tanda lailatul qadr

Paket Lailatul Qadar 1438 H

Posted on

Tanpa terasa 20 hari dari bulan Ramadhan telah berlalu, menyisakan harapan dan penyesalan. Harapan agar semua yang kita persembahkan kepada Allah dari segenap ibadah kita diterima oleh Allah. Penyesalan atas sedikitnya perhatian dan semangat kita dalam mengisi Ramadhan dengan ibadah. Akan tetapi Allah menyediakan sesuatu yang begitu istimewa di penghujung Ramadhan ini, pada sepuluh hari yang terakhir. Allah sediakan sebuah malam yang begitu istimewa yang menjadi buruan orang-orang shalih dan wali kekasih Allah. Itulah malam lailatul qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang beribadah di malam yang diberkahi tersebut maka pahalanya sama dengan ibadahnya selama seribu bulan atau kurang lebih 83 tahun. Baca entri selengkapnya »

Tanda-Tanda Lailatul Qadr

Posted on Updated on

Perlu diketahui bahwa lailatul qadr memiliki beberapa tanda yang, dengan tanda tersebut, kehadiran lailatul qadr diketahui. Di antara tanda itu adalah:

  1. Cahaya matahari tidak menyilaukan mata saat matahari terbit pada pagi hari lailatul qadr. Keterangan tentang hal ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Zirr bin Hubais radhiyallâhu ‘anhu bahwa (Zirr) berkata, “Saya bertanya kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallâhu ‘anhu. Saya berkata, ‘Sesungguhnya saudaramu, Ibnu Mas’ûd, berkata, ‘Barangsiapa yang mengerjakan qiyâm selama setahun, dia mendapatkan lailatul qadr.’.’ Maka, Ubay bin Ka’ab radhiyallâhu ‘anhu menjawab, ‘(Ibnu Mas’ud) menghendaki agar manusia tidak bersandar (dalam hal itu). Sesungguhnya dia telah mengetahui bahwa lailatul qadr berada pada Ramadhan, dan (malam) itu berada pada sepuluh malam terakhir, serta (malam) itu berada malam kedua puluh tujuh.’ Kemudian, (Ubay) bersumpah –tanpa memperkecualikan- bahwa lailatul qadr berada pada malam kedua puluh tujuh. Saya bertanya, ‘Berdasarkan apa engkau berucap, wahai Abul Mundzir?’ Beliau menjawab, ‘Berdasarkan ayat (tanda atau bukti yang sangat jelas) yang Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kabarkan kepada kami,

أَنَّهَا تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لاَ شُعَاعَ لَهَا

‘Sesungguhnya (matahari), yang terbit pada waktu itu, tidak ada cahaya yang menyilaukan padanya.’.’.”[1] Baca entri selengkapnya »