Syahwat

Jangan Menang Sendiri! Istri Juga Mau Merasakan Nikmatnya “Itu”!

Posted on Updated on

pasutri
pasutri

Faktor Penyebab Istri Tidak Merasakan Nikmatnya “Itu”

Beberapa survey menyebutkan bahwa para istri tidak merasakan kenikmatan ini dan sebagian mereka menyembunyikan bahkan berbohong dari suami mereka, entah karena untuk menghibur suami atau alasan yang lain. Agama Islam yang lengkap dan sempurna telah mengatur hal ini.

Ada tiga faktor utama penyebabnya: Baca entri selengkapnya »

Iklan

~ Cinta Itu Lelah ~

Posted on Updated on

Cinta itu Lelah

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Meraih sesuatu yang dicintai seringnya harus menanggung sesuatu yang menyusahkan. Baik cinta yang benar maupun cinta yang tidak benar.” (Al ‘Ubudiyah hal 130).

Cobalah renungkan..
Orang yang cinta kedudukan..
Dia lelah untuk meraihnya..
Menghadapi rintangan yg amat berat..
Bahkan seringkali berbahaya untuk dunia dan agamanya..

Orang yang cinta harta..
Ia habiskan waktunya untuk membanting tulang..
Tak kenal waktu..
Bahkan sering ia sakit karenanya..

Orang yang cinta syahwat..
Ia lelah hatinya..
Demi mengejar syahwat yang ia dambakan..
Di saat jauh..
Ia tersiksa oleh kerinduan..
Di saat dekat..
Ia tersiksa oleh kekhawatiran tuk berpisah dengannya..

Ternyata memang meraih yang dicintai butuh pengorbanan..
Semakin cinta..
Semakin kuat perjuangan meraihnya..
Semakin kurang cintanya..
Semakin lemah pengorbanan..

Semua kita mengaku mencintai Allah dan RasulNya..
Sejauh manakah pengorbanan untuk meraih cinta itu..
Syaikhul Islam berkata, “Apabila seorang hamba meninggalkan apa yang ia mampu lakukan dari berjihad, maka itu bukti kelemahan cinta dalam hatinya kepada Allah dan rasulNya.”
(Al Ubudiyah hal 130).

Terkadang kita mampu melakukan suatu ibadah..
Namun kemalasan menghentikan langkah..
Tak ada perjuangan untuk melawannya..
Itulah kelemahan cinta..
Walaupun pelakunya mengaku ia cinta sejuta rasa..

Allahul Musta’an..

~ Ustadz Badru Salam Cinta Sunnah ~

Bagi-bagi Kondom GRATIS Bagi Remaja…. SOLUSI??!

Posted on Updated on

Maqasid As-Syariah

Di antara tujuan utama syariat Islam diturunkan adalah hifzun nasal (Arab: حفظ النسل) artinya, menjaga keturunan. Tujuan ini terkait dengan posisi manusia sebagai mamalia yang dilengkapi dengan syahwat dan akal. Dengan bekal syahwat, manusia normal tidak mungkin bisa lepas dari mencintai lawan jenis. Dengan bekal akal, manusia melakukan cara yang berbeda dengan mamalia lainnya dalam menyalurkan syahwat biologisnya.

Berangkat dari sinilah sejatinya syariat Islam memberikan tuntunan. Syariah Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan manusia, sehingga syariat mengatur kehidupan mereka agar berbeda dengan binatang. Berbekal dengan akal yang dimilikinya, syariat menjadikan sasaran aturannya adalah manusia dan bukan mamalia lainnya.

Islam dalam rangka mewujudkan tujuan ini, sangat melarang keras dan menutup rapat terjadinya penyimpangan dalam menyalurkan syahwat. Baca entri selengkapnya »

Sikap Tengah Dalam Menyikapi Fenomena “Habib Cabul”

Posted on

imamah
fenomena habib cabul

Judul Asli : Fenomena Habib Cabul
Penulis : Nufitri Hadi

Fenomena habaib atau habib di negeri ini bukanlah sesuatu yang baru, dengan “merk” sebagai keturunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka pun berhasil menarik banyak simpati masyarakat, terutama dari kalangan awam. Apalagi setelah diliputnya pengjian Habib Munzir oleh salah satu stasiun swasta, nama para habib pun semakin terkenal dan akrab di masyarakat Indonesia.

Akhir-akhir ini berita mengenai para habib ini pun semakin riuh dan semakin membuat mereka dikenal. Namun sayang, pemicunya adalah hal yang dianggap tabu dan merusak citra para habib. Habib Hasan bin Ja’far As Segaf dituduh melakukan perbuatan cabul (Homosexual) terhadap beberapa jamaahnya. Kontan hal ini direspon cepat oleh awak media, berbagai majalah dan situs-situs berita menjadikannya sebagai topik utama. Artikel-artikel yang membahas berita perbuatan cabul sang habib pun terus dibahas media dalam beberapa hari ini. Baca entri selengkapnya »

Film Tentang Nabi, Virus Berkedok Agama

Posted on Updated on

Waspadalah !!!

Tak henti-hentinya musuh-musuh Islam memerangi kaum muslimin. Di antaranya adalah serangan jenis ghozwul fikr (perang pemikiran) berupa virus syubhat dan syahwat. Contoh virus syubhat ada dalam Jaringan Iblis Liberal (sebutan yang tepat untuk Jaringan Islam Liberal/JIL, Red). Secara terang-terangan mereka menyebarkan kekufuran, menolak hukum Alloh, menghujat sunnah Nabi dan membela nabi palsu. Wahai kaum muslimin, sadarlah dan waspadailah makar mereka!!

Di antara syubhat berbahaya yang ditebarkan musuh-musuh Alloh adalah film-film berkedok agama. Salah satunya adalah film para nabi dan sahabat. Bagaimana pandangan Islam tentangnya? Marilah kita ikuti kajian berikut.

Sejarah Film Tentang Nabi

Hampir tak bisa dipungkiri lagi bahwa peletak dasar pertama dunia film adalah kaum Yahudi dan Nasrani. Nah, tatkala mereka melihat celah keuntungan yang besar dalam dunia film berbau agama, maka mereka mengerahkan segala upaya untuk membuat berbagai acara yang berbau agama, terutama kisah-kisah para nabi yang tercatat dalam Taurat dan Injil. Oleh karenanya, kisah Nabi Musa dan Isa biasanya mendapatkan porsi yang lebih banyak daripada selain keduanya[1]. Baca entri selengkapnya »

Fiqih Mandi [1]: 5 Hal Yang Mewajibkan Mandi

Posted on Updated on

5-mewajibkan-mandi

Segala puji bagi Allah, pujian yang terbaik untuk-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Saat ini kami akan menjelaskan beberapa hal yang berkenaan dengan mandi (al ghuslu). Insya Allah, pembahasan ini akan dikaji secara lebih lengkap dalam tiga artikel. Pada kesempatan kali ini kita akan mengkaji beberapa hal yang mewajibkan seseorang untuk mandi (al ghuslu).

Yang dimaksud dengan al ghuslu secara bahasa adalah mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan yang dimaksud dengan al ghuslu secara syari’at adalah menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara yang khusus. Ibnu Malik mengatakan bahwa al ghuslu (dengan ghoin-nya didhommah) bisa dimaksudkan untuk perbuatan mandi dan air yang digunakan untuk mandi. [1]

Beberapa hal yang mewajibkan untuk mandi (al ghuslu):

Pertama: Keluarnya mani dengan syahwat. Baca entri selengkapnya »

[Download Audio] Bahaya Fitnah Syahwat [BAGUS!]

Posted on

Tema      : Bahaya Fitnah Syahwat

Pemateri   : Syaikh Dr. Sulaiman Bin Saliimullah Ar Ruhaily hafidzohullah

Penerjemah     : Ustadz Abu Yahya

Silakan download kajian ini pada link berikut : Baca entri selengkapnya »