Renungan

Manusia Diberi Udzur Sampai Usia 60 Tahun?!

Posted on

Pertanyaan: Benarkah manusia diberi uzur sampai usia 60 tahun? Lalu uzur yang dimaksud itu seperti apa?

Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du, Pada hari kiamat kelak, penghuni neraka meminta kepada Allah agar mereka dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia agar bisa beramal baik, tidak seperti amal kekufuranya yang dulu. Allah berfirman,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ

Mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh tidak seperti amalan yang telah kami kerjakan (kekufuran).”

Allah menjawab permintaan mereka dengan berfirman,

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا

Bukankah Aku telah memanjangkan usia kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu an-Nadzir (pemberi peringatan)? maka rasakanlah. (QS. Fathir: 37). Baca entri selengkapnya »

Iklan

Antara Penjual Emas, Intan Berlian Dan Penjual Sayuran.

Posted on

Saudaraku! Salah satu keunikan di negri kita ialah adanya pedagang keliling, dari rumah ke rumah. Kehadiran mereka sangat memudahkan urusan anda, bukankah demikian?

Mereka berhenti di setiap gang, bahkan di depan setiap rumah menawarkan dagangannya. Sayur, sayur, bumbu bumbu, daging daging, atau belanja buk? Bahkan dagangannya digelayutkan di kendaraan mereka, seakan tanpa rasa kawatir ada yang mencuri atau paling kurang terjatuh.

Demikian teriak para pedagang sayuran keliling. Mereka optimis setiap rumah yang mereka lalui berpotensi untuk membeli dagangannya, karena itu mereka menawarkan dagangannya kepada semua orang.

Kondisi yang sangat berbeda dengan penjual emas atau bahkan intan berlian. Sebatas yang saya ketahui belum ada pedagang emas atau berlian keliling yang menawarkan dagangannya dari rumah ke rumah. Biasanya mereka memasarkan dagangannya dengan cara membuka toko yang didesain mewah dan penuh dengan fasilitas pengamanan yang ketat, CC TV, teralis besi, satpam dan lainnya. Baca entri selengkapnya »

Renungan Tentang Agungnya Ilmu Agama

Posted on

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

Pendahuluan

Tulisan ringkas (?) ini anggap saja sebagai pengetuk hati para ikhwah penuntut ilmu agama, yang mungkin sedang terlena sehingga mereka kurang menyadari agungnya kemuliaan jalan ilmu yang sedang mereka tempuh, bahkan malah menyibukkan diri dan memberikan perhatian besar pada kebanggaan-kebanggaan duniawi yang semu dan rendah, yang hanya sepantasnya dilakukan oleh orang-orang awam yang jauh dari bimbingan ilmu. Padahal kalau seandainya mereka benar-benar menyadari tingginya kedudukan ilmu ini niscaya mereka tidak akan menoleh sedikitpun pada kebanggaan-kebanggaan semu tersebut. Baca entri selengkapnya »

Selama Ikhlasmu, Pasti Ada Dampaknya

Posted on

[Selama Ikhlasmu, Pasti Ada Dampaknya -Bagian Kedua- ]

Pernah dengar nama Syaikh Abdul Ghaniy Al-Juma’ily Al-Maqdisy? Beliau adalah seorang ulama ahli hadits bermadzhab Hanbaly. Salah satu karya termasyhur beliau adalah Umdatul Ahkam, sebuah kitab kumpulan hadits ahkam yang dijamak dari dua kitab Shahih -Shahih Al-Bukhary dan Shahih Muslim-. Tak terhitung sudah berapa juta dari manusia mengambil manfaat dari kitab tersebut; dan masih…dan masih dicetak, disebarkan dan dipelajari oleh umat Islam.

Diriwayatkan dalam kitab Thabaqat Al-Hanabilah, bahwa beliau -rahimahullah- kala itu dipenjara di Bait Al-Maqdis, Palestina. Suatu malam, beliau menunaikan Qiyamul Lail dengan setulus-tulus tunaian pada Allah Ta’ala. Beliau pun bangkit untuk shalat. Bersamanya di penjara, para penjarawan dari Yahudi dan Nashrani. Beliau tak mampu membendung air mata dalam Qiyam-nya. Sepanjang malam, pipi beliau menjadi lukisan anak-anak sungai air mata. Subuh pun tiba. Mereka, para penjarawan selainnya semalaman menyaksikan hamba yang tulus ini. Mereka pun mendatangi penjaga penjara. Baca entri selengkapnya »

~ Cinta Itu Lelah ~

Posted on Updated on

Cinta itu Lelah

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Meraih sesuatu yang dicintai seringnya harus menanggung sesuatu yang menyusahkan. Baik cinta yang benar maupun cinta yang tidak benar.” (Al ‘Ubudiyah hal 130).

Cobalah renungkan..
Orang yang cinta kedudukan..
Dia lelah untuk meraihnya..
Menghadapi rintangan yg amat berat..
Bahkan seringkali berbahaya untuk dunia dan agamanya..

Orang yang cinta harta..
Ia habiskan waktunya untuk membanting tulang..
Tak kenal waktu..
Bahkan sering ia sakit karenanya..

Orang yang cinta syahwat..
Ia lelah hatinya..
Demi mengejar syahwat yang ia dambakan..
Di saat jauh..
Ia tersiksa oleh kerinduan..
Di saat dekat..
Ia tersiksa oleh kekhawatiran tuk berpisah dengannya..

Ternyata memang meraih yang dicintai butuh pengorbanan..
Semakin cinta..
Semakin kuat perjuangan meraihnya..
Semakin kurang cintanya..
Semakin lemah pengorbanan..

Semua kita mengaku mencintai Allah dan RasulNya..
Sejauh manakah pengorbanan untuk meraih cinta itu..
Syaikhul Islam berkata, “Apabila seorang hamba meninggalkan apa yang ia mampu lakukan dari berjihad, maka itu bukti kelemahan cinta dalam hatinya kepada Allah dan rasulNya.”
(Al Ubudiyah hal 130).

Terkadang kita mampu melakukan suatu ibadah..
Namun kemalasan menghentikan langkah..
Tak ada perjuangan untuk melawannya..
Itulah kelemahan cinta..
Walaupun pelakunya mengaku ia cinta sejuta rasa..

Allahul Musta’an..

~ Ustadz Badru Salam Cinta Sunnah ~

Sex Before Marriage ≠ Cinta Sejati

Posted on Updated on

Dua sejoli itu duduk berdampingan di sebuah taman yang rindang yang penuh pepohonan. Mereka berdua sebenarnya tidak sendirian. Karena tak jauh dari tempat mereka bercengkerama, belasan pasangan laki perempuan yang lain juga duduk menyepi.

Apakah yang duduk-duduk ini pasangan suami istri? Bukan. Mereka adalah pasangan muda-mudi yang menumpahkan perasaan kasmarannya. Sayangnya, cara yang mereka tempuh adalah cara yang keliru. Pemandangan seperti itu bukan lagi hal yang asing ditemukan. Bahkan tak jarang aktivitas pacaran tersebut dilakukan di rumah Allah, yaitu di masjid. Kebanyakan muda-mudi yang belum punya status nikah tetap nekad bermaksiat di tempat mulia semacam itu. Baca entri selengkapnya »

Benarkah Cintamu Cinta Sejati?

Posted on

Renungan Berharga Bagi Setiap Pencari Cinta Sejati

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci‘. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day“.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang yang selama ini menghiasi hati anda? Baca entri selengkapnya »

Kemana Perginya Uang Umat Islam?

Posted on

Ustadz DR Muhammad Arifin Badri MA

PENDAHULUAN
Bulan suci ramadhan tak lama lagi akan tiba, dan nuansa religi ibadah dan perayaan hari raya Iedul Fitri mulai dirasakan umat Islam. Semangat ibadah dan kesucian hati yang selalu berkembang pada bulan suci ini pelan namun pasti mulai terasa di tengah-tengah masyarakat. Wajar bila, satu demi satu dari berbagai hal terkait dengan keduanya mulai semarak diperbincangkan.

Antusiasme umat Islam yang begitu besar terhadap kedatangan bulan suci Ramadhan dan hari raya Iedul Fitri sangat beralasan. Betapa tidak, bulan ini memiliki beribu-ribu keistimewaan dan mendatangkan berjuta-juta keberkahan.

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجِنَانِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَنَادَى مُنَادٍ : يَابَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَابَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَاللَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُل لَيْلة

“Bila malam pertama bulan Ramadhan telah tiba, maka seluruh setan dan jin gentayangan di belenggu. Seluruh pintu neraka ditutup, tidak satu pintupun yang masih terbuka. Sebaliknya, seluruh pintu surga dibuka, dan tidak satu pintupun yang tertutup. Lebih dari itu, ada penyeru yang berkata. ‘Wahai para pencari kebaikan bergegaslah dan wahai pencari kejelekan berhentilah!. Dan pada setiap malam Allah memerdekakan sebagian hambanya dari ancaman siksa neraka” [HR, at-Tirmidzi dan lainnya] Baca entri selengkapnya »

Download Audio : Renungan Menyongsong Kehidupan yang Abadi Setelah Kematian

Posted on Updated on

Kematian bukanlah akhir dari segalanya, tapi kematian adalah awal dari sebuah perjalanan panjang di Negeri Keabadian. Kekal abadi dalam kebahagiaan atau kekal abadi dalam kesengsaraan. Maka bersiaplah!

Simak Rekaman khutbah Jumat dengan tema Renungan Menyongsong Kehidupan yang Abadi Setelah Kematian yang disampaikan oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud di Masjid Al-Hidayah Purwosari Yogyakarta Jumat 15 Juni 2012.

Download

© Kajian.Net via SALAFIYUNPAD™

Prioritas Yang Terbalik

Posted on

Sebagian manusia menjalani hidupnya di jalan yang terbalik, memprioritaskan sesuatu padahal hal tersebut terbalik atau salah. Di bawah ini contoh-contohnya:

Pertama, Sebagian manusia lebih memilih menyembah dan beribadah kepada selain Allah Ta’ala, padahal sembahan itu lemah, tidak mencipta bahkan diciptakan, tidak memiliki apa, apalagi sampai berkuasa, mencipta dan mengatur, daripada menyembah dan beribadah kepada Allah yang Maha Pencipta, Pengatur dan Berkuasa.

{ ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ} [لقمان: 30]

Artinya: “Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar“. QS. Luqman: 30. Baca entri selengkapnya »

Sakit, Anugerah yang Dianggap Musibah [Agar Sakit Tidak Terasa Pahit]

Posted on

Penulis : Fadlan Fahamsyah, Lc.
Dosen di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

“Seandainya manusia mengetahui bahwa nikmat Alloh yang ada dalam musibah itu tidak lain seperti halnya nikmat Alloh yang ada dalam kesenangan, niscaya hati dan lisannya akan selalu sibuk untuk mensyukurinya.”

Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh

Dunia adalah negeri ujian, tidak ada seorang manusiapun melainkan akan diuji dengan kesehatan dan kelapangan untuk mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya dan ia juga akan diuji dengan musibah dan kesempitan untuk mengetahui sejauh mana ia akan bersikap sabar menghadapi ujian tersebut. Baca entri selengkapnya »

Sehat Lebih Baik dari Kaya

Posted on

Sebagian orang mungkin merasakan penuh kesusahan tatkala ia kekurangan harta atau punya banyak hutang sehingga membawa pikiran dan tidur tak nyenyak. Padahal ia masih diberi kesehatan, masih kuat beraktivitas. Juga ia masih semangat untuk beribadah dan melakukan ketaatan lainnya. Perlu diketahui bahwa nikmat sehat itu sebenarnya lebih baik dari nikmat kaya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ

Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.” (HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69, shahih kata Syaikh Al Albani) Baca entri selengkapnya »

Hidayah itu Mahal, Syukurilah!

Posted on Updated on

Al Qur'an

Pernahkah terpikirkan bahwa kita tengah berada dalam anugerah yang tiada ternilai dari Dzat yang memiliki kerajaan langit dan bumi, sementara begitu banyak orang yang dihalangi untuk memperolehnya?

Kita bisa tahu ajaran yang benar dari agama Islam ini. Tahu ini haq, itu batil… Ini tauhid, itu syirik…. Ini sunnah, itu bid’ah… Lalu kita dimudahkan untuk mengikuti yang haq dan meninggalkan yang batil. Sementara, banyak orang tidak mengerti mana yang benar dan mana yang sesat, atau ada yang tahu tapi tidak dimudahkan baginya untuk mengamalkan al-haq, malah ia gampang berbuat kebatilan.

Kita dapat berjalan mantap di bawah cahaya yang terang-benderang, sementara banyak orang yang tertatih meraba dalam kegelapan.

Kita tahu apa tujuan hidup kita dan kemana kita kan menuju. Sementara, ada orang-orang yang tidak tahu untuk apa sebenarnya mereka hidup. Bahkan kebanyakan mereka menganggap mereka hidup hanya untuk dunia, sekadar makan, minum, dan bersenang-senang di dalamnya. Baca entri selengkapnya »