Nasyid Islami

Perdebatan Antara Pecandu Musik dan Nyanyian Dengan Ahli Al-Qur’an

Posted on Updated on

noktahhitamsenandungsetan
Noktah Hitam Senandung Setan

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Al-Imam Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abu Bakar Al-Hambali, pimpinan Ma’had Al-Jauziyah, dalam lanjutan jawabannya terhadap pertanyaan yang berkenaan dengan hukum mendengar nyanyian, pada tahun 740 H yang telah dijawab oleh para alim ulama dari keempat madzhab, semoga Allah meridhai mereka semua.

PERDEBATAN ANTARA PECANDU MUSIK DAN NYANYIAN DENGAN AHLI AL-QUR’AN

Dialog yang berisi perdebatan antara para pecandu musik dan nyanyian dengan ahli Al-Qur’an, masing-masing pihak membawakan dalil bagi pendapatnya.

Kedua pihak sepakat untuk berhukum kepada orang yang mendahulukan akal dan agamanya daripada hawa nafsu. Kebenaran yang diturunkan Allah kepada RasulNya lebih disukai daripada selainnya. Orang tersebut duduk ibarat hakim dihadapan kedua terdakwa. Ia melihat keduanya dengan pandangan penuh nasehat bagi dirinya sendiri dan bagi kedua belah pihak yang saling mengajukan argumentasi. la buang jauh-jauh semangat jahiliyah dan fanatik golongan yang batil. Dan menunjukkan loyalitas kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan RasulNya serta hamba-hamba yang beriman. Allah berfirman:

وَمَا كَانُواْ أَوْلِيَاءهُ إِنْ أَوْلِيَآؤُهُ إِلاَّ الْمُتَّقُونَ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ

“Dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. “ (Al-Anfal: 34) Baca entri selengkapnya »

Iklan

Download Audio “Islami Yang Bukan Islami”

Posted on Updated on

islami-tidak-islami

Alhamdulillaah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, shallallaahu ‘alayhi wa sallam, kepada keluarga, para sahabat dan juga orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik hingga hari akhir. amma ba’du.

Banyak tersebar dikalangan ummat Islam sekarang sesuatu yang di bubuhi Islami, mulai dari Parpol Islami, Musik Islami,  Demokrasi Islami,  dsb yang berlabelkan Islami…

Berikut ana upload audio rekaman Dauroh Ilmiyyah Islam bersama Al-Ustadz Abu Sulaiman Maududi ‘Abdullah, Lc hafizhahullaah yang membahas tentang penjelasan seputar perkara-perkara tersebut dengan tema “Islami Yang Bukan Islami” yang diadakan pada hari ahad tanggal 13 Shofar 1430 H/08 Februari 2009 di Masjid Al-Madinah, Pekanbaru Riau. Baca entri selengkapnya »

Kiat Agar Terhindar Dari Musik Dan Nyanyian

Posted on

Ustadz Abu Abdillah al-Atsari

Tentunya seorang muslim yang masih mempunyai hati yang bersih akan berusaha meninggalkan musik dan nyanyian setelah jelas keharamannya.

Berikut ini kami berikat sedikit kiat-kiat syar’i agar kita selamat dari pada keharaman musik.

1. Menjauhi dari mendegarkannya lewat radio, TV, dan lain-lain yang bisa membawa dan mengingatkan kita dari musik dan nyanyian. Cobalah dari sekarang, kuatkan imanmu tatkala suara musik terdenganr. Jangan hiraukan suara-suara setan yang mengajak kedalam lumpur dosa dan kemaksiatan.

2. يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus {10}: 57)

Karena sesungguhnya al-Qur’an melarang dari mngikuti hawa nafsu, menganjurkan berlaku mulia, dan menjauhkan syahwat di dalam jiwa, melarang dari mengikuti langkah-langkah setan. (Ighatsatul Lahfan I/369) Baca entri selengkapnya »

Kepada Para Pecinta Nasyid, Tinjauan Syari’i Terhadap “Nasyid Islami”

Posted on Updated on

MUQODDIMAH

Nasyid bulan lagi menjadi hal yang asing di kalangan kaum muslimin. Pada hari ini ia dianggap sebagai alternatif pengganti lagu dan musik yang didendangkan oleh para penyanyi umumnya. Bahkan bagi kalangan aktivis pergerakan Islam, nasyid dianggap termasuk sarana dakwah yang efektif.

Saat ini begitu menjamur berbagai grup nasyid yang dianggap memiliki prestise (nama baik) sebagaimana grup-grup musik yang lainnya. Masing-masing dari kelompok nasyid tersebut menggunakan bermacam variasi dalam menampilkan nasyidnya. Ada yang memakai iringan musik “mulut” (akapela, Red), ada yang disertai rebana saja, yang kadang disertai dengan tepukan tangan atau alat-alat tertentu, lalu dinyanyikan oleh orang yang bersuara merdu atau secara berkelompok. Ada pula yang menggunakan semua alat musik yang digunakan oleh para pelantun lagu-lagu yang jorok.

Diantara hal yang sangat memprihatinkan bahwa banyak dari anak-anak muda yang mulai sadar dari kelalaiannya dan memiliki ghiroh terhadap Islam justru menyibukkan diri dengan nasyid-nasyid tersebut serta menjauh dari ilmu dan al-Qur’an. Diantara sebabnya karena banyak dari “murobbi” mereka yang sangat menganjurkan mereka untuk mendengarkan nasyid bahkan ada yang menganggapnya sebagai ibadah. Baca entri selengkapnya »