Politik

Benarkah Pemimpin Kafir yang Adil Lebih Baik Daripada Pemimpin Muslim yang Zhalim?

Posted on

Beberapa hari ini kami mendapat pertanyaan seputar perkataan yang dinisbatkan kepada Ibnu Taimiyah –rahimahullah– yang bunyinya,

حاكم كافر عادل خير عند الله من حاكم مسلم ظالم

“pemimpin kafir yang berlaku adil lebih baik disisi Allah ketimbang pemimpin muslim yang dzalim”.

Apakah benar pernyataan diatas merupakan pernyataan Ibnu Taimiyah..?

Apakah Ibnu Taimiyah membolehkan orang kafir menjadi pemimpin dengan syarat berlaku adil.? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Diantara Perilaku Jahiliyyah : Menganggap Para Ulama Itu Dangkal Pemahamannya.

Posted on

Diantara perilaku orang Jahiliyah, adalah menganggap bahwa para ulama itu tidak paham permasalahan atau dangkal pemahamannya, atau sempit wawasannya atau ungkapan semisalnya. Senada dengan itu juga, ungkapan-ungkapan yang banyak didengungkan di zaman ini, semisal bahwa para ulama itu tidak paham waqi‘ (realita), atau para ulama itu hanya paham urusan haid dan nifas, atau mengatakan para ulama itu kuno dan kolot, dan lainnya. Wallahul musta’an.

Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab berkata: “(diantara perilaku orang Jahiliyah) adalah menganggap batilnya ajaran agama (yang benar) beralasan dengan klaim bahwa para pengikutnya itu sekedar orang-orang yang tidak paham dan tidak mahir, sebagaimana perkataan mereka (kepada pengikut Nabi Nuh): ‘baadiyar ra’yi‘” (Al Masail Jahiliyyah, 10).

Diantara contoh sikap Jahiliyah tersebut yang direkam dalam Al Qur’an adalah pada kisah kaum Nabi Nuh ‘alahissalam. Ketika mereka diajak untuk bertauhid yang benar, menyerahkan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah semata:

قَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ أَن لَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ ۖ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan” (QS. Hud: 25-26). Baca entri selengkapnya »

Tujuan Baik Tidak Menghalalkan Segala Cara

Posted on Updated on

“Yang penting niat dan tujuannya baik!”

itulah ungkapan yang sering didengar dari para pelaku perbuatan yang menyelisihi syariat, ketika tidak lagi memiliki alasan lain. Ungkapan ini dijadikan tameng untuk menangkis teguran dan kritikan yang diarahkan kepadanya.

Bahkan ada yang menjadikan ungkapan ini sebagai landasan untuk melegalkan dan menghalalkan segala cara demi mewujudkan niat baiknya, baik dalam urusan dunia maupun agama. Misalnya, demi mewujudkan niat beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla , namun segala cara ditempuh termasuk cara yang mengandung bid’ah atau maksiat.

Sebagian yang lain ingin menegakkan agama dan membela kehormatan kaum Muslimin tetapi mereka menempuh cara-cara yang sangat buruk dengan melancarkan aksi teror, membunuh, mencuri serta bom bunuh diri. Ada juga yang ingin berdakwah, tetapi dengan musik dan sinetron ‘Islami’.

Dalam urusan dunia, ada yang ingin menggenggam jabatan dan kedudukan, Namur dengan melegalkan suap, bohong dan tindak kedzaliman. Kekayaan dan harta melimpah termasuk diantara yang menyilaukan banyak orang sehingga segala cara untuk meraihnya ditempuh, tanpa peduli halal dan haram.

Itulah sebagian fakta zaman sekarang ini, kehidupan materialis yang sangat terwarnai fitnah syubuhât dan syahawât. Yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah status ungkapan ‘apapun dilakukan, yang penting niat dan tujuannya baik’ dalam pandangan Islam? Apakah tujuan yang baik boleh menghalalkan segala cara? Baca entri selengkapnya »

Untaian Nasihat Menjelang Pemilu 2014

Posted on Updated on

Berikut ini beberapa untaian kata nasehat untuk kaum muslimin di Indonesia tentang bagaimana sebaiknya kaum muslimin Indonesia menyikapi Pemilu sesuai dengan kaidah Islam yang sudah dituntun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga nasehat ini menjadi nasehat yang Indah dan memberikan manfa’at untuk kita semua.

Nasehat Pemilu 2014

Mengingat hari Rabu tanggal 9 April nanti, negara Indonesia akan mengadakan hajatan besar yaitu Pemilu untuk memilih anggota dewan legislatif, yang akan disusul kemudian pemilu pada 9 Juli 2014 untuk memilih capres dan cawapres. Maka dengan bertawakkal kepada Allah, kami ingin menyampaikan beberapa point penting, yang  kita berdoa kepada Allah agar menjadikan untaian kata nasehat ini ikhlas mengharapkan pahala Allah dan menginginkan kemaslahatan bagi para hamba: Baca entri selengkapnya »

Saudi, Pemimpin Dunia Islam Atau Antek Amerika ?!

Posted on

Saudi, Pemimpin Dunia Islam Atau Antek Amerika ?!
Oleh: Muhamad Karyono | 04 August 2013 | 06:23 WIB

Rasa-rasanya tak ada negara yang lebih menarik untuk dikupas melebihi Saudi Arabia. Sederet frase mungkin langsung terbayang dalam benak kita begitu mendengar nama Saudi. Negeri kelahiran Rasulullah SAW, dua kota suci, Wahabi, minyak, dan sebagainya. Perspektif orang terhadap negara tersebut pun secara umum terbagi dalam dua kutub ekstrem. Mengagumi sedemikian rupa atau membenci sejadi-jadinya.

Bagi yang mengagumi Saudi, negeri yang kini dinakhodai oleh Raja Abdullah tersebut selalu dilihat dalam kaca mata putih sebagai pelindung utama dakwah tauhid, negeri yang sukses mendistribusikan kemakmuran terhadap segenap rakyatnya, negeri yang sukses menegakkan keamanan di segenap penjuru wilayahnya, serta negeri yang konsisten dengan hukum Islam di tengah moderenitas. Sementara bagi para pembenci Saudi, negara tersebut selalu dilihat dengan kaca mata hitam sebagai negeri yang lahir dari satu ‘paham’ yang sering dibilang ‘keras dan intoleran’, antek Amerika, pengusung diktatorisme, pembela feodalisme, pengekang hak-hak wanita, serta kehidupan glamour sebagian elitnya. Baca entri selengkapnya »

Mengapa Kita Harus Belajar Aqidah ???

Posted on

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, aqidah (keimanan) merupakan ilmu terpenting yang harus diketahui oleh setiap muslim. Mengapa demikian? Karena aqidah merupakan pondasi tegaknya amal ibadah dan syarat diterimanya amalan.

Allah ta’ala berfirman

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

(yang artinya), “Sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan nabi-nabi sebelummu: Jika kamu berbuat syirik niscaya lenyaplah seluruh amalmu, dan kamu pasti akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. az-Zumar: 65) Baca entri selengkapnya »

Mendulang Hikmah di Balik Revolusi Timur Tengah (1)

Posted on Updated on

Mukaddimah

revolusi-timur-tengah
revolusi-timur-tengah

Baru-baru ini kita menyaksikan serangkaian peristiwa di Tunisia, Mesir, Libya, Bahrain, Yaman, dan Suriah. Mulai dari kaburnya Presiden Ben Ali mencari perlindungan, diikuti jatuhnya Rezim Mubarak pasca unjuk rasa besar-besaran, dan perang sengit antara Muammar Gaddafi melawan para demonstran. Dari Afrika, gelombang unjuk rasa berputar haluan menuju Bahrain, Yaman, dan Suriah. Wallahu a’lam, negara mana lagi selanjutnya yang mendapat giliran.

Korban jiwa berjatuhan. Puluhan di Tunisia, ratusan di Mesir & Yaman, dan ribuan di Libya dan Suriah. Adapun yang luka-luka, maka tak terkira jumlahnya. Pembunuhan, penjarahan, perusakan, dan pelanggaran kehormatan, nampaknya menjadi harga mati setiap revolusi. Baca entri selengkapnya »

Bagaimana Memahami Perbedaan Yang Terjadi Dikalangan Salafus Sholih Dalam Menasihati Penguasa?

Posted on

Disalin dari Blog Al-Ustadz Sufyan Basweidan -hafizhahullah- dengan dengan judul asli “Bagaimana Menasehati Penguasa?”, disalin dengan penyempurnaan kalimat.

Pertanyaan 1 :

assalamu’alaykum..
ustadz, benarkah yang disebutkan dalam link ini http://www.islamedia.web.id/2011/02/bagaimana-hukum-menggulingkan.html bahwa banyak dari ulama salaf yang menyebutkan keburukan penguasa di depan khalayak ramai??
jazakallahukhayran atas jawaban antum^^..

mahdi
6 Februari 2011 at 5:27 pm

Jawaban  Al-Ustadz Abu Hudzaifah Al Atsary Baca entri selengkapnya »

Pemerintah Indonesia, Masihkah Layak Ditaati?

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم

Pemerintah Indonesia, Masihkah Layak Ditaati?

Para ulama kaum muslimin seluruhnya sepakat akan kewajiban taat kepada pemerintah muslim dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena Allah Tabaraka wa Ta’ala telah memerintahkan hal tersebut sebagaimana dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (An-Nisa’: 59)

Demikian pula, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah berwasiat:

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا

“Aku wasiatkan kalian agar senantiasa taqwa kepada Allah serta mendengar dan taat kepada pemimpin (negara) meskipun pemimpin tersebut seorang budak dari Habasyah.” (HR. Abu Dawud, no. 4609 dan At-Tirmidzi, no. 2677) Baca entri selengkapnya »