Sunnah

[VIDEO] WAHABI, ANTARA TUDUHAN DAN REALITA

Posted on

Iklan

[Audio] Wahabi, Antara Tuduhan dan Realita – Ust. Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.

Posted on

Wahabi menjadi isu panas dimasyarakat karena beberapa faktor, diantara sekian banyak faktor ada dua faktor utama sedangkan yang lainnya hanyalah isu-isu sampingan saja, dua hal itu adalah mudah mengkafirkan dan mudah dalam memvonis bid’ah.

Dua tuduhan ini dibahas dengan apik oleh Ustadz Arifin Baderi dalam kajian berdurasi 2 jam 15 menit ini. Semoga kajian ini bisa memberikan pencerahan bagi kaum muslimin.

Download

Wahabi, Antara Tuduhan dan Realita

Hukum & Asal Muasal Peringatan Malam Nisfu Sya’ban

Posted on

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan penjelasan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baaz -rahimahullah- terkait peringatan malam Nisfu Sya’ban. Harapan kami, para pembaca yang kami muliakan dapat membacanya dengan teliti dan seksama seraya mengharap taufiq dari Allah agar diarahkan kepada kebenaran dan berlindung kepadaNya dari bisikan-bisikan setan dan hawa nafsu yang menampakkan keburukan sebagai kebaikan dan menampakkan kebaikan sebagai keburukan. Sesunggunya hanya Allah saja yang berkuasa memberikan taufiq, adapun manusia hanya berusaha menjelaskan dan menyampaikan.

Hukum & Asal Muasal Peringatan Malam Nisfu Sya’ban
Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Segala puji hanyalah bagi Allah yang telah menyempurnakan agama-Nya bagi kita, dan mencukupkan nikmat-Nya kepada kita, semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam pengajak ke pintu tobat dan pembawa rahmat.

Amma ba’du: Baca entri selengkapnya »

Pandangan Al-Imam An-Nawawiy Tentang Shalat Raghaib dan Ritual Malam Nishfu Sya’ban

Posted on Updated on

Pada bulan Rajab dan Sya’ban ini, di masyarakat kita tersebar ibadah yang bernama shalat raghaib yang biasanya dilakukan pada awal malam Jum’at pertama bulan Rajab antara shalat Maghrib dan Isya’ dan biasanya didahului dengan puasa hari Kamisnya. Selain itu ada pula ibadah shalat nishfu Sya’ban atau shalat Alfiyah yang dilakukan pada pertengahan Sya’ban. Biasanya dilakukan sebanyak seratus raka’at dengan membaca surah Al Ikhlash sebanyak seribu kali. Bahkan terkadang dibumbui dengan fadhilah-fadhilah yang bombastis. Kita simak bagaimana pendapat Imam An Nawawi rahimahullah, ulama besar madzhab Syafi’i mengenai dua ibadah tersebut.

Ketika ditanya mengenai shalat raghaib dan shalat nishfu sya’ban, beliau menjawab: Baca entri selengkapnya »

[VIDEO] Mengenal Makna Sunnah Dengan Lebih Baik Dalam 10 Menit

Posted on

Sering kita dengar kalimat “Itu sunnah Nabi”, “itukan hanya ibadah sunnah”, dst… lalu apakah arti kata sunnah itu? apakah jika dikerjakan berpahala dan jika ditinggalkan tidak mengapa? ataukah ada makna yang lain? simak video bincang santai (10 menit) berjudul “Apakah Makna Sunnah” oleh ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc.

Semoga dengan menyaksikan video ini kita dapat lebih memahami arti atau definis sunnah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shalla Allahu ‘alaihi wa sallam yang benar.

[Ebook] Sejarah Kodifikasi Hadits Nabawi

Posted on

Alhamdulîllâhi, kali ini kami (abusalma.wordpress.com) dapat menghadirkan sebuah ebook (electronic book) ke hadapan para pembaca sekalian, sebuah buku yang ditunggu-tunggu oleh para thullâbul ‘ilmi (penuntut ilmu) dan pencinta ‘Ulūmul Hadîts. Buku ini adalah buah karya dari Fadhîlatusy Syaikh ‘Abdul Ghoffâr Hasan ar-Rahmânî Rahimahullôhu, seorang ahli hadîts kenamaan dari benua India yang menjelaskan sejarah ringkas kodifikasi hadîts.

Tidak samar atas kita, bahwa India merupakan gudangnya Ahlul Hadîts kenamaan. Di negeri ini, muncul orang-orang seperti Muhammad Hayat as-Sindî (salah satu gurunya al-Imâm Muhammad bin ‘Abdil Wahhâb), Shiddiq Hasan Khân, Walîyullôh ad-Dihlâwî, ‘Abdurrohman al-Mubârokfūrî, Badî’uddîn Syah ar-Rasyîdî, dan lain lain rohimahumullôhu jamî’an. Hingga hari ini, kita masih mendengar pakar hadîts dari India, semisal Syaikh Ihsân Ilâhî Zhâhir (penulis ternama), Washîyullôh al-‘Abbâs (guru besar hadits Universitas Ibnu Su’ud), Zubair ‘Alî az-Zâ’î (Syaikhul hadîts India), Muhammad Râ`is an-Nadwî (Syaikhul hadîts India), Shafîyurrahmân al-Mubârokfūrî (penulis ar-Rahîqul Makhtūm), Muhammad Musthofâ al-A’zhamî (guru besar Universitas Ibnu Su’ud), Hâfizh Ahmadullâh (Dosen hadîts Jâmi’ah Salafîyah Faysalabad) dan lain-lain. Baca entri selengkapnya »

Tahukah Anda, Do’a yang Paling Sering Dilantunkan Oleh Nabi Kita?

Posted on Updated on

Siapa saja ingin meraih kebaikan sebanyak-banyaknya di dunia ini. Demikian pula untuk akhiratnya, ia pun berharap memperoleh kenikmatan, hingga kehidupannya menyenangkan, jauh dari siksa neraka yang membinasakan.

Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, menceritakan upaya untuk bisa meraih kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, sangat menjadi perhatian serius dalam doa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam . Doa inipun menjadi doa yang sering beliau Shallallahu alaihi wa sallam lantunkan.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dari Anas Radhiyallahu anhu , ia berkata: “Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering diucapkan ialah: “Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”. [al-Bukhâri no. 6389 dan Muslim no. 2690]. Baca entri selengkapnya »

Aqidah Islam : Aqidah Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi (Aqidah Thahawiyah)

Posted on Updated on

Lurusnya akidah adalah jaminan yang paling besar bagi keselamatan seorang muslim. Sebesar apa penyimpangan dalam akidahnya, sebesar itu pulalah kadar potensi penyimpangannya dari jalan yang lurus. Apabila akidah seorang muslim bagus dan lurus, insya` Allah sisi-sisi pada dirinya akan ikut tersempurnakan. Dan salah satu cara yang efektif yang dapat dilakukan seorang muslim untuk berusaha meluruskan akidahnya adalah mengkaji buku akidah yang telah diakui dan dirokemendasikan oleh para ulama. Dan salah satunya adalah Matan al-Aqidah ath-Thahawiyah.

Matan Al-Aqidah ath-Thahawiyah ditulis oleh Imam Abu Ja’far ath-Thahawi rahimahullah, yang lahir th. 239 H dan wafat th. 321 H, seorang ulama Islam yang teguh di atas Manhaj Ahlus Sunnah, as-Salaf ash-Shalih. Beliau dikenal sebagai salah seorang yang bermadzhab Hanafi dalam fikih, tapi tetapi salah seorang di antara guru beliau yang paling berpengaruh pada diri beliau adalah Imam al-Muzani yang bermadzhab Syafi’i bahkan murid besar dari Imam asy-Syafi’i rahimahullah. Ini menunjukkan bahwa Imam ath-Thahawi adalah seorang ulama yang merdeka dari belenggu panatisme madzhab yang tercela. Ini dari satu sisi, dan sisi yang lain, ini menunjukkan bahwa sekalipun dalam satuan-satuan masalah fikih di antara para ulama terjadi beda pendapat, tetapi dalam pokok-pokok Agama, Ushuluddin, Akidah, mereka adalah satu. Baca entri selengkapnya »

Inovasi Salah Alamat!

Posted on Updated on

Salah satu prinsip yang seharusnya diketahui dan dipegang seorang muslim adalah keyakinan bahwa Islam merupakan agama yang sempurna.  Allah ‘azza wa jalla berfirman,

“الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً”.

Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, serta Aku ridhai Islam sebagai agamamu”. QS. Al-Maidah (5): 3.

Keyakinan tentang kesempurnaan ajaran Islam ini berkonsekwensi pada tidak bolehnya kita menambah-nambah ajaran Islam atau menguranginya.[1] Sebab sesuatu yang sempurna jika ditambahi atau dikurangi justru akan membuatnya menjadi jelek. Ibarat jari-jari satu tangan yang telah sempurna berjumlah lima, jika ditambahi menjadi enam atau dikurangi menjadi empat, maka tidak akan membuatnya semakin indah. Justru akan terlihat jelek. Baca entri selengkapnya »

Cincin Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-

Posted on

C i n c i n  R a s u l u l l a h
-shallallahu ‘alaihi wa sallam-

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Berikut beberapa hadis yang menceritakan cicin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Pertama, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

كان خاتم النبي صلى الله عليه وسلم من ورق وكان فصه حبشيا

Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbuat dari perak, dan mata cincinnya berasal dari Habasyah (ethiopia). (HR. Muslim 2094, Turmudzi 1739, dan yang lainnya). Baca entri selengkapnya »

Pujian Ibnu Taimiyah Terhadap Ali Bin Abi Thalib ~radhiyallahu ‘anhu~

Posted on

‘Ali bin Abi Thalib di Mata Ibnu Taimiyah
Ali bin Muhammad Al-Qadiby

Ibnu Taimiyah memuji Ali bin Abi Thalib dibanyak Tempat dalam karangannya. Beliau menyanjung dan memposisikan beliau sebagai Kholifah keempat setelah Abu Bakr, Umar, dan Utsman Radhiyallaahu anhum layaknya manhaj Ahlussunnah Waljamaah. Hal itu sangat jelas dan lugas nampak bagi para pembaca kitab-kitab Syaikh. Aku tidak mengetahui bagaimana mungkin pandangan Ahli bid’ah dan para pencela Syaikhul Islam terlewatkan dari hal-hal tersebut.

Aku telah mengumpulkan sebagiannya pada pembahasan ini agar dibaca oleh setiap penulis dan para Pencari kebenaran serta untuk mencerahkan mata Ahlussunnah agar tidak nampak didada mereka gangguan ahli bid’ah terhadap Ibnu Taimiyah ketika mereka menelaah tuduhan-tuduhan dzolim tersebut.

Saya Banyak menukil dari Kitab Minhajussunnah karena kitab tersebut merupakan acuan utama para penghujat dan penuduh Ibnu Taimiyah. Penyebabnya adalah Baca entri selengkapnya »

[Audio] Menjalin Hubungan Terbaik Dengan Allah [Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri]

Posted on

Alhamdulillah acara Tabligh Akbar “Menjalin Hubungan Terbaik Dengan Allah” di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad, 23 Juni  2013 berjalan dengan lancar. Puluhan ribu jama’ah menghadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Radio Rodja 756 AM dan Rodja TV tersebut. Pembicara utama dalam acara tersebut adalah Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsri, salah seorang ulama kharismatik dari Saudi Arabia, beliau pernah menjadi anggota Lembaga Ulama Besar Saudi Arabia juga menjadi anggota Lembaga Pengkajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa di Saudi Arabia.

Bagi Anda yang tidak sempat menghadiri acara tersebut berikut kami hadirkan rekaman lengkap dari acara Tabligh Akbar teresebut. Semoga bermanfaat. Baca entri selengkapnya »

Ajaran Madzhab Syafi’iyyah yang Ditinggalkan Bahkan Dibenci Oleh Sebagian “Pengikutnya” #1

Posted on

Berikut ini beberapa ajaran madzhab syafi’iyah yang ditinggalkan (tidak dikerjakan) oleh sebagian penganutnya, padahal begitu getolnya mereka mengaku-ngaku sebagai pengkut madzhab syafi’iyah yang setia !!!

PERTAMA : MEMANJANGKAT JENGGOT

Merupakan perkara yang aneh adalah semangatnya sebagian ustadz dan kiyai (yang mengaku bermadzhab  syafi’iyah) untuk memangkas habis jenggot mereka…, bahkan sebagian mereka mencela orang yang memanjangkan jenggotnya, atau mengecapnya sebagai teroris. Padahal Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengharamkan mencukur habis jenggot. Baca entri selengkapnya »

Mungkinkah Membela Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Tapi Tidak Mentaati Beliau ?

Posted on Updated on

Mungkinkah Membela Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam
Tapi Tidak Mentaati Beliau ?

((Tulisan ini dikutip dari makalah Penulis (Ustadz DR Ali Musri Semjan Putra MA.) berjudul Taqwimul Mafahi al-Khathi’ah Indal Ghulati wal Jufati fid Difa’i’anin Nabbiyyi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dipresentasikan dalam muktamar bertema Nabiyyir Rahmati Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diadakan oleh Jum’iyyah al-Ilmiyyah as-Sa’udiyyah lis Sunnati wa Ulumiha di kota Riyadh Saudi Arabia))

Kemarahan yang meledak dari umat Islam di bumi belahan timur dan barat kepada orang-orang yang melecehkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyisakan pertanyaan, “Sejauh manakah kita taat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ? Umat Islam telah berpecah-belah menjadi sekian kelompok dan golongan. Setiap golongan merasa mantap dengan apa yang diyakininya. Padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan bahaya perpecahan. Disebutkan dalam riwayat Ibnu Mâjah, dari Auf bin Mâlik bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ قَالَ الْجَمَاعَةُ

Demi Dzat yang aku berada di tangan-Nya. Umatku akan benar-benar terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Satu golongan di surga dan tujuh puluh dua golongan di neraka.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa mereka (yang berada di surga)?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “al-jamâ’ah.”[1] Baca entri selengkapnya »