pergaulan

Pembuktian Cinta Sejati Dengan Menikah, Bukan Dengan Coklat

Posted on

Hari yang ditunggu oleh sepasang muda-mudi yang terperdaya yaitu hari valentine yang diklaim sebagai hari cinta dan kasih. Padahal sudah banyak tersebar mengenai kisah yang sebenarnya mengenai asal usul hari Valentine. Tentu saja hukum merayakannya sudah jelas yaitu HARAM.

Adalah tepatnya sang pemudi yang lebih banyak tertipu daya, sang pemuda membuktikan cinta dengan sekedar surprise ungkapan romantis manis berbalut kata puitis, kemudian buah tangan yang terbingkis berisi coklat dan sepenggal kalimat yang membuat pemudi melayang ke langit impian. Sedangkan sang pemudi terperdaya dengan membuktikan cinta dengan keperawanan atau apalah, yang seharusnya itu dipersembahkan untuk suami halalnya kelak. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Kekeliruan yang Banyak Dilakukan Para Pemuda

Posted on

Masih amat banyak para pemuda yang jatuh dalam pergaulan yang salah, senang dengan tindakan brutal dan kekerasan, ugal-ugalan, hura-hura dan bahkan kemaksiatan seperti, minum minuman keras, pergaulan bebas dan sebagainya. Termasuk tingkat yang mengkhawatirkan adalah meninggalkan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim yang telah baligh, seperti shalat dan puasa Ramadhan. Alasan mereka sangat sederhana, yakni memang begitulah seharusnya seorang pemuda itu, kalau tidak demikian namanya bukan anak muda.

Kita semuanya tanpa kecuali pasti menyadari, bahwa masing-masing kita mempunyai kesalahan dan pernah berdosa, terlupa serta khilaf. Hanya saja orang yang mendapatkan taufiq dan mau menyadari kekeliruannya pasti akan bersegera untuk bertaubat dan minta ampun kepada Allah. Menyesali perbuatan itu dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi-nya, Baca entri selengkapnya »

Bagi-bagi Kondom GRATIS Bagi Remaja…. SOLUSI??!

Posted on Updated on

Maqasid As-Syariah

Di antara tujuan utama syariat Islam diturunkan adalah hifzun nasal (Arab: حفظ النسل) artinya, menjaga keturunan. Tujuan ini terkait dengan posisi manusia sebagai mamalia yang dilengkapi dengan syahwat dan akal. Dengan bekal syahwat, manusia normal tidak mungkin bisa lepas dari mencintai lawan jenis. Dengan bekal akal, manusia melakukan cara yang berbeda dengan mamalia lainnya dalam menyalurkan syahwat biologisnya.

Berangkat dari sinilah sejatinya syariat Islam memberikan tuntunan. Syariah Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan manusia, sehingga syariat mengatur kehidupan mereka agar berbeda dengan binatang. Berbekal dengan akal yang dimilikinya, syariat menjadikan sasaran aturannya adalah manusia dan bukan mamalia lainnya.

Islam dalam rangka mewujudkan tujuan ini, sangat melarang keras dan menutup rapat terjadinya penyimpangan dalam menyalurkan syahwat. Baca entri selengkapnya »

Ketika Justin Bieber Jadi Idola

Posted on

justin bieber

Siapa tak kenal penyanyi idola asal Kanada, Justin Bieber. Penyanyi ini masih berusia remaja, namun sudah bisa sejajar dengan para penyanyi senior lainnya. Bagi kalangan anak remaja anak baru gede (ABG) khususnya puteri, nama Justin Bieber sudah pasti tidak asing di telinga mereka. Pada tanggal 23 April ini, Justin dikabarkan menghentak Jakarta dengan tembang-tembangnya. Gara-gara kedatangannya di sebagian tempat seperti di salah satu mal di Jakarta terjadi antrean yang mengular demi mendapatkan tiket konser Justin. Padahal harga tiket yang dijual termasuk mahal. Untuk kelas festival, harga tiket dipatok Rp 1 juta. Bahkan dikabarkan untuk ngantri saja, ada yang sudah ngantri sejak shuhuh, padahal loket pembelian tiket baru dibuka pukul 09.00 WIB.

Menyayangkan Kondisi ABG

Yang kami ingin angkat dalam bahasan ini adalah mengenai keadaan remaja saat ini, yang sudah semakin jauh dari agama mereka. Pergaulan kebanyakan mereka sudah semakin rusak. Yang jadi idola pun bukanlah seorang muslim. Mereka lebih mengenal Justin Bieber, mungkin dikenal pula tanggal lahir sampai pada hobinya. Baca entri selengkapnya »

Wasiat-Wasiat Berharga Ibnu Mas’ud [1/3]

Posted on Updated on

“Kalau Kalian Mengetahui Dosa-Dosaku Maka Tidak Akan Ada Dua Orang Yang Berjalan di Belakangku…”

Termasuk kekurangan yang menimpa kaum muslimin sekarang ini mereka mengerti perkataan-perkataan orang-orang sekarang atau orang-orang yang sezaman dengan mereka dan mereka lalai memperhatikan dan mengenal serta menelaah perkataan-perkataan As-Salafus Soleh padahal perkataan para salaf sedikit namun faedahnya banyak adapun perkataan kholaf (orang-orang terbelakang) banyak namun faedahnya sedikit sebagaimana hal ini telah dijelaskan oleh Ibnu Rojab Abdurrohman bin Ahmad Al-Hanbali –rohimahullah- dalam kitabnya yang agung

فضل علم السلف على علم الخلف

“Keutamaan ilmu salaf di atas ilmu kholaf”.

Dan landasan hal ini adalah bahwasanya para salaf jika mereka berbicara dalam pembicaraan-pembicaraan mereka, mereka meneladani hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam perkataan-perkataannya ringkas dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah dianugrahi jawami’ul kalim yaitu perkataan-perkataan yang ringkas namun mengandung makna yang sangat luas. Maka engkau dapati para sahabat perkataan-perkataan mereka, wasiat-wasiat mereka, tulisan-tulisan mereka, risalah-risalah mereka yang mereka ungkapkan tatkala saling menasehati diantara mereka kita dapati ungkapan-ungkapan tersebut sedikit kata-katanya dan sedikit hurufnya namun barangsiapa yang mentadabburinya maka ia akan mendapati keajaiban-keajaiban pada setiap kalimat berupa makna yang luas, banyak, dan kokoh. Baca entri selengkapnya »

Jauhilah Perbuatan Jail

Posted on Updated on

Islam dengan syari’atnya yang agung memerintahkan seluruh bentuk perilaku yang baik dalam pergaulan dengan sesama manusia. Apapun yang layak dilakukan terhadap orang lain maka diperintahkan. Di antaranya ialah agar seseorang bersikap lapang menghadapi perilaku sesamanya. Ini salah satu bentuk perilaku baik yang dianjurkan oleh Islam. Ialah menjadikan sesuatu yang dirasa melapangkan jiwa dan memudahkan perkara untuk ditunaikan dan disikapi maka itulah yang dikehendaki oleh syari’at Islam. Seseorang tidak boleh membebani diri sendiri maupun orang lain dengan sesuatu yang tidak sanggup ditanggung oleh tabiat jiwanya.

Oleh karenanya, seluruh manusia hendaknya bersyukur atas apa yang dia dapati dari orang lain berupa perilaku yang baik maupun tutur kata yang santun. Dan seluruh orang hendaknya memaklumi segala bentuk kekurangan serta bisa bersikap santun terhadap yang lebih rendah kebaikannya atas kerendahannya tersebut dan tidak memburukkannya atas kekurangannya. Seperti tidak merendahkan si fakir karena kefakirannya, tidak merendahkan si buruk karena keburukan rupanya. Namun ia harus bisa bergaul dengan seluruh manusia dengan kelembutan, dan membalas setiap kebaikan dengan yang setimpal sesuai dengan situasi dan kondisinya berdasarkan pada kelapangan dada-dada semuanya. Alloh azza wajalla berfirman (artinya):

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. (QS. al-A’rof [7]: 199) Baca entri selengkapnya »

Pergaulan Bebas Biang Kerusakan

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم

Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu, dalam ucapannya yang populer pernah berkata, “Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’la memuliakan kita dengan agama Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah Subhanahu wa Ta’la akan menjadikan kita hina dan rendah[1].”

Nasehat emas dari shahabat yang mulia radhiallahu ‘anhu ini ditujukan kepada mereka yang mengaku beragama Islam tapi justru tidak merasa bangga dan mulia dengan keislaman mereka, sehingga mereka justru lebih tertarik mengikuti gaya hidup orang-orang yang jauh dari petunjuk Islam dan lebih percaya dengan teori-teori buruk yang mereka kemukakan.

Allah Subhanahu wa Ta’la memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk merasa bangga dan puas dengan karunia yang dilimpahkAn-Nya kepada mereka, yaitu petunjuk dalam syariat-Nya yang diturunkAn-Nya untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Baca entri selengkapnya »

Problematika Remaja dan Solusinya

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم

Probelamatika remaja di jaman modern ini termasuk masalah terpenting yang dihadapi semua masyarakat di dunia, baik masyarakat muslim maupun non muslim. Hal ini dikarenakan para pemuda dalam masa pertumbuhan fisik maupun mental, banyak mengalami gejolak dalam pikiran maupun jiwa mereka, yang sering menyebabkan mereka mengalami keguncangan dalam hidup dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari berbagai masalah tersebut. Dan itu semua tidak mungkin terwujud kecuali dengan (kembali kepada ajaran) agama dan akhlak Islam, yang keduanya merupakan penegak (kebaikan dalam) masyarakat, (sebab terwujudnya) kemaslahatan dunia dan akhirat, dan sebab turunnya berbagai kebaikan dan berkah (dari Allah Ta’ala) serta hilangnya semua keburukan dan kerusakan.

Agama Islam sangat memberikan perhatian besar kepada upaya perbaikan mental para pemuda. Karena generasi muda hari ini adalah para pemeran utama di masa mendatang, dan mereka adalah pondasi yang menopang masa depan umat ini.

Oleh karena itulah, banyak ayat Alquran dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam yang menghasung kita untuk membina dan mengarahkan para pemuda kepada kebaikan. Karena jika mereka baik maka umat ini akan memiliki masa depan yang cerah, dan generasi tua akan digantikan dengan generasi muda yang shaleh, insya Allah[1]. Baca entri selengkapnya »

Tidak Boleh Melakukan Pertemanan Dengan Lawan Jenis [Bukan Mahrom] di Facebook!

Posted on Updated on

Pengantar

Ini adalah fatwa dari Asy-Syaikh Dr. Sulaiman Ar-Ruhaili ~Hafidzahullaahu ta’ala~ (Ulama’ Saudi ‘Arabiyyah) ketika ditanya oleh pendengar radio Rodja pada saat sesi tanya jawab, yang kemudian diterjemahkan oleh al-Ustadz Abu Yahya Badrussalam ~Hafidzahullaahu ta’ala~. 

Berikut transkip terjemahannya

Adapun tentang masalah pertanyaan tentang Facebook, saya sudah mengetahui tentang masalah ini dan bahkan banyak pertanyaan dari berbagai macam negeri yang ditujukan kepada saya tentang masalah ini. Baca entri selengkapnya »

Belajar Menghormati Tetangga

Posted on Updated on

Sesuatu yang tak dapat dihindari dalam hidup bermasyarakat adalah kehidupan bertetangga. Karena yang kita harapkan adalah hidup bermasyarakat dengan tenteram dan damai, tentunya kita juga harus hidup dengan tenteram dan damai bersama tetangga kita. Alangkah nyaman hidup bersama tetangga yang baik. Sebaliknya, alangkah sempitnya hidup bersama tetangga yang jelek, sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang dinukil oleh Isma’il bin Muhammad bin Sa’d bin Abi Waqqash, dari ayahnya, dari kakeknya:

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ؛ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ: الْجَارُ السُّوْءُ، وَالْمَرْأَةُ السُّوْءُ، وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ

“Empat hal yang termasuk kebahagiaan seseorang: istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Dan empat hal yang termasuk kesengsaraan seseorang: tetangga yang jelek, istri yang jelek, kendaraan yang jelek, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 1232 dan Al-Khathib dalam At-Tarikh 12/99. Al-Imam Al-Albani mengatakan dalam Ash-Shahihah no. 282: “Ini adalah sanad yang shahih menurut syarat Syaikhain/Al-Bukhari dan Muslim.”) Baca entri selengkapnya »