Salafi

Jawaban Terhadap Pak Prof yang Telah Merekomendasikan Buku Penuh Dusta “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”

Posted on Updated on

salafi
salafi

Oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafidzhahullah

Jawaban Terhadap Prof. KH. Said Agil Siraj, M.A. (Ketua Umum PBNU)

Sangat disayangkan, seorang profesor doktor yang bernama KH. Said Agil Siraj ikut-ikutan pula memberi kata pengantar dan menganjurkan untuk membaca buku yang sangat tidak ilmiah dan penuh dengan kedustaan serta pemutarbalikan fakta ini. Bahkan profesor memujinya sebagai karya ilmiah. Buku ini juga penuh dengan prasangka buruk terhadap negeri yang dibangun oleh Al-Imam Muhammad bin Su’ud dan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yaitu Kerajaan Saudi Arabia (KSA).

Saya tidak tahu, apakah sang profesor lupa dengan jasa-jasa pemerintah Saudi Arabia terhadapnya, di mana profesor belajar dari tingkat S1 sampai meraih gelar doktor di universitas yang ada di Kerajaan Saudi Arabia yang dibiayai oleh pemerintah, bagaikan kacang yang lupa akan kulitnya.

Berikut ini beberapa catatan terhadap kata pengantar sang Profesor. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Ahlussunnah Wal Jama’ah [Bukti Otentik Dari Surat Beliau Kepada Penduduk Al-Qashim]

Posted on Updated on

wahhabi dan imperialisme
wahhabi dan imperialisme

Setelah membahas syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh para pengekor hawa nafsu dan orang-orang yang bodoh tentang hakikat dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy-Syuwai’ir menutup kitabnya yang penuh manfaat dengan mencamtumkan salah satu dari risalah-risalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang beliau kirimkan kepada penduduk Al-Qashim, tatkala mereka bertanya kepada beliau tentang aqidah beliau. Agar mereka bisa tenang mengikutinya atau agar mereka bisa membantahnya jika pada kenyataannya aqidah beliau tersebut bertentangan dengan aqidah yang diyakini oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Perlu Anda ketahui, bahwa penduduk Al-Qashim tidaklah menerima dakwah beliau kecuali setelah adanya pembahasan dan pemeriksaan. Dan inilah hendaknya yang dilakukan oleh para ulama atau orang yang menisbatkan dirinya kepada ilmu dalam menyingkap hakikat sebenarnya dari setiap berita yang sampai kepada mereka tentang seorang atau sebuah jama’ah yang dituduh dengan kesesatan oleh manusia. Agar orang-orang yang ingin mencari kebenaran dapat berjalan dengan isitqomah diatas kebenaran.

Berikut nukilannya.. Baca entri selengkapnya »

Telah Terbit : Buku “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan (Jawaban Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi) karya Syaikh Idahram”

Posted on Updated on

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah, dengan pertolongan-Nya, kami bisa menyelesaikan buku pertama yang berjudul: Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan (Jawaban Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi) karya Syaikh Idahram. Insya Allah Ta’ala akan menyusul buku selanjutnya dalam rangkaian jawaban ilmiah terhadap kelompok-kelompok yang menyimpang dari jalan yang benar.

Berikut ini daftar isi (sementara) buku pertama:

Kata Pengantar

Muqaddimah

Jawaban Terhadap Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A. (Ketua Umum PBNU)

Jawaban Terhadap KH. Dr. Ma’ruf Amin, M.A. (Ketua MUI) Baca entri selengkapnya »

Studi Kritis Atas Buku | Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi

Posted on Updated on

Studi Kritis Atas Buku

“Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”

Telah sampai kepada kami beberapa usulan pembaca agar kami mengkritik sebuah buku yang beredar akhir-akhir ini yang dipublikasikan secara gencar dan mendapatkan sanjungan serta kata pengantar dari para tokoh. Oleh karenanya, untuk menunaikan kewajiban kami dalam menasihati umat, kami ingin memberikan studi kritis terhadap buku ini, sekalipun secara global saja sebab tidak mungkin kita mengomentari seluruh isi buku rang penuh dengan syubhat tersebut dalam majalah kita yang terbatas ini. Semoga Alloh menampakkan kebenaran bagi kita dan melapangkan hati kita untuk menerimanya.

JUDUL BUKU DAN PENULISNYA

Judul buku ini adalah Sejarah Berdarah Sekfe Salafi Wahabi, ditulis oleh Syaikh Idahram, penerbit Pustaka Pesantren, Yogyakarta, cetakan pertama, 2011. Buku ini mendapatkan rekomendasi tiga tokoh agama yang populer namanva yaitu KH. Dr. Said Agil Siraj, KH. Dr. Ma’ruf Amin, dan Muhammad Arifin Ilham. Baca entri selengkapnya »

Download Video Kajian : Pandangan Islam Tentang Terorisme

Posted on Updated on

Keseluruhannya ada 9 File, silakan download dari Youtube pada link berikut ini : Baca entri selengkapnya »

[Download Audio] Islam Membawa Kedamaian, Bukan Teror !!!

Posted on Updated on

Telah berlalu gencar-gencarnya pemberitaan mengenai penangkapan teroris di berbagai daerah yang kembali mengingatkan pada kita semua bahwa ternyata di Indonesia masih ada orang-orang dungu yang hanya bisa membuat onar dan menyebarkan fitnah. Mereka memiliki pemahaman yang salah dengan memaknai arti jihad yang mulia dalam bentuk melakukan teror bom di berbagai tempat. Yang pada akhirnya hal tersebut mengakibatkan jeleknya citra agama Islam baik di kalangan orang kafir ataupun di mata orang Islam sendiri yang masih awam.

Semoga dengan mendengarkan kajian berikut ini kita dapat mengetahui betapa indahnya syariat agama Islam yang murni dibawa oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam. Baca entri selengkapnya »

Fitnah Dari Arah Timur [Nejed Ataukah ‘Iraq?]

Posted on Updated on

Suatu hari Rasulullah pernah mendoakan negeri Yaman dan Syam, cerita ini terekam dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam sohihnya

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Husain bin Hasan yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu Umar yang berkata [Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “dan juga Najd kami?”. Beliau bersabda “disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan” [1][Shahih Bukhari 2/33 no 1037]

-Selanjutnya hadits ini kita sebut hadits pertama-

Yaman dan Syam adalah negeri yang jelas, lalu dimanakah letak Najd yang dimaksud dalam hadit diatas? Sebenarnya dalam menafsirkan lafadz Najd, kebanyakan ulama ulama condong  memvonis bahwa yang dimaksud adalah negeri Iraq, sekalipun begitu Realitas yang terjadi sekarang membuat beberapa orang bingung karena yang familiar di telinga dan lisan bahwa daerah Najd berada di Arab Saudi tepatnya dekat Diríyah dan sekitarnya yang merupakan tempat kelahiran Muhammad bin Abdul Wahab yang belakangan diperkenalkan oleh Penjajah Inggris sebagai perndiri sebuah Aliran yang ditakuti dunia dan mereka mereka menamakannya “Wahabi.”. ditambah lagi orang-orang yang tinggal disekitar daerah tersebut dinisbahkan dengan nama al-Najdi. Baca entri selengkapnya »

Mengungkap Tipu Muslihat Abu Salafy CS [6]

Posted on Updated on

tipuan abusalafy

Abu salafy berkata :

((Coba perhatikan alat ukur yang diandalkan ustadz Firanda dalam tuduhannya bahwa kami ini jangan-jangan adalah Syi’ah!

Pertama, kami mengutuk Mu’awiyah –‘alaih mâ yastahiq/semoga atasnya apa yang pantas baginya-.

Kami memaklumi jika ustadz Wahhhâbi kita yang satu ini keberatan apabila tuannya dibongkar kejahatan, kefasikan dan kemunafikannya. Sebab sepertinya kecintaan beliau dan juga kaum Wahhâbyyûn lainnya kepada Mu’awiyah terlalu dalam dan telah menyatu dengan qalbunya, seperti menyatunya kecintaan bani Israil kepada ‘ijl/patung anak sapi buatan Samiri! (maaf tanpa harus menyerupakan dengan bani Israil dalam segala sisinya, sebab ustdaz pasti mengerti bahwa dalam kaidah ilmu Balaghah/sastra Arab, wajhu syabah antara musyabbah dan musyabbah bihi/ titik temu keserupaan antara yang diserupakan dengan yang diserupai itu tidak mesti harus dalam segala sisinya!)  Allah SWT berfirman: Baca entri selengkapnya »

Mengungkap Tipu Muslihat Abu Salafy CS [5]

Posted on Updated on

Perkataan Abu Salafi : Abu Sufyan Kafir Bahkan Gembong Orang-orang Kafir??!!

abu salafy salafytobat

Abu Salafy berkata : ((Mu’awiyah putra Abu Sufyan -salah seorang aimmah kekafiran dan buah kemunafikan yang masih tersisa dan selamat dari tajamnya pedang para sahabat-)) (lihat http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/15/ustadz-firanda-kebakaran-jenggot/)

Wahai Ustadz Abu Salafy, kenapa anda begitu berani mencaci maki Abu Sufyaan radhiallahu ‘anhu?

Apakah anda pernah berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?? Tidakkah anda tahu bahwa Abu Sufyan ikut serta perang bersama Nabi dalam dua peperangan, perang Hunain dan perang Thoif??, dan setelah wafatnya nabi beliau ikut serta perang Yarmuuk ??

Apakah anda pernah menjalin kekerabatan melalui pernikahan bersama Rasulullah…???!! Tidakkah Anda tahu bahwa Abu Sufyan adalah mertua Rasulullah, karena putri Abu Sufyan Ummu Habibah radhiallahu ‘anhaa adalah istri Nabi? Baca entri selengkapnya »

[Download Audio] Pro-Kontra Dakwah Wahhabi [PENTING!!!]

Posted on Updated on

Wahahbi ?
Wahahbi ?

Apa yang didakwahkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengundang berbagai reaksi dari berbagai pihak. Sebagian orang menerima dakwahnya dan menjadi pendukung dakwah beliau, akan tetapi tidak sedikit orang-orang yang menentang dakwah beliau, memusuhi dan memberikan tuduhan dan gelaran yang jelek kepada beliau dan para pendukungnya. Salah satu buah manis yang dihasilkan oleh dakwah beliau adalah berdirinya negara Saudi Arabia yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh kaum muslimin diberbagai penjuru dunia, baik hal ini diakui ataupun tidak. Banyak tuduhan ditujukan kepada beliau dan para pengikut dakwahnya, seperti : tidak mencintai Nabi -Shallallohu \’alaihi wa sallam-, mengkafirkan orang yang tidak mau bergabung dengan dakwahnya, dan lain sebagainya.

Dalam kajian ini dijelaskan beberapa hal seperti : Biografi Syaikh, hakikat dakwah Syaikh, Syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh penentang dakwah beliau, dan lainnya.

Kajian disampaikan oleh Ust. Badrusalam dan Ust. Arman Amri -hafizhahumalloh- di Masjid Al-Azhar pada tahun 2008 silam, semoga dapat bermanfaat

Baca entri selengkapnya »

Aqidah Ahlussunnah Terhadap Al ‘Arsy

Posted on Updated on

Mengenal hal-hal yang ghoib dan mengimaninya merupakan salah satu sifat kaum muttaqin sebagaimana firman Allah Ta’ala:

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدَى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka” [QS. Al Baqarah: 2-3]

Diantara hal-hal yang penting adalah mengenal makhluk-makhluk Allah yang ghaib yang tidak tampak oleh pancaindra kita, namun diberitakan oleh Allah melalui Al Quran dan As Sunnah tentang keberadaannya. Dan karena Allah Ta’ala telah mengabarkannya, maka kita dituntut untuk mengetahui dan mengimaninya agar dapat dikatakan telah beriman kepada perkara ghaib.

Diantara mereka adalah Arsy, tempat bersemayamnya Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan di 19 surat dalam Al Qur’an, di antaranya firman Allah Ta’ala: Baca entri selengkapnya »

Memahami Kata “Sunnah”

Posted on Updated on

kitab hadits

Saudaraku… berapa banyak diantara kaum muslimin yang terjatuh pada kesalahan dalam ibadah karena pemahaman yang salah pada istilah syari’at yang digunakan. Semisal orang yang mencukupkan sholat dengan berdoa tanpa gerakan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena mereka memahami kata sholat secara bahasa yang berarti doa. Salah satu istilah yang juga bisa berakibat fatal dalam pelaksanaan ibadah seorang muslim adalah pemahaman mereka dengan kata “sunnah”. Sebagai contoh, ketika seseorang mengingatkan saudaranya untuk tidak isbal (isbal: menjulurkan celana sampai di bawah mata kaki) ternyata jawabannya, “Itu bukannya sunnah ya?” Padahal tidak isbal adalah termasuk sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wajib dilaksanakan oleh setiap laki-laki.

Ketahuilah saudaraku, kaidah penting yang harus kita pahami bahwa setiap kata yang datang dari Allah dan Rasul-Nya harus kita maknai dengan makna syar’i dan bukan dengan makna bahasa. Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Makna Salaf, Salafi, Salafiyun dan Kesalahfahaman Sebagian Orang Tentangnya

Posted on

tanya-makna-salaf-dan-salafi

Salaf secara bahasa arab artinya ‘setiap amalan shalih yang telah lalu; segala sesuatu yang terdahulu; setiap orang yang telah mendahuluimu, yaitu nenek moyang atau kerabat’ (Lihat Qomus Al Muhith, Fairuz Abadi). Secara istilah, yang dimaksud salaf adalah 3 generasi awal umat Islam yang merupakan generasi terbaik, seperti yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, “Sebaik-baik umat adalah generasiku, kemudian sesudahnya, kemudian sesudahnya” (HR. Bukhari-Muslim)

Tiga generasi yang dimaksud adalah generasi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabat, generasi tabi’in dan generasi tabi’ut tabi’in. Sering disebut juga generasi Salafus Shalih. Tidak ada yang meragukan bahwa merekalah orang-orang yang paling memahami Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Maka bila kita ingin memahami Islam dengan benar, tentunya kita merujuk pada pemahaman orang-orang yang ada pada 3 generasi tersebut. Seorang sahabat yang mulia, Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu berkata, “Seseorang yang mencari teladan, hendaknya ia meneladani para sahabat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam karena mereka adalah orang-orang yang paling mulia hatinya, paling mendalam ilmunya, paling sedikit takalluf-nya, paling benar bimbingannya, paling baik keadaannya, mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi sahabat Nabi-Nya, dan untuk menegakkan agamanya. Kenalilah keutamaan mereka. Ikutilah jalan hidup mereka karena sungguh mereka berada pada jalan yang lurus.” (Lihat Limaadza Ikhtartu Al Manhaj As Salafi Faqot, Salim bin ‘Ied Al Hilaly) Baca entri selengkapnya »

Kewajiban Mengikuti Pemahaman Salaf Dalam Beragama

Posted on Updated on

limadza

Salaf, artinya adalah orang-orang terdahulu. Adapun yang dimaksud dengan Salafush Shalih, dalam istilah ulama adalah orang-orang terdahulu yang shalih, dari generasi sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dari generasi tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan para ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah setelah mereka.

Salafush Shalih adalah generasi terbaik umat Islam. Oleh karenanya, merupakan kewajiban bagi kita untuk mengikuti pemahaman mereka dalam beragama. Sehingga berbagai macam bid’ah, perpecahan dan kesesatan dapat dijauhi. Karena adanya berbagai macam bid’ah, perpecahan, dan kesesatan tersebut, berawal dari menyelisihi pemahaman Salafush Shalih. Menjadi keniscayaan, jika seluruh umat Islam, dari yayasan atau organisasi atau lembaga apapun, wajib mengikuti pemahaman Salafush Shalih dalam beragama.

Banyak dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang menunjukkan kewajiban mengikuti pemahaman Salafush Shalih. Para ulama telah banyak menulis masalah besar ini di dalam karya-karya mereka. Baca entri selengkapnya »