nikah mut’ah

[EBOOK] Mengapa Saya Keluar Dari Syi’ah Karya Sayyid Husain Al-Musawi (Terjemah Bahasa Melayu)

Posted on

Sayyid Husain al-Musawi bukanlah nama yang asing di kalangan Syi’ah. Beliau adalah ulama besar Syi’ah yang lahir di Karbala dan belajar di sebuah “Hauzah” di kota Najaf yang dikenal sebagai kota ilmu di Iran, hingga mendapatkan gelar mujtahid dari Sayyid Muhammad Husain Ali Kasyif al-Ghitha. Selain itu beliau juga mempunyai kedudukan yang istimewa di sisi Khomeini.

Setelah melalui pengembaraan spiritual yang panjang akhirnya beliau mendapatkan hidayah dari Allah dan menemukan banyak kesesatan dan penyimpangan dalam ajaran Syi’ah yang selama ini dianutnya. Beliau pun memutuskan keluar dari Syi’ah dan masuk ke dalam ahlus sunnah dan menulis buku ini.

Setelah keluarnya buku yang beliau tulis ini, para ulama di kota Najaf pun mengeluarkan fatwa tentang kafirnya Sayyid Husain Al-Musawi dan menyatakan hukum-hukum atas orang kafir berlaku atasnya, dan semua gelar kelimuannya dicabut. Baca entri selengkapnya »

Pernikahan Pada Masa Jahiliyah, Nikah Zina Mut’ah, Nikah Dengan Niat Talak (Nikah Misyar)

Posted on

Macam-macam Pernikahan pada Masa Jahiliyah

Imam Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallâhu ‘anha bahwa pernikahan pada masa Jahiliyah terdiri dari empat macam:

Pertama , Pernikahan seperti pernikahan orang sekarang; yaitu seorang laki-laki mendatangi laki-laki yang lain dan melamar wanita yang dibawah perwaliannya atau anak perempuannya, kemudian dia menentukan maharnya dan menikahkannya.

Kedua, seorang laki-laki berkata kepada isterinya manakala ia sudah suci dari haidnya, “pergilah kepada si fulan dan bersenggamalah dengannya”, kemudian setelah itu, isterinya ini ia tinggalkan dan tidak ia sentuh selamanya hingga tampak tanda kehamilannya dari laki-laki tersebut. Dan bila tampak tanda kehamilannya, bila si suaminya masih berselera kepadanya maka dia akan menggaulinya. Hal tersebut dilakukan hanyalah lantaran ingin mendapatkan anak yang pintar. Pernikahan semacam ini dinamakan dengan nikah al-Istibdha’. Baca entri selengkapnya »

Rahib Syi’ah : Faathimah Itu ISTRI Allah! [#Edisi Syi’ah Kufur]

Posted on Updated on

Pendeta Syiah ini, Ridwan darwish, ditanya kenapa Allah menyebutkan nama Maryam dalam Al-Qur’an terang-terangan sedangkan fatimah Az-Zahrah tidak ada satupun disebutkan secara terang-terangan?

Pertama Pendeta Syiah ini mengartikan nama maryam dengan KHADIMAH/PEMBANTU menganalogikan dengan seorang raja yang memliki istri dan pembantu. Jika istri raja disebutkan di depan khalayak maka sang raja akan marah. tapi kalau pembantu disebutkan di depan umum kalau dia melakukan ini dan itu, maka raja tidak akan marah.

Kemudian Rabi Syiah itu memperjelas, oleh karena itu karena Maryam adalah pembantu Allah maka Allah menyebutkan namanya 20 kali dalam Al-Qur’an, sedangkan Ftimah adalah ISTRI ALLAAAAH, maka Allah sembunyikan namanya dan tidak menyebutkan di dalam Al-Qur’an.

Yang bisa bahasa arab simak baik-baik video ini,

Baca entri selengkapnya »

Keutamaan (DUSTA) Nikah Mut’ah [Koplak 100%]

Posted on

Pertama-tama ulama syiah ini semangat memaparkan tentang keutamaan MUT’AH (secara DUSTA), kemudian setelahnya ada seorang jamaah yang bertanya “kalau memang MUT’AH itu besar pahalanya, kenapa ulama-ulama syiah enggan Mut’ahkan anaknya kepada orang lain?” dan lihatlah jawaban sang ulama syiah ini dalam video berikut :

Baca entri selengkapnya »

“Jihad Sex” di Suriah ???

Posted on

Belum lama ini, marak diberitakan di media-media massa nasional tentang adanya “Jihad Sex” di Suriah, yang dilakukan wanitia Tunisia kepada para pemuda pejuang Suriah yang melawan Bashar Al-Assad.

Kemudian, disebarkan pula bahwa jihad sex tersebut muncul setelah ada fatwa dari Dr. Muhammad Al-Arifi, dari Saudi Arabia.

Perlu pembaca ketahui bahwa adanya fatwa ini kenyataannya hanyalah kebohongan semata. Dr. Al Arifi sendiri membantah keras adanya fatwa ini. Bahkan, setiap muslim yang awam pun tentu akan mengingkari adanya “Jihad Sex” seperti ini. Baca entri selengkapnya »

Fatwa-Fatwa Sesat Agama Syi’ah (Bagian 2)

Posted on

32. Meriwayatkan hadits dari keledai.

Kebodohan terbesar dalam sejarah Ilmu Hadits didunia ini adalah mengambil riwayat hadits dari binatang, terlebih lagi binatang itu adalah KELEDAI!

Mengambil riwayat dari manusia yang tidak memenuhi syarat sebagai perawi yang tsiqah saja bisa menjatuhkan derajat hadits menjadi dha’if (lemah) atau Maudhu (palsu), apalagi jika perawi tersebut binatang? Belum lagi syarat2 lainnya yang sangat ketat dan teliti.

Siapakah yang mengambil riwayat dari keledai? Baca entri selengkapnya »

Download Audio | Pandangan Islam Terhadap Agama Syi’ah | Ust. Dzulqarnain [PENTING!]

Posted on Updated on

Pandangan Islam Terhadap Agama Syi'ah
Pandangan Islam Terhadap Syi’ah

Berikut rekaman Kajian Ilmiah “Pandangan Islam Terhadap Syiah” yang disampaikan pada Ahad 19 Dzulhijjah 1433 H/4 November 2012 di Masid Jami’ Quba Jln. Muh. Arsyad No. 17 Samping Puskesmas Lakessi Kota Pare-pare. Semoga bermanfaat. Barakallahu fikum.

Dalam kajian ini Al-Ustadz Dzulqarnain –hafizhahullah– mengungkap hakikat dari agama Syi’ah ini berdasarkan kitab-kitab yang ditulis sendiri oleh para Ulama Agama Syi’ah yang ini merupakan bukti otentik yang tidak diingkari oleh orang-orang Syi’ah sendiri. Diungkapnya hakikat agama Syi’ah ini sebagai nasihat bagi segenap kaum muslimin agar mereka tidak termakan syubhat dan bujuk rayu kaum Syi’ah yang memang agama Syi’ah ini dibangun di atas kedustaan.

Semoga kajian ini bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin. Baca entri selengkapnya »

Fatwa-Fatwa Sesat Agama Syi’ah (Bagian 1)

Posted on Updated on

Abdullah bin Saba’ adalah seorang pendeta Yahudi dari Yaman yang pura-pura masuk Islam pada akhir kekhalifahan ‘Utsman radiallahu ‘anhu. Dialah orang yang pertama mengisukan bahwa yang berhak menjadi khalifah setelah Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam adalah Ali Shallallahu ‘AlaihiWasallam. Tetapi pada abad ke-14, dimunculkanlah isu bahwa Abdullah bin Saba’ itu adalah manusia bayangan. Mungkin didorong oleh rasa tidak enak, karena timbul imajinasi bahwa ajaran Syi’ah itu berasal dari Yahudi.Tetapi itu merupakan fakta sejarah yang telah dibakukan,diakui oleh ulama-ulama Syi’ah pada jaman dahulu hingga sekarang. Sungguh keliru orang yang mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syi’ah, kecuali sebagaimana perbedaan yang terjadi antara madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) dan masalah-masalah furu’iyah ijtihadiyyah! Ketahuilah bahwa Syi’ah adalah agama di luar Islam.Perbedaan antara kita kaum Muslimin dengan Syi’ah sebagaimana berbedanya dua agama dari awal sampai akhir yang tidak mungkin disatukan, kecuali salah satunya meninggalkan agamanya.Agar para pembaca mengetahui bashirah (yakni hujjah yang kuat dan terang naqliyyun dan aqliyyun) bahwa Syi’ah adalah dien/agama, maka di bawah ini kami tuliskan sebagian dari aqidah Syi’ah yang tidak seorang Muslim pun meyakini salah satunya melainkan dia telah keluar dari Islam. Baca entri selengkapnya »