Haji

“KEGILAAN WAHABI” DI BULAN HAJI

Posted on

Imam Bukhori rohimahullah di dalam shohihnya meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat mulia Ibnu ‘Abbas rodhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rosulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

“Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.”

Mungkin hadits inilah yang membuat orang saudi ‘wahabi’ (terutama di kota Madinah) berbondong-bondong dan berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Kebaikan yang tertimbun oleh lumpur-lumpur kebencian orang-orang yang hasad, benci, dan iri kepada saudi.

Langsung saja, berikut ini akan kami sebutkan beberapa “kegilaan” warga saudi di musim haji yang tidak dilakukan oleh orang waras di Indonesia (maaf) : Baca entri selengkapnya »

Iklan

Catatan Tentang Perluasan Tempat Sa’i

Posted on

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pelebaran wilayah sa’i, menjadi polemik di masyarakat. Tidak hanya tokoh yang memberikan komentar, termasuk para awak media yang memanfaatkan suasana untuk mendapatkan wacana kontroversial.

Sebagai muslim yang baik, tidak selayaknya kita menjadi manusia yang mudah terombang-ambing media dan komentar masyarakat. Didik diri kita menjadi muslim yang memiliki jati diri. Memandang kebenaran sebagai kebenaran, dan memandang kebatilan sebagai kebatilan.

Agar kita memiliki pegangan dalam menilai masalah kontroversial yang baru ini, berikut kami paparkan beberapa catatan sederhana yang disimpulkan dari beberapa fatwa dan keterangan para ulama.

Pertama, ulama sepakat bahwa lebar tempat sai sepanjang diameter bukit shafa dan marwah. Dr. Sa’d al-khatslan mengatakan,

لم يختلف العلماء في أن الواجب في السعي هو مابين جبلي الصفا والمروة

Ulama sepakat bahwa yang wajib ketika sai adalah wiilayah antara dua gunung shafa dan marwah. (Fawata Sa’d al-Khatslan, no. 175) Baca entri selengkapnya »