Tahlilan

Melakukan Tahlilan dan Maulid Nabi Tidak Keluar Dari Firqotun Najiyah/Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Posted on

Kajian lengkap dengan Tema “Iftiraqul Ummah” bersama Ust. Dr. Firanda Andirja MA. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Risalah Kecil Bagi Penyeru Bid’ah Hasanah

Posted on

Ini hanyalah risalah kecil bagi penyeru bid’ah hasanah. Da’i adalah penyeru. Di antara penyeru, ada yang terang-terangan menyeru dengan lisan perkataannya. Yakni, yang jelas-jelas mengatakan bahwa bid’ah hasanah dalam ibadah itu ada dan tidak semua bid’ah adalah dhalalah. Di antara penyeru, ada yang tidak mau terang-terangan menyeru dengan lisan perkataannya. Yakni, yang tidak mau mengakui makna zahir ‘wa kulla bid’atin dhalalah’ dan senang berpartisipasi dalam melawan -atau minimal membalik-balikkan- seruan para penyeru bahwa semua bid’ah dalam syariah adalah dhalalah.

Jika memang keyakinan kalian akan bagusnya sebagian bid’ah dalam syariah karena taqlid-nya kalian pada orang di atas kalian atau orang-orang di sekitar kalian, maka semoga Allah memaafkan kalian. Jika itu karena kesalahfahaman kalian semata, maka semoga Allah memaafkan kalian. Jika itu karena memang kalian tidak ridha disebabkan orang tua kalian -mau tidak mau kalian akui- adalah pelaku bid’ah, atau guru-guru kalian, atau bahkan kalian sendiri, sehingga kalimat ‘wa kulla bid’atin dhalalah’ menyakiti hati kalian dan menikam tradisi kalian, maka semoga Allah memaafkan kalian dan memberi hidayah pada kesemuanya. Baca entri selengkapnya »

Hukum Mengirim Pahala kepada Mayit

Posted on

Permasalahan tentang sampainya pahala yang dilakukan orang yang masih hidup kepada mayit telah menjadi satu bahasan yang mu’tabar sejak berabad-abad silam. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah, bahwa mereka (para ulama) sepakat akan sampainya pahala yang dilakukan oleh orang yang masih hidup kepada si mayit sebatas yang disebutkan secara khusus oleh dalil. Yang menjadi khilaf di antara mereka adalah amal-amal selain yang disebutkan khusus oleh dalil. Apakah amal-amal tersebut bisa diqiyaskan secara mutlak atau tidak sehingga memberikan konsekuensi sampainya pahala kepada si mayit ? Sebagian ulama berpendapat bisa diqiyaskan, sebagian lain berpendapat tidak bisa diqiyaskan. Dari sinilah kemudian khilaf muncul. Adapun khilaf tersebut bisa diterangkan sebagai berikut : Baca entri selengkapnya »

Mengumandangkan Adzan Ketika Jenazah Dikuburkan Bukanlah Perintah Agama

Posted on

masuk-liang-kubur

Tidak disunnah-kan adzan ketika jenazah dikuburkan. Namun, ada pendapat ketika jenazah dikuburkan itu bersamaan dengan adzan yang dikumandangkan, maka jenazah diringankan dari pertanyaan di alam kubur.

Sebagaimana dalam Kitab Ianatut Thalibin 1/230

وَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ يُسَنُّ الأَذَان عِنْدَ دُخُولِ القَبْرِ، خِلاَفًا لِمَنْ قَالَ بِنِسْبَتِهِ قِيَاسًا لِخُرُوجِهِ مِنَ الدُنْيَا عَلَى دُخُولِهِ فِيْهَا. قَالَ إبنُ حَجَرٍ: وَرَدَدْتُهُ فِى شَرْحِ العُبَابِ، لَكِنْ إِذَا وَافَقَ إِنْزَالُهُ القَبْرَ أَذَانٌ خَفَّفَ عَنْهُ فِى السُّؤَالِ. إِعَانَةُ الطَّالِبِيْن جُزْ 1ص 230

“Ketahuilah bahwasanya adzan untuk mayit tidak disunnahkan ketika masuk ke liang kubur, berbeda dengan orang yang menishbatkan adzan karena mengqiyaskan meninggal dunia dengan lahir ke dunia. Ibn Hajar berpendapat: “Saya menolak pendapat ini dalam kitab Syarah al‘ Ubab. Tetapi ketika jenazah diturunkan ke dalam kubur bersamaan dengan dikumandangkannya adzan maka jenazah tersebut diringankan dari pertanyaan kubur”. Baca entri selengkapnya »

E-Book : Mengapa Menolak Bid’ah Hasanah ? [Update Link Download]

Posted on Updated on

Tolak Bid'ah
Tolak Bid’ah

Jika kita memperhatikan kenyataan kaum muslimin saat ini, terutama dalam masalah ibadah mereka, maka kita akan merasa terharu, dimana banyak sekali diantara mereka yang melakukan sesuatu dari ibadah apa yang tidak ada dasarnya, baik dalam Al Qur’an dan As Sunnah, maupun dalam amalan-amalan salaful ummah. Apa yang mereka kerjakan kebanyakan hanyalah dilandasi oleh perasaan, akal dan keinginan pribadi (hawa nafsu) mereka atau karena hanya bertaklid buta mengikuti adat kebiasaan (apa yang telah dirintis oleh orang-orang tua mereka). Karena itulah sehingga jika mereka ditanya tentang apa yang mereka lakukan itu, niscaya mereka akan menjawab: “Rasanya enak kalau kita melakukan yang seperti ini”. Atau “Menurut saya ini adalah sesuatu yang baik”, atau “Beginilah yang dilakukan orang-orang tua kita, apakah anda mau merubah apa yang telah dirintis dengan susah payah oleh orang-orang tua kita dahulu?”. Padahal mereka tidak menyadari bahwa jawaban-jawaban yang mereka sebutkan itu semua tidak ada bedanya dengan jawaban-jawaban orang-orang jahiliyyah dahulu ketika mereka ditanya, yang mana hal semacam itu telah dibantah oleh Alloh –subhanahu wa ta’ala- melalui lisan Rosululloh Muhammad –shallallohu ‘alaihi wa sallam- dengan ayat-ayatNya:

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَوَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُم بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَن ذِكْرِهِم مُّعْرِضُونَ

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Qur’an) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (QS. Al Mu’minun: 71)

Baca entri selengkapnya »

Amalan-amalan yang Bermanfaat Bagi Mayit

Posted on

Setiap kali kami memunculkan masalah menghadiahkan pahala untuk mayit, banyak di antara pengunjung Rumaysho.com yang memberi komentar negatif dan tanda tidak setuju. Oleh karena itu, kami sengaja membuat tulisan tersendiri yang ingin membahas lebih panjang lebar masalah ini yang rujukannya tentu saja Al Qur’an dan As Sunnah berdasarkan pemahaman generasi terbaik dari umat Islam. Semoga Allah memudahkan kaum muslimin untuk memahami tulisan ini. Hanya Allah yang memberi taufik.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39). Baca entri selengkapnya »