Tafsir

[Silsilatudz Dzahab] Penjelasan Akidah Salaf Ahlussunnah Wal Jama’ah Tentang Dimanakah Allah? (Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat) Bagian 2

Posted on Updated on

Tafsir Surat Al-Humazah : Hukuman Bagi Pencela yang Suka Mengumpulkan Harta

Posted on Updated on

HUKUMAN PENCELA YANG SUKA MENGUMPULKAN HARTA
Oleh: Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc, M.A.
Pengajar di Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur, Sumatera Selatan
(kuncikebaikan.com)

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ﴿١﴾الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ﴿٢﴾يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ﴿٣﴾كَلَّا ۖ لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ﴿٤﴾وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ﴿٥﴾نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ﴿٦﴾الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ﴿٧﴾إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ﴿٨﴾فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ

(1) Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, (2) yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. (3) Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya. (4) Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (5) Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (6) (yaitu) api (yang disediakan) Allâh yang dinyalakan, (7) yang (membakar) sampai ke hati. (8) Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (9) (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. [Al-Humazah/104:1-9] Baca entri selengkapnya »

Faidah Dari Surat Al-Mulk : Bersyukur Atas Nikmat Air

Posted on

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Para pengunjung setia Rumaysho.com yang semoga selalu diberkahi oleh Allah.  Pada kesempatan kali ini kita akan kembali mengkaji tafsir surat Al Mulk ayat 25-terakhir (seri ke-9). Seperti biasanya pula kita akan menarik faedah-faedah menarik di dalamnya. Semoga bermanfaat bagi hati yang selalu merindukan Al Qur’an.

Allah Ta’ala berfirman,

وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (25) قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ (26) فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ (27) قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (28) قُلْ هُوَ الرَّحْمَنُ آَمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (29) قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ (30)

Dan mereka berkata: “Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?” Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”. Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?” Katakanlah: “Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata”. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”.” (QS. Al Mulk: 25-30)

Baca entri selengkapnya »

Tafsir Al-Maaidah Ayat 51 & Komplotan Munafiq Indonesia

Posted on Updated on

Bagaimana tafsir surat al-Maidah ayat 51. Dan bagaimana sikap kita dg ungkapan tokoh ormas yang membela pelecehan orang kafir terhadap al-Quran?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sebelum membahas tafsir surat al-Maidah ayat 51, saya tertarik untuk menyebutkan dua catatan terkait peristiwa ini,

Pertama, kejadian ini merupakan imbal balik atas konspirasi yang digencarkan si gubernur kafir Baca entri selengkapnya »

Terjemah Tafsir Al-Muyassar [003] : Tafsir Al-Fatihah 003

Posted on Updated on

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4)

وهو سبحانه وحده مالك يوم القيامة, وهو يوم الجزاء على الأعمال.

وفي قراءة المسلم لهذه الآية في كل ركعة من صلواته تذكير له باليوم الآخر, وحثٌّ له على الاستعداد بالعمل الصالح, والكف عن المعاصي والسيئات.

Dan Allah yang Mahasuci adalah satu-satunya pemilik hari kiamat, yaitu hari pembalasan atas seluruh amal perbuatan. -Dan pengkhususan kepemilikan hari kiamat bagi Allah karena tidak ada seorangpun yang bisa mengklaim sesuatu apapun pada hari itu, dan tidak ada seorang pun yang dapat berbicara pada hari itu kecuali atas izin Allah ta’ala-.

Dan setiap kali seorang muslim membaca ayat ini pada setiap raka’at dari shalat-shalatnya akan ada pengingat baginya tentang hari akhir, dan akan ada dorongan motivasi baginya untuk mempersiapkan diri dengan mengerjakan amal shalih dan untuk berhenti dari melakukan maksiat dan keburukan-keburukan. Baca entri selengkapnya »

Terjemah Tafsir Al-Muyassar [002] : Tafsir Al-Fatihah 002

Posted on Updated on

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2)

(الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ) الثناء على الله بصفاته التي كلُّها أوصاف كمال, وبنعمه الظاهرة والباطنة، الدينية والدنيوية، وفي ضمنه أَمْرٌ لعباده أن يحمدوه, فهو المستحق له وحده, وهو سبحانه المنشئ للخلق, القائم بأمورهم, المربي لجميع خلقه بنعمه, ولأوليائه بالإيمان والعمل الصالح.

Kalimat (الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ) adalah pujian/sanjungan bagi Allah dengan sebab sifat-sifatNya yang seluruhnya merupakan sifat-sifat yang sempurna, Baca entri selengkapnya »

Terjemah Tafsir Al-Muyassar [001] : Tafsir Al-Fatihah 001

Posted on Updated on

Apa Itu Kitab Tafsir Al-Muyassar ?

Kitab At Tafsir al Muyassar ini adalah sebuah tafsir terbitan dari Mujamma’al-Malik Fahd Lithiba’ah al-Mushhaf asy-Syarif -Lembaga yang berkedudukan di Madinah al-Munawwarah- yang telah mencetak jutaan Mushhaf al-Qur`an beserta terjemahnya ke dalam berbagai bahasa dunia untuk disebarkan ke seluruh dunia. Kitab Tafsir ini disusun oleh kumpulan Pakar Tafsir di bawah bimbingan Syaikh Sholih bin Abdul ‘Aziz Aalu Asy Syaikh. Terkhusus Kitab at-Tafsir al-Muyassar ini, sudah banyak pujian dan sanjungan terhadap buku ini, baik dari kalangan thullab ‘ilm (penuntut ilmu syar’i) maupun dari kalangan para ahli tafsir. Baca entri selengkapnya »

Jika Ada yang Ngeyel Minta Dalil Yang Tegas Yang Melarang Ucapan Selamat Atas Hari Raya Orang Kafir

Posted on Updated on

Ada teman agak ‘liberal’ yang nantang, tunjukkan dalil tegas dari al-Quran dan sunah yang melarang mengucapkan selamat natal & Tahun Baru.. dengan kalimat yg berbunyi: “Dilarang mengucapkan selamat nat*l”. jika tidak ada, berarti itu boleh..

Trim’s

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pemahaman orang terhadap ayat al-Quran dan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbeda-beda sesuai tingkatan kecerdasannya.

Karena itulah, orang yang responsif terhadap setiap perintah dan larangan yang ada dalam al-Quran, bisa mentadabburi kandungannya, Allah Ta’ala sebut sebagai orang cerdas (Ulul Albab). Kata ini sering Allah sebutkan dalam al-Quran. Diantaranya, Baca entri selengkapnya »

Bulan Ramadhan, Perbanyak Do’a

Posted on

Diantara rangkaian ayat-ayat dalam surat Al-Baqarah yang berbicara tentang masalah puasa ada sebuah ayat yang menarik yang jika dibaca sepintas ia keluar dari tema puasa. Tapi melalui tulisan berikut ini kita akan mengetahui -insya Allah- rahasia dari diletakkannya ayat tersebut diantara ayat-ayat yang berbicara tentang puasa. Selamat menyimak. Semoga bermanfaat!

Allah Subhanahu wa Ta’ala befirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada-Mu (wahai Muhammad) tentang Aku, maka (sampaikanlah) sesungguhnya Aku dekat, Aku menjawab permohonan doa yang dipanjatkan kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu mendapatkan petunjuk” [al-Baqarah/2:186] Baca entri selengkapnya »

Kalimat yang Mengalahkan “Hari Ibu”

Posted on Updated on

Dahulu ada seorang dosen bahasa dari Mesir, dan saat pelajaran bahasa Arab, beliau bercanda bahwa dalam bahasa Arab ada sedikit “diskriminasi” terhadap kaum wanita. Dalam kaidah bahasa Arab, semua kata benda mudzakkar[1] yang tidak berakal bila dijadikan bentuk jamak atau plural maka ia berubah menjadi mu’annats. Beliau berkata:

“Lihatlah, bahasa Arab telah menjadikan kata benda tidak berakal sama dengan wanita.”

Ternyata candaan beliau tersebut ditanggapi serius oleh beberapa teman yang memiliki cara berpikir sedikit bebas dan seakan-akan pembela HAM yang mengusung tuntutan kesetaraan gender. Baca entri selengkapnya »

10 Faedah dari 10 Ayat Surat Abasa

Posted on

‘Abasa secara bahasa artinya, جَمَعَ جِلْدَ مَا بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَجِلْدَ جَبْهَتِهِ “mengumpulkan kulit yang ada diantara dua mata dan kulit dahi”, yaitu mengerutkan dahi dan bermuka masam. Surat ‘Abasa adalah surat yang seluruh ayatnya adalah Makkiyah (diturunkan di Mekah) berdasarkan kesepakatan para ulama tafsir.

Allah berfirman :

عَبَسَ وَتَوَلَّى(١) أَنْ جَاءَهُ الأعْمَى(٢) وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى(٣) أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى(٤) أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى(٥) فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى(٦) وَمَا عَلَيْكَ أَلا يَزَّكَّى(٧) وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى(٨) وَهُوَ يَخْشَى(٩) فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى (١٠)

1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, 2. karena telah datang seorang buta kepadanya. 3. tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), 4. atau Dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? 5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, 6. Maka kamu melayaninya. 7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau Dia tidak membersihkan diri (beriman). 8. dan Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), 9. sedang ia takut kepada (Allah), 10. Maka kamu mengabaikannya.

Baca entri selengkapnya »

[Download] Tafsir Jalalain Terjemah Indonesia (Final Version)

Posted on

Satu lagi ebook yang makin “memanjakan” kita untuk tekun mengkaji al-Quran. Tafsir Jalalain buah karya dua ulama klasik, Jalaluddin Asy-Suyuthi & Jalaluddin Muhammad Ibn Ahmad Al-Mahalliy, sebuah tafsir yang cukup monumental dan sangat terkenal di kalangan ulama dan penuntut ilmu. Tafsir ini sering dijadikan bahan kajian tafsir untuk tingkat dasar, karena keringkasan dan kemudahannya. Meskipun sangat ringkas, namun cukup berguna sebagai pengantar untuk memahami al-Quran dan dasar-dasar penafsiran al-Quran.

Ebook Tafsir Jalalain ini menampilkan tafsir Jalalain dalam bahasa aslinya (Arab) disertai terjemahannya, ayat demi ayat. Jangan kuatir, Tafsir Jalalain beserta terjemahan Indonesia ini lengkap 30 Juz atau 114 surat! Ebook ini diterbitkan di bawah nama Pesantren Persatuan Islam (Persis) 91 Kota Tasikmalaya, dan merupakan final version, dikompilasi CHM oleh Dani Hidayat (http://www.maktabah-alhidayah.tk atau email: rabbany1981@gmail.com). Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan ganjaran kebaikan yang berlipatganda kepada mereka.

Tunggu apa lagi?! Jangan sia-siakan kesempatan berharga ini. Download segera ebook gratis tapi bermutu (tampilannya bagus dan tulisannya rapi) dalam format CHM ini! Jangan lupa menginformasikan ebook ini kepada keluarga dan rekan-rekan anda agar turut menikmati sajian tafsir al-Quran. Mari gelorakan gerakan membaca, mendengarkan dan mempelajari al-Quran! Baca entri selengkapnya »

Download Audio: Sejarah Kehinaan Yahudi dari Masa ke Masa (Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc)

Posted on

Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman kajian rutin “Tafsir Ibnu Katsir” bersama Al-Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc yang diselenggarakan di Masjid Amar Ma’ruf Bulak Kapal, Bekasi Timur pada hari Ahad, 22 Juli 2012 (sore). Pada pertemuan ini masuk pada tafsir ayat 112 dari surat Ali-Imran, sengaja saya (admin) beri judul kajian ini “Sejarah Kehinaan Yahudi dari Masa ke Masa “.

Allahu Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ

” Mereka (Yahudi) diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas. ” (Qs. Ali Imran: 112) Baca entri selengkapnya »

Untukmu Agamamu, dan Untukkulah, Agamaku [Tafsir Surah Al-Kafirun]

Posted on Updated on

Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Inilah di antara prinsip akidah Islam yang mesti dipegang dan dianut setiap muslim. Namun sebagian orang masih tidak memahami ayat ini. Jika seorang muslim memahami ayat ini dengan benar, tentu ia akan menentang keras bentuk loyal pada orang kafir dan berlepas diri dari mereka. Bentuk loyal pada orang kafir yang terlarang di antaranya dengan menghadiri perayaan mereka.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُ‌ونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, (1) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2) Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. (3) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. (5) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (6)” (QS. Al Kafirun: 1-6) Baca entri selengkapnya »