Shufi

Pendapat Para Imam (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i, dan Ahmad) Tentang Maulid Nabi

Posted on Updated on

Pertanyaan 

Bagaimana pendapat ulama imam 4 madzhab tentang peringatan maulid? seperti Imam as-Syafii…

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kita semua mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita semua memuliakan beliau. Kami, anda, mereka, semua muslim sangat mencintai dan memuliakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Yang menjadi pertanyaan, apakah perayaan maulid merupakan cara benar untuk mengungkapkan cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Inilah Fakta Muktamar “Aswaja” Di Chechniya

Posted on

INILAH FAKTA MUKTAMAR INTERNASIONAL DI CHECHNYA

Penulis: Fadhilatusy Syaikh ‘Alwi bin ‘Abdil Qadir As-Saqqaf –hafizhahullahu-
(Pembina Umum Yayasan Ad-Durar As-Saniyyah).

Senin, 26 Dzulqo’dah 1437 H.

Segala puji bagi Allah, Maha Penolong hamba-hamba Nya yang beriman, bertauhid dan berdakwah kepada Allah Ta’ala diatas ilmu dan bimbingan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta para sahabat terbaiknya, termasuk orang-orang yang meneladani mereka dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:

Di kota Grozny ibukota Chechnya telah berlangsung suatu muktamar dengan mengusung tema Siapakah Ahlus Sunnah wal Jama’ah – Pernyataan Yang Mendeskripsikan Metodologi Ahlus Sunnah wal Jama’ah Dalam Aspek Aqidah, Fiqh, Tingkah Laku Dan Pengaruh Penyimpangan Berdasarkan Fakta.

Muktamar berakhir pada hari Sabtu, 24 Dzulqo’dah 1437 H bertepatan dengan tanggal 27 Agustus 2016 dengan mencetuskan suatu pernyataan yang memalukan yang disertai dengan beberapa pesan.

Sikap terhadap muktamar naas ini kutulis dalam rangka menerangkan kebenaran kepada manusia dan menelanjangi realita muktamar ini. Baca entri selengkapnya »

Hadits Palsu Tentang Dialog Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan Iblis yang terlaknat

Posted on Updated on

Sangat disayangkan telah lama beredar dan  sangat banyak yang terus menyebarkan melalui berbagai media, sebuah hadits tentang dialog antara Rasul mulia dan Iblis terlaknat. Sebagian masyarakat menganggap bahwa isinya baik dan bermanfaat sehingga layak disebarkan padahal hadits ini adalah hadits palsu dan dusta atas nama Nabi dan berisi hal yang bahaya dan mencederai Rasulullah dan shahabat.

Teks asli dan terjemahan dari hadits tersebut akan kami nukilkan diakhir tulisan ini, insya Allah. Tapi Ingat ! Jangan disebarkan kecuali untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa hadits ini palsu dan dusta!

Sebelumnya kami nukilkan keterangan beberapa ulama Islam yang diakui keilmuannya tentang peringatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi siapapun yang meriwayatkan hadits agar berhati-hati, jangan sampai menyandarkan kepada beliau apa-apa yang tidak berasal dari beliau.

Dalam kitab haditsnya, Imam Muslim menyebutkan di awal kitab sesuatu yang memperingatkan tentang hadits dha’if, memilih judul: “Bab larangan menyampaikan hadits dari setiap apa yang didengar.”  Berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Salam, Baca entri selengkapnya »

Membongkar Koleksi Dusta “Syaikh” Idahram – Salafi Wahabi = Khawarij ?

Posted on

BAB KETIGA
SALAFI WAHABI = KHAWARIJ??!!

Tatkala kaum yang hasad kepada kelompok Salafy Wahabi sudah kehabisan hujah dan dalil untuk menjawab bantahan-bantahan kaum Wahabi yang membongkar kedok kesesatan mereka, maka kaum yang hasad ini tidak putus asa. Masih ada senjata yang bisa mereka gunakan untuk menjatuhkan kaum wahabi… yaitu DUSTA !!!!., Hasad di dada mereka membuahkan penghasutan dan provokasi masyarakat umum yang tidak mengerti akan hakekat dakwah Salafi Wahabi.

Sudah terlalu banyak kedustaan yang saya temukan pada kaum yang hasad kepada wahabi sebagaimana yang telah kami paparkan dalam dua buku kami (“Ketika Sang Habib Dikritik“, dan “Ketinggian Allah di atas makhlukNya” yang merupakan bantahan kepada sang pendusta Abu Salafy). Baca entri selengkapnya »

Membongkar Koleksi Dusta “Syaikh” Idahram – Racun Aqidah Syi’ah

Posted on

BAB KEDUA

RACUN AQIDAH SYI’AH

Para ulama ahlus sunnah telah sepakat akan sesatnya sekte syi’ah. Seluruh kitab-kitab yang membicarakan tentang firqoh sesat memasukan syi’ah –dengan beragam sekte-sektenya– sebagai firqoh yang sesat dan menyesatkan.

Akan tetapi akhir-akhir ini pemaham sekte syi’ah mulai semarak di tanah air kita, ditambah lagi dengan dukungan sebagian tokoh-tokoh Islam dari tanah air. Karenanya perlu untuk menanamkan kepada masyarakat akan bahayanya racun agama syi’ah. Baca entri selengkapnya »

Membongkar Koleksi Dusta “Syaikh” Idahram – Sejarah Berdarah Hitam Sekte Syi’ah

Posted on Updated on

BAB PERTAMA

SEJARAH BERDARAH HITAM SEKTE SYI’AH

Mereka membunuh semuanya, para ulama, kaum usia lanjut, para wanita, bahkan balita…!!!!

Kalau membicarakan tentang kejahatan kaum syi’ah maka sangatlah banyak…dari zaman dahulu hingga masa kita sekarang. Terlalu sering kita mendengar berita tentang pembantaian ahlus sunnah bahkan para ulama ahlus sunnah di Iran dan Iraq…

Semua itu merupakan hal yang lumrah di mata syi’ah. Baca entri selengkapnya »

Membongkar Koleksi Dusta “Syaikh” Idahram – Aroma Syi’ah Tercium Dari Idahram

Posted on Updated on

Aroma Syi’ah Tercium Dari Idahram

Aroma syi’ah sangat mencolok dalam buku idahram “Sejarah Berdarah….”. Diantara yang menunjukan akan hal ini :

Pertama : Dalam bukunya (hal 203) idahram menyebutkan bahwa setidaknya dalam dunia Islam ada tujuh madzhab yang dikenal, yaitu Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab as-Syafii, Madzhab Hanbali, Madzhab Dzohiri, Madzhab Ja’fari, dan Madzhab Imamiyah. Tentunya hal ini sangat jelas menunjukkan pembelaan idahram terhadap dua madzhab syi’ah (Ja’fari dan Imamiyah), dimana idahram mensejajarkan dua madzhab ini dengan madzhab-madzhab Ahlus Sunnah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali, dan Dzohiri). Dalam buku-buku Ahlus sunnah wal jama’ah yang membicarakan tentang firqoh-firqoh sesat maka sekte syi’ah dimasukkan dalam firqoh-firqoh sesat dan menyesatkan. Karena hal ini merupakan kesepakatan ahlus sunnah wal jama’ah. Meskipun akhir-akhir ini ada segelintir ahlus sunnah yang terpedaya oleh kaum syi’ah yang mencoba menjadikan madzhab syi’ah sebagai madzhab yang ke 5 dalam dunia Islam. Baca entri selengkapnya »

Membongkar Koleksi Dusta “Syaikh” Idahram – Muqaddimah

Posted on Updated on

Sejarah Berdarah Sekte Syi'ah
Sejarah Berdarah Sekte Syi’ah

MUQODDIMAH
Alhamdulilah, segala puji senantiasa kita panjatkan kepada bagi Allah yang senantiasa memberikan limpahan karuniaNya, semoga salawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga beliau serta seluruh sahabat beliau.

Membela harkat dan martabat sesama muslim merupakan ibadah yang sangat mulia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang membela kehormatan saudaranya maka Allah akan membela wajahnya dari api neraka pada hari kiamat” (HR At-Thirmidzi no 1931, dan dishasankan oleh At-Thirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani) Baca entri selengkapnya »

Mengapa Saya Keluar Dari Thariqot Tijaniyah [Penuturan Syaikh Taqiyuddin A-Hilali Al-Husaini]

Posted on

Segala puji milik Allah yang mengutus Muhammad –shollallahu alaihi wa sallam- sebagai penutup para nabi dan imam para rasul, sebagai rahmat bagi semesta alam, pemberita kabar gembira, yaitu kemenangan yang nyata bagi mereka yang beriman dan mengikuti petunjuknya, dan juga sebagai pemberi peringatan akan adanya siksa yang menghinakan bagi mereka yang kafir dan menyelisihi sunnahnya, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan atas Muhammad, istri-istri dan keturunan beliau.

Asy-Syaikh Taqiyuddin bin Abdul Qadir al-Hilali al-Husaini [1]  berkata : Baca entri selengkapnya »

Imam As-Syafii, Imam An-Nawawi dan Imam Ibnu Hajr al-Haitamiy pengikut WAHABI?

Posted on

Wahhabi
wahhabi

Sesungguhnya ibadah itu dibangun di atas dalil baik dari Al-Qur’an maupun as-Sunnah yang dipahami oleh para shahabat radhiyallahu ‘anhum.

Tatkala para pemakmur kuburan yang mencari barokah di sana mengetahui bahwasanya perbuatan mereka menyelisihi dan bertentangan dengan terlalu banyak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka merekapun berusaha untuk berdalil dengan perkataan ulama yang sepakat dengan aqidah mereka.

Diantara perkataan para ulama yang dijadikan dalil untuk menguatkan kebiasaan mereka beribadah di kuburan adalah perkataan Al-Baidhowi rahimahullah. Baca entri selengkapnya »

Meluruskan Penakwilan Hadits-Hadits Tentang Khawarij Versi ‘Syaikh’ Idahram (Bagian 1)

Posted on Updated on

Layaknya ulama besar dalam bidang hadits, saudara Idahram berusaha menakwil hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan hawa nafsunya demi menjatuhkan dakwah kepada tauhid dan sunnah yang diserukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.

Dengan seenaknya saudara Idahram memaksakan bahwa celaan yang dimaksud dalam hadits-hadits tersebut tertuju kepada seorang ulama yang mulia dan para pengikutnya yang berusaha mengamalkan tauhid dan sunnah dengan sebenar-benarnya.

TIDAK BERADAB KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Buku Sejarah Berdarah ini pun masih disertai dengan ungkapan tidak sopan dan tidak beradab kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengatakan bahwa hadits-hadits tersebut adalah “prediksi”[1] dan “ramalan”[2] Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca entri selengkapnya »

Kebaikan Pemerintah & Ulama Saudi Untuk Kaum Muslimin Dunia

Posted on Updated on

KEBAIKAN PEMERINTAH SAUDI UNTUK KAUM MUSLIMIN DUNIA[1]

Sebetulnya di dalam buku Sejarah Berdarah ini juga sudah terdapat kontradiksi. Di satu sisi saudara Idahram berusaha mencitrakan pemerintah Saudi Arabia sebagai pemerintah yang sadis dan ganas layaknya Nazi Jerman yang dipimpin Hitler, bahkan lebih kejam dari Hitler.

Namun di sisi lain, dia mengakui fakta-fakta akan pemuliaan dan penghormatan Kerajaan Saudi Arabia terhadap kaum muslimin.

Buktinya, sambutan yang baik dari pemerintah Saudi terhadap tokoh-tokoh Nahdhatul Ulama (NU) yang sengaja datang untuk mengkritik pemerintah Saudi. Tidak sedikit pun ada usaha dari pemerintah Saudi untuk mencelakakan apalagi membunuh para delegasi yang jelas-jelas aqidah dan amaliah mereka berbeda dengan apa yang diyakini dan diamalkan oleh pemerintah Saudi, malah kritikan mereka dalam masalah amaliah mazhab diterima dengan baik oleh pemerintah Saudi. Dengan jujur[2] saudara Idahram berkata,

“Utusan para ulama pesantren, alhamdulillah, berhasil dan diterima dengan baik oleh penguasa Saudi. Raja Saudi menjamin kebebasan amaliah dalam mazhab empat di Tanah Haram dan tidak ada penggusuran makam Nabi Muhammad Saw. (shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).” (Sejarah Berdarah…, hal. 138) Baca entri selengkapnya »

Meluruskan Kedustaan Sejarah Versi ‘Syaikh’ Idahram (bagian 2)

Posted on Updated on

عنوان المجد
عنوان المجد

Seakan sudah menjadi kebiasaannya, saudara Idahram kembali melemparkan tuduhan dusta kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, bahwa beliau membunuh orang-orang yang tidak mau mengikuti seruan dakwahnya dan harta mereka dibagi-bagi (pada hal. 91). Dan seperti biasa, Idahram tidak mampu mendatangkan sedikit pun bukti ilmiah akan kebenaran tuduhan ini.

Idahram juga mengklaim bahwa pasukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah membunuh 70 orang di Ahsaa, termasuk wanita-wanita hamil (pada hal. 92), lalu pada catatan kaki nomor 32 dan 33, saudara Idahram menyandarkan info tersebut kepada kitab Unwan Al-Majd, jilid 1 hal. 46 dan 106. Namun setelah kami telusuri pada sumber yang disebutkan ternyata kisah tersebut tidak ada.

Kedustaan yang sama dilakukan oleh saudara Idahram ketika menceritakan penyerangan ke Qashim (pada hal. 94-95), pada catatan kaki nomor 38, Idahram mengklaim kisah tersebut dari kitab Unwan Al-Majd, jilid 1 hal. 112. Setelah kami telusuri kembali, kami tidak mendapati kisah seperti yang diceritakan Idahram.

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58) Baca entri selengkapnya »

Meluruskan Kedustaan Sejarah Versi ‘Syaikh’ Idahram (bagian 1)

Posted on

tarikh-najd
tarikh-najd

Mengawali kedustaan-kedustaannya, saudara Idahram kembali mendasarkan “fakta-fakta” (pada hal.  65) kepada sejarawan kafir (?) yang bernama, Vladimir Borisovich Lotsky. Maka kami ingatkan kembali, bahwa menempuh segala cara seperti ini bukanlah cara yang dibenarkan dalam Islam. Ajaran Islam menuntun kita untuk berhati-hati dalam menerima berita, tidak begitu saja mempercayai dan menyebarkan setiap berita yang kita dengar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6) Baca entri selengkapnya »