Shalawat Nariyah

Membaca Shalawat Nariyah, Mendatangkan Ketenangan. Benarkah ?

Posted on

Kebiasaan membaca shalawat Nariyâh sudah sangat populer, tidak terkecuali masyarakat Muslim di tanah air. Hal ini tiada lain –diantaranya- disebabkan iming-iming janji keutamaan dan pahala besar yang disebutkan bagi orang yang membaca shalawat tersebut. Bahkan banyak dari mereka yang meyakini bahwa membaca shalawat ini merupakan perwujudan cinta dan pengagungan besar kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di antara keterangan yang mereka sebutkan tentang shalawat ini, barangsiapa yang membaca shalawat ini sebanyak 4444 kali, dengan niat menghilangkan kesusahan atau memenuhi hajat (kebutuhan), maka semua itu akan terpenuhi[1] (??!!). Ada juga yang mengatakan bahwa dengan membaca shalawat ini hati menjadi tenang dan dada menjadi lapang (??!!). Benarkah semua itu dapat dicapai dengan membaca shalawat tersebut? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Benarkah Shalawat Nariyah Mengandung Kesyirikan?

Posted on Updated on

Pertanyaan:

Apa benar shalawat nariyah itu diharamkan dan tidak boleh dibaca? Terima kasih

Dari: Dina

Jawaban:

Segala puji bagi Allah yang telah mengumpulkan kita dalam barisan orang-orang yang beriman. Kita memohon kepada Allah agar kita semua diberi kekuatan untuk bisa istiqomah di atas tauhid sampai mati. Baca entri selengkapnya »

Shalawat Nariyah Dalam Timbangan

Posted on Updated on

Shalawat Nariyah Dalam Timbangan

Ustadz Abdullah Zaen. Lc, MA

KEUTAMAAN MEMBACA SHALAWAT

Salah satu amalan istimewa dalam ajaran Islam yang dijanjikan pahala berlipat ganda adalah membaca shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Banyak nash (dalil) dari al-Qur’an maupun hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memotivasi untuk memperbanyak amalan mulia ini. Di antaranya :

Firman Allah Ta’ala:

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS. al-Ahzab/33: 56).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan dalam Tafsirnya[1], Allah Ta’ala memberitahukan kepada para hamba-Nya kedudukan Rasulullah di sisi-Nya di hadapan para malaikat. Allah Ta’ala memuji beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di hadapan mereka, begitu pula mereka bershalawat kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu AllahTa’ala memerintahkan para penghuni bumi untuk bershalawat dan mengucapkan salam bagi beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar berpadu pujian para penghuni langit dengan para penghuni bumi semuanya untuk beliau.” Baca entri selengkapnya »