rumah tangga

Takut Hamil Karena Tidak Bisa Mendidik Anak

Posted on Updated on

 

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, apakah salah jika saya takut untuk hamil karena belum bisa mendidik anak. Karena anak itu kan titipan dari Allah. Bagaimana menghilangkan perasaan takut ini?

Mohon pencerahannya ustadz. Syukran, jazakallahu khairan.

(Dari fulanah, Admin T05 )

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Jika rasa takut ini berimbang dengan rasa harap maka tidak berdosa. Akan tetapi ketika rasa takut mendominasi tanpa ada rasa harap maka ini yang keliru. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Nasihat Bagi yang Tak Kunjung Hamil [PENTING!]

Posted on Updated on

Ada yang sudah lama menikah namun tak juga dianugerahi anak. Boleh jadi salah satu dari suami istri tersebut mandul. Adakah nasehat dalam hal ini?

Pernah ditanyakan pada Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, “Ada seorang wanita terus gelisah karena ia tak kunjung hamil. Kadang ia terus-terusan menangis dan banyak berpikir dan ingin berpaling dari kehidupan dunia ini. Apa hukumnya? Dan apa nasehat padanya?” Baca entri selengkapnya »

Manajemen Waktu bagi Para Istri

Posted on Updated on

Fulan  merasa gerah. Sejak beberapa buah hati mereka lahir, ia merasa istrinya terlalu sibuk mengurus anak-anak, dan kurang memerhatikan dirinya. Sementara sang istri tidak menyadari apa yang dirasakan suaminya. Ia pun heran, mengapa suaminya kini jadi terkesan dingin dan kurang bergairah.

Seorang wanita yang sudah menikah dan punya anak, maka statusnya pun menjadi istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya. Selain mengurus anak, ia pun harus tetap memperhatikan, mengurus dan meladeni segala kebutuhan sang suami. Wanita yang baik akan selalu berusaha menyeimbangkan perhatiannya terhadap seluruh anggota keluarga.

Yang jadi masalah, seringkali kesibukan mengurus anak-anak atau rumah tangga, sangat menyita banyak waktu. Terutama saat anak-anak masih kecil dan tidak memiliki pembantu rumah tangga. Tanpa disadari, terkadang ada beberapa hal yang tampaknya sepele padahal penting, jadi terabaikan. Misalnya ketika mendengar si kecil menangis, istri pun sibuk mengurus si kecil yang ternyata BAB, sehingga tidak jadi membuatkan kopi panas untuk suami, serta menyeterika pakaian kerja suami. Baca entri selengkapnya »

Istri Selingkuh Kemudian Hamil –Na’udzubillah-, Bagaimana Solusinya ?

Posted on

Assalamu ‘alaikum, Ustadz.

Baru-baru ini keluarga yang telah kami bina selama 8 tahun mengalami badai. Istriku selingkuh dengan orang lain. Lebih menyakitkan lagi, dia kedapatan sedang mengandung. Menurut dokter, usia kandungannya sudah 5 atau 6 minggu. Sedangkan saya merasa tiap kali berhubungan selalu menggunakan alat pengaman (maaf, kondom). Setelah didesak, istri saya mengaku telah melakukan perbuatan terkutuk tersebut dengan orang lain. Hati saya hancur saat itu, tetapi saya tidak sampai hati pada dua anak kami yang masih kecil-kecil. Anak saya baru 7 tahun dan 3 tahun; keduanya perempuan. Istri saya (menyatakan) menyesal dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Dan saya telah memaafkan dan menerimanya kembali, dengan syarat mau menggugurkan bayi hasil perbuatan terkutuknya, karena saya takut kalau bayi tersebut lahir, saya tidak dapat menahan diri dan selalu mengingat peristiwa tersebut. Yang saya tanyakan, berdosakah saya menyuruh istri saya melakukan aborsi, dan apa yang harus saya lakukan sekarang? sampai sekarang, hanya saya dan istri saya yang mengetahui hal ini, mohon jawabannya supaya saya tidak dihantui perasaan berdosa. Terima kasih. Baca entri selengkapnya »

Dayyuts, Kepala Keluarga yang Buruk

Posted on Updated on

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين، أما بعد

dayyuts

“Rumahku adalah surgaku”, itulah ungkapan yang sering kita dengar, yang menggambarkan keinginan setiap insan akan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupan anggota keluarganya. Karena cinta kepada istri dan anak-anak merupakan fitrah yang Allah tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali ‘Imran: 14)

Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan istri dan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya, Baca entri selengkapnya »

Padamnya Rasa Cemburu [Cermin Bobroknya Rumah Tangga]

Posted on Updated on

Cemburu, asal tidak berlebihan, merupakan salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki pasangan suami istri. Sayangnya, kerusakan moral atas nama modernitas telah mengikis rasa cemburu itu. Walhasil, pintu perselingkuhan pun terbuka lebar hingga berujung pada runtuhnya bangunan rumah tangga.

Banyak kita jumpai fenomena di mana seorang suami tidak lagi merasa berat hati bila melihat istrinya keluar rumah berdandan lengkap dengan beraneka polesan make-up di wajah. Sang istri datang ke pesta, ke pusat perbelanjaan, ataupun ke tempat kerja hanya dengan pakaian ‘sekedarnya’ yang memperlihatkan auratnya. Tak cuma itu, keluarnya istri dari rumah pun seringkali hanya ditemani sopir pribadinya.

Hati suami seakan tak tergerak. Darahnya pun seolah tidak mendidih melihat semua itu. Justru terselip rasa bangga bila istrinya dapat tampil cantik di hadapan banyak orang. Parahnya lagi, dia tetap merasa tenang ketika ada lelaki lain yang mendekati istrinya dan berbicara dengan nada akrab. Bahkan sekali lagi dia merasa bangga bila lelaki lain itu mengagumi kecantikan istrinya.

Yang ironis, sang suami dengan semua itu, kemudian memandang dirinya sebagai seorang yang berpikiran maju, moderat, penuh pengertian, dan mengikuti perkembangan jaman. Innalillahi wa inna ilaihi raji‘un. Baca entri selengkapnya »

Psikologi Suami – Istri

Posted on Updated on

Semua orang pasti setuju bila dikatakan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kondisi psikologis yang berbeda. Kondisi psikologis yang secara aktif sangat berpengaruh pada cara memahami, berbuat, dan merespon sesuatu. Perbedaan tersebut membuat masing-masing menjadi jelas dan sepertinya tidak akan mungkin bisa bersandar pada dunia yang sama, cara berfikir yang sama. Inilah kodrat manusia. Agar tak salah dalam menafsirkan cara berpikir, maka adalah baiknya mengetahui bagaimana perbedaan ini? Dengan mengetahui dasar-dasar perbedaan ini, diharapkan tidak ada lagi rasa curiga.

Selain perbedaan yang mencolok secara fisik, tentu banyak perbedaan lainnya secara lahiriah. Begitu halnya dalam hal cara berfikir. Cara berfikir lelaki terkonsentrasi (terpusat) pada kebutuhannya saja dan hanya memperhatikan dirinya saja. Sebaliknya pada wanita, akan lebih mudah memperhatikan sekelilingnya melebihi perhatian pada dirinya sendiri. Ia akan menngorbankan dirinya sendiri dan tidak merasakan hal tersebut.

Perbedaan cara berpikir ini yang mendasari sikap tidak saling memahami jalan pemikiran. Lelaki tidak bisa berfikir dan menyikapi sesuatu seperti yang dilakukan perempuan. Begitu juga sebaliknya. Jika masing-masing pihak memaksakan cara berpikirnya, tentu saja fatal akibatnya. Timbullah rasa frustasi, ketegangan yang diwarnai pertengkaran, kebencian yang dapat menimbulkan keretakan dalam rumah tangga.

Lalu, apa saja perbedaan itu? Baca entri selengkapnya »

Seruan Emansipasi Upaya Merusak Diri Sendiri

Posted on Updated on

Gerakan emansipasi yang tengah digembar-gemborkan di negeri-negeri Muslim, yang katanya memperjuangkan kesetaraan jender, kalau boleh dibilang tidak lain adalah “kesetaraan semu” atau malahan suatu pelecehan terhadap kaum wanita. Mungkin ungkapan ini akan membuat para feminisme tersirat darahnya dan mengeriput bibirnya. Bagi mereka non Muslim tentu tidak ada salahnya berteriak-teriak menyuarakan kesetaraan ini, karena memang konsep hidup mereka akan tetap dan selalu penuh aib, cela dan kekurangan karena timbul dari memperturutkan nafsu; sementara jiwa (nafsu) senantiasa mengajak kepada keburukan dan ketidakpuasan. –tidak bisa dipungkiri bahwa seruan ini bersumber dari pemikir kafir, sebagaiamana pengakuan para feminisme bahwa kesetaraan jender berasal dari dua teori, teori Karl Marx (1818-1883) “analisa konflik” dan teori “struktur fungsional” Email Durheim (1858-1P17/1917)–

Artinya, sebagai seorang Muslim, yang telah diberi Allah, –Sang pencipta jenis kelamin dengan segala sifat (baca: jender) yang melekat padanya– berbagai aturan hidup yang sempurna, yang jelas-jelas terbukti mengandung keadilan dan kesesuaian; akan amat lucu dan memalukan jika ikut-ikutan meneriakkan apa yang mereka teriakkan. Mungkin akan timbul pertanyaan, “Bukankah ketidakadilan itu juga terjadi di tengah kehidupan kaum muslimin? Bukankah penindasan perempuan juga dijumpai di negri yang dihuni kaum muslimin? Jawabnya, “Ya,” akan tetapi hal itu tidaklah harus menjadikan kita latah, membenarkan dan menelan mentah-mentah apa yang disuarakan orang-orang kuffar terhadap sesama komunitasnya.

Kita akui bahwa itu terjadi, akan tetapi semua terjadi karena kesalahan kita, umat Islam sendiri, yang sudah meninggalkan dan jauh dari ajaran agamanya.“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,” (QS. Asy-Syuura:30) Jika kita mau kembali meniti agama kita ini, sungguh kaum muslimin tidak akan terjebak oleh seruan “emansipasi dengan kesetaraan semu” yang jelas-jelas merusak harga dan jati diri umat Islam; yang diserukan oleh mereka yang jelas-jelas buta dan bodoh tentang ajaran Islam ini. Berikut tulisan yang akan mengenalkan apa sesungguhnya hakikat seruan emansipasi dan bagaimana kedudukan perempuan dalam Islam. red

Baca entri selengkapnya »