Teroris

Deklarasi Khilafah Islamiyyah (‪ISIS‬) Antara Perspektif Syariat dan Realita

Posted on

Deklarasi Khilafah Islamiyyah (ISIS‬) Antara Perspektif Syariat dan Realita
Oleh: Asy Syaikh Al Habib Alawy bin Abdulqadir As Segaf
(Pembina Umum Yayasan Durar Saniyyah)

Segalapuji milik Allah rabbul ‘alamin, shalawat dan salam atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:

Khilafah Islamiyyah dan menyatukan seluruh umat Islam di bawah naungan satu penguasa yang menghukumi mereka dengan syariat Allah diatas manhaj Nubuwwah adalah cita-cita yang agung, setiap muslim menghendakinya dalam kehidupan ini. Hal diatas merupakan tujuan Islam yang agung, wujud persatuan yang tertinggi yang Allah dan rasul-Nya perintahkan. Allah berfirman (yang artinya),

Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al Mu’minun: 51)

dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”(QS. Ali Imran: 103)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal dan membenci tiga hal: ridha kepada kalian jika kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, dan kamu semuanya berpegang teguh kepada tali (agama) Allah serta tidak bercerai berai…” (HR Muslim: 1715) Baca entri selengkapnya »

Iklan

Sejarah, Realita dan Sepak Terjang ISIS – Ustadz Abu Sa’ad

Posted on Updated on

sumber : Yufid.TV

Fatwa Syaikh Shalih As-Suhaimi Tentang Khilafah Khayalan Versi ISIS

Posted on Updated on

Penanya: Semoga Allah ta’ala mencurahkan kebaikan kepada Anda… Mohon penjelasan tentang Khilafah Islamiyah yang dideklarasikan kemarin..

Jawab :

Saudaraku… Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Telah tampak berbagai kerusakan di daratan dan lautan, akibat perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum : 41). Kerusakan disini bisa disebabkan oleh sikap esktrim (radikal) atau sebaliknya, disebabkan oleh sikap lembek (deradikal).

Kerusakan yang disebabkan oleh sikap Tafrith (Deradikal), contohnya adalah sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang mulhid, sekuler, dan liberal. Serta orang-orang yang menyeru kepada kemungkaran, kekejian, perbuatan merusak, ‘kebebasan’ (alias kebablasan) dan kedungungan. Ini point yang pertama.

Kedua: Kerusahan yang disebabkan oleh para penyeru ifrath ( sikap Radikal), seperti yang dilakukan oleh orang-orang khawarij dan semua kelompok yang sejalan dengan prinsip mereka.

Hari ini orang-orang dungu mempoklamatirkan berdirinya Daulah Khilafah Islamiyyah (yang sejatinya hanya) khayalan. Sebenarnya ini cerita lama yang telah kami ketahui sejak 80 tahun lalu. Mereka membai’at seorang khalifah secara sembunyi-sembunyi , hal ini dikarenakan metode mereka dalam beragama nyleneh. Setiap dari mereka membai’at orang yang majhul (tidak dikenal atau tidak jelas ) secara sembunyi-sembunyi.َ Baca entri selengkapnya »

Pernyataan Ulama Besar Madinah An-Nabawiyah Terkait Berdirinya Khilafah ISIS

Posted on

Seruan Ulama Besar Ahlus Sunnah Terkait ISIS
Seruan Ulama Besar Ahlus Sunnah Terkait ISIS

Ulama Besar Arab Saudi, Ahli Hadits Kota Suci Madinah, Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr  hafizhahullah berkata dalam risalah “Fitnatul Khilafah Ad-Da’isyiah Al-‘Iraqiyah Al-Maz’umah” di website resmi beliau,

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وحده وصلى الله وسلم على من لا نبي بعده نبينا محمد وعلى آله وصحبه. أما بعد؛

Sungguh telah lahir di Iraq beberapa tahun yang lalu, sebuah kelompok yang menamakan diri Daulah (Negara) Islam Iraq dan Syam, dan dikenal dengan empat huruf awal nama daulah khayalan tersebut yaitu [داعش] (ISIS), dan muncul bersamaan dengan itu, sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian orang yang mengamati tingkah pola dan pergerakan mereka, sejumlah nama sebagai julukan bagi anggota mereka dengan sebutan: Abu Fulan Al-Fulani atau Abu Fulan bin Fulan, kuniah (julukan) yang disertai penisbatan kepada negeri atau kabilah, inilah kebiasaan orang-orang majhul (yang tidak dikenal), bersembunyi di balik julukan dan penisbatan.

Selang beberapa waktu terjadi peperangan di Suriah antara pemerintah[1] dan para penentangnya, masuklah sekelompok orang dari ISIS ini ke Suriah, bukan untuk memerangi pemerintah, akan tetapi memerangi Ahlus Sunnah yang menentang pemerintah dan membunuh Ahlus Sunnah dengan cara yang sangat kejam, dan telah masyhur cara membunuh mereka terhadap orang yang ingin mereka bunuh, dengan menggunakan pisau-pisau yang merupakan cara terjelek dan tersadis dalam membunuh manusia. Baca entri selengkapnya »

Tujuan Baik Tidak Menghalalkan Segala Cara

Posted on Updated on

“Yang penting niat dan tujuannya baik!”

itulah ungkapan yang sering didengar dari para pelaku perbuatan yang menyelisihi syariat, ketika tidak lagi memiliki alasan lain. Ungkapan ini dijadikan tameng untuk menangkis teguran dan kritikan yang diarahkan kepadanya.

Bahkan ada yang menjadikan ungkapan ini sebagai landasan untuk melegalkan dan menghalalkan segala cara demi mewujudkan niat baiknya, baik dalam urusan dunia maupun agama. Misalnya, demi mewujudkan niat beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla , namun segala cara ditempuh termasuk cara yang mengandung bid’ah atau maksiat.

Sebagian yang lain ingin menegakkan agama dan membela kehormatan kaum Muslimin tetapi mereka menempuh cara-cara yang sangat buruk dengan melancarkan aksi teror, membunuh, mencuri serta bom bunuh diri. Ada juga yang ingin berdakwah, tetapi dengan musik dan sinetron ‘Islami’.

Dalam urusan dunia, ada yang ingin menggenggam jabatan dan kedudukan, Namur dengan melegalkan suap, bohong dan tindak kedzaliman. Kekayaan dan harta melimpah termasuk diantara yang menyilaukan banyak orang sehingga segala cara untuk meraihnya ditempuh, tanpa peduli halal dan haram.

Itulah sebagian fakta zaman sekarang ini, kehidupan materialis yang sangat terwarnai fitnah syubuhât dan syahawât. Yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah status ungkapan ‘apapun dilakukan, yang penting niat dan tujuannya baik’ dalam pandangan Islam? Apakah tujuan yang baik boleh menghalalkan segala cara? Baca entri selengkapnya »

[VIDEO] Terorisme Dalam pandangan Islam (Masjid Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian)

Posted on

Kajian bersama Ustadz Abu Abdul Muhsin Firanda MA dalam bahasan tema “Terorisme Dalam pandangan Islam” Diselenggarakan di Masjid Darul Ilmi, Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta. semoga bermanfaat

Silahkan bagi yg masih menilai atau bahkan menuduh dakwah salafiyyah sebagai dakwah terorisme untuk menyimak kajian ini. semoga Allah Ta’ala membimbing kita diatas kebenaran.

Abu Abdurrahman Fawwaz

Ajaran Madzhab Syafi’iyyah yang Ditinggalkan Bahkan Dibenci Oleh Sebagian “Pengikutnya” #1

Posted on

Berikut ini beberapa ajaran madzhab syafi’iyah yang ditinggalkan (tidak dikerjakan) oleh sebagian penganutnya, padahal begitu getolnya mereka mengaku-ngaku sebagai pengkut madzhab syafi’iyah yang setia !!!

PERTAMA : MEMANJANGKAT JENGGOT

Merupakan perkara yang aneh adalah semangatnya sebagian ustadz dan kiyai (yang mengaku bermadzhab  syafi’iyah) untuk memangkas habis jenggot mereka…, bahkan sebagian mereka mencela orang yang memanjangkan jenggotnya, atau mengecapnya sebagai teroris. Padahal Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengharamkan mencukur habis jenggot. Baca entri selengkapnya »

Wahhabi… Wahhabi…. Faktanya ?!

Posted on

Jika ada yang membahas tentang Tauhid dan  Syirik atau Sunnah dan bid’ah, bukan hal aneh jika akan muncul cemoohan “Wahabi!”. Ternyata membahas larangan mengucapkan selamat natal tempo hari juga muncul cemoohan itu lho… ??? Bukankah kaum muslimin (bukan hanya Wahhabi) telah sepakan akan haramnya ucapan selamat natal dan semisalnya !??

Tudingan dan cemoohan ini muncul jika terdapat Nasehat seperti, “Beribadahlah dan Memintalah hanya kepada Allah saja…”, atau “Beribadahlah sesuai tuntunan Rasulullah…” atau “Janganlah menyelisihi Rasulullah…” atau “Pahamilah agama seperti para Sahabat Nabi memahami Agama…” atau nasihat-nasihat yang semisalnya…..

Perhatikanlah cuplikan-cuplikan nasihat di atas apakah ada yang salah dari nasihat tersebut? Bukankah sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita hanya beribadah dan berdo’a kepada Allah semata? Bukankah sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita beribadah sesuai dengan Sunnah/Petunjuk Rasulullah? Bukankah sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita berpegang dengan pemahaman para Salafus Shalih? Lantas mengapa ada sebagian orang ketika disampaikan kepadanya nasihat untuk melaksanakan itu semua dengan serta merta ia menjawab, “Wahhabi!”, “Awas ajaran Wahhabi!”, “Ente Wahhabi ya?!” Baca entri selengkapnya »

Rohis Sarang Teroris ???

Posted on Updated on

Heboh Pemberitaan Media tentang Rohis sebagai Sarang Teroris

Pemberitaan media mengenai kegiatan-kegiatan dan aksi terorisme kian marak akhir-akhir ini. Apalagi dengan tertangkapnya terduga teroris yang notabene masih berusia remaja. Hal ini tentu sangat memilukan, ketika saudara-saudara kita yang masih belia seharusnya melakukan kegiatan yang produktif dan bermanfaat, tetapi mereka harus mendekam di penjara atau tewas tertembus timah panas.

Di salah satu stasiun TV nasional, diadakan sebuah dialog dengan topik utama tindak terorisme. Salah seorang narasumber, Bambang Pranowo, menyatakan bahwa ada lima pola rekrutmen teroris, salah satunya adalah melalui ekstrakulikuler di masjid-masjid sekolah, atau dikenal dengan ekstrakulikuler kerohanian Islam (Rohis). Statement ini menuai banyak kontra, karena dianggap meresahkan publik dan menyakiti umat Islam, khususnya para aktivis rohis.

Tanpa bermaksud membela salah satu pihak dan menyakiti pihak yang lainnya, dari info grafik yang ditampilkan oleh stasiun televisi tersebut, kami memahami bahwasanya para teroris berusaha menyebarkan ideologi mereka dan mencari anggota melalui ekstrakulikuler rohis. Pola rekrutmen ini bisa berhasil dan bisa juga tidak, sehingga apabila dikatakan rohis sebagai sarang teroris tentu saja itu kekeliruan. Baca entri selengkapnya »

Download Ebook : Benarkah WAHABI Dalang Terorisme [Al-Furqon Edisi 12 Th. 10]

Posted on

wahabi-dalang-terorisme
wahabi-dalang-terorisme

Aksi terorisme kembali menjadi sorotan publik, terlebih setelah bom bunuh din meledak di Masjid Mapolresta Cirebon. Bingkisan paket bom dan “tuci otak” ala NII pun turut mernperkeruh suasana.

Selain itu, isu berdirinya Negara Islam Indonesia juga menimbulkan kepanikan yang luar biasa di tengah masyarakat. Gejala ini menimbulkan kecurigaan terhadap kegiatan-kegiatan keislaman hingga tidak heran jika ada sebagian orang tua melarang anak-anaknya yang hendak mengkaji Islam secara intensif.

Ternyata kesempatan ini dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk kepentingan pribadi/kelompoknya. Main pukul rata dalam menghukumi orang sebagai teroris dengan melihat penampilan luar saja. Terciptalah opini masyarakat bahwa ciri khas teroris adalah seorang berjenggot, pakai gamis, peci putih, sedang wanitanya berjilbab besar atau bercadar. Lebih ironis lagi, komentar sebagian tokoh agama yang dengan gegabahnya mengatakan bahwa dalang utama di balik aksi terorisme adalah Wahabi!! Baca entri selengkapnya »

Bernarkah Mereka Tidak Bisa Membedakan Antara Salafi dan Teroris Di Era Keterbukaan Informasi Ini..!?

Posted on Updated on

BENARKAH MEREKA TIDAK BISA MEMBEDAKAN ANTARA SALAFI DAN TERORIS DI ERA KETERBUKAAN INFORMASI INI…!?

[SEBUAH JAWABAN SINGKAT UNTUK BPK. AGUS MAFTUH ABEGEBRIEL , PROF. SAID AGIL SIROJ (Ketua NU berpaham SYI’AH), SYAIKH IDAHRAM dan METRO TV]

Allah tabaraka wa ta’ala berfirman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, yang mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)” [Al-An’am: 112]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Dan perkataan Allah Ta’ala, “Mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)”, maknanya adalah mereka mengatakan kepada yang lainnya ucapan yang dihiasi (dengan kata-kata yang menipu), sehingga membuat orang bodoh yang mendengarnya tertipu.” [Tafsir Ibnu Katsir, 3/321] Baca entri selengkapnya »

Download Audio: Bom Bunuh Diri, Jihadkah? (Meluruskan Pemahaman Syariat Jihad Kepada Kaum Muslimin)

Posted on

bom-bunuh-diri

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, kami hadirkan rekaman kajian umum yang disampaikan oleh Ustadz Mahful Safaruddin, Lc. hafizhahullah dengan tema Bom Bunuh Diri, Jihadkah? (Meluruskan Pemahaman Syariat Jihad Kepada Kaum Muslimin) Kajian ini diselenggarakan di Mushalla Teknologi (Mustek), Fakultas Teknik, UGM, Yogyakarta (7 Mei 2011).

Semoga kajian yang beliau sampaikan bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download rekaman kajian mp3 Bom Bunuh Diri, Jihadkah? pada link berikut: Baca entri selengkapnya »