Peperangan Islam

Peperangan Dalam Sejarah Tersebarnya Islam

Posted on

Salah satu isu yang diangkat oleh orang-orang yang phobia terhadap Islam adalah Islam berhasil menjadi agama besar di dunia ini karena ekspansi pedang-pedang mereka ke wilayah-wilayah non-muslim. Mereka mencantumkan peristiwa-peristiwa penaklukkan  dan peperangan Islam untuk menguatkan opini tersebut. Akibatnya banyak orang-orang non-muslim menjadi antipati dengan agama yang menebarkan kedamaian ini dan umat Islam yang lemah iman dan minus perbekalan ilmiahnya merasa malu dan menyesali rekam jejak sejarah agamanya sendiri.

Benarkah Islam tersebar dengan pedang? Alangkah baiknya kita kaji permasalahan ini, agar kita bisa memutuskan benar atau tidak tuduhan tersebut.

Tidak Ada Paksaan Untuk Memeluk Islam

Sebelum kita beranjak ke data-data historis tentang peperangan di dalam Islam, ada sebuah kaidah yang perlu dipahami bahwa umat Islam dilarang memaksa, mengancam, dan memberikan tekanan suatu kelompok atau individu tertentu agar mereka memeluk Islam. Allah Ta’ala berfirman,

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ

“Tidak ada paksaan dalam agama.” (QS. Al-Baqarah: 256) Baca entri selengkapnya »

Iklan

Mahmud bin Sabaktekin (Mahmud of Ghazni), Pejuang Tauhid Sejati

Posted on Updated on

Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawi
Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawi

Ikhwati fillah, sebenarnya ada banyak tokoh yang terlewatkan saat kita berbicara tentang Islam di anak benua India. Salah satu dari sekian tokoh tersebut adalah Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawi. Beliau termasuk penakluk hebat yang pasukan berkudanya berhasil mencapai India, dan menegakkan panji-panji Islam di sana. Konon luas wilayah yang berhasil ditundukkannya setara dengan jumlah seluruh penaklukkan yang terjadi di masa Amirul Mukminin Umar bin Khatthab ra.

Sederetan gelar disematkan kepadanya oleh Khalifah Abbasiyah kala itu: “Yaminud Daulah… Aminul Millah… Naashirul Haq… Nidhamuddien… dan Kahfud Daulah”. Sungguh, belum pernah sepanjang sejarah ada panglima yang menyandang gelar kehormatan demikian banyak, akan tetapi itulah tokoh kita kali ini, Sultan Mahmud bin Sabaktekin Al Ghaznawy, yang kemudian mendapat tiga gelar tambahan setelahnya, “Muhatthimus Shanam al Akbar” (Penghancur berhala terbesar), “Qaahirul Hind” (Penakluk India) dan “As Sulthan Al Mujahid Al Adhiem” (Sultan Mujahid Agung). Semua itu adalah gelar yang dianugerahkan oleh Khalifah Al Qaadir billaah kepada beliau… lantas siapakah sesungguhnya beliau dan bagaimanakah sepak terjangnya? Marilah kita simak sekarang… Baca entri selengkapnya »