Ritual Asyura

Pesta Duka Hari Asyura Dan Penyimpangan Syari’at yang Terjadi Didalamnya

Posted on Updated on

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Tiada yang berhak diibadati kecuali Dia semata. Yang telah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab demi kebahagian manusia di dunia dan di akhirat kelak. Dia-lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, oleh sebab itu Allah mengharamkan kita menyiksa diri dan menyakitinya. Shalawat beserta salam kita ucapkan untuk Nabi kita Muhammad shallallahu ’alahi wa sallam, Nabi pembawa rahmat untuk seluruh alam. Nabi yang amat mencintai umatnya, maka terasa berat bagi beliau bila ada suatu urusan yang menyulitkan umat ini. Semoga selawat juga terlimpah buat keluarga serta para sahabat beliau dan orang-orang yang berjalan diatas jalan mereka sampai hari kemudian.

Para pembaca yang kami muliakan, pada kesempatan kali ini kami mengajak para pembaca untuk menyimak berbagai keyakinan sesat Syi’ah Rafidhah tentang pesta duka di bumi karbala yang mereka peringati setiap tanggal sepuluh Muharram (hari ‘Asyuraa). Mereka melakukan berbagai bentuk penyiksaan diri dengan benda-benda tajam, sepeti rantai besi, pedang, cambuk, dan lain lain. Hal itu mereka yakini sebagai bukti cinta mereka kepada Ahlu Bait (Keluarga Rasul shallallahu ‘alahi wa sallam). Yang  diaplikasikan dalam bentuk kesedihan dan kekecewaan mereka atas terbunuhnya cucu Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam Al Husein radhiallahu ‘anhu di tempat tersebut. Baca entri selengkapnya »

Iklan