Tarikh

Sejarah Kerajaan Saba’, Negeri yang Dahulunya Subur Makmur

Posted on Updated on

Peta Ma'rib, Yaman
Peta Ma’rib, Yaman

Saba’ adalah sebuah kerajaan di abad klasik yang berdiri sejak 1300 SM, terletak di wilayah Yaman saat ini. Kemasyhuran  negeri Saba’ benar-benar sesuatu yang fenomenal dan menakjubkan bagi siapa saja yang mengetahui kisahnya.

Siapakah Saba’ Itu?

Dalam hadis Farwah bin Musaik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh seorang laki-laki, “Ya Rasulullah, kabarkanlah kepadaku tentang Saba’? Apakah Saba’ itu? Apakah ia adalah nama sebuah tempat ataukah nama dari seorang wanita?” Beliau pun menjawab, Baca entri selengkapnya »

Peristiwa Karbala Dalam Pandangan Ahlussunnah Wal Jama’ah

Posted on Updated on

URGENSI SANAD

aqidah-syiah
aqidah-syiah

Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan dalam kitab Aqidah al-Wasithiyyah : “Ahlussunnah menahan lidah dari permasalahan atau pertikaian yang terjadi diantara para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Dan mereka juga mengatakan: “Sesungguhnya riwayat-riwayat yang dibawakan dan sampai kepada kita tentang keburukan-keburukan para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum (pertikaian atau peperangan) ada yang dusta dan ada juga yang ditambah, dikurangi dan dirubah dari aslinya (serta ada pula yang shahih-pen). Riwayat yang shahih. menyatakan, bahwa para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum ini ma’dzûrûn (orang-orang yang diberi udzur). Baik dikatakan karena mereka itu para mujtahid yang melakukan ijtihad dengan benar ataupun juga para mujtahid yang ijtihadnya keliru.”[1] Baca entri selengkapnya »

Penjarahan Hajar Aswad

Posted on Updated on

حجر الأسود
حجر الأسود

Kota Mekkah, dengan kemuliaan yang disandangnya, ia memiliki hukum-hukum yang telah ditetapkan syari’at, sebagai bukti yang menunjukkan kemuliaannya. Siapapun dilarang melakukan perbuatan maksiat. Meski larangan ini telah jelas, ternyata dalam perjalanan sejarah kaum Muslimin, khususnya kota Mekkah dan Ka’bah, pernah terjadi pelanggaran yang sangat memilukan dan menodai Ka’bah secara khusus, yaitu terjadinya penjarahan Hajar Aswad.

Hajar Aswad merupakan batu termulia. Dia berasal dari Jannah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

نَزَلَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنْ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

“Hajar Aswad turun dari Jannah, dalam kondisi berwarna lebih putih dari air susu. Kemudian, dosa-dosa anak Adamlah yang membuatnya sampai berwarna hitam” [1]. Baca entri selengkapnya »

Menepis Tuduhan Keji Terhadap Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha

Posted on

Pertarungan antara haq dan bathil terus berlangsung hingga hari kiamat. Kebenaran dan kebatilan memiliki penyeru dan pembela masing-masing. Penyeru kebenaran berusaha menyelamatkan umat dan membawanya ke jalan yang lurus agar mendapatkan kebahagian di dunia dan akhirat, sedangkan penyeru kebatilan berusaha menyesatkan dan merusak umat agar mereka celaka.

Tidak henti-hentinya para penyeru kebatilan menyesatkan umat dengan segala cara, termasuk kebohongan-kebohongan yang merupakan modal utama mereka dari masa ke masa. Tidak segan-segan mereka melontarkan kebohongan-kebohongan dan tuduhan-tuduhan dusta kepada manusia-manusia terbaik dari umat ini, bahkan kepada para ibunda kaum mukminin para pendamping Sayyidil Mursalin di dunia dan di akhirat, termasuk Aisyah ash-Shiddiqoh binti ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anha wanita yang paling banyak menukil Sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat ini.

Tuduhan-tuduhan dusta keapda Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha senantiasa mereka sebarkan sejak para pendahulu mereka dari kaum munafikin hingga para penerus mereka pada hari ini dari musuh-musuh sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara penyambung lidah kotor mereka adalah seseorang yang bernama Yasir bin Abdullah al-Habib yang mendaur ulang kebohongan, cercaan dan cacian terhadap Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha didalam sebuah ceramahnya yang dikemas di dalam perayaan kematian Aisyah bulan Ramadhan yang lalu (tahun 1431 H/2010 M) di London. Baca entri selengkapnya »

Hakikat Persaksian أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Posted on Updated on

muhammad

Islam dibangun di atas lima rukun. Yang pertama adalah kesatuan dari dua syahadah (persaksian) أَنْ لّآ إِلهَ إلاَّ اللهُ dan syahadah أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ . Dua syahadah ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sebab yang satu melazimkan yang lainnya. Kesatuan kedua syahadah tersebut tampak jelas tatkala keduanya dijadikan satu perkara yang harus diserukan kepada manusia untuk kali yang pertama sebelum sholat, zakat, dan kewajiban yang lain.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Abdulloh ibnu Abbas bahwa Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam mengutus Muadz ke Yaman, lalu beliau bersabda:

ادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

“Serulah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Alloh dan bahwa aku adalah utusan Alloh, bila mereka telah taat maka beritahukan kepada mereka bahwa Alloh telah mem-fardhu-kan atas mereka sholat lima waktu dalam setiap sehari semalam, bila mereka telah taat maka beritahukan kepada mereka bahwa Alloh telah mem-fardhu-kan kepada mereka zakat pada harta-harta mereka yang dipungut dari orang-orang kaya di antara mereka dan diterimakan kepada orang-orang fakir di antara mereka pula.” (HR. Bukhori: 1331 dan Muslim: 19, 29)

Baca entri selengkapnya »

Hakikat Persaksian شَهَادَةُ أَنْ لّآ إِلهَ إلاَّ الله

Posted on Updated on

Sungguh, kalimat “asyhadu allaa ilaaha illalloh” tidaklah asing bagi kita. Tinggal di negeri kaum muslimin seperti ini, setidaknya kita biasa mendengarkan lantunan muadzin yang menyerukan kalimat tersebut minimal lima kali sehari semalam. Inilah persaksian seorang hamba yang lemah atas ke-Esa-an Alloh yang Maha Perkasa dalam hak-hak seluruh macam maupun bentuk peribadahan yang tiada sekutu bagi-Nya.

Persaksian yang Paling Agung

Keagungan persaksian allaa ilaaha illalloh nampak terlihat dari dua sisi, dari sisi yang bersaksi dan dari sisi yang dipersaksikan. Dalam sebuah ayat begitu jelas lagi tegas Alloh menunjukkan dua sisi keagungan tersebut dengan firmanNya:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Ali Imron[3]: 18) Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Kaidah Dalam Memahami Tauhid Dan Syirik [9-Tamat]

Posted on Updated on

القاعدة الرابعة

أن مشركي زماننا أغلظ شركا من الأولين لأن الأولين يشركون في الرخاء ويخلصون في الشدة، ومشركو زماننا شركهم دائما في الرخاء والشدة، والدليل قوله تعالى}: فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ ) { العنكبوت آية 65. (

Kaidah yang keempat:

Bahwa kaum musyrikin pada zaman kita ini lebih besar kesyirikannya dari pada (kaum musyrikin) terdahulu, karena (kaum musyrikin) dahulu berbuat syirik (ketika) keadaan senang dan mereka ikhlas dalam keadaan susah. Sementara kaum musyrikin zaman kita, kesyirikan mereka terus-menerus dalam keadaan senang maupun susah, dan dalilnya adalah firman Alloh -subhanahu wa ta’ala-:

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendo’a kepada Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Alloh menyelamatkan mereka sampai kedarat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Alloh).” (Al Ankabut: 65)[1] Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Kaidah Dalam Memahami Tauhid Dan Syirik [8]

Posted on Updated on

ودليل الشمس والقمر قوله تعالى} وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ  {فصلت آية 37.

ودليل الملائكة قوله تعالى: {  وَلاَ يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُواْ الْمَلاَئِكَةَ وَالنِّبِيِّيْنَ أَرْبَاباً } (آل عمران آية 80. )

ودليل الأنبياء قوله تعالى } :  وَإِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَـهَيْنِ مِن دُونِ اللّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلاَ أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ{   ) المائدة آية 116(.

ودليل الصالحين قوله تعالى } : أُولَـئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ) { الإسراء آية 57. (

ودليل الأشجار والأحجار قوله تعالى: {  أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى } (النجم الآيتان: 19، 20 ،)

وحديث أبي واقد الليثي  قال: { خرجنا مع النبي  إلى حنين ونحن حدثاء عهد بكفر وللمشركين سدرة يعكفون عندها وينوطون بها أسلحتهم يقال لها ذات أنواط فمررنا بسدرة فقلنا يا رسول الله اجعل لنا ذات أنواط كما لهم ذات أنواط } (الحديث)

Adapun dalilnya (bahwa ada diantara kaum musyrikin yang beribadah kepada) matahari dan bulan adalah firman Alloh -subhanahu wa ta’ala-:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ

“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan.” (Fushilat: 37)[1] Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Kaidah Dalam Memahami Tauhid Dan Syirik [7]

Posted on Updated on

القاعدة الثالثة

أن النبي  ظهر على أناس متفرقين في عباداتهم، منهم من يعبد الملائكة، ومنهم من يعبد الأنبياء والصالحين، ومنهم من يعبد الأشجار والأحجار، ومنهم من يعبد الشمس والقمر وقاتلهم رسول الله  ولم يفرق بينهم، والدليل قوله تعالى: {  وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه} (الأنفال آية 39. )

Kaidah yang ketiga:

Bahwasanya Nabi -shallAllohu’alaihi wa sallam- muncul pada manusia yang ibadahnya berbeda-beda. Diantara mereka ada yang menyembah malaikat, ada yang menyembah para Nabi dan orang-orang shalih, ada yang menyembah batu-batu dan pohon-pohon, dan ada yang menyembah matahari dan bulan; dan Rasulullah -shallAllohu’alaihi wa sallam- memerangi mereka tanpa membeda-bedakannya. [1] Dalilnya firman Alloh -subhanahu wa ta’ala-:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata hanya untuk Alloh.” (Al Anfal: 39) [2] Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Kaidah Dalam Memahami Tauhid Dan Syirik [6]

Posted on Updated on

القاعدة الثانية

أنهم يقولون: ما دعوناهم وتوجهنا إليهم إلا لطلب القربة والشفاعة.

فدليل القربة قوله تعالى: { وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى } (الزمر آية 3. )

Kaidah yang kedua :

Bahwasanya mereka menyatakan : “Tidaklah kami berdo’a kepada mereka serta menghadap mereka kecuali untuk mencari qurbah (kedekatan) dan syafa’at. Dalilnya qurbah adalah firman Alloh -subhanahu wa ta’ala- :

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

“dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Alloh (berkata) : “kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Alloh akan memutuskan diantara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Alloh tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar” (Az Zumar : 3)[1] Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Kaidah Dalam Memahami Tauhid Dan Syirik [5]

Posted on Updated on

القاعدة الأولى

أن تعلم أن الكفار الذين قاتلهم رسول الله بأن الله تعالى هو الخالق الرازق المدبر وأن ذلك لم يدخلهم في الإسلام والدليل قوله تعالى: {  قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ } (يونس آية 31. )

Kaidah yang pertama :

Ketahuilah! Bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah -shallAllohu’alaihi wa sallam- –mereka itu- mengakui bahwa Alloh -subhanahu wa ta’ala- adalah pencipta dan pengatur, namun hal tersebut tidak memasukkan mereka kedalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Alloh -subhanahu wa ta’ala- :

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ

“Katakanlah : Siapakah yang memberimu rezeki dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengetur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab “Alloh” Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?”(Yunus 31)[6] Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Kaidah Dalam Memahami Tauhid Dan Syirik [4]

Posted on Updated on

فإذا عرفت أن الشرك إذا خالط العبادة أفسدها وأحبط العمل وصار صاحبه من الخالدين في النار عرفت أن أهم ما عليك معرفة ذلك لعل الله أن يخلصك من هذه الشبكة وهى الشرك بالله الذي قال الله تعالى فيه: {  إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ  } (النساء آية 116، )

وذلك بمعرفة أربع قواعد ذكرها الله تعالى في كتابه

Jika kamu mengetahui bahwa syirik bila bercampur dengan ibadah akan merusaknya dan menghapus amalan, sehingga pelakunya termasuk orang yang kekal dalam neraka. Tahukah engkau bahwa yang paling penting bagimu adalah mengetahui hal tersebut. Mudah-mudahan Alloh -subhanahu wa ta’ala- membebaskanmu dari perangkap ini, yaitu syirik kepada Alloh -subhanahu wa ta’ala-, yang Alloh -subhanahu wa ta’ala- menyatakan tentangnya.

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (an nisaa’ : 48)

Dan hal itu dengan mengetahui empat kaidah yang disebutkan Alloh -subhanahu wa ta’ala- dalam kitab-Nya”[5] Baca entri selengkapnya »

Penjelasan Kaidah Dalam Memahami Tauhid Dan Syirik [2]

Posted on Updated on

اعلم أرشدك الله لطاعته أن الحنيفية ملة إبراهيم أن تعبد الله وحده مخلصا له الدين كما قال تعالى: {وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ } (الذاريات آية 56. )

Ketahuilah! Semoga Alloh -subhanahu wa ta’ala- membimbingmu untuk taat kepadaNya. Sesungguhnya al hanifiyyah millah (agama) Ibrahim itu adalah kamu beribadah kepada Alloh -subhanahu wa ta’ala-, mengikhlaskan agama untukNya, sebagaimana Alloh -subhanahu wa ta’ala- berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (Adz Dzariyat : 56)[2]


[2] SYARAH :

“Ketahuilah! Semoga Allah -subhanahu wa ta’ala- membimbingmu”.

Ini adalah do’a dari syaikh -rahimahullah-, demikianlah hendaknya seorang pengajar itu mendo’akan murid-muridnya.

Dan taat kepada Allah -subhanahu wa ta’ala- itu artinya mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Baca entri selengkapnya »

Download Audio | Sejarah Penetapan Kalender Hijriah

Posted on Updated on

kalender-muslim

Menjelang tahun baru masehi, banyak ummat Islam yang latah ikut merayakan perayaan tersebut. Padahal tahun Masehi adalah penanggalan yang berasal dari non-muslim dan perayaannya adalah merupakan hari besar non-muslim. Patutkan ummat Islam mengambil bagian dalam perayaan tersebut?

Ummat Islam memiliki penanggalan Hijriyah yang sepatutnya ummat Muslim merasa mulia dengannya dan tidak perlu terpikat dengan kebudayaan non-muslim termasuk penanggalan mereka. Bahkan hal tersebut dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya serta para sahabat dan ulama Islam dari dahulu hingga sekarang.

Simak kajian yang menjelaskan sejarah penetapan penanggalan Hijriyah berikut, yang nantinya akan diketahui bagaimana sikap terhadap hari raya atau perayaan kaum non-muslim. Baca entri selengkapnya »