teologi

[VIDEO] Kisah Isa Putera Maryam – Ust. Dr. Firanda Andirja

Posted on

Iklan

Nama Muhammad, Kebenaran yang Mereka Sembunyikan [Kisah Anselm Turmeda]

Posted on

Kisah ini bercerita tentang Abdullah al-Majorci. Seorang mantan ulama besar Nasrani yang menjadi seorang muslim. Abdullah hidup saat Perang Salib masih berkecamuk. Lahir di Majorca (baca: Mayorka), Spanyol, kemudian pindah ke Tunisia di bawah kekuasaan Daulah Hafshiyah. Ia adalah seorang Nasrani yang taat dan tekun mempelajari agamanya. Dalam waktu singkat, ia berhasil menghafal setengah Injil.

Namun akhirnya, ia memeluk Islam, setelah mengetahui bahwa Muhammad, seorang nabi dari Arab, adalah nama yang disembunyikan kebenrannya oleh pasturnya. Setelah memeluk Islam, ia mengganti namanya menjadi Abdullah dan menulis kisah perjalanan hidupnya dalam buku Tuhfatu al-Arib fi Rad ‘ala ahli ash-Shalib. Baca entri selengkapnya »

Hubungan Nabi Isa dan Nabi Muhammad -‘alaihima ash-shalatu wassalam-

Posted on

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam shahihnya :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا هِلَالُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَالْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

Muhammad bin Sinan menuturkan kepada kami. Dia berkata; Fulaih bin Sulaiman menuturkan kepada kami. Dia berkata; Hilal bin Ali menuturkan kepada kami dari Abdurrahman bin Abi ‘Amrah dari Abu Hurairah –radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah orang yang paling dekat dan paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari dalam Kitab Ahadits al-Anbiya’, lihat Fath al-Bari [6/550]. Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam Kitab al-Fadha’il dengan redaksi yang agak berbeda) Baca entri selengkapnya »

Aqidah Harus Dipahami Sesuai Dengan Zahir Nash

Posted on

Dalam sebuah buku berbahasa Indonesia, pernah disebut suatu syubhat yang menyesatkan orang awam yang tidak kritis. Penulisnya membawakan sebuah cerita tentang seorang syaikh berjenggot di Arab Saudi yang dalam memahami nash, serba kaku dan suka ngotot karena hanya berpegang pada zahirnya nash. Bahkan digambarkan, bahwa syaikh ini suka marah jika pendapatnya ditentang. Kebetulan, ia seorang buta.

Suatu ketika, datanglah seseorang kepadanya seraya membawakan sebuah ayat :

وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

Secara sepintas, arti ayat di atas adalah: Barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat kelak iapun akan buta. [al-Isra’/17:72].

Jika ia tetap memahami ayat ini menurut zahirnya, maka ia harus menerima kenyataan bahwa iapun akan buta nanti di akhirat, karena sekarang di dunia ia dalam keadaan buta. Maka terbungkamlah syaikh tersebut ketika di hadapkan pada ayat ini. Maksud penulis kisah di atas adalah untuk menjelaskan benarnya tindakan ta’wil (baca: tahrîf/merubah makna) terhadap makna ayat-ayat sifat Allâh Azza wa Jalla , dan menjelaskan batilnya pemahaman ayat-ayat sifat berdasarkan zahirnya. Baca entri selengkapnya »

Nabi Isa Pun Seorang Muslim

Posted on

Perlu diketahui bahwa agama setiap para Nabi itu satu, yaitu Islam. Nabi Isa pun seorang muslim, beragama Islam. Karena ajaran para Nabi itu satu, yaitu ajaran Islam untuk mentauhidkan Allah.

Agama Seluruh Nabi adalah Islam

Islam adalah agama seluruh nabi dan rasul sebagaimana yang Allah beritakan tentang bapak para nabi, Ibrahim yang menjadi teladan bagi alam semesta. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الْآَخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ (130) إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ (131) وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (132) أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آَبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (133)

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shaleh.

Ketika Rabbnya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Rabb semesta alam”. Baca entri selengkapnya »

Islam Jauh Lebih Unggul

Posted on

بسم الله الرحمن الرحيم

ISLAM JAUH LEBIH UNGGUL
Ulasan singkat seputar keistimewaan Islam dalam konsep ketuhanan
(Bagian satu dari dua tulisan)

Penulis : Jafar Salih Siregar

Menjadi sebuah momentum tepat bagi ummat Islam, pada hari dimana orang-orang kristiani merayakan kelahiran “tuhan” mereka, untuk menjelaskan keistimewaan aqidah Islam dibandingkan ajaran kristiani dan ajaran-ajaran lainnya. Konsep ilahiyah (ketuhanan) yang berbeda lagi sesuai dengan fitrah dan akal sehat yang diusung oleh Islam sebagai ajaran turun-temurun semenjak Adam Alaihissalaam hingga utusan terakhir Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Bahwa Islam bukan hanya sekedar meyakini keesaan Allah pada dzat dan perbuatannya (rububiyah) semata, akan tetapi lebih daripada itu, Islam mengajarkan keesaan Allah pada hak mutlaknya sebagai satu-satunya Dzat yang berhak menerima peribadahan (uluhiyah). Baca entri selengkapnya »

Memahami Hakikat ‘Isa ‘Alaihissalam [Tuhan Menurut Nashrani yang Dianggap Anak Zina Oleh Yahudi]

Posted on Updated on

Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang kemudian disampaikan oleh beliau dan para Shahabat -radhiyallahu ‘anhum- kepada manusia hingga sampai kepada kita di zaman ini memberikan banyak pengetahuan kepada kita tentang hakikat agama ahlul kitab sebelum kita, Yahudi dan Nashrani.

Diantara perkara besar yang dijelaskan dengan sangat gamblang dalam Al-Qur’an adalah kisah seorang Nabi yang agung, salah seorang ulul ‘azmi diantara para Rasul, dialah Nabiyullah ‘Isa putera Maryam alaihissalam. Kaum Yahudi dan Nashrani telah berselisih tentang hakikat ‘Isa ‘alaihissalam. Yahudi mengatakan bahwa beliau adalah anak hasil zina dan mereka memeranginya dan berusaha untuk membunuhnya. Adapun Nashrani mereka menganggap bahwa ‘Isa adalah Tuhan atau anak Tuhan atau salah satu dari yang tiga (Trinitas). Baca entri selengkapnya »

Ilmu Filsafat, Perusak Aqidah Islam

Posted on Updated on

Sebagian ahlul ahwa wal bida’ (orang-orang yang dikendalikan oleh hawa nafsu dan pelaku bid’ah, golongan menyimpang dalam Islam) mengklaim bahwa ilmu-ilmu ilahi (akidah) itu masih ghâmidhah (kabur dan tak terpahami). Menurut mereka, tidak mungkin dimengerti kecuali melalui jalan ilmu manthiq dan filsafat. Bertolak dari sinilah kemudian mereka (kaum Mu’tazilah dan yang sepaham dengan mereka sampai era sekarang) mengadopsi ilmu filsafat untuk dijadikan sebagai perangkat pendukung untuk mendalami akidah Islam.[Tahâful Falâsifah 84. Nukilan dari Tanâquzhu Ahlil Ahwâ wal Bida’ fil ‘Aqîdah’ 1/103. Penulis menyertakan ilmu filsafat sebagai sumber pengambilan hukum kedelapan oleh kalangan ahli bid’ah.] Baca entri selengkapnya »

Bathilnya Konsep Trinitas Dalam Ajaran Nashrani

Posted on Updated on

Ada beberapa landasan penting dalam ajaran agama Nashrani, salah satunya yang paling pokok adalah doktrin trinitas atau disebut juga tritunggal, ini merupakan doktrin yang wajib diimani oleh para penganut Nashrani (baik itu Katolik, Protestan maupun Ortodok) karena ini adalah tonggak ajaran ketuhanan bagi mereka.

Namun jika kita bandingkan dengan ajaran Islam di mana landasan utamanya (masalah aqidah), khususnya yang berkenaan dengan Uluhiyyah sangatlah jelas dan mudah dipahami, dalil-dalinya tak terhitung banyaknya baik dalam al-Qur’an maupun hadits. Namun tidak demikian adanya dalam agama Nashrani, justru pada doktrin ketuhananlah yang paling sulit untuk dipahami dan dicerna. Padahal seharusnya ini tidak boleh terjadi karena ketuhanan adalah pondasi yang paling dasar yang dibangun diatasnya ajaran-ajaran lain. Baca entri selengkapnya »

Kisah Perdebatan Al-Qadhi Al-Baqillani Dengan Raja Romawi Dan Para Pendetanya

Posted on Updated on

مناظرة الباقلاني للنصارى بحضرة ملكهم

Awal Kisah Terjadinya Perdebatan

Adapun penyebab kepergian al-Baqillani ke Romawi adalah ketika meninggal salah seorang raja Romawi Armanus dan digantikan oleh puteranya Basil dan Qastantin. Sebagian panglimanya berambisi untuk mendapatkan kekuasaan. Di antara mereka yang berambisi tersebut adalah Saklarous yang dikenal dengan Wirdurrumi. Dia mengumumkan perang kepada kedua putera raja tersebut, namun keduanya bisa mengalahkannya. Dia pergi ke ‘Adhudud Daulah untuk meminta perlindungan dan pertolongan. Kedua bersaudara tersebut mengetahui hal itu dan segera mengirimkan utusan yang bernama Naqfour ke ‘Adhudud Daulah untuk menggagalkan rencara Wird. Dia menawarkan kepada raja (‘Adhudud Daulah) untuk menyerahkan Wird kepada keduanya dengan bayaran akan melepaskan semua tawanan muslim yang ada di negeri Romawi.

‘Adhudud Daulah tertarik dengan penawaran tersebut, namun tidak ingin menyerahkan Wird. Dia melakukan pengelabuan di dalam menangkap dan menawannya. Dia menjanjikan kebaikan kepada Naqfour utusan kedua bersaudara dan mengutus al-Baqillani untuk membalas utusan. Al-Baqillani adalah seorang yang cerdas dan dekat dengan ‘Adhudud Daulah. Ditambah dengan terkumpulnya sifat genius, pintar, luas pengetahuan dan cepat tanggap. ‘Adhudud Daulah menginginkan misi politik ini dibarengi dengan misi agama yang keduanya diemban oleh al-Qadhi. Dengan demikian dia bisa mendebat orang-orang Nasrani dan menunjukkan kekeliruan agama, kelemahan argumentasi dan kerancuan akidahnya. Baca entri selengkapnya »

Pelajaran Tentang Manhaj Salaf [PENTING]

Posted on

PEMBAHASAN PERTAMA
Yang Dimaksud Dengan Salafush Shalih

[a] Etimologi (Secara bahasa) :

Ibnul Faris berkata : Huruf sin dan lam dan fa’ adalah pokok yang menunjukkan “makna terdahulu” termasuk Salaf dalam hal ini adalah “orang-orang yang telah lampau” dan arti dari

“al-qoumu as-salaafu” artinya : mereka yang mereka yang telah terdahulu.

[b] Terminologi (Secara istilah) :

Para peneliti berbeda pendapat dalam mengartikan istilah “Salaf” ini dan terhadap siapa kata itu sesuai untuk diberikan, pendapat-pendapat ini banyak sekali, tetapi yang paling penting ada 4 pendapat : Baca entri selengkapnya »