Rukun Haji

Catatan Tentang Perluasan Tempat Sa’i

Posted on

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pelebaran wilayah sa’i, menjadi polemik di masyarakat. Tidak hanya tokoh yang memberikan komentar, termasuk para awak media yang memanfaatkan suasana untuk mendapatkan wacana kontroversial.

Sebagai muslim yang baik, tidak selayaknya kita menjadi manusia yang mudah terombang-ambing media dan komentar masyarakat. Didik diri kita menjadi muslim yang memiliki jati diri. Memandang kebenaran sebagai kebenaran, dan memandang kebatilan sebagai kebatilan.

Agar kita memiliki pegangan dalam menilai masalah kontroversial yang baru ini, berikut kami paparkan beberapa catatan sederhana yang disimpulkan dari beberapa fatwa dan keterangan para ulama.

Pertama, ulama sepakat bahwa lebar tempat sai sepanjang diameter bukit shafa dan marwah. Dr. Sa’d al-khatslan mengatakan,

لم يختلف العلماء في أن الواجب في السعي هو مابين جبلي الصفا والمروة

Ulama sepakat bahwa yang wajib ketika sai adalah wiilayah antara dua gunung shafa dan marwah. (Fawata Sa’d al-Khatslan, no. 175) Baca entri selengkapnya »

Iklan