setan

Hikmah Pagi TVRI: Hukum Sihir dan Perdukunan

Posted on Updated on

Pemateri: Syaikh Adil Thahir Al-Muqbil

Penterjemah: Ustadz Budiansyah

 

Iklan

Menyibak Misteri Di Balik Arwah Gentayangan

Posted on

Sebagain masyarakat kita masih mempercayai bahwa orang yang sudah mati itu masih bisa kembali ke rumahnya dalam bentuk arwah gentayangan. Mereka juga beranggapan bahwa orang yang matinya tidak wajar (bunuh diri, dibunuh, kecelakaan, dan sebagainya) maka arwahnya akan bergentayangan dan mengganggu manusia.

Benarkah hal tersebut? Bagaimana Islam memandang fenomena arwah gentayangan ini?

Simak penjelasan Ustadz Abdullah Zaen, M.A. mengenai hal ini di Lain Dunia episode “Arwah Gentayangan” ini. Semoga bermanfaat.

Setan Itu [Seharusnya] Dihinakan, Bukan Dibanggakan!

Posted on Updated on

Kenapa sampai ada muslim yang begitu bangga dengan setan merah (red devils) di dada, padahal yang dibanggakan adalah setan. Setan itu bukan diagungkan, namun dihinakan.

Setan itu Dihinakan, Bukan Dibanggakan

Setan itu dihinakan, bukan dibanggakan, bukan didukung. Mari kita ambil pelajaran dari hadits yang membicarakan sujud sahwi berikut.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

Jika salah seorang di antara kalian memiliki keragu-raguan dalam shalatnya, ia tidak tahu, apakah sudah melaksanakan shalat tiga ataukah empat raka’at, maka buanglah jauh-jauh keragu-raguan tersebut dan berpeganglah dengan yang yakin. Kemudian lakukanlah sujud sahwi dengan dua kali sujud sebelum salam. Jika shalatnya jadinya lima raka’at, maka sujud sahwi tersebut untuk menggenapkan. Jika shalatnya ternyata sudah sempurna, maka tujuan sujud sahwi adalah untuk menghinakan setan.” (HR. Muslim no. 571). Baca entri selengkapnya »

Hadits Palsu Tentang Dialog Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan Iblis yang terlaknat

Posted on Updated on

Sangat disayangkan telah lama beredar dan  sangat banyak yang terus menyebarkan melalui berbagai media, sebuah hadits tentang dialog antara Rasul mulia dan Iblis terlaknat. Sebagian masyarakat menganggap bahwa isinya baik dan bermanfaat sehingga layak disebarkan padahal hadits ini adalah hadits palsu dan dusta atas nama Nabi dan berisi hal yang bahaya dan mencederai Rasulullah dan shahabat.

Teks asli dan terjemahan dari hadits tersebut akan kami nukilkan diakhir tulisan ini, insya Allah. Tapi Ingat ! Jangan disebarkan kecuali untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa hadits ini palsu dan dusta!

Sebelumnya kami nukilkan keterangan beberapa ulama Islam yang diakui keilmuannya tentang peringatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi siapapun yang meriwayatkan hadits agar berhati-hati, jangan sampai menyandarkan kepada beliau apa-apa yang tidak berasal dari beliau.

Dalam kitab haditsnya, Imam Muslim menyebutkan di awal kitab sesuatu yang memperingatkan tentang hadits dha’if, memilih judul: “Bab larangan menyampaikan hadits dari setiap apa yang didengar.”  Berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Salam, Baca entri selengkapnya »

Ini Dia..! Perbedaan Antara JIN, SETAN dan IBLIS …

Posted on

jin

Perbedaan Antara Jin, Setan dan Iblis
Penulis: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Tema Jin, Setan, dan Iblis masih menyisakan kontroversi hingga kini. Namun yang jelas, eksistensi mereka diakui dalam syariat. Sehingga, jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan risalah yang umum dan menyeluruh. Tidak hanya untuk kalangan Arab saja namun juga untuk selain Arab. Tidak khusus bagi kaumnya saja, namun bagi umat seluruhnya. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutusnya kepada segenap Ats-Tsaqalain: jin dan manusia. Baca entri selengkapnya »